kritik

Marcelo: Jurnalis, Mereka Hanya Cemburu pada Real Madrid!

POJOKSATU.id, MADRID – Bek kiri Real Madrid, Marcelo benar-benar dibuat geram dengan masifnya pemberitaan miring sejumlah media terhadap performa timnya.
Marcelo bahkan mencium aroma konspirasi jika pemberitaan yang miring tentang timnya hanyalah rekaan media.
Tak ayal, penggawa Brasil itu itu melontarkan kritik tajam atas kinerja para awak media tersebut dengan menyebut mereka sengaja ingin menyakiti Real Madrid karena cemburu dengan apa yang telah dicapai timnya.
Los Blancos memang sedang dalam tren negatif belakangan ini setelah sempat tanpa kemenangan dalam lima laga terakhir dan kesulitan mencetak gol.
Namun kemenangan 2-1 atas Viktoria Plzen di matchday 3 Liga Champions, Rabu lalu di Santiago Bernabeu  setidaknya mengurangi tekanan pada skuat Julen Lopetegui.
Namun, Marcelo rupanya sudah telanjur dibuat kesal oleh pemberitaan negatif tentang timnya, termasuk rumor dirinya yang dikaitkan dengan Juventus.
“Memang sulit ketika Anda tidak menang. Tetapi kalian (media) membicarakan adanya krisis (di Madrid) seolah-olah kalian ingin menyakiti tim ini,” kata Marcelo seperti dikutip dari Diario AS.
“Semua jurnalis ingin menyakiti kami. Mungkin mereka cemburu karena mereka tidak tahu caranya bermain sepakbola,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Alasan Maradona Sebut Lionel Messi Tak Pantas Jadi Kapten Timnas Argentina

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Diego Armando Maradona, legenda Timnas Argentina dan juga mantan pelatih Albiceleste kerap pasang badan membela Lionel Messi saat mendapatkan hujan kritik.
Namun begitu, Maradona juga tak sungkan untuk balik mengkritik megabintang Barcelona tersebut. Dalam sebuah program acara “The Last Word Mexico” Maradona mengungkapkan sisi buruk Messi di Timnas Argentina.
“Messi tidak bisa menjadi pemimpin saat dia pergi ke toilet 20 kali sebelum setiap pertandingan,” ungkap Maradona seperti dikutip dari Diario AS.
Diego Armando Maradona – Legenda sepakbola Argentina.
“Jangan menyembah Messi lagi. Messi di Barcelona adalah satu hal dan dengan Argentina dia adalah orang lain,” sebutnya.
Meski begitu, pernyataan Maradona tersebut tak lantas dimaksudnya untuk meragukan kapasitas dan kualitas yang dimiliki peraih 5 Ballon d’Or tersebut.
“Messi adalah pemain hebat tapi dia tidak bisa mendapatkannya (pemimpin). Sebelum berbicara dengan manajer, dia akan berada di PlayStation dan kemudian di lapangan, dia meminta untuk menjadi dan ingin menjadi pemimpin. Dia adalah yang terbaik di dunia bersama dengan Cristiano,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Duh, Jurgen Klopp Sebut Liga Negara UEFA Kompetisi Paling Bodoh di Dunia

