KLB PSSI

Ramai-Ramai Jagokan Iwan Bule di Bursa Calon Ketum PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) menyusul pengunduran diri Edy Rahmayadi selaku ketua umum dan penetapan status tersangka Joko Driyono alias Jokdri.
Jokdri yang kini menjabat sebagai plt Ketum PSSI itu terseret kasus dugaan pengrusakan barang bukti temuan Satgas Antimafia Bola berupa dokumen terkait kasus skandal pengaturan skor atau match-fixing.
Sejumlah figur pun telah mencuat untuk meramaikan bursa calon Ketua PSSI masa depan yang akan dipilih pada KLB nanti.
Nama-nama seperti Erick Thohir,  Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Khrisna Murti, hingga manajer Persib, Umuh Muchtar telah dikaitkan dengan kandidat pemimpin federasi itu.
Namun kini, nama baru mencuat dan digadang-gadang sebagai sosok pemimpin PSSI berikutnya yang ideal, yakni mantan Kapolda Jawa Barat Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan atau akrab disapa Iwan Bule.
Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta, Uden Kusumawijaya pun menilai Iwan Bule dinilai figur yang cocok memimpin PSSI berikutnya. “Beliau sangat cocok memimpin PSSI,” ucapnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Namun, hingga kini Iriawan belum memberikan penjelasan mengenai dorongan kepada dirinya untuk menduduki kursi ketum PSSI. “Justru begitulah. Berikan jabatan kepada yang tidak meminta,” ucapnya.
Uden menambahkan, Iriawan merupakan sosok yang tegas, bersih, berintergitas, dan profesional. “PSSI membutuhkan sosok yang tegas dan bersih itu,” imbuhnya.
Senada, Ketua Asprov PSSI Jabar Tommy Apriantono bersuara serupa. Ia mendukung Iriawan maju dalam bursa pencalonan ketum PSSI. “Pak Iwan sebagai calon dari Jabar,” sebutnya.
Setali tiga uang, anggota Komite Eksekutif PSSI Yunus Nusi pun sepakat. PSSI membutuhkan sosok yang tegas, bersih, berintegritas, dan profesional. “Apalagi Pak Iwan punya cukup banyak waktu,” imbuhnya.
Terpisah, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku akan mengajukan Iriawan  sebagai calon ketum PSSI dalam kongres luar biasa (KLB).
“PSSI membutuhkan sosok berani seperti maung (harimau) untuk membersihkan PSSI. Karakter itu ada pada diri Pak Iwan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Soal Isu KLB PSSI Ditunggangi Politik, Ini Penegasan Kemenpora

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto angkat suara menanggapi isu yang menyebutkan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI ditunggangi kepentingan politik.
Ditegaskan Gatot, tidak ada korelasinya antara KLB PSSI dengan Pemili 2019 yang akan digelar hampir bersamaan.
Pihaknya pun membantah keras isu tersebut dan berharap tidak ada isu-isu miring dibalik rencana pelaksanaan KLB PSSI tersebut.
Presiden Jokowi Bicara Soal KLB PSSI dan Pemberantasan Match-Fixing
Jokdri Bicara Persiapan Kongres Luar Biasa PSSI
Seperti diketahui, PSSI bakal menggelar KLB dalam waktu dekat. Hal itu menyikapi dari berbagai peristiwa hingga ditetapkannya Joko Driyono sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola.
KLB sendiri rencananya baru akan digelar setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal itu diharapkan agar tak ada yang menunggangi KLB.
“Nah, saya ingin meluruskan tidak ada tercantum dalam Pasal 30 (penyelenggaraan) KLB setelah Pilpres. Jadi jangan kaitkan Pilpres dengan KLB. Karena Pilpres itu cukup sakral bagi rakyat Indonesia, jangan dihubung-hubungkan dengan hal politik,” ungkap Gatot.
Menurutnya, rencana KLB sama sekali tak ada hubungannya dengan peristiwa politik di tanah air, hanya kebetulan memang Komite Eksekutif PSSI bersepakat menggelar KLB karena masalah yang tengah dihadapi.
“Tetapi, ada ketentuan juga dalam Pasal 30 itu PSSI mesti konsultasi dengan FIFA dan setelah itu tiga bulan, barulah mereka mengadakan KLB dan tempatnya di mana. Hanya kebetulan saja itu akan terjadi berlangsung setelah Pilpres dan jangan disebut-sebut KLB setelah Pilpres karena enggak nyambung dan enggak konek,” ungkapnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

