liga 1 2019

Piala Indonesia Digelar sampai Juli, Nasib Jadwal Liga 1?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Jadwal penyelenggaraan Liga 1 terancam mengalami perubahan. Hal ini disebabkan dengan jadwal Piala Indonesia.
Piala Indonesia akan kembali mulai bergulir pada 23 April hingga 7 Juli mendatang.
Rinciannya, 23 April sampai 3 Mei adalah babak 8 besar. Leg pertama semifinal dilakukan pada 15 dan 16 Juni, sedangkan leg kedua akan dilakukan pada 22-23 Juni.
Untuk partai final, akan berlangsung dalam dua leg, yaitu pada 30 Juni dan 7 Juli.
Sebagaimana diketahui, Liga 1 akan mulai bergulir pada 8 Mei mendatang. Itu berarti, 4 klub yang lolos ke semifinal kembali harus menyesuaikan jadwalnya.
Sekjen PSSI Ratu Tisha mengakui, jika nantinya bakal ada perubahan dalam jadwal Liga 1. Baginya hal tersebut tidak ada masalah sebab PT LIB siap untuk melakukannya.
“Kalau final itu kami minta LIB agar menjadi full untuk Piala Indonesia, 30 Juni dan 7 Juli,” tegasnya.
Bukan hanya itu, saat babak 8 besar digelar, PSM dan Persija masih harus bertarung di kualifikasi grup AFC Cup.
PSM akan main pada 30 April. Persija malah dua kali, yakni 23 April di kandang dan 1 Mei main tandang.
Menanggapi ini, pihaknya masih memformulasikan jadwal terkait pertandingan dua tim tersebut.
Kedua tim juga sedang diajak bicara agar jadwal yang dirilis tidak merugikan pihak manapun. “Pihak broadcast juga akan menyiarkan semua laga itu secara live,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tisha menjelaskan kenapa Piala Indonesia jadwalnya sangat ketat dan mepet.
Hal itu terpaksa dilakukan karena juara Piala Indonesia nanti punya satu slot untuk tampil di AFC Cup.
Sementara nama klub yang disetor ke AFC harus siap akhir Juni nanti. Artinya, dua tim yang masuk final bakal didaftarkan untuk sementara, sembari menunggu siapa yang jadi juara.
Untuk pendaftaran pemain, alumnus ITB itu menegaskan pada babak 8 besar tidak boleh ada pemain baru.
Artinya, pemain yang sebelumnya sudah didaftarkan yang boleh diturunkan. Tidak peduli sudah dicoret ataupun sudah tidak diperpanjang klub lagi.
Pendaftaran pemain baru untuk Piala Indonesia akan kembali dibuka pada babak semifinal. Empat klub yang masuk boleh mendaftarkan lagi pemain-pemainnya.
“Karena verifikasi dari LIB sudah selesai saat itu. Tapi untuk babak 8 besar, hanya pelatih yang boleh baru karena masuk ke ranah ofisial tim,” paparnya.
(rid/jpc/pojoksatu)

Persebaya Pasti Akan Bangkit

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya memastikan mereka bakal bangkit usai mengalami kegagalan di Piala Presiden 2019.
Hal ini disampaikan Presiden Persebaya Azrul Ananda. Ia meyakini jika Otavio Dutra dan kawan-kawan sudah memetik pengalaman berharga dari turnamen pramusim ini.
“Kekalahan ini memang menyakitkan. Namun kita akan bangkit,” tegasnya dalam rilis klub.
Menghadapi Liga 1 2019, pihaknya mengaku sudah menyiapkan opsi membuat Persebaya lebih tangguh.
“Kami siapkan semua opsi untuk membuat Persebaya lebih tangguh. Opsi apa saja akan kami lakukan. Apa itu? Biarkan kami bekerja, beri ketenangan kami bekerja, masih ada waktu menuju Liga 1 2019. Akan kami maksimalkan dengan baik,” paparnya.
Diketahui, mereka gagal membawa pulang gelar juara Piala Presiden 2019. Di final, mereka kalah agregat 2-4 dari Arema FC.
Tampil di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Selasa (9/4) lalu, tim asuhan Djadjang Nurdjaman dipaksa imbang 2-2 oleh Singo Edan. Lalu ketika leg kedua dimainkan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (12/4) Persebaya malah keok dua gol tanpa balas.
Setelah final, para pemain akan diliburkan untuk sementara waktu. Dalam beberapa hari ke depan, mereka bakal berkumpul lagi untuk mempersiapkan diri jelang kompetisi Liga 1 2019.
(jpc/pojoksatu)

