kokoh afiat

Soal Kasus Pemindahan Dokumen, Dirut Persija: Biar Satgas yang Bekerja

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Utama Persija Jakarta yang baru ditunjuk, Kokoh Afiat buka suara terkait pemindahan dokumen yang diduga milik Persija yang menjadi temuan Satgas Antimafia Bola.
Kokoh menyerahkan sepenuhnya penanganan atas kasus tersebut kepada aparat kepolisian atau satgas untuk menyelidiki secara tuntas.
Seperti diketahui, saat Satgas Antimafia Bola memeriksa Kantor PT Liga Indonesia beberapa waktu lalu, memergoki ada upaya penghancuran dokumen.
3 Orang Dijadikan Tersangka Baru Skandal Match-Fixing
Penghancuran itu dilakukan dengan mesin. Salah satu dokumen yang dihancurkan merupakan laporan keuangan Persija. Hal itu dkomentari oleh Kokoh.
“Saya tidak mau berpolemik karena sudah menyangkut di ranah hukum, biar polisi bekerja. Jadi semua saya serahkan ke satgas. Jadi saya tidak akan mengomentari itu,” tutur Kokohnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Kokoh menyebut kalau Persija juga belum berpindah kantor ke Rasuna Officer Park. Saat ini kantor baru tengah dalam renovasi.
“Sebenarnya kantor Persija belum pindah. Kantor Persija selama ini di Duren Tiga. Kebetulan saya menyiapkan kantor baru Persija di Rasuna Office Park, rencana renovasi selesai 21 Februari 2019,” ungkapnya.
Sejauh ini, Satgas Antimafia Bola telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka atas kasus pemindahan dokumen tersebut.
Babak baru pengungkapan kasus pemindahan dokumen dokumen diduga terkait dengan kasus pengaturan skor menyeret tiga orang ditetapkan sebagai tersangka.
Ketiga tersangka, yakni Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur disangkakan dengan pasal 363 dan atau pasal 235 KUHP dan atau pasal 233 KUHP dan atau pasal 232 KUHP dan atau pasal 221 KUHP jo pasal 55 KUHP.
“Persangkaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line oleh penguasa umum yang terjadi di kantor Komdis PSSI,” tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
 (qur/pojoksatu)