KLB PSSI, Karpet Merah Sudah Dibentangkan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI memutuskan akan menggelar Kongres Luar Biasa PSSI yang rencananya akan digelar selepas Pemilu 2019.
Rencana tersebut sebagai respon atas penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola beberapa waktu lalu.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan perusakan barang bukti temuan Satgas Antimafia Bola soal match-fixing atau pengaturan skor.
Soal KLB PSSI, Sesmenpora: Jangan Sampai Kejadian seperti Edy Rahmayadi
Fiks, Ini Jadwal Kongres Luar Biasa PSSI
Sejumlah pihak pun memberikan respon beragam atas rencana tersebut. Ada yang antusias namun tak sedikit yang menanggapinya biasa-biasa saja.
Manajer Madura United Haruna Soemitro menilai, KLB nanti bisa menjadi momentum hadirnya sosok-sosok baru pengelola federasi.
Haruna bahkan menyebut saat ini karpet merah sudah disiapkan bagi siapa pun yang mau mencalonkan diri menjadi ketua umum, wakil ketua umum, dan pengurus PSSI lainnya.
Voters juga ditegaskan akan mendukung siapa pun yang dianggap kredibel. “Calonnya? Gak tahu. Tapi, katanya kan harus bersih. Mungkin yang pas dari kepolisian,” sebut Haruna seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Pendapat Haruna tersebut memiliki dasar. Dia melihat beberapa ketua umum PSSI terbelit persoalan hukum.
Sebelum Joko Driyono, ada Nurdin Halid dan La Nyalla Mattalitti yang juga sempat tersandung kasus hukum.
“Ada baiknya siapa-siapa yang akan memimpin PSSI ke depan harus siap dengan risiko itu. Jangan nanti sedikit-sedikit mundur, KLB lagi,” tuturnya.

Kemenpora Punya Kriteria Sendiri Soal Figur Ideal Calon Ketum PSSI Baru

POJOKSATU.id, JAKARTA – Exco PSSI memutuskan akan menggelar Kongres Luar Biasa PSSI yang rencananya akan digelar selepas Pemilu 2019.
Rencana tersebut sebagai respon atas penetapan tersangka plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola beberapa waktu lalu.
Jokdri ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan perusakan barang bukti temuan Satgas Antimafia Bola soal match-fixing atau pengaturan skor.

Mensikapi soal rencana KLB PSSI tersebut, Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto berharap federasi sepakbola di tanah air itu nantinya bisa mendapatkan sosok pemimpin yang mampu memajukan sepakbola Indonesia.
Secara khusus, ia mengharapkan sosok Ketum PSSI yang baru nanti adalah yang punya cukup waktu untuk mengelola organisasi dan mengembangkan sepak bola Indonesia ke tingkat lebih tinggi.
Terpenting, ditegaskan Gatot, ketua baru nantinya memenuhi sosok yang ideal dan sesuai dengan statuta PSSI.
Ia mengaku sosok tersebut harus berintegritas tinggi, memiliki waktu yang cukup, dan tidak memiliki kepentingan apapun dalam menjabat Ketua PSSI sehingga benar-benar mengurus bola.
“Jangan sampai kejadian seperti Edy (Rahmayadi) kemarin. Beliau ada di Medan, kantornya ada di Jakarta. Itu merepotkan sekali,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Kendati demikian, dikatakan Gatot, sah-sah saja seorang Ketum PSSI punya profesi lain. Karena tentunya, dia tidak bisa bekerja hanya untuk PSSI.
“Namun, dia harus tetap fokus mengurus PSSI,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Soal KLB PSSI, Sesmenpora: Jangan sampai Kejadian Seperti Edy Rahmayadi