Liga 1 2019 Dipastikan Dihelat 8 Mei

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tanggal kick-off Liga 1 2019 akhirnya ditetapkan. PSSI mengumumkan bahwa kompetisi kasta tertinggi dalam sepak bola Indonesia tersebut akan mulai dihelat pada Mei mendatang.
Hal ini disampaikan Sekjen PSSI Ratu Tisha. Dirinya menjelaskan, setelah melakukan rapat dengan semua pihak, Liga 1 dipastikan dihelat 8 Mei.
“Liga 1 itu 8 Mei. Yang akan bergulir di akhir April ini adalah Elite Pro Academy U-16. Mei itu Liga 1 dan PT LIB lagi finalisasi,” ungkap Tisha kepada wartawan.
Diketahui, pagelaran akbar sepak bola nasional ini memang harus diundur hingga Mei.
Pasalnya, Karena PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) ingin menghormati hajatan besar Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada 17 April 2019.
Sementara itu, untuk Liga 2, Tisha mengatakan tengah digodok dan dimatangkan. Namun yang pasti, jadwalnya tak akan jauh dari Liga 1.
“Liga 2 mulai satu atau dua pekan setelah kick-off Liga 1. Dua pekan setelah Lebaran akan kami gelar Liga 1 U-18, lalu sebulan kemudian U-20,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Persib Akan Tampil Beda di Liga 1, Klaim Sang Kapten

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung angkat koper lebih dini di ajang Piala Presiden 2019 usai dibungkam Persebaya Surabaya 3-2 di babak penyisihan Grup A, kemarin.
Persib menelan dua kali kekalahan di fase grup sehingga langkahnya dipastikan terhenti. Persebaya sendiri dipastikan lolos ke fase berikutnya.
Kendati tampil buruk di ajang pramusim, kapten Persib, Supardi Nasir masih menaruh optimisme pada klubnya menatap musim Liga 1 2019.
Meski kecewa dengan performa timnya di Piala Presiden 2019, Supardi tetap yakin hasil berbeda akan didapat Persib ketika kompetisi Liga 1 dimulai nanti.
“Ya, memang ini tentu bukan hasil yang kami semua harapkan. Tapi, saya pribadi dan teman-teman di tim berusaha untuk terus lebih baik, bekerja keras lagi,” ucap Supardi seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Persib masih harus menjalani laga penutup Grup A. Pada laga itu Persib akan bertemu Perseru Serui, yang juga belum pernah sekali pun mencicipi poin selama Piala Presiden.
“Andai kata di ajang Piala Presiden ini kami harus gagal, tapi tetap optimistis bisa terus bangkit. Saya yakin di kompetisi nanti kami akan berbicara banyak,” tekad mantan penggawa PSIS Semarang itu.
(qur/pojoksatu)

Tampil Buruk di Pramusim, Kapten Persib Optimistis Tatap Kompetisi

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung angkat koper lebih dini di ajang Piala Presiden 2019 usai dibungkam Persebaya Surabaya 3-2 di babak penyisihan Grup A, kemarin.
Persib menelan dua kali kekalahan di fase grup sehingga langkahnya dipastikan terhenti. Persebaya sendiri dipastikan lolos ke fase berikutnya.
Kendati tampil buruk di ajang pramusim, kapten Persib, Supardi Nasir masih menaruh optimisme pada klubnya menatap musim Liga 1 2019.
Meski kecewa dengan performa timnya di Piala Presiden 2019, Supardi tetap yakin hasil berbeda akan didapat Persib ketika kompetisi Liga 1 dimulai nanti.
“Ya, memang ini tentu bukan hasil yang kami semua harapkan. Tapi, saya pribadi dan teman-teman di tim berusaha untuk terus lebih baik, bekerja keras lagi,” ucap Supardi seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Persib masih harus menjalani laga penutup Grup A. Pada laga itu Persib akan bertemu Perseru Serui, yang juga belum pernah sekali pun mencicipi poin selama Piala Presiden.
“Andai kata di ajang Piala Presiden ini kami harus gagal, tapi tetap optimistis bisa terus bangkit. Saya yakin di kompetisi nanti kami akan berbicara banyak,” tekad mantan penggawa PSIS Semarang itu.
(qur/pojoksatu)

