Liga 1

Begini Skenario Persebaya untuk Bertahan di Liga 1

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya tampil garang dihadapan Persija Jakarta dengan membungkam sang tamu Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jakarta, kemarin sore.
Bajul Ijo sukses menyegel kemenangan dengan skor telak 3-0 dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-29 tersebut.
Dengan kemenangan gemilang tersebut, skuat besutan Djajang Nurjaman pun terus menanjak ke papan tengah meninggalkan zona degradasi.
Sebagai tim promosi, Persebaya tentu tak ingin hanya sekedar lewat mengarungi pentas kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu.
Tambahan tiga angka membuat Persebaya nangkring di peringkat sembilan. Persebaya mengumpulkan 38 poin dari 29 pertandingan.
Menurut kalkulasi tim pelatih, Persebaya hanya butuh tiga poin lagi untuk aman dari degradasi. “Dengan poin 41 saya rasa aman,” kata Djanur.
“Saya juga menghitung pertandingan tim lain. Kalau bisa 41, saya jamin aman,” ujarnya menegaskan.
Persebaya sendiri masih menyisakan lima laga di Liga 1. Tiga di antaranya berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Terdekat, Persebaya akan menjamu sang pemuncak klasemen sementara, PSM Makassar, Sabtu (10/11) malam.
“Cukup surprise karena kami bisa mengalahkan Persija yang merupakan kandidat juara. Tinggal beberapa tim lagi, ada Bhayangkara FC dan PSM yang harus kami kalahkan. Mudah-mudahan kami tidak takabur,” ucapnya.
Djanur juga ingin timnya bermain lebih konsisten. Sebab Persebaya juga ingin menyentuh papan atas. “Target awal adalah lepas dari zona degradasi. Berikutnya kami mau naik ke papan atas,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Kompetisi Dihentikan, Klub Ini Rugi Miliaran Rupiah

POJOKSATU.id, SEMARANG – Klub promosi Go-Jek Liga 1 2018, PSIS Semarang mengaku terdampak atas dihentikannya kompetisi saat ini.
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengungkapkan pihaknya merugi Rp1,2 miliar. Pasalnya manajemen tim harus mengeluarkan anggaran untuk mengurus para pemain dan officialnya meski tanpa adanya pemasukan.
“Kita gaji satu tim Rp900 juta per bulan, belum lagi biaya opersional. Dari makan cathering, hingga transportasi,” sebutnya.
Kompetisi Dihentikan, Pelatih Persib Tambah Porsi Latihan
Disebutkan Yoyok, pembiayaan manajemen juga membengkak karena pihaknya tidak memilliki pendapatan yang signifikan selama kompetisi dihentikan sementara.
Jika dibiarkan tanpa kejelasan, PSIS akan semakin kesulitan menghadapi situasi ini. “Rata-rata kebutuhan kita sebulan itu Rp1,2 miliar,” sebut dia.
Di sisi lain, manajemen masih harus memperpanjang kontrak para pemain dan officialnya. Molornya durasi kompetisi secara otomatis menambah masa komitmen mereka.
“Seharusnya tanggal 9 Desember 2018 selesai. Sehingga kontrak pemain dan official bakal ada tambahan satu bulan,” katanya.
Namun begitu, pihaknya hanya bisa pasrah dengan keputusan PSSI tersebut. Namun menurutnya bukan menjadi alasan tidak meningkatkan performa klubnya itu.
“Performa PSIS Semarang lagi bagus-bagusnya. Grafiknya sedang positif, bisa saja nanti turun lagi, tapi bagaimanapun juga kejadian itu tidak masalah, kami menerima,” ungkapnya.
(jpc/qur/pojoksatu)