larangan

Liga 1 2019 tanpa Striker Asing, Operator: Masih Wacana!

POJOKSATU.id, BANDUNG – PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga 1 masih menggodok rencana larangan pemakaian striker asing bagi klub peserta Liga 1 2019.
PT LIB mengaku belum bisa memutuskan apakah regulasi pelarangan penyerang asing akan diberlakukan musim depan atau tidak, karena harus atas keputusan federasi yang dieksekusi mereka.
Direktur PT LIB, Risha Adi Widjaya mengungkapkan, regulasi tersebut baru sebatas wacana sejurus majalnya barisan lini depan Timnas Indonesia (ketiadaan striker lokal).
“Pertama wacana larangan pemain asing memang konsennya waktu itu Timnas kita kekurangan striker. Karena itu wacana disampaikan, saat ini apa memungkinkan tidak boleh ada striker asing? semua keputusan ada di federasi,” tutur Risha di Bandung seperti dikutip dari Simamaung.
Dijelaskan Risha, kompetisi Liga 1 2018 yang baru selesai ini memang sangat minim striker lokal di hampir semua kontestan atau tim peserta.
Sejauh ini, hanya sosok striker Barito Putera, Samsul Arif yang mampu bersaing dari segi kolektivitas gol dengan para bomber asing.
Samsul bahkan cukup konsisten menjaga produktivitas dan di dua musim terakhir mampu menunjukkan diri sebagai penyerang lokal paling produktif.
Musim ini, Samsul membukukan 14 gol untuk Barito dan musim lalu mengemas 16 gol untuk Persela Lamongan.
“Secara kasat mata memang striker banyak asing, hampir setiap klub kita jumpai mereka memakai jasa pemain asing di sektor depan, hanya Samsul Arif pemain lokal yang jadi top scorer di pemain lokal,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Operator Liga: Penonton Dilarang Bawa Kamera ke Stadion!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 atau Go-Jek Liga 1 2018 meminta penonton untuk tidak membawa kamera dan memotret di dalam stadion saat pertadningan sedang berlangsung.
Regulasi tersebut dikatakan COO PT LIB, Tigor Shalom Boboy merujuk pada aturan AFC. Jika ada pelanggaran terkait hal itu, maka  operator liga, PSSI, dan klub akan mendapatkan sanksi.
Tigor pun mengatakan, bentuk pelanggaran tersebut terjadi di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (14/10/2018) saat PSM Makassar menjamu Arema FC.

Pihaknya, sebut dia, banyak melihat banyak aktivitas pemotretan dari tribun penonton dengan memakai kamera, sehingga berharap ke depan tidak lagi terulang.
“Aturan itu ada dalam regulasi AFC. Kamera (bukan kamera telepon seluler) itu masuk untuk kategori fotografer, bukan penonton. Fotografer saja hanya boleh memotret di belakang gawang. Panpel harus bisa menahan barang yang dilarang saat di pintu masuk,” tuturnya.
Diakuinya, aturan ini tak hanya berlaku di AFC, tetapi FIFA. Salah contoh saat Asian Games. AFC menginstruksikan panpel agar tidak memperkenankan penonton yang membawa kamera profesional ke area penonton. “Ini harus dipatuhi,” imbuhnya.
Sekretaris PSM, Andi Widya Syadzwina menambahkan hal ini sebetulnya bukan hal baru. “Sejak awal kan disampaikan yang bisa ambil gambar dengan alat pro hanya broadcaster dan LIB. Fotografer media pun diatur tempatnya,” ujarnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Tandang ke Kanjuruhan, Persebaya Larang Bonek Nyetadion

POJOKSATU.id, SURABAYA – Laga bertajuk Big Match antara Arema FC dan PErsebaya Surabaya akan tersaji di pekan ke-24 Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (6/10/2018) sore WIB.
Pihak manajemen Bajul Ijo sendiri telah mengeluarkan imbauan untuk suporter mereka, Bonek Mania untuk tidak memaksakan diri nyetadion alias menonton pertandingan di stadion.
Larangan tersebut semata karena alasan keamanan mengingat rivalitas suporter kedua tim terkenal tinggi. Terlebih, Persebaya tentu tak ingin insiden berdarah di Bandung terjadi di pertandingan tersebut.
Selain itu, Persebaya juga mengharapkan kedewasaan Bonek untuk menjaga diri, tidak terpancing provokasi dan sebagainya.
“Saya berkomunikasi dengan beberapa Bonek. Mereka juga tidak akan memaksakan diri ke sana. Intinya memang harus menahan diri, jangan terbawa emosi dan jangan terprovokasi,” tutur manajer Persebaya, Candra Wahyudi.
Lagipula, pada super derby Jatim putaran pertama, pihak panpel Persebaya tidak memberikan kuota atau jatah tiket stadion untuk Aremania.
Hal serupa tentu akan diterapkan pihak panpel Arema FC di pertandingan akhir pekan ini. “Teman-teman Bonek saya harap bisa lebih dewasa,” ujarnya menandaskan.
(jpc/qur/pojoksatu)