Soal Perseru, Sekjen PSSI : Bukan Enggak Jadi Mundur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria ikut bersuara soal kabar Perseru yang memutuskan untuk mundur dari Liga 1 2019.
Tisha tegas membantah kalau Tim berjuluk Cenderawasih Jingga itu bakal mundur.
“Kan sudah diklarifikasi oleh Perseru. Sudah ada di media kalau tidak salah,” ungkapnya dilansir Jawapos.
Menurut Tisha, Perseru sama sekali tak ada rencana buat mundur. Berita tersebut menurutnya cuma isu belaka saja.
“Bukan enggak jadi mundur. Tapi kan memang tidak pernah ber-statement itu (mundur) sama sekali,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Perseru belakangan dikabarkan dihinggapi masalah finansial. Mereka tak kunjung mendapatkan sponsor untuk menjalani kompetisi musim 2019.
Kondisi itu membuat mereka disebut-sebut berencana mundur dari Liga 1 2019.
(jpc/pojoksatu)

Perseru Serui Ingin Mundur dari Liga 1 2019, Begini Tanggapan PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Perseru Serui dikabarkan ingin mundur dari Liga 1 2019. Kabar ini sudah diketahui PSSI.
Namun begitu, PSSI menuturkan pihaknya masih menunggu surat resmi dari klub yang bermarkas di Stadion Marora tersebut.
“Divisi Kompetisi PSSI sejauh ini belum menerima surat resminya,” ujar Media Officer PSSI, Gatot Widakdo.
Akan tetapi, Gatot berharap tim berjuluk Cenderawasih Jingga itu mengurungkan niatnya.
“(Kami) sudah tahu. Tapi kami menunggu surat pemberitahuan resminya,” tutup Gatot.
Sementara itu, kabar mundurnya Perseru Serui dibarengi isu masalah finansial yang mereka hadapi.
Perseru dikabarkan tak mendapatkan sponsor untuk menatap kompetisi 2019. Kondisi itu disinyalir membuat mereka berencana mundur dari Liga 1 2019.
(jpc/pojoksatu)

Penuhi Kuota Pemain Asing, Klub Liga 1 Kepincut Pemain Brasil

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menyambut Liga 1 2019 yang akan digelar Mei mendatang, sejumlah klub nyaris membentuk skuad lengkap.
Selain pemain lokal, klub-klub yang berlaga pun memenuhi kuota pemain asing.
Tercatat, ada tujuh tim yang sudah memenuhi kuota pemain asing. Diantaranya, klub promosi Semen Padang.
Mengacu pada regulasi Liga 1 musim lalu, setiap klub maksimal memiliki 4 pemain asing dengan syarat 3+1. Artinya, 3 pemain asing bebas dari Benua Amerika, Eropa, dan Afrika. Sedangkan 1 pemain asing dari negara Asia-Australia.
Dilihat dari perkembangan bursa transfer pemain asing, pemain asal Brasil masih menjadi primadona klub-klub Liga 1.
Tercatat, dari tujuh klub yang sudah memehuni kuota pemain asing, ada enam klub yang memiliki pemain asal Brasil.
Sedangkan pemain asing dari Asia, klub-klub Liga 1 kepincut pemain dari Uzbekistan, Australia, Tajikistan, Korea Selatan, serta Jepang.
Belum semuanya klub Liga 1 2019 menggaet pemain asing karena pendaftaran pemain baru secara resmi baru dibuka pada 15 Februari dan berakhir pada 9 Mei 2019. Artinya, sebagian klub masih memiliki banyak pertimbangan dalam merekrut pemain asing.
Berikut, tujuh tim Liga 1 2019 yang sudah penuhi kuota pemain asing
1. Arema FC: Arthur Cunha (Brasil), Robert Lima (Brasil), Makan Konate (Mali), Pavel Smolyachenko (Uzbekistan)
2. Bali United FC: Willian Paheco (Brasil), Melvin Platje (Belanda), Paulo Sergio (Portugal), Brwa Nouri (Irak)
3. Borneo FC: Matias Conti (Argentina), Jan Lammers (Belanda), Renan Silva (Brasil), Javlon Guseynov (Uzbekistan)
4. Madura United: Jaimerson Xavier (Brasil), Aleksandar Rakic (Serbia), Zah Rahan (Liberia), Dane Milovanovic (Australia)
5. Persija Jakarta: Marko Simic (Kroasia), Vinicius Lopes ‘Neguete’ (Brasil), Bruno Matos (Brasil), Jahongir Abdumuminov (Uzbekistan)
6. PSM Makassar: Marc Klok (Belanda), Willem Jan Pluim (Belanda), Eero Markkanen (Finlandia), Aaron Evans (Australia)
7. Semen Padang: Mario Barcia (Argentina), Nildo Victor Juffo (Brasil), Shukurali Pulatov (Uzbekistan), Tristan Koskor (Estonia)
(jpc/pojoksatu)

