komdis pssi

Komdis PSSI Sanksi Osvaldo Haay, Persebaya Geleng-Geleng Kepala!

POJOKSATU.id, SURABAYA – Manajemen Persebaya Surabaya mengaku tak habis pikir dengan keputusan Komdis PSSI yang menjatuhkan sanksi larangan bermain untuk Osvaldo Haay.
Haay dijatuhi sanksi larangan main di laga Persebaya kontra Persipura pekan depan karena sang pemain dinilai berlebihan memprotes wasit di laga Persebaya kontra Borneo FC pada 13 Oktober lalu.
Dalam surat bernomor 168/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 tertanggal 25 Oktober 2018, Komdis PSSI mengganggap Osvaldo bertingkah laku buruk saat Persebaya menjamu Borneo FC, 13 Oktober lalu. Osvaldo dinilai melanggar pasal 49 ayat 1(d) Kode Disiplin PSSI.
Lagi Panas-Panasnya, Osvaldo Haay Dilarang Main
“Kami akan meminta penjelasan dari Komdis tentang sanksi itu. Semoga saja ada keringanan untuk Osvaldo,” kata Sekretaris Persebaya, Ram Surahman seperti dikutip dari laman resmi klub.
Menurut pihaknya, Komdis PSSI bisa dianggap berat sebelah karena tidak memberikan hukuman apapun kepada Wahyudi Hamisi. Hanya satu kartu kuning yang didapat Wahyudi setelah melancarkan tekel brutal kepada Robertino Pugliara, gelandang Persebaya.
“Protes kami atas tindakan brutal Wahyudi Hamisi yang membuat patah tulang betis Robertino Pugliara belum ditanggapi, malah ada keputusan sanksi Osvaldo,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Arema FC Ogah Banding Meski Diganjar Sanksi Berat

POJOKSATU.id, MALANG – Komdis PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Arema FC atas kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang saat menjamu Persebaya Surabaya, Sabtu (6/10/2018) petang WIB.
Singo Edan disanksi bermain tanpa dukungan suporternya hingga akhir musim. Selain itu, Aremania juga dilarang menyaksikan laga tandang tim kesayangannya itu hingga musim 2018 berakhir.
Selain sanksi berupa larangan, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda sebesar Rp100 juta atas insiden penyalaan suar dan pelemparan botol.
Disanksi 10 Tahun tanpa Penonton pun Arema FC Siap, Asal …
Arema FC Senasib dengan Persib Bandung, Bedanya …
Nasib Yuli Supil sebagai Dirigen Aremania, Tamat!
CEO Arema FC, Iwan Budianto mengungkapkan, sanksi tersebut berdampak cukup besar pada klubnya, baik secara finansial maupun perjuangan Arema FC di kompetisi.
“Tidak hanya bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania di saat posisi Arema FC  di klasemen masih berada di posisi yang mengkhawatirkan,” tutur Iwan seperti dikutip dari Goal.
Meski berat dengan keputusan tersebut, namun pihaknya menegaskan tidak akan melakukan banding. Ia berharap, hukuman ini jadi revolusi untuk seluruh suporter di Indonesia.
“Kami tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik,” ujarnya.
”Hentikan perdebatan. Tapi kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu kita harus lebih sering bertemu berdiskusi berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang ulang lagi di masa yang akan datang,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Disanksi 10 Tahun tanpa Penonton pun Arema FC Siap, Asal …

POJOKSATU.id, MALANG – Arema FC mengaku pasrah dan menerima sanksi yang diberikan Komdis PSSI menyusul insiden kericuhan di laga kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB.
Singo Edan bahkan siap dihukum sekalipun 10 tahun selama sanksi yang dijatuhkan kepada mereka bisa membawa perubahan positif untuk perkembangan sepak bola tanah air.
Atas sejumlah insiden tersebut, Singo Edan harus bermain tanpa dukungan suporternya hingga akhir musim. Selain itu, Aremania juga dilarang menyaksikan laga tandang tim kesayangannya itu hingga musim 2018 berakhir.
Arema FC Senasib dengan Persib Bandung, Bedanya …
Nasib Yuli Supil sebagai Dirigen Aremania, Tamat!
Selain sanksi berupa larangan, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda sebesar Rp100 juta atas insiden penyalaan suar dan pelemparan botol.
CEO Arema FC, Iwan Budianto mengungkapkan, sanksi tersebut berdampak cukup besar pada klubnya, baik secara finansial maupun perjuangan Arema FC di kompetisi.
“Tidak hanya bagi klub yang kehilangan dukungan dari Aremania di saat posisi Arema FC di klasemen masih berada di posisi yang mengkhawatirkan, Klub juga kehilangan pendapatan, tentu akan berpengaruh terhadap operasional kelangsungan hidupnya. Tidak hanya pemain dan ofisial, tapi nasib karyawan juga akan terdampak,” tutur Iwan.
Dengan sanksi ini, sebut dia, pihaknya juga harus menegosiasi ulang kerjasama sponsorship dengan pihak sponsor yang selama ini sudah terjalin.
Meski demikian, kata pria yang karib disapa IB itu, Arema FC sebuah klub yang menjunjung tinggi integritas sepakbola itu sendiri, bahwa setiap upaya penegakan regulasi harus dihormati dan dipatuhi.
“Jika terjadi pelanggaran berat maka kami siap menghadapi konsekuensinya. Jangankan dihukum sampai akhir musim, Sejujurnya Arema FC ikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia,” paparnya.
“Kita siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepak bola kita,” ujarnya menandaskan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Arema FC Senasib dengan Persib Bandung, Bedanya …

