kinerja wasit

Beda Pendapat Pelatih dan Kapten AC Milan Soal Kinerja Wasit

POJOKSATU.id, JEDDAH – AC Milan gagal merengkuh titel juara Piala Super Italia 2018 setelah takluk 0-1 dari Juventus di parta final di King Abdullah Sports City, Arab Saudi, Kamis (17/1) dini hari WIB.
Sundulan Cristiano Ronaldo di paruh kedua menit 61 membuyarkan asa Rossonerri meraih gelar tersebut musim ini.
Kapten AC Milan, Alessio Romagnoli menegaskan kekecewaan, namun ia lebih kecewa atas kinerja wasit Luca Banti yang memimpin jalannya pertandingan tersebut.
Juventus Juara Piala Super Italia, Kapten AC Milan Kuliti Kinerja Wasit

Romagnoli menilai, sang wasit banyak mengambil keputusan yang merugikan timnya, dan di sisi lain menguntungkan tim lawan.
Romagnoli menyoroti keputusan Banti mengeluarkan kartu merah langsung untuk rekan setimnya, Franck Kessie di menit 72.
Padahal, Romagnoli menilai, apa yang dilakukan Kessie tidak pantas langsung diganjar kartu merah karena yang terjadi hanya sebuah kontak yang minimal.
Pasalnya, diakui dia, kehilangan seorang pemain cukup berdampak para performa timnya di pertandingan tersebut.
“Cara dia (Luca Banti) memberikan kartu tidak bisa karena kami mendapatkan kartu dan diusir dari lapangan pada setiap kontrak yang minimal,” ungkapnya seperti dikutip dari Milan TV.
Namun, pendapat berbeda justru datang dari sang pelatih, Gennaro Gattuso. Jika biasanya sang allenatore paling sengit mengomentari kinerja wasit jika merugikan timnya, kali ini Gattuso tampak lebih legawa.
Gattuso bahkan menilai keputusan wasit memberikan kartu merah untuk Frankie Kessie tersebut sudah tepat.
Gattuso lebih tertarik untuk menyoroti pemakaian VAR di pertandingan tersebut untuk menentukan offside atau tidaknya seorang pemain.
“Saya bukan siapa-siapa untuk memberikan penilaian terhadap insiden itu. Saya mengakui bahwa kartu merah untuk Kessie itu keputusan yang adil,” ujarnya.
“Saya hanya mengkhawatirkan penggunaan teknologi (VAR). Juventus mencetak dua gol dan satu dianulir karena offside, mereka diperbolehkan untuk melanjutkan dan membuat keputusan setelahnya. Itu yang membuat saya terganggu,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)