Fiks, PSS Sleman tanpa El Loco Gonzales di Liga 1 2019

POJOKSATU.id, SLEMAN – PSS Sleman kehilangan salahsatu pemain andalan mereka, Cristian ‘El Loco’ Gonzales menatap kompetisi Liga 1 2019.
Skuat berjuluk Super Elang Jawa itu sukses naik kasta promosi ke Liga 1 setelah tampil menjadi kampiun Liga 2 2018.
El Loco sendiri turut berperan besar mengantarkan timnya menembus kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu.
Sepanjang Liga 2 2018, pemain naturalisasi asal Brasil itu turut menyumbangkan 15 gol dan beberapa assist.
Manajer PSS Sleman, Retno Sukmawati memastikan tak ada nama El Loco di daftar skuat pemain timnya. “Iya dilepas, begitulah kira-kira,” kata Retno kepada Jawapos.
Keputusan tersebut diambil karena kedua belah pihak tidak menemui kesepakatan negosiasi.
Dikatakan Retno, manajemen sudah cukup lama tak berkomunikasi dengan mantan bintang Persib Bandung itu.
“Kami sudah tidak ada komunikasi lagi dengan El Loco,” imbuhnya.
Padahal, El Loco Gonzales sebelumnya masuk dalam daftar pemain musim lalu yang direkomendasikan tim pelatih.
Sang pelatih, Seto Nurdiyantara sebelumnya mengatakan kualitas El Loco masih bagus. Naluri mencetak gol masih tajam. Namun, faktor usia menjadi pertimbangan.
(qur/pojoksatu)

Jika Aturan Ini Diterapkan, Liga 1 2019 Hanya Diikuti 10 Tim

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI memberikan sinyalemen kompetisi Liga 1 2019 akan digelar awal Mei mendatang selepas pesta demokrasi Pemilu 2019.
Namun begitu, PSSI beserta operator liga masih menggodok terkait regulasi yang akan diterapkan dalam pentas kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu.
Salahsatu yang sedang diwacanakan adalah verifikasi ulang terhadap klub-klub peserta kompetisi yang akan dilakukan lebih ketat termasuk menerapkan aturan soal lisensi profesional AFC.
Jika aturan klub peserta Liga 1 2019 harus lolos lisensi AFC diterapkan, maka Liga 1 2019 berpotensi hanya akan diikuti 10 tim.
Kesepuluh tim atau klub yang saat ini sudah mengantongi lisensi profesional AFC sendiri di antaranya, Persib Bandung, Persija Jakarta, Arema FC, PSM Makassar, Madura United, Barito Putera, Persipura Jayapura, Bali United, Bhayangkara FC, dan Borneo FC.
Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Richard Sambera menuturkan, kompetisi beserta klub peserta menurut undang-undang harus diverifikasi.
BOPI juga berkomitmen andai hanya 10 klub yang layak berlaga di Liga 1 2019, maka tak perlu memaksakan hingga 18 tim.
“Komitmennya jelas, kalau hanya sepuluh klub yang layak tampil di kompetisi. Ya, itu saja,” ujar Richard seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Chief Operating Officer PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigor Shalom Boboy pun sependapat dengan pernyataan BOPI. Pihaknya pun tak keberatan jika kompetisi musim ini hanya diikuti sepuluh tim.
“Sistemnya kan sama, yakni lisensi klub. Kami punya sepuluh klub yang lolos verifikasi dan punya lisensi profesional AFC. Kalau mau ikut BOPI, ya tidak masalah,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)