komite wasit

PSSI Berencana Bentuk Badan Independen untuk Wasit Profesional

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI berencana membentuk badan independen khusus untuk wasit profesional pada musim depan.
Hal ini diiungkapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono. Diakuinya, saat ini rencana tersebut dalam tahap penggodokan.
Dijelaskan pria yang akrab disapa Jokdri, tidak mudah membentuk badan independen seperti itu.
Pasalnya, kata dia, harus ada struktur, manajemen berpengalaman, dan juga bahan baku.
“Kami harus sesuaikan dengan yang ada di Indonesia. Seandainya impor memang lebih cepat. Tapi, tidak serta merta membuat kualitas wasit menjadi bagus. Karena itu, menyangkut development-nya,” paparnya, dilansir JPNN.
Dijelaskan, nantinya badan independen akan mengambil alih tugas yang selama ini diserahkan kepada Komite Wasit PSSI.
Mulai dari mengelola manajemen wasit profesional yang ada di Indonesia, penugasan, monitoring, hingga maintenance.
Selain itu juga akan meningkatkan jumlah wasit yang bakal bertugas di kompetisi sepak bola Indonesia bekerjasama dengan operator.
Akan tetapi, badan itu tidak mengurusi development. Misalnya, pemberian sanksi hingga pembuatan sertifikasi.
Artinya, Komite Wasit PSSI tetap punya tugas penting. Komite Wasit juga bertugas mengawasi badan indipenden ini selama mengurusi wasit profesional di Indonesia. “Nantinya juga di badan itu khusus untuk sepak bola wanita dan futsal,” sambungnya.
Badan Indipenden untuk wasit profesional ini juga mendapat perhatian khusus dari FIFA. Sebab, FIFA sudah menyumbangkan dana untuk PSSI khusus development wasit.
“Salah satu note dari FIFA adalah terkait hal ini. sebelumnya kami juga sudah teken MoU dengan federasi sepak bola Jepang karena itu ada (Toshiyuku) Nagi di sini. Jadi, instruktur dan direktur wasit,” paparnya.
Selain itu, PSSI akan me-restart alias merombak Komite Wasit. “Ya, ada perubahan, tidak bisa disebut ganti total. Kami juga harus melihat kompetensi berdasarkan ekperimen mereka juga,” bebernya.
Mereka masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS) PT LIB dengan klub-klub pada pertengahan Februari ini. RUPS itu juga jadi penentu bagaimana nantinya SOP terkait Badan Indipenden untuk wasit profesional yang akan dibentuk.
(rid/ham/pojoksatu)

Soal Match-Fixing, Vigit Waluyo Bantah Terlibat Praktik Judi Bola

POJOKSATU.id, SURABAYA – Vigit Waluyo, tersangka kasus match-fixing atau pengaturan skor mengaku pernah menyerahkan sejumlah uang kepada salahseorang anggota Komite Wasit PSSI berisinial NK.
Uang sebesar Rp25 juta itu dimaksudnya untuk mengamankan pertandingan antara PS Mojokerto Putra di pentas Liga 2 2018.
Selain itu, Vigit yang juga disangkakan atas kasus dugaan Korupsi PDAM Sidoarjo itu juga mengaku ‘ikut andil’ dalam meloloskan PSS Sleman ke pentas Liga 1 2019.
Vigit Waluyo Sebut Komite Wasit Topang Klub-Klub Milik Pejabat PSSI
Vigit Waluyo Bongkar Cara Mafia Bola Bekerja
Diperiksa atas Kasus Match-Fixing, Jokdri Puji Langkah Satgas Antimafia Bola
Namun, Vigit secara tegas membantah tudingan Bambang Suryo yang menyebutnya terlibat dalam praktik judi bola.
Suryo yang tampil dalam acara talkshow (Matanajwa) bahkan menyebut Vigit adalah kaki tangan bandar judi internasional asal Thailand.
“Sejujurnya saya tidak pernah punya bandar di Thailand atau dimana pun, saya tidak pernah. Saya hanya memainkan uang saya sendiri untuk kepentingan klub saya sendiri,” ungkap Vigit dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Menurut Vigit, apa yang dia lakukan tidak untuk mencari untung. Melainkan untuk memenuhi kebutuhan agar klub itu tetap eksis.
Namun, Vigit menegaskan tidak akan melaporkan Suryo ke polisi atas tudingannya yang telah mencemarkan nama baiknya itu.
“Kami tidak akan melaporkan. Karena yang bicara di media adalah adik-adik saya sendiri. Bambang Suryo atau Gunawan sebenarnya bagian dari kami juga,” imbuhnya.

Vigit Waluyo Sebut Komite Wasit Topang Klub-Klub Milik Pejabat PSSI

POJOKSATU.id, SURABAYA – Vigit Waluyo, tersangka kasus match-fixing atau pengaturan skor buka-bukaan soal praktik mafia bola di pentas sepakbola tanah air.
Dalam konferensi pers di sela pemeriksaannya di Mapolda Jatim, kemarin, Vigit berbicara banyaklah termasuk indikasi-indikasi dan bagaimana praktik match-fixing dijalankan.
Salahsatu yang disoroti Vigit adalah bagaimana Komite Wasit yang selalu menopang klub-klub milik beberapa petinggi atau pejabat federasi yang tengah pentas di kompetisi.
Vigit Waluyo Bongkar Cara Mafia Bola Bekerja
Diperiksa atas Kasus Match-Fixing, Jokdri Puji Langkah Satgas Antimafia Bola
“Mereka (Komite Wasit) selalu menopang klub-klub yang dihuni oleh beberapa yang merangkap jabatan. Misalnya klub itu milik pejabat di PSSI. Itu yang saya tahu,” ungkap Vigit dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Dikatakan Vigit, Komite Wasit punya andil dan berperan penting dalam sebuah pertandingan. Sebab mereka juga mengatur perihal penugasan wasit.
Karena itu, Vigit menegaskan PSSI harus di reformasi total karena terlalu banyak kepentingan orang per orang di dalamnya.
“Dalam suasana seperti itu semua pihak ada kepentingan masing-masing. Salah satunya ada di Komite Wasit,” ujarnya.
Dikesempatan itu, Vigit juga mengaku pernah memberikan sejumlah uang kepada anggota Komite Wasit PSSI berisinial NK.
Uang sebesar Rp25 juta itu dimaksudnya untuk mengamankan pertandingan antara PS Mojokerto Putra di pentas Liga 2 2018.
Vigit mengaku kenal dengan NK dari anggota Komite Disiplin (Komdis) Dwi Irianto, atau yang akrab disapa Mbah Putih yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Kebetulan baru tahun ini kami bargaining. Baru kenal beberapa oknum saja. Tidak sampai meluas ke mana-mana,” imbuhnya.