Liga Inggris

Berkat Lampard, Callum Hudson-Odoi Bertahan di Chelsea

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sempat dikabarkan bakal hengkang, Callum Hudson-Odoi dipastikan bakal bertahan di Chelsea.
Dilansir BBC, Hudson-Odoi memastikan kabar tersebut setelah mendapat permintaan langsung dari pelatih Frank Lampard.
“Dia ingin aku bermain untuknya,” kata Hudson-Odoi. “Itu pertanda menggembirakan yang ingin kamu dengar dari seorang manajer,” sambungnya.
Sayangnya, pemain berusia 19 tahun itu enggan membeberkan lebih detail percakapan dengan Lampard yang membuatnya bertahan di Stamford Bridge.
“Saya tidak bisa mengatakan dengan tepat apa yang dia katakan tetapi dia hanya mengatakan dia (Lampard) percaya pada saya,” ungkapnya.
“Dia ingin saya bekerja keras dan jika saya percaya pada diriku sendiri maka dia percaya padaku dan segalanya akan berjalan baik untukku di klub ini,” tambahnya.
Untuk diketahui, Hudson-Odoi sempat diterpa rumor bakal meninggalkan Chelsea. Hal ini tidak lepas dari cedera yang selalu menderanya.
Namun sejak kembali pulih, Hudson-Odoi kerap membantu Chelsea hingga naik ke posisi ketiga di Liga Premier.
Selain itu, ia pun mendapatkan tempat di skuad Inggris untuk kualifikasi Euro 2020 mendatang melawan Montenegro dan Kosovo.
(zul/pojoksatu)

Rasis Terhadap Rekan Setim, Playmaker Man City Tak Bisa Tampil Lawan Chelsea

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Federasi sepak bola Inggris, FA baru saja menjatuhkan sanksi tegas terhadap gelandang Manchester City, Bernardo Silva. Playmaker berkebangsaan Portugal itu diskorsing satu pertandingan dan denda 50 ribu pound atau sekitar Rp850 juta karena tindakan rasis.
Akibatnya, Silva dipastikan absen pada laga bigmatch kontra Chelsea di Etihad Stadium pada 23 November mendatang.
Pemain internasional Portugal itu akan menjalani skorsing satu pertandingan sehubungan dengan cuitannya di media sosial tentang rekan satu timnya, Benjamin Mendy.
Silva didakwa oleh FA bulan lalu setelah dia membandingkan karakter Mendy dengan paket Conguitos.
FA menuding bahwa tweet Silva menjadi preseden buruk bagi sepak bola Inggris dan bahwa posting tersebut merupakan pelanggaran dari aturan tentang perilaku media sosial karena tampaknya merujuk pada ras bek kiri itu.
Pada saat itu diperkirakan Silva – yang dengan cepat menghapus posting – akan mendapat hukuman skorsing yang panjang. Tapi ternyata hanya satu pertandingan.
Dengan demikian, Silva hanya bisa duduk manis menonton rekan-rekannya bertanding melawan tim asuhan Frank Lampard setelah jeda internasional. Ia juga harus membayar denda 50.000 pound karena cuitannya.
Pernyataan melalui situs resmi FA berbunyi: “Bernardo Silva telah diskors satu pertandingan kompetitif tim utama, didenda 50.000 pound dan harus menyelesaikan pendidikan tatap muka setelah mengakui pelanggaran Peraturan FA E3.”
“Aktivitas media sosial gelandang Manchester City pada 22 September 2019 melanggar aturan FA, E3 (1), karena dianggap menghina dan / atau tidak pantas dan / atau membuat game menjadi jelek, dan merupakan Pelanggaran yang Diperburuk, yang didefinisikan dalam FA Peraturan E3 (2), karena termasuk referensi, baik tersurat maupun tersirat, untuk ras dan / atau warna dan / atau asal etnis.”
Absennya Silva tentu akan menjadi pukulan telak bagi Pep Guardiola.
City saat ini tertinggal sembilan poin dari Liverpool menyusul kekalahan 3-1 akhir pekan lalu di Anfield, di mana Silva mencetak gol hiburan tim tamu. Pep tentu tidak ingin kehilangan lebih banyak poin karena mereka berambisi mempertahankan gelar musim ini.
Pemain berusia 25 tahun ini telah mencetak lima gol dan dua assist dalam 11 penampilan Liga Premier sejauh ini. Ia juga mencetak gol dalam kemenangan 6-0 atas Chelsea musim lalu.
Untungnya, Guardiola memiliki banyak pilihan sebagai pengganti Bernardo Silva. Seperti Riyad Mahrez yang bisa melengkapi trio penyerang bersama Raheem Sterling dan Sergio Aguero.
(fat/pojoksatu)

