krisna adi darma

Tak Sampaikan Surat Panggilan Komdis PSSI, PSMP: Krisna Adi Darma Sulit Dihubungi!

POJOKSATU.id, MOJOKERTO – Manajemen PS Mojokerto Putra melalui kuasa hukum klub, M. Soleh mengklarifikasi terkait surat pemanggilan Komdis PSSI untul Krisna Adi Darma yang tak pernah disampaikan kepada pemain bersangkutan.

Soleh mengemukakan jika yang bersangkutan sulit dihubungi karena kompetisi sudah berakhir. Pihak klub disebutkannya praktis putud komunikasi dengan sang pemain.

“Kebetulan saat itu kontrak Krisna bersama PSMP juga kan sudah berakhir,” ujar Soleh.

Selain itu, ujar Soleh, klub kesulitan berkomunikasi dengan para pemain termasuk Krisna karena sedang libur panjang usai kompetisi.

“Sejak awal kami juga sudah menyampaikan seharusnya Krisna mengajukan banding terhadap putusan Komdis PSSI,” katanya.

Pihaknya malah balik memertanyakan dalam rangka apa Krisna dipanggil dan kenapa surat pemanggilan ditujukan ke klub bukan langsung dikirimkan kepada pemain yang bersangkutan.

“Faktanya yang dihukum kan tidak hanya pemain tetapi klubnya juga,” tandasnya.

Krisna Adi Darma sendiri kini masih tergolek di atas tempat tidur karena mengalami kecelakaan hebat setelah sepeda motor yang dikendarainya menambrak truk.

Tragisnya, insiden tersebut dialami sang pemain sehari setelah ia menerima sanksi larangan seumur hidup dari Komdis PSSI itu.

(jpc/qur/pojoksatu)

Pemain yang Dihukum Seumur Hidup Itu Tak Pernah Terima Surat Panggilan Komdis PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Krisna Adi Darma, pemain PS Mojokerto Putra yang dihukum larangan bermain seumur hidup oleh Komdis PSSI ternyata tidak pernah menerima surat panggilan.

Dari tiga surat panggilan yang dikirim Komdis PSSI terkait pemeriksaan kasus dugaan pengaturan skor, semuanya tak pernah sampai ke tangan sang pemain.

Fakta baru ini pun sebagaimana dikemukakan pihak Komdis PSSI sendiri setelah menggali informasi dari pihak manajemen PS Mojokerto Putra.

Ketua Komdis PSSI Asep Edwin menuturkan, pihaknya baru tahu kalau surat resmi pemanggilan kepada Krisna tidak pernah sampai kepada yang bersangkutan.

Padahal surat tersebut sudah dikirimkan dalam kurun dua bulan, antara November hingga Desember 2018. Artinya, selama ini surat resmi itu dipegang oleh pihak PSMP.

’’Ternyata surat yang kami kirim ke PSMP untuk disampaikan ke Krisna tidak pernah sampai,’’ sebut Asep.

Fakta ini dikatakan Asep didapat setelah pihak Komdis PSSI berkomunikasi dengan Presiden PSMP, Firman Efandi beberapa waktu lalu.

’’Ketika kami panggil dia (Firman) bilang ‘Ini pak surat pemanggilannya hanya ke Adi bukan ke PSMP’ sambil menunjukkan bukti suratnya. Berarti kan selama ini memang disimpan PSMP, tidak diberikan ke Krisna,” tuturnya.

Komdis PSSI sendiri awalnya mengaku geram dengan sikap Krisna yang seakan tidak punya itikad baik untuk memenuhi panggilan.

Pasalnya, keterangan Krisna sangat dibutuhkam terkait pinalti ‘aneh’ yang dilakukannya ketika melawan Aceh United pada 19 November 2018 lalu.

Namun ternyata sang pemain tidak pernah menerima surat tersebut, dan Komdis PSSI keburu menjatuhkan sanksi berat melarang sang pemain beraktivitas di lapangan bola seumur hidup.

“Jadi wajar kalau Krisna mengatakan tidak pernah ada pemanggilan,’’ imbuhnya.

Krisna Adi Darma sendiri kini masih tergolek di atas tempat tidur karena mengalami kecelakaan hebat setelah sepeda motor yang dikendarainya menambrak truk.