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp melontarkan kritik pedas pada kompetisi Liga Negara Eropa yang perdana digagas UEFA tahun ini.
Manajer asal Jerman itu bahkan menyebut ajang tersebut sebagai kompetisi paling bodoh di dunia dan berharap para pemainnya tidak cedera selama jeda internasional.
“Jika seseorang mengatakan pada saya setelah delapan laga saya akan mendapat 20 poin, saya akan mengatakannya dengan pertimbangan jadwal ini,” katanya.
“Saya akan mengambilnya, mari kita mulai dengan matchday kesembilan,” sebutnya. “Sayang, anak-anak akan pergi lagi sekarang dan harus bermain di Nations League, kompetisi paling bodoh di dunia sepakbola,”
Kekesalan Klopp sendiri tidaklah berlebihan mengingat ia kehilangan sejumlah pemainnya untuk membela negaranya masing-masing di ajang tersebut.
Padahal, The Reds perlu menjaga ritme untuk kembali ke jalur kemenangan setelah di pertandingan terakhir gagal mengamankan poin penuh dari Manchester City di Alfield.
“Kami harap mereka kembali dengan sehat dan memainkan kompetisi mudah ini, Liga Primer, Liga Champions, dan semua ini,” tandasnya.
Liga negara-negara anggota UEFA itu sendiri baru pertama kali digelar musim 2018/19 ini, yakni sebuah kompetisi sepak bola yang melibatkan timnas dari 55 negara asosiasi UEFA.
Edisi ini diselenggarakan sejak September hingga November 2018 untuk fase liga dan pada Juni 2019 untuk final turnamen.
(qur/pojoksatu)

Dikritik Habis-habisan Sang Legenda, Jose Mourinho: Ini Negara Bebas, Siapapun Bisa Mengatakan Apapun!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manajer Manchester United, Jose Mourinho tengah mendapat sorotan publik Manchester menyusul performa di bawah standar timnya musim ini.
Setelah menelan tiga kekalahan di Liga Primer Inggris, Setan Merah juga baru saja menuai hasil kurang bagus di Liga Champions setelah ditahan imbang Valencia di Old Trafford.
Salahsatu kritik tajam datang dari legenda MU, Paul Scholes. Scholes menyebut Mourinho ‘memalukan’ dan ‘tidak terkendali’, namun masih beruntung tidak dipecat.
Paul Scholes – Mantan pemain MU (fmbase.com)
Scholes mengklaim Mourinho telah menjadi musuh terburuknya sendiri dan seharusnya dipecat setelah MU dibungkam West Ham United.
Berbicara kepada BT Sport dalam persiapan untuk pertandingan Valencia, Scholes mengatakan: “Saya benar-benar duduk di sini terkejut dia (Mourinho) selamat (tidak dipecat) setelah hari Sabtu pertunjukan itu buruk,” ungkap Scholes seperti dikutip dari BT Sport.
“Dia keluar dalam konferensi pers, dia terus-menerus mencari pemain, dia memiliki orang-orang di atasnya karena dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dan saya pikir mulutnya mungkin tidak terkendali dan saya pikir dia memalukan klub,” ungkapnya.
Menanggapi kritik pedas mantan penggawa Manchester United itu, Mourinho dengan gaya khasnya tetap menanggapi dengan dingin namun sinis.
Ditegaskan pria asal Portugal itu, Scholes dan siapapun bebas mengatakan apapun tentang dirinya dan timnya saat ini.
“Ini adalah negara bebas, dia (Scholes) dapat mengatakan apa yang dia inginkan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Ada Kesamaan Antara Neymar dengan Kim Kardashian, Apa Itu!

POJOKSATUid, LONDON – Mantan penggawa Timnas Inggris, Joey Barton melayangkan kritik pedas untuk superstar Paris Saint-Germain, Neymar.
Menurut mantan bintang Marseille itu, Neymar punya kesamaan karakter dengan bintang reality show asal Amerika Serikat, Kim Kardashian.
Oleh karena itu, ditegaskan Barton, Neymar sangat tidak layak disejajarkan dengan Lionel Messi maupun Cristiano Ronaldo.

“Neymar bukan pemain terbaik di dunia, kami melihat itu lagi di Rusia. Dia tidak ada di level Ronaldo dan Messi, dan ada banyak pemain lain di depannya,” kata Barton kepada L’Equipe seperti dikutip dari Sky Sport.
Baginya, Neymar kerap melakukan ‘drama’ dalam pertandingan, dan Barton sangat tidak menyukai perilaku yang dipertontonkan penggawa Timnas Brasil itu.
“Saya pikir dia adalah Kim Kardashian sepakbola,” sebutnya. “Neymar, lebih dari sekadar fenomena sepakbola, adalah fenomena iklan, seperti Kardashian,”
(qur/pojoksatu)