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat untuk Arema FC atas sejumlah insiden di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB.
Laga bertajuk derby super Jatim antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-24 itu diwarnai sejumlah insiden yang melibatkan Aremania.
Merujuk pada laporan pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI, laga tersebut diwarnai insiden pengeroyokan yang dilakukan Aremania terhadap salahseorang suporter Persebaya, termasuk aksi provokasi dirigen Aremania, Yuli Supil kepada pemain Persebaya.
Atas sejumlah insiden tersebut, Singo Edan pun harus bermain tanpa dukungan suporternya hingga akhir musim.
Selain itu, Aremania juga dilarang menyaksikan laga tandang tim kesayangannya itu hingga musim 2018 berakhir.
Selain sanksi berupa larangan, Komdis PSSI juga menjatuhkan denda sebesar Rp100 juta atas insiden penyalaan suar dan pelemparan botol.
Sanksi yang dijatuhkan Arema FC ini nyaris sama dengan Persib Bandung. Bedanya, Maung Bandung diganjar sangat lebih berat bahkan hingga pertengahan musim tahun depan mereka tetap akan bermain tanpa dukungan Bobotoh.
Termasuk sanksi-sanksi lainnya sebagai imbas insiden pengeroyokan yang dilakukan oknum Bobotoh terhadap seorang suporter Persija hingga tewas diStadion GBLA beberapa waktu lalu.
Selain Arema FC, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada klub lainnya, termasuk yang terjadi di kompetisi Liga 2.
(qur/pojoksatu)

PSSI: Aremania dan Arema FC Pasti Dihukum!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia menegaskan insiden yang terjadi di laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB akan berbuah sanksi.
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri menegaskan, melalui Komisi Disiplin, pihaknya dipastikan akan memberikan hukuman kepada Arema FC, Aremania dan juga pihak panpel Arema.
Jokdri sendiri mengaku PSSI telah mengantongi sejumlah laporan adanya pelanggaran kode disiplin dalam laga bertajuk super derby Jatim tersebut.
Aremania Berulah, IB: Komdis PSSI Jangan Ragu!
Berulah, Dirijen Aremania Terancam Sanksi Berat

Ohhh begini…. pic.twitter.com/oBquHvvlfD
— KONS15TEN BERSAMAMU (@BonekMenur1927) October 6, 2018

Laporan tersebut, sebut dia, akan ditindaklanjuti dengan tambahan dari pengawas pertandingan. “Pada laga ini, PSSI menurunkan tim pemantau yang melihat langsung terjadinya beberapa pelanggaran,” kata Jokdri seperti dikutip dari laman resmi PSSI.
“Hasil laporan tim ini melengkapi laporan pengawas pertandingan dan akan menjadi referensi sidang Komite Disiplin dalam menjatuhkan sanksi nantinya,” katanya.
Jokdri menambahkan, PSSI akan semaksimal mungkin terus menjaga penegakan hukum yang terkait dengan sepak bola di Indonesia, termasuk dengan memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar disiplin.
Ditegaskan dia, tidak akan ada lagi toleransi terhadap pelanggaran kode disiplin. Semua pihak yang melanggar akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
“PSSI berkomitmen untuk menjaga dan mengawal penegakan hukum sepak bola,” sebutnya.
“Setelah penghentian sementara kompetisi, PSSI telah meminta operator liga dan klub untuk lebih memperhatikan prosedur penyelenggaraan pertandingan. Kami juga telah mengingatkan untuk menjaga para suporter agar tidak bertindak dan membawa spanduk yang sifatnya rasis dan provokatif,” ungkapnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Berulah, Dirijen Aremania Terancam Sanksi Berat

POJOKSATU.id, JAKARTA – Laga bertajuk Super Derby Jatim antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB diwarnai sejumlah insiden dan kericuhan yang dilakukan oknum Aremania.
Bahkan, Dirijen Aremania bernama Yuli Sumpil melakukan tindakan tak terpuji dengan memasuki lapangan kemudian memancing emosi para pemain Persebaya yang sedang melakukan pemanasan dengan cara membuang-buang uang.
Upayanya pun berhasil karena membuat kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan terpancing emosinya. Alfonsius pun nyaris terlibat kontak fisik dengan rekan Supil yang juga melakukan invasi ke tengah lapangan.
Aremania Berulah, IB: Komdis PSSI Jangan Ragu!