Tragisnya, insiden tersebut dialami sang pemain sehari setelah ia menerima sanksi larangan seumur hidup dari Komdis PSSI itu.

(jpc/qur/pojoksatu)

Tragis, Batok Kepala Krisna Adi Darma Terpaksa Harus Diangkat

POJOKSATU.id, MOJOKERTO – Pemain PS Mojokerto Putra, Krisna Adi Darma dipastikan harus istirahat cukup panjang dampak dari kecelakaan lalu lintas yang dialaminya, kemarin.
Krisna yang baru saja disanksi larangan bermain seumur hidup oleh Komdis PSSI ditabrak truk saat dalam perjalanan pulang dari rumah saudaranya.
Akibatnya, tim medis harus melakukan tindakan operasi karena korban mengalami pendarahan di bagian kepalanya.
“Pukul 18.00 WIB ini (tadi malam) operasi pembersihan bagian kepala yang alami pendarahan,” tutur kakak Krisna, Johan Arga.
Dikatakannya, batok kepala adiknya akan diangkat oleh tim dokter di RS Sardjito, Jogjakarta sebagai bagian dari tindakan medis.
“Hari ini pengangkatan batok kepala, setelah sebulan baru dipasang lagi. Artinya selama satu bulan ke depan dia tidak bisa berkomunikasi,” ungkapnya.
Krisna mengalami kecelakaan cukup parah setelah sepeda motor yang dikendarainya ditabrak truk. Akibatnya, korban langsung mengalami koma selama 13 jam.
Nama Krisna Adi Darma mencuat belakang ini saat PSMP melawan Aceh United di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Aceh, Senin (19/11) lalu.
PSMP yang tertinggal 2-3 dari Aceh United memiliki peluang menyamakan skor usai mendapat penalti pada menit 87.
Namun, Krisna yang jadi algojo gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya melenceng jauh di sisi kiri gawang, meski kiper Aceh United sudah menjatuhkan diri ke arah yang berbeda.
Komdis akhirnya menyelidiki kasus itu. Krisna Adi kemudian didakwa bersalah melanggar pasal 72 jo.pasal 141 Kode Disiplin PSSI, Sabtu (22/12). Hukumannya berat. Dia dilarang bermain di sepak bola Indonesia seumur hidup.
(jpc/qur/pojoksatu)

Curhatan Krisna Adi Darma sebelum Alami Kecelakaan Tragis

POJOKSATU.id, MOJOKERTO – Striker PS Mojokerto Putra (PSMP) Krisna Adi Darma sempat membahas soal sanksi larangan bermain seumur hidup yang diterimanya dari Komdis PSSI sebelum mengalami kecelakaan tragis.
Hal itu sebagaimana diungkapkan sang kaka, Johan Arga yang sebelum kecelakaan itu sempat dikunjungi korban untuk menceritakan soal sanksi tersebut.
“Niat kedatangan Krisna memang untuk konsultasi hukumannya. Dia sudah tahu soal hukuman itu Kamis lalu. Soalnya sanksi kan ditandatangani tanggal 19 Desember. Sebelum disebar PSSI dia juga sudah tahu sanksi itu, makanya dia mencari jalan untuk sanksi itu dan datang ke rumah saya,” tutur Johan.
Pemain yang Dihukum Seumur Hidup Ini Alami Kecelakaan Tragis
Tragisnya, setelah berkonsultasi dengan dirinya, Johan mendapat kabar jika motor adiknya itu ditabrak truk dalam perjalanan pulang dari rumahnya.
Padahal rencananya, sebut dia, Krisna akan menyelesaikan masalah sanksi tersebut. “Dia tadinya mau merespons soal hukuman seumur hidup dilarang main sepak bola tersebut,” ucapnya.
“Dia baru sadar jam tiga sore tadi, sekitar 13 jam tidak sadar. Setelah hasil CT scan keluar harus dioperasi secepatnya dan jam 18.15 WIB jadwal operasi,” imbuhnya.
Nama Krisna Adi Darma mencuat belakang ini saat PSMP melawan Aceh United di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Aceh, Senin (19/11) lalu.
PSMP yang tertinggal 2-3 dari Aceh United memiliki peluang menyamakan skor usai mendapat penalti pada menit 87.
Namun, Krisna yang jadi algojo gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya melenceng jauh di sisi kiri gawang, meski kiper Aceh United sudah menjatuhkan diri ke arah yang berbeda.
Komdis akhirnya menyelidiki kasus itu. Krisna Adi kemudian didakwa bersalah melanggar pasal 72 jo.pasal 141 Kode Disiplin PSSI, Sabtu (22/12). Hukumannya berat. Dia dilarang bermain di sepak bola Indonesia seumur hidup.
(jpc/qur/pojoksatu)