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI akan menggelar Kongres Luar Biasa yang rencananya akan digelar selepas Pemilu 2019.
Rencana tersebut didasari atas perkembangan dinamika yang terjadi saat ini, terutama mencuatnya soal skandal match-fixing.
Apalagi, Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono alias Jokdri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perusakan barang bukti.
Fiks, Ini Jadwal Kongres Luar Biasa PSSI
Satgas Antimafia Bola juga tengah mendalami dugaan keterlibatan pria asal Ngawi itu terkait skandal match-fixing.
Mensikapi soal rencana KLB, Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto berharap federasi sepakbola di tanah air itu nantinya bisa mendapatkan sosok pemimpin yang mampu memajukan sepakbola Indonesia.
Secara khusus, ia mengharapkan sosok Ketum PSSI yang baru nanti adalah yang punya cukup waktu untuk mengelola organisasi dan mengembangkan sepak bola Indonesia ke tingkat lebih tinggi.
Terpenting, ditegaskan Gatot, ketua baru nantinya memenuhi sosok yang ideal dan sesuai dengan statuta PSSI.
Ia mengaku sosok tersebut harus berintegritas tinggi, memiliki waktu yang cukup, dan tidak memiliki kepentingan apapun dalam menjabat Ketua PSSI sehingga benar-benar mengurus bola.
“Jangan sampai kejadian seperti Edy (Rahmayadi) kemarin. Beliau ada di Medan, kantornya ada di Jakarta. Itu merepotkan sekali,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Kendati demikian, dikatakan Gatot, sah-sah saja seorang Ketum PSSI punya profesi lain. Karena tentunya, dia tidak bisa bekerja hanya untuk PSSI.
“Namun, dia harus tetap fokus mengurus PSSI,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Anggota Exco PSSI Ini Sebut FIFA Kecewa Atas Rencana KLB PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA  – Setelah sempat berpolemik  Komite Eksekutif PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Opsi ini akan ditempuh menyusul penetapan tersangka terhadap plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Mensikapi rencana tersebut, FIFA ternyata menunjukkan kekecewaannya. Pasalnya, federasi sepakbola dunia itu telah mengapresiasi langkah yang diambil PSSI sejauh ini.
Soal Para Kandidat Calon Ketum PSSI, Exco PSSI: Siapapun Boleh Maju, Asal…
KLB PSSI Diharapkan Melahirkan Muka-Muka Baru
Kongres Luar Biasa PSSI Sebaiknya Digelar Sebelum Pilpres 2019
Seperti diketahui, PSSI telah menggelar rapat Komite Eksekutif. Meski sudah menggelar rapat sejak Senin (18/2) malam, tapi tak mendapatkan hasil. Baru rapat pada Selasa (19/2) malam diputuskan akan digelar KLB.
KLB yang akan digelar ini memiliki dua agenda. Pertama membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). Agenda kedua adalah penetapan tanggal kongres untuk pemilihan kepengurusan baru.
“FIFA sebenarnya sudah me-warning kami saat KLB kemarin. Mereka berharap yang terakhir,” ungkap anggota Exco PSSI, Refrizal saat dihubungi wartawan seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
PSSI memang baru saja menggelar KLB pada 2017 lalu. Baru berjalan dua tahun, PSSI bakal kembali menggelar KLB.
“Padahal kita sedang dapat apresiasi dari FIFA, seperti menjalankan pengembangan usia muda. PSSI sedang tekun dalam hal pembinaan usia muda,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Soal Para Kandidat Calon Ketum PSSI, Exco PSSI: Siapapun Boleh Maju, Asal…

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah sempat berpolemik  Komite Eksekutif PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Opsi ini akan ditempuh menyusul penetapan tersangka terhadap plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Menyusul rencana ini sejumlah figur pun kembali mencuat ke permukaan yang digadang-gadang sebagai kandidat ideal calon Ketua Umum PSSI.
KLB PSSI Diharapkan Melahirkan Muka-Muka Baru
Kongres Luar Biasa PSSI Sebaiknya Digelar Sebelum Pilpres 2019
Mantan ketua INASGOC, Erick Thohir dan Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Mabes Polri, Khrisna Murti mencuat ke permukaan sebagai calon ketum PSSI.
Menskikapi hal ini, salahseorang nggota Exco PSSI, Refrizal menilai, pihaknya menampung siapa saja yang berminat untuk mencalonkan diri sebagai ketua umum yang baru selama memenuhi kriteria yang ada di statuta PSSI.
“Yang minat-minat (menjadi ketua umum PSSI) kemarin kami tampung seperti Erick Thohir, dan Krishna Murti,” kata Refrizal seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
“Pokoknya yang berminat kami tampung nanti supaya yang berhak memilih,” sebutnya.
Menurut Refrizal, KLB sendiri sebelumnya akan memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding. Nantinya setelah itu bila disepakati baru akan diadakan pemilihan ketum baru.
“Pilihannya bisa memilih semua dari ketua umum, wakil ketua umum, dan seluruh Exco. Bisa juga hanya memilih ketua umum yang kosong,” tutup Refrizal.
Agenda KLB PSSI itu muncul setelah PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif, Selasa (19/2) malam . KLB yang akan digelar nanti memiliki dua agenda, yakni membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP). Agenda kedua yaitu penetapan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru PSSI.
(qur/pojoksatu)

Mereka yang Berpeluang Meramaikan Bursa Calon Ketum PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah sempat berpolemik  Komite Eksekutif PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Opsi ini akan ditempuh menyusul penetapan tersangka terhadap plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Menyusul rencana ini sejumlah figur pun kembali mencuat ke permukaan yang digadang-gadang sebagai kandidat ideal calon Ketua Umum PSSI.

