komite ad hoc integritas pssi

Apa Tugas Komite Ad Hoc Integritas PSSI Itu? Begini Penjelasan Ketuanya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komite Ad Hoc Integritas PSSI menghormati kinerja Satgas Antimafia Bola yang sedang menangani kasus match-fixing atau pengaturan skor.
Ketua Komite Ad Hoc Integritas PSSI, Ahmad Riyadh menegaskan tidak akan menghalangi kerja satgas bentukan Mabes Polri itu.
“Yang sudah berjalan saat ini proses hukumnya harus kami hormati selama prosesnya berjalan sesuai aturan hukum,” kata Riyadh seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Ditanya Soal Penyegelan Kantor PT Liga Indonesia, Sekjen PSSI: Jangan Tanya Saya!
Riyadh mengatakan, sesuai tupoksi, pihaknya tak bisa memberikan hukuman terhadap pelaku yang terbukti berbuat curang. Hal ini karena PSSI sudah mempunyai komite disiplin (Komdis) yang berwenang.
“Contohnya seperti ini. Dalam permainan sepakbola, ada salah satu pemain yang memasukkan bola ke gawangnya sendiri dengan sengaja. Itu sudah merupakan suatu pelanggaran,” sebut dia.
“Itu akan dihukum oleh yuridiksi PSSI dan akan kami tanyakan bahwa dia melakukan itu disuruh siapa. Kalau pelakunya ternyata orang dalam PSSI, ya dihukum oleh yuridiksi PSSI,” tuturnya.
Namun, sebut Riyadh, jika ternyata pelakunya di luar PSSI, pihaknya akan merekomendasikan ke aparat kepolisian (Satgas Antimafia Bola).
“Jadi ada yang masuk ke ranah polisi, ada yang masuk ke ranah PSSI. Intinya seperti itu,” imbuhnya.
Sejauh ini, satgas bentukan Mabes Polri itu sendiri telah menetapkan sebelas tersangka, dan beberapa diantaranya pengurus PSSI, yakni anggota Exco PSSI dan Komdis PSSI.
Sementara tersangka lainnya merupakan perangkat pertandingan, mulai dari wasit hingga asisten wasit dalam laga yang terindikasi berbau praktik mafia bola sebagaimana laporan eks manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi.
(qur/pojoksatu)

Kantor PSSI Digeledah, Begini Reaksi Komite Ad Hoc Integritas PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komite Ad Hoc Integritas PSSI menghormati proses hukum yang tengah dilakukan Satgas Antimafia Bola termasuk melakukan penggeledahan dua kantor PSSI.
Ketua Komite Ad Hoc Integritas PSSI Ahmad Riyadh menegaskan PSSI menghormati proses hukum terhadap penyelidikan maupun penyidikan kasus skandal pengaturan skor atau match-fixing.
”Kami menghormati proses hukum , termasuk penggeledahan di Kantor PSSI asalkan sesuai dengan prosedur,” sebut Ahmad seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Ini Dia Barang-Barang yang Disita Satgas Antimafia Bola dari Kantor PSSI
“Penggeledahan bagian dari proses hukum dan dilindungi oleh Undang-Undang ,” sebut dia.
Namun, tegaskan Ahmad, dengan adanya penggeledahan tersebut bukan serta merta PSSI bersalah atas kasus praktik mafia bola yang tengah dalam penanganan satgas bentukan Mabes Polri it.
“Tapi saya tegaskan, PSSI belum tentu bersalah hanya karena kantor digeledah, karena match fixing lebih kepada personal atau individu, bukan institusi,” tandasnya.
Pihaknya pun meminta kepada Tim Satgas Antimafia Sepakbola memaparkan kepada publik hasil temuan mereka setelah menggeledah kantor PSSI.
“Selain itu mereka harus memberikan edukasi kalau penggeladahan ini bagian dari proses hukum, termasuk penyidikan, penyelidikan dan penggeledahan. Satgas harus mengungkap temuan-temuan di Kantor PSSI secara transparan,” tandasnya.
Sebelumnya, Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono menegaskan, penggeledahan dilakukan dalam rangka mencari dokumen tentang sepakbola nasional. Selain itu, mereka ingin mengetahui anggaran PSSI tahun 2017 dan 2018.
Dari penggeledahan yang dilakukan secara maraton selama 17 jam itu, satgas berhasil mengamankan atau menyita 224 barang dari dua lokasi kantor.
Barang-barang sitaan itu terdiri atas dokumen fisik, digital, termasuk unit CPU komputer dan barang lainnya.
(qur/pojoksatu)