Pemain yang Dihukum Seumur Hidup Ini Alami Kecelakaan Tragis

POJOKSATU.id, MOJOKERTO – Kabar tragis datang dari Krisna Adi Darma, pemain PS Mojokerto Putra yang baru saja diganjar sanksi larangan bermain seumur hidup oleh Komdis PSSI.
Sang pemain dikabarkan mengalami kecelakaan tragis setelah ditabrak truk saat tengah mengendarai sepeda motor.
Kakak korban, Johan arga Pramudya membenarkan insiden tersebut. Kondisi adiknya pun kini koma alias tak sadarkan diri.
“Iya Mas benar, Krisna sekarang kondisinya tak sadar. Dia sedang naik motor tertabrak truk,” kata Johan kepada Jawa Pos.
Johan saat ini sibuk mengurus adiknya yang akan segera menjalani operasi. Menurutnya, luka yang dialami Krisna lumayan parah.
“Ada gumpalan darah di sekitar kepalanya. Sekarang akan menjalani operasi. Lumayan parah, minta doanya,” imbuhnya.
Nama Krisna Adi Darma mencuat belakang ini saat PSMP melawan Aceh United di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Aceh, Senin (19/11) lalu.
PSMP yang tertinggal 2-3 dari Aceh United memiliki peluang menyamakan skor usai mendapat penalti pada menit 87.
Namun, Krisna yang jadi algojo gagal menjalankan tugasnya. Tendangannya melenceng jauh di sisi kiri gawang, meski kiper Aceh United sudah menjatuhkan diri ke arah yang berbeda.
Komdis akhirnya menyelidiki kasus itu. Krisna Adi kemudian didakwa bersalah melanggar pasal 72 jo.pasal 141 Kode Disiplin PSSI, Sabtu (22/12). Hukumannya berat. Dia dilarang bermain di sepak bola Indonesia seumur hidup.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Terlibat Match-Fixing, Pemain Ini Dihukum Seumur Hidup

POJOKSATU.id, JAKARTA – Krisna Adi Darma harus mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepakbola setelah Komisi Disiplin PSSI menghukumnya seumur hidup.
Krisna diganjar sanksi berat karena terbukti terlibat dalam praktik match-fixing yang melibatkan timnya di pentas Liga 2 2018.
Sanksi berat ini diberikan kepada sang pemain karena ia dengan sengaja tidak mencetak gol ke gawang lawan lewat titik penalti saat timnya berhadapan dengan Aceh United di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Aceh pada 19 November 2018 lalu.
Terlibat Match-Fixing, PS Mojokerto Putra Dilarang Berkompetisi Tahun Depan
PSMP yang tertinggal 2-3 dari Aceh United sebenarnya memiliki peluang emas untuk menyamakan skor usai mendapat hadiah penalti di menit 87 tersebut.
Namun kesempatan itu disia-siakan Krisna Adi Darma. Kuat dugaan, ia sengaja menendang bola samping luar gawang.
Sontak namanya menjadi perbincangan hangat publik. Betapa tidak, alih-alih kecewa, dia justru bersujud syukur seakan tak kecewa gagal mengeksekusi bola menjadi gol.
Atas fakta di lapangan tersebut, Komdis PSSI pun langsung mengambil tindakan tegas. Sang pemain dinyatakan bersalah karena terlibat dalam skenario pengaturan skor.
“Krisna Adi Darma dilarang beraktifitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup,” kata Ketua Komdis PSSI.
Sebelum menjatuhi hukuman, Komdis sebenarnya sudah memanggil Krisna sebanyak tiga kali. Namun yang bersangkutan tidak pernah hadir ataupun memberikan alasan. Setelah mendapat bukti-bukti kuat, Komdis tidak ragu lagi untuk menghukum sang pemain.
(jpc/qur/pojoksatu)