Life Style

Pengemis Kaya di Bogor Viral, Begini Cara Membedakan Pengemis Asli Versus Pengemis Pekerja

TIPSTREN.com – Diantara kalian siapa sih yang tidak merasa kasihan jika melihat pengemis dengan badan yang lemas dan berpanas-panasan demi mencari uang untuk makan?
Namun menjadi pengemis justru malah disalahgunakan oleh sebagian orang. Sepertiyang baru-baru ini terjadi di Bogor.
Pengemis yang selalu mangkal di lampu merah perempatan Yasmin, tepatnya di depan Lotte Mart itu jadi buah bibir lantaran memiliki mobil pribadi.
Dan ternyata menurut informasi yang didapatkan tim Pojoksatu.id, pengemis tersebut merupakan juragan angkot dan memiliki 3 istri.
Bahkan dirinya juga menggunakan jasa supir yang setiap hari selalu diberi uang 300 sampai 500 Ribu perhari. Gimana mengalahkan gaji pegawai swasta kan?
Nah dari pada bingung begini cara membedakan pengemis asli versus pengemis pekerja. Jangan sampai salah lagi ya?
Pengemis Asli :
1. Jika berjalan, lebih cenderung tidak memperhatikan sekitarnya, mereka lebih cenderung melihat ketanah, hanya mengikuti naluri hatinya kemana kakinya berjalan.
2. Lebih bersyukur dengan apa yang dia dapat. asal sehari dia bisa makan, dia ga akan meminta-minta lagi dihari ini. Dan dia tidak pernah menolak apapun yang kamu beri, walaupun agan memberinya hanya 100 rupiah, atau hanya sebungkus roti dia tetap menerimanya dan mengucapkan terima kasih.
3. Mereka tidak akan pernah kembali ke tempat yg sama. Karna sebenarnya dalam dirinya dia merasa malu. Yap malu karna meminta, malu karena mengemis.
4. Kebanyakan cacat fisik mereka memutuskan untuk menjadi pengemis karna memang tidak ada hal lagi yg sanggup mereka perbuat untuk mendapatkan uang, bekerja pun tidak ada perusahaan yang menerima.
5. Jarang berlama-lama ditempat dirinya mengemis, jika seharian penuh dia ditempat tersebut itu artinya mereka juga tuna wisma.
Pengemis Pekerja :
1. Lebih cenderung memperhatikan sekitarnya, kepalanya menengok kanan kiri cuma ingin melihat target yang pas dan lokasi yang strategis untuk mendapatkan banyak uang.
2. Jika dibandingkan dengan pengemis asli, pengemis pekerja memang tidak pantang menyerah dan tidak pernah bersyukur. Dirinya tidak akan pulang sebelum hasil dia mengemis melebihi target walaupun perutnya sudah kenyang.
3. Merasa lokasi tersebut strategis pengemis pekerja biasanya akan kembali ketempat semula demi mendapatkan banyak uang. Ia tidak akan merasa malu karena jika malu dirinya tidak akan mendapatkan uang.
4. Beda dengan Pengemis asli, pengemis pekerja jika diberi sedikitnya 100rupiah, tampangnya bakal berubah sinis dan ga akan mengucapkan terima kasih.
(ayu/tipstren)

Ini Manfaat Kalsium untuk Bumil dan Pengaruh pada Janin

POJOKSULSEL.com – Asupan gizi menjadi faktor paling penting bagi ibu hamil (bumil). Nutrisi yang cukup dapat berpengaruh untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.
Pada masa kehamilan, tubuh akan mengalami banyak perubahan fisik dan hormon. Untuk itu, asupan gizi akan memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Menurut dr Onni Dwi Arianto, SpOG, kurangnya pemenuhan nutrisi menjadi salah satu faktor penyebab bayi lahir dengan berat badan rendah.
“Kecukupan gizi memang penting pada masa kehamilan. Jika abai, bukan tidak mungkin anak yang dilahirkan bisa saja mengalami kekurangan gizi,” jelasnya.
Beberapa nutrisi yang dibutuhkan bumil adalah kalsium. Kalsium ini sangat penting untuk membantu perkembangan tulang dan gigi pada janin.
Tak hanya itu, kalsium juga dapat membantu mengatur cairan pada tubuh dan membantu kerja fungsi saraf. Asupan kalsium juga penting untuk mencegah pendarahan dan menguatkan rahim.
Kalsium dapat diperoleh bumil dengan mengonsumsi susu, yoghurt, dan keju. “Bumil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi susu khusus hamil karena baik untuk pemenuhan kalsium,” tuturnya.
(jpc/pojoksulsel)

Cara Menjaga Ikatan dengan Anak Sebagai Wanita Karir

POJOKSULSEL.com – Kesibukkan para perempuan zaman now sebagai working mom membuatnya jauh dari sang buah hati. Terlebih usai cuti melahirkan, ibu harus kembali bekerja. Padahal anak masih membutuhkan sentuhan ibu di rumah. Lalu bagaimana membangun ikatan agara anak tetap merasa diperhatikan?
Ditemui beberapa waktu lalu dalam ‘Beauty in Breastfeeding’ di kawasan Jakarta, Psikolog Hanlie Muliani mengungkapkan ada beberapa cara yang bisa dilakukan sang ibu untuk menjaga ikatannya. Sebab, perlu disadari, keberadaan seorang ibu sangat penting untuk memberikan rasa nyaman.
Meski ada orang di rumah yang juga memerhatikan anak, ikatan emosi terhadap ibu tetap sangat penting untuk tumbuh kembang buah hati. Sehingga anak pun merasa ibunya selalu ada walaupun sedang tak berada di rumah atau di luar kota.
Pertama, ungkap Hanlie, usahakan melakukan komunikasi dengan anak lebih sering lewat telpon atau smartphone. Seperti melakukan video call di sela-sela pekerjaan yang menumpuk.
“Misalnya saya pas jauh, saya bisa telpon anak saya kaya minum obat. Tapi kan bayinya belum ngerti? Tapikan dia bisa mendengar suara mamanya. Jadi dia merasakan walaupun mamanya jauh tapi bisa tetap ada suaranya menemani dia,” ungkap Hanlie.
Lalu kedua, setelah di rumah, usahakan lebih fokus pada anak. Dalam arti sudah menghabiskan waktu banyak di luar, giliran di rumah bisa memenuhi kebutuhan anak sendiri. Turun langsung mengurusi anak tanpa pengasuh.
“Yang ketiga, lakukan aktivitas bareng anak. Itu yang paling efektif,” sambungnya.
Sehingga, anak akan merasa diperhatikan dan nyaman meski sanga ibu memiliki banyak pekerjaan. Ikatan emosi ini yang kharus dijaga dan perlahan akan tumbuh hingga dewasa.
(jpc/pojoksulsel)