pic.twitter.com/773Y2PY7qs
— zhinung (@zainulab1307) October 6, 2018

Ironisnya, aksi tak terpuji Supil dan rekannya itu ia lakukan tepat dihadapan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria Ketua Tim Pencari Fakta PSSI dan anggota Exco PSSI, Gusti Randa yang menonton langsung pertandingan tersebut.
Terkait insiden tersebut, Komdis PSSI berjanji akan memberikan perhatian khusus atas ulah sang dirijen suporter tuan rumah itu dengan ancaman sanksi yang cukup berat.
“Kami akan tunggu hulu laporan pengawas pertandingan. Tapi kalau menurut saya pribadi, kasusnya jelas karena rekaman videonya sudah ada dan pasti viral kemana-mana,” ungkap Anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto.
Ditegaskan, Dwi, pihaknya berjanji tidak akan tebang pilih dalam menjatuhkan sanksi terhadap pihak manapun dan siapapun selama mereka menyalahi dan melanggar regulasi.
“Yang jelas Komdis PSSI tak akan tebang pilih. Siapapun yang melakukan pelanggaran pasti diberikan sanksi sesuai perbuatannya,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Aremania Berulah, Arema: Komdis PSSI Jangan Ragu!

POJOKSATU.id, MALANG – CEO Arema FC, Iwan Budianto meminta Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk tidak ragu menjatuhkan sanksi kepada klubnya atas sejumlah ulah tak terpuji yang dilakukan sejumlah oknum Aremania.
Sebagaimana diketahui, laga bertajuk Derby Super Jatim kontra Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018) petang WIB diwarnai sejumlah insiden yang dilakukan suporter tuan rumah.
Karena itu, Iwan atau biasa dipanggil IB mempersilahkan Komdis PSSI bekerja profesional dan tak memandang jabatannya di PSSI sebagai kepala staf.

Ohhh begini…. pic.twitter.com/oBquHvvlfD
— KONS15TEN BERSAMAMU (@BonekMenur1927) October 6, 2018

“Saya sudah memohon kepada badan yudisial PSSI yaitu Komdis agar segera menyidangkan kasus ini, berikan hukuman yg setimpal atas pelanggaran disiplin yang telah dibuat oleh Arema,” tutur IB.
“Jangan ragu dalam mengambil keputusan tegas sesuai kode disiplin. Demikian dan saya pastikan Arema tidak akan melakukan banding atas apapun hukuman yg akan diberikan nanti,” ujarnya.
IB menegaskan jika pihaknya akan menerima setiap keputusan (sanksi) Komdis PSSI nantinya dengan besar hati.
“Aremania dikenal punya jiwa ksatria. Bahwa apa yang telah dilakukan dan tegas melanggar regulasi maka akan ada konsekuensinya,” sebutnya.
“Bisa laga tanpa penonton, bisa sampai laga usiran, dan sebagai ksatria harus berbesar hati untuk menerima hukuman apapun itu,” imbuhnya.

pic.twitter.com/773Y2PY7qs
— zhinung (@zainulab1307) October 6, 2018

Sebagaimana diketahui, laga Arema FC vs Persebaya diwarnai sejumlah aksi tak terpuji yang dilakukan Aremania.
Bahkan, dirijen Aremania, Yuli Sumpil melakukan provokasi pada pemain Persebaya saat tengah melakukan pemanasan.
Tak hanya itu, bersama salah seorang rekannya ia membuang-buang uang di tengah lapang sehingga memicu kemarahan kiper Persebaya, Alfonsius Kelvan.
Selain itu, dari video yang beredar di lini masa, seorang penonton terlihat buang air kecil di gawang, termasuk insiden invasi penonton ke dalam lapangan usai pertandingan dan kabar seorang pendukung Persebaya yang dikeroyok.

di duga toilet stadion airnya mampet . ya ? @persebayaupdate pic.twitter.com/6ocuVn6DgX
— IG: Tribun.Arema (@tribun_arema) May 6, 2018

(jpc/qur/pojoksatu)