Christian Pulisic Dicoret dari Skuad Timnas AS, Ini Alasannya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Christian Pulisic dipastikan tidak akan memperkuat Timnas Amerika Serikat saat melawan Kanada di CONCACAF Nations League, Sabtu (16/11) mendatang.
Pulisic dicoret dari skuad timnas karena mengalami cedera panggul saat menantang Crystal Palace di Liga Inggris.
Dilansir Evening Standard, kabar ini sudah dikonfirmasi pelatih timnas Amerika Serikat Gregg Berhalter.
Gregg Berhalter menuturkan, pihaknya tidak ingin mengambil risiko lebih besar dengan memaksakan untuk menurunkan Pulisic.
“Christian Pulisic sudah dipastikan absen untuk pertandingan melawan Kanada. Kami baru mendapatkan kabar ini dan keputusan tersebut diambil secara kolaboratif dengan pihak klub (Chelsea) demi menjaga kepentingan pemain,” ujarnya.
“Keputusan seperti ini selalu menjadi hal yang sulit, tentu saya dan staf kepelatihan lainnya ingin Christian berada di sini, tetapi di sisi lain, kami juga enggan mengambil risiko,” sambungnya.
Cedera Pulisic menjadi kabar tidak sedap bagi Chelsea. Pasalnya, sebelumnya mereka juga sudah kehilangan sejumlah pemain. Diantaranya Antonio Rudiger, Ruben Loftus-Cheek dan Ross Barkley.
(zul/pojoksatu)

Manchester United Makin Percaya Diri

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manchester United dinilai makin percaya diri setelah meraih kemenangan saat lawan Brighton & Hove Albion di laga lanjutan Liga Inggris.
Bermain di kandang, United menang dengan skor telak 3-1. Hasil ini membuat mereka ada di posisi ketujuh dengan 16 poin.
Mereka pun hanya tertinggal satu poin dari Sheffield United di posisi kelima dan Arsenal di posisi keenam.
Daniel James pun menuturkan, skuad Setan Merah terlihat makin percaya diri untuk bisa memenangkan setiap laga ke depan.
Salah satunya, usai jeda internasional, United akan menghadapi Sheffield United.
“Meraih tiga poin sebelum jeda internasional adalah hal yang baik,” ujarnya dikutip dari ​Goal.
“Kini, kami mempunyai banyak pertandingan seperti FA Cup, League Cup dan tentu saja Premier League. Namun, kami percaya diri bisa memenangkan setiap laga karena kami mempunyai kemampuan untuk melakukannya,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Dikaitkan dengan Arsenal, Begini Respon Luis Enrique

POJOKSATU.id, JAKARTA – Luis Enrique dikabarkan menjadi kandidat pengganti Unai Emery. Kabar ini mencuat pasca kekalahan Arsenal 2-0 dari Leicester City.
Hasil tersebut membuat The Gunners tertinggal delapan poin dari Manchester City yang kini menempati posisi empat di klasemen sementara.
Bukan hanya itu, dari lima pertandingan terakhir di Liga Inggris, mereka hanya mencatat satu kemenangan.
Disebut-sebut Direktur Sepak Bola Arsenal Raul Sanllehi telah bertemu dengan Luis Enrique untuk menawarkan pekerjaan.
Akan tetapi, dalam laporan ESPN, mantan manajer Barcelona dan Spanyol itu tidak mempertimbangkan kemungkinan pindah ke Arsenal.
Berdasarkan sejumlah sumber, Enrique belum memutuskan akan kembali pasca mengakhiri posisinya sebagai pelatih timnas Spanyol karena alasan pribadi di pertengahan musim ini.
Pasalnya, Enrique lebih tertarik menangani tim dari awal musim. Selain itu, Arsenal pun tidak akan memecat Emery meskipun tengah jadi sorotan.
The Gunners baru akan menilai kembali posisi Emery di musim panas mendatang.
(zul/pojoksatu)