Mantan ketua INASGOC, Erick Thohir dan Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Mabes Polri, Khrisna Murti mencuat ke permukaan sebagai calon ketum PSSI.
KLB yang akan digelar itu nanti sejatinya punya dua agenda penting, yakni membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) serta Komite Banding Pemilihan (KBP), dan penetapan tanggal kongres pemilihan kepengurusan baru PSSI.
Sosok Erick Thohir sendiri sudah muncul jauh-jauh hari, bahkan telah mendapat “restu” dari Istana. Wakil Presiden Jusuf Kala sempat melontarkan pernyataan jika Erick adalah sosok yang mumpuni untuk menjadi Ketum PSSI.
Sementara sosok Khrisna Murti namanya kini mencuat ke permukaan setelah aktif dalam aktivitas pemberantasan praktik match-fixing bersama Satgas Antimafia Bola.

Selain keduanya, politisi Partai Keadilan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar juga telah menyatakan minatnya.
Cak Imin bahkan secara terang-terangan telah menyatakan hasratnya untuk bertarung di perebutan kursi orang nomor satu di federasi sepak bola tanah air itu.
Selain Krishna, Erick dan Cak Imin, sejumlah tokoh juga ramai dibicarakan bakal diusung atau mencalonkan diri sebagai ketum PSSI, sebut saja mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Maruarar Sirait dan Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar.
(qur/pojoksatu)

KLB PSSI Diharapkan Melahirkan Muka-Muka Baru

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah sempat berpolemik  Komite Eksekutif PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Opsi ini akan ditempuh menyusul penetapan tersangka terhadap plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Anggota Komite Eksekutif PSSI Very Mulyadi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah Komite Eksekutif PSSI menggelar rapat di Jakarta, Selasa (19/2/2019).
Kongres Luar Biasa PSSI Sebaiknya Digelar Sebelum Pilpres 2019
Namun sebelumnya, pihaknya akan meminta arahan kepada FIFA sebelum menyusul detail agenda pemilihan calon ketua umum baru tersebut.
“Setelah ditetapkan waktunya, PSSI memberitahukan ke anggota empat minggu sebelum KLB. Kira-kira tiga bulan lagi baru KLB,” kata Very seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Rencana itu pun mendapat repon positif dari Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono.
Suhendra bahkan berharap, nantinya KLB bisa melahirkan muka-muka baru yang akan menjadi penerus tongkat kepemimpinan di federasi.
“Yang terpenting suara itu berasal dari bawah sehingga benar-benar murni, tak ada kepentingan apa pun kecuali memperbaiki PSSI,” tuturnya.
Suhendra berharap pengurus PSSI yang baru benar-benar yang fresh. Dengan demikian, para pengurus baru itu tidak terkontaminasi masalah-masalah di PSSI.
“Selain itu, mereka juga tidak memiliki beban masa lalu di PSSI. Kalau orang-orang lama masih bercokol, jangan berharap PSSI bisa berubah menjadi lebih baik,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Kongres Luar Biasa PSSI Sebaiknya Digelar sebelum Pilpres 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah sempat berpolemik  Komite Eksekutif PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Opsi ini akan ditempuh menyusul penetapan tersangka terhadap plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Anggota Komite Eksekutif PSSI Very Mulyadi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah Komite Eksekutif PSSI menggelar rapat di Jakarta, Selasa (19/2/2019).
Namun sebelumnya, pihaknya akan meminta arahan kepada FIFA sebelum menyusul detail agenda pemilihan calon ketua umum baru tersebut.
“Setelah ditetapkan waktunya, PSSI memberitahukan ke anggota empat minggu sebelum KLB. Kira-kira tiga bulan lagi baru KLB,” kata Very seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Rencana itu pun mendapat repon positif dari Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono.
Dikatakannya, PSSI memiliki local wisdom (kearifan lokal) tersendiri yang merupakan bagian dari force majeure (kondisi darurat).
Kondisi darurat dimaksud, sebut dia, adalah situasi menjelang Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 yang akan digelar pada 17 April mendatang.
“Memang PSSI tak punya pilihan lain kecuali menggelar KLB,” kata Suhendra.
Ditegaskannya, jika KLB semakin cepat digelar, situasi akan kian baik sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019.
Oleh karena itu, dikatakan dia, PSSI tidak harus mengacu kepada mekanisme Statuta FIFA. “Organisasi apa pun di muka bumi ini pasti menghormati pemilihan presiden di suatu negara. Karena itu, KLB harus digelar sesegera mungkin agar tidak ada jeda kepengurusan di PSSI,” tuturnya.
Terkait rencana ini, pihaknya meminta PSSI segera membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP), termasuk menetapkan tanggal KLB pemilihan kepengurusan baru, termasuk menjaring nama-nama calon ketua umum.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan Satgas Antimafia Bola sesuai tupoksinya agar suksesi di PSSI dan proses hukum berjalan paralel,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)