leonardo bonucci

Demi Comeback Juve, Leonardo Bonucci Tolak Mentah-Mentah Pinangan Duo Manchester

POJOKSATU.id, TURIN – leonardo Bonucci telah kembali ke klub asalnya Juventus setelah melakoni petualangan semusim bersama AC Milan tahun lalu.
Penggawa Timnas Italia berusia 31 tahun itu pun mengungkapkan, sebelum kembali ke Turin, ia mengaku sempat mendapatkan tawaran dari dua raksasa Liga Primer Inggris, Manchester United dan Manchester City.
Bahkan diakui Bonucci, manajer MU, Jose Mourinho mencoba untuk mengontraknya dari AC Milan awal tahun ini.
Disebutkan Bonucci, Mourinho menginginkannya sebagai solusi untuk masalah lama mereka di bek tengah, namun ia menegaskan tetap memilih Juve, tim yang telah dibelanya selama tujuh musim sebelum gabung ke Milan tahun lalu.
“Pada dasarnya ada beberapa kemungkinan baik dengan Manchester City dan dengan Manchester United,” katanya kepada Daily Telegraph seperti dikutip dair Goal.
Bonucci bahkan menyebut, sejak ia masih di Juventus, Manchester City telah mencoba menghubunginya tahun 2016.
“Saya benar-benar berbicara dengan klub, saya berbicara dengan Juventus dan kami memutuskan bahwa itu baik bagi saya untuk tetap dan terus menang dengan Juventus,” ujarnya.
“Dan tahun ini ketika saya diberi tahu ada kemungkinan untuk kembali ke rumah, untuk kembali ke Juventus saya hanya berhenti mendengarkan tawaran lain dan saya memutuskan untuk kembali ke sini,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Curhatan Leonardo Bonucci Ini Bikin AC Milan Sakit Hati!

POJOKSATU.id, TURIN – Bek Juventus, Leonardo Bonucci pernah singgah semusim tahun ini ke AC Milan sebelum kembali ke Turin musim ini.
Meski kepindahannya saat itu sangat monumental dan mendapat sambutan hgat dari publik San Siro, Bonucci ternyata mengaku pindah ke Milan adalah keputusan yang ia sesali.
“Ada hal-hal yang terjadi pada empat bulan terakhir saya bersama Juventus, yang tentu melukai harga diri saya dan berpengaruh pada diri secara pribadi, dan saya tak cukup dewasa untuk membiarkannya,” ungkap Bonucci pada Corriere dello Sport.
“Kemudian, seiring waktu dan melihat dari luar, saya menyadari bahwa meninggalkan Juventus bukanlah keputusan yang tepat karena hanya di sini dan dengan seragam ini saya bisa mengekspresikan potensi saya di dalam dan luar lapangan,” paparnya.
Bonucci pun senang bisa kembali ke dalam skuat Massimiliano Allegri dan berharap bisa terus di Turin dan menjadi pelatih Bianconeri di masa yang akan datang.
“Bersama dengan Presiden Agnelli dan agen saya, saya cukup beruntung bisa kembali dan saya menyadari itulah satu-satunya yang saya inginkan,” ujarnya.
“Mimpi saya adalah menjadi pelatih dari tim besar, mungkin untuk Juventus. Karena itulah saya mengamati dan mengungkap rahasia dari berbagai pelatih yang telah mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik saya,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Soal Kartu Merah Ronaldo, Leonardo Bonucci: Dia Hanya Bereaksi!

POJOKSATU.id, VALENCIA – Cristiano Ronaldo mengalami laga debut yang tragis bersama Juventus setelah diganjar kartu merah di pertandingan perdana Liga Champions musim 2018/19 kontra Valencia, Kamis (20/9/2018) dini hari WIB.
Peraih 5 Ballon d’Or itu diusir wasit di menit 25 setelah dituding memukul dan berupaya menjambak rambut pemain Valencia, Jeison Murillo.
Bek Juventus, Leonardo Bonucci pun buka suara menanggapi insiden tersebut dan menilai, tak seharusnya Ronaldo mendapat kartu merah.
Ronaldo Dikartu Merah, Sang Kakak: Mereka Ingin Menghancurkan Hidupnya!
Debut Cristiano Ronaldo di Liga Champions Berakhir Tragis
Ronaldo Dikartu Merah, Pelatih Juventus: Liga Champions Butuh VAR!
Cristiano Ronaldo meradang setelah diganjar kartu merah di laga pembuka Liga Champions (goal.com)
“Sejauh yang saya lihat, itu duel yang normal,” kata Bonucci mengomentari friksi yang terjadi antara Ronaldo dengan Murillo di lapangan Sky Italia seperti dikutip dari Goal.
Lagipula, sebut mantan penggawa AC Milan itu, Ronaldo melakukan tindakannya itu sebagai reaksi atas apa yang diperbuat pemain Valencia tersebut.
“Murillo menaruh tangannya lebih dulu di Ronaldo, ia bereaksi, tapi hal-hal ini dapat terjadi dan kami harus lebih kuat dari semua orang dan segalanya,” sebut dia.
“Ronaldo tentu saja marah. Wasit melihat apa yang ia lihat, tidak baik, dan kami mengatasi kesulitan,” tandasnya.
Meski harus tampil dengan 10 pemain, skuat besutan Massimiliano Allegri itu sukses mengamankan poin penuh dan menyudahi laga dengan skor kemenangan 2-0 lewat brace Miralem Pjanic dari titik putih.
(qur/pojoksatu)