Isyaratkan Bakal Pensuin di Chelsea, N’Golo Kante Akhiri Spekulasi

POJOKSATU.id, JAKARTA – N’Golo Kante mengisyaratkan dirinya bakal pensiun atau menyelesaikan kariernya di Chelsea.
Pernyataannya ini bisa mengakhiri spekulasi yang menyebutkan dirinya bakal hengkang akhir musim 2019/20 mendatang.
Diketahui, Kante belakangan sering dikaitkan dengan pintu keluar The Blues karena sering cedera.
Saat ini, ia pun baru mencatatkan lima pertandingan. Meski terus dibelit cedera, ia masih jadi incaran banyak klub.
Diantaranya Juventus, Paris Saint-Germain hingga Real Madrid. Namun, Kante menegaskan dirinya bakal bertahan setidaknya hingga kontrak berakhir.
“Tentu saja, saya bisa menyelesaikan karier saya di Chelsea. Hari ini, saya tengah memperkuat Chelsea dan itu terus terjadi sampai tahun 2023,” ujarnya dikutip dari ​Express Football.
Lebih lanjut, Kante juga menuturkan bahwa saat ini dirinya fokus untuk menciptakan musim yang hebat bersama Chelsea.
“Saat ini dalam pikiran saya hanya mengharapkan terus memiliki musim yang hebat bersama The Blues hingga empat tahun ke depan,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Akui Kurang Percaya Diri, Lacazette Optimis Arsenal Finis Empat Besar

POJOKSATU.id, JAKARTA – Alexandre Lacazette mengaku Arsenal sedang kurang percaya diri dan perlu istirahat setelah hasil buruk saat lawan Leicester akhir pekan kemarin.
Diketahui, Arsenal kalah dua gol tanpa balas dari Leicester yang membuat mereka ada di posisi keenam dengan 17 poin.
Selain itu, hasil pertandingan tersebut juga menjadikan Arsenal tanpa kemenangan di empat laga terakhir di Liga Inggris.
“Kami kehilangan kepercayaan diri dan kami membutuhkan jeda internasional,” kata Lacazette dilansir Metro.
“Saya harap kita akan kembali dengan baik. Kita perlu bekerja lebih dari yang kita lakukan sekarang untuk menemukan kepercayaan diri,” sambungnya.
Meski mendapat hasil negatif, Lacazette tetap optimis Arsenal bakal finis di empat besar.
“Kami ingin menjadi empat besar tentu saja. Sekarang kami sembilan poin di belakang Chelsea dan Leicester dan itu akan sulit tetapi semuanya mungkin dalam sepakbola. Kami masih punya waktu hingga akhir musim,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Arsene Wenger : Kalah di Pertandingan Besar Itu Mengerikan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Arsene Wenger mengomentari hasil pertandingan Liverpool vs Manchester City yang berakhir 3-1.
Wenger mengatakan, kekalahan di pertandingan besar adalah hal mengerikan. “Pertama-tama, kehilangan pertandingan besar itu mengerikan,” ujarnya dilansir Metro.
“Anda melihat reaksi dari kedua manajer malam ini. Anda bisa melihat besarnya tekanan yang mereka alami dan seberapa besar arti pertandingan bagi mereka berdua,” sambungnya.
Diketahui, hasil pertandingan di Anfield tersebut membuat jarak kedua tim menjadi sembilan poin.
Menurut Wenger, angka tersebut terlalu besar bagi City untuk mengejarnya.
“Pep akan pulang dan benar-benar hancur, lebih dari yang Anda pikirkan. Jika Anda memikirkan angka, tambahkan 100 persen dan Anda mungkin mendekati itu,” paparnya.
“Secara keseluruhan, sembilan poin adalah perbedaan yang terlalu besar bagi Manchester City setelah 12 pertandingan,” tambahnya.
Sementara itu, usai pertandingan Klopp terkesan dengan penampilan para pemainnya yang pada akhirnya mampu mengalahkan City.
“Mereka bagus. Kami harus bertahan dengan semua yang kami miliki tetapi kami mencetak gol luar biasa,” katanya.
“(Pertandingan) Sangat sulit untuk dimainkan, intensitas permainannya sangat jelas. Itu semua sepadan, benar-benar hebat. Para pemain benar-benar fokus dan berkonsentrasi.
“Itu sangat bagus. Itu satu-satunya cara kami bisa mengalahkan City, mungkin tim lain bisa melakukannya dengan cara yang berbeda, tetapi ini satu-satunya cara kami bisa mengalahkan mereka,” pungkasnya.
(zul/pojoksatu)