Komdis PSSI Revisi Sanksi Pemainnya, Mario Gomez Cuma Bisa Geleng-Geleng Kepala

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez bereaksi keras soal revisi sanksi tiga pemain pilarnya, Ezechiel N’Douassel, Bojan Malisic dan Jonathan Bauman oleh pihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Pelatih asal Argentina itu mengaku tak habis fikir dengan kebijakan tersebut yang dianggapnya sudah keterlaluan dan gila.
Sebelumnya Komdis PSSI mengubah hukuman Bojan Malisic yang disanksi empat laga. Dari yang awalnya mulai berlaku lawan Persipura Jayapura (15/10) dimajukan menjadi pada saat Persib menghadapi Madura United (9/10).
Giliran Sanksi 3 Legiun Asing Persib Bandung Juga Kena Revisi
Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran
Perubahan hukuman juga terjadi kepada Ezechiel N’Douassel yang dihukum lima laga. Striker asal Chad itu awalnya baru akan absen saat lawan Persipura, tetapi dimajukan menjadi saat menghadapi Madura United.
“Saya tidak mengerti situasi ini karena tiga hari yang lalu mereka (Komdis PSSI) bicara dua pemain (Ezechiel dan Bojan) bisa main. Ini gila! Akan sangat sulit tim manapun di dunia jika seperti ini,” tutur Gomez seperti dikutip dari simamaung.
Oleh karena itu, Gomez pun merasa timnya sedang disudutkan, dan banyak yang tak suka dengan Persib yang saat ini berada di puncak klasemen sementara Go-Jek Liga 1 2018.
“Kami merasa sendirian, pemain bertanya ‘Mario kenapa begini, Mario kenapa begitu’ dan saya tidak bisa memberi mereka jawaban,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Giliran Sanksi 3 Legiun Asing Persib Bandung Juga Kena Revisi

POJOKSATU.id, BANDUNG – Komdis PSSI melakukan revisi terhadap sanksi ketiga pemain asing Persib Bandung, yakni Ezechiel N’Douassel, Jonathan Bauman dan Bojan Malisic.
Revisi atas sanksi tersebut terkait kapan dimulai diberlakukannya sanksi tersebut, baik untuk Ezechiel, Bauman maupun Malisic.
Bauman mendapatkan sanksi dua pertandingan yakni dimulai saat berjumpa Persipura Jayapura (15/10) dan Persebaya Surabaya (20/10). Namun, dia tetap tak boleh main saat melawan Madura United (9/10) pada pekan 24 karena akumulasi kartu kuning.
Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran
Sedangkan untuk Bojan yang terkena empat larangan bermain juga mengalami perubahan. Dari yang awalnya mulai berlaku melawan Persipura (15/10) dimajukan jadi saat Persib menghadapi Madura United (9/10).
Perubahan hukuman juga terjadi kepada Ezechiel N’Douassel yang dihukum lima laga. Striker asal Chad itu awalnya baru akan absen saat lawan Persipura, tetapi dimajukan menjadi saat menghadapi Madura United.
Perubahan keputusan atas sanksi Komdis PSSI itu tertuang dalam surat bernomor 136A/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 untuk Ezechiel, 137A/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 untuk Bauman, dan 138A/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 untuk Bojan. Tercantum bahwa hukuman larangan bermain mengalami perubahan.
Selain revisi sanksi atas pemain Persib Bandung, Komdis PSSI juga melakukan revisi sanksi pada tiga pemain Persija Jakarta, juga sama terkait soal kapan sanksi itu mulai diberlakukan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Disiplin PSSI melakukan revisi atas hukuman sanksi yang dijatuhkan pada tiga pemain Persija Jakarta, yakni Ismed Sofyan, Sandi Sute dan Renan da Silva.
Revisi atas sanksi itu sendiri berkaitan dengan mulai diberlakukannya sanksi dilarang bermain kepada ketiga penggawa Macan Kemayoran itu.
Sandi Sute misalnya, dari sanksi tiga kali larangan main yang akan dimulai saat timnya menghadapi Madura United pada 14 Oktober 2018 dimajukan ke laga Persija kontra Perseru Serui pada 8 Oktober 2018.
Ismed Sofyan – Kapten Persija Jakarta (jawapos.com,)
Senada, hukuman tiga pertandingan kepada Ismed mulai berlaku dalam laga kontra Madura United, termasuk sanksi untuk Renan Silva. Hukuman dua laga bagi Renan yang awalnya dimulai saat melawan Madura United (14/10) diubah di laga Persija melawan Perseru pada 8 Oktober nanti.
Sanksi yang diberikan kepada ketiga pemain Persija itu sendiri dijatuhkan Komdis PSSI dalam pertandingan Persib kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) sore WIB.
Pertandingan itu sendiri penuh dengan insiden. Selain menjatuhkan banyak sanksi untuk pemain kedua tim, seorang suporter Persija bernama Haringga Sirla (23) tewas di sekitar area stadion sebelum pertandingan setelah dikeroyok oknum Bobotoh.
Atas insiden tersebut, Persib Bandung pun mendapat sanksi berat dari Komdis PSSI, di antaranya larangan bermain di Bandung dan pulau Jawa serta tanpa penonton hingga akhir musim dan pertengahan musim depan.
(jpnn/qur/pojoksatu)