Soal Peluang Juara Usai Dikalahkan Liverpool, Ini Kata Pep Guardiola

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liverpool main kokoh di puncak klasemen setelah mengalahkan Manchester City 3-1 pada laga lanjutan Liga Inggris, Minggu (10/11).
Hasil ini membuat jarak keduanya menjadi sembilan poin. Selain itu, banyak yang mulai meragukan City bakal mengejar Liverpool.
Ditanyakan perihal ini, Pep Guardiola tidak banyak komentar. Ia mengaku tidak tahu dan memilih fokus pada pertandingan berikutnya.
“Aku bukan pesulap; aku tidak tahu masa depan,” kata Guardiola dilansir BBC.
“Kami punya pertandingan melawan Chelsea di kandang. Kami akan mencoba untuk mengalahkan mereka,” sambungnya.
Jika melihat musim lalu, peluang City sebenarnya belum tertutup karena kondisinya tidak jauh berbeda.
The Reds membuka keunggulan 10 poin atas City setelah 20 pertandingan dan memiliki satu pertandingan sisa.
Namun, City kemudian melakukan hal yang luar biasa, menjatuhkan hanya tiga poin dalam 18 pertandingan tersisa mereka, yang termasuk kemenangan atas The Reds di Etihad Stadium.
Lebih lanjut, terkait hasil pertandingan tersebut, Guardiola memberikan ucapan selamat pada Liverpool.
Tidak lupa, Guardiola juga memuji penampilan para pemain City yang dinilainya bermain baik.
“Selamat untuk Liverpool, mereka mencetak tiga, kami mendapat satu tapi saya sangat bangga dengan tim saya,” ujarnya.
“Kami memulai dengan sangat baik, kami menunjukkan keberanian yang luar biasa, mereka adalah juara Eropa dan itu adalah stadion yang paling sulit di dunia. Kami bermain seperti juara saling berhadapan.
“Kami tidak bisa menyangkal betapa bagusnya Liverpool, tetapi cara kami bermain, kepribadian, itu bagus,” pungkasnya.
(zul/pojoksatu)

Menangi Laga Krusial Kontra Man City, Liverpool Kokoh di Puncak Klasemen

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool memenangi laga krusial kontra Manchester City pada pekan ke-12 Premier League 2019/20. Bertanding di Stadion Anfield, Minggu (10/11/2019) malam, The Reds menang meyakinkan 3-1.
Sepanjang laga tim asuhan Jurgen Klopp itu bermain efektif dengan berupaya memanfaatkan serangan balik semaksimal mungkin. Sementara Manchester City sedikit lebih dominan dalam penguasaan bola, tapi kesulitan menjebol gawang The Reds yang dikawal Alisson Becker.
Liverpool membuka keunggulan saat laga baru berjalan enam menit. Dari skema serangan balik, penetrasi Sadio Mane menimbulkan kepanikan lini belakang The Citizen. Bola sempat dihalau tapi jatuh ke kaki Fabinho.
Gelandang berkebangsaan Brasil itu kemudian melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang sukses menjebol gawang City yang dikawal Raul Bravo.
Tujuh menit berselang, Mohamed Salah menggandakan keunggulan tuan rumah. Kembali dari skema serangan balik, Andrew Robertson mengirim umpan silang ke kotak penalti yang langsung disundul Salah. 2-0 Liverpool memimpin.
Tim tamu terus berupaya mengejar ketinggalan tapi sampai babak pertama berakhir skor masih 2-0 untuk The Reds.
Selepas jeda, Liverpool kembali menambah keunggulan pada menit 51. Kali ini, Sadio Mane mengonversi umpan silang Jordan Henderson lewat sundulannya. The Reds unggul 3-0.
Manchester City hanya mampu mencetak gol hiburan pada menit 78 lewat sepakan Bernardo Silva. Skor akhir pertandingan adalah 3-1.
Kemenangan ini mengukuhkan posisi Liverpool di puncak klasemen sementara Liga Inggris dengan 34 poin. Sementara The Citizen terlempar ke peringkat 4 dengan 25 poin. Posisi tim asuhan Pep Guardiola itu digusur Chelsea dan Leicester.
Susunan pemain Liverpool vs Manchester City:
Liverpool XI: Alisson; Alexander-Arnold, Lovren, Van Dijk, Robertson; Fabinho, Wijnaldum, Henderson; Mané, Salah, Firmino.
Man City XI: Bravo; Walker, Stones, Fernandinho, Angeliño; Rodri, Gundogan, De Bruyne; Bernardo, Sterling, Agüero.
(fat/pojoksatu)