Liga Primer Inggris

Tambah Pundi Gol, Mohamed Salah Lampaui Rekor Legenda Arsenal

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Gelandang serang Liverpool, Mohamed Salah terus menunjukkan tajinya dengan menambah koleksi golnya saat ini menjadi 16 gol.
Dua gol tambahannya disarangkan ke gawang Crystal Palace untuk membawa The Reds menang dengan skor ketat 4-3 dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 22 itu.
Mo Salah unggul selisih dua gol dari striker Arsenal, Pierre Emerick-Aubameyang dan striker Tottenham Hotspur, Harry Kane.
Pemain Terbaik Afrika 2018 itu pun berpeluang kembali menyabet Golden Boot Liga Primer Inggris jika mampu konsisten menambah pundi pundi golnya.
Salah bahkan kini telah mampu melampaui rekor legenda Arsenal Thierry Henry dan bomber Manchester City, Sergio Aguero sebagai pemain yang mampu mencetak 50 gol dalam periode yang lebih singkat disemua kompetisi.
Sejak bergabung dengan Liverpool musim 2017, Salah telah mengumpulkan 50 gol, catatan tersebut hanya kalah dari legenda Manchester United Ruud van Nistelrooy yang mengemas 68, dan legenda Newcastle United, Alan Shearer dengan koleksi 66 gol.
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp pun melayangakn pujian untuk pemain andalannya itu. “Prestasi luar biasa dari pemain kelas dunia,” kata Klopp soal rekor Salah.
“Wow, angka yang luar biasa. Saya mendengar nama-nama pemain lain yang tiba di sana sedikit lebih cepat, ada Alan Shearer, Ruud Van Nistelrooy, Andy Cole,” tuturnya.
“Mungkin dia akan mencetak lebih banyak gol dan lebih cepat jika saya tidak sering memainkannya di sayap kanan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Perburuan Golden Boot Liga Primer Inggris Musim Ini Dijamin Sengit

POJOKSATU.id, LONDON – Perburuan daftar pencetak gol terbanyak di Liga Primer Inggris di pekan ke-23 akhir pekan ini dipastikan semakin sengit.
Striker Arsenal, Pierre Emerick-Aubameyang dan gelandang serang Liverpool, Mohamed Salah tentunya punya misi tersendiri selain untuk mempersmebahkan kemenangan untuk timnya masing-masing.
Liverpool akan menjamu Crystal Palace di Anfield sedangkan Arsenal akan menjajal kekuatan London barat, Chelsea di Emirates Stadium.
Aubameyang dan Salah pun tentu akan mati-matian agar bisa mencetak gol untuk menjadi pemuncak top skorer sejati setelah keduanya kini sama-sama telah mengemas 14 gol.
Persaingan puncak top skorer ini sebenarnya diikuti Harry Kane yang juga punya koleksi sama, 14 gol. Namun, Kane harus absen dulu dari perburuan gol setelah dipaksa menepi akibat cedera serius yang membekapnya.
Karena itu, tinggal bomber asal Gabon dan bintang Mesir yang berpeluang menyegel pucuk daftar pencetak gol terbanyak pekan ini.
Mo Salah sendiri tentu sangat termotivasi untuk bisa kembali menyabret Golden Boot musim ini setelah tampil gemilang di musim debutnya dengan mematahkan dominasi Harry Kane yang sempat memenangkan Sepatu Emas dua musim beruntun.
Sempat terseok di awal musim, Pemain Terbaik Afrika 2018 itu mampu bangkit dan kembali ke jalur impresif dengan menyumbang gol demi gol sekaligus untuk mempersembahkan kemenangan buat The Reds.
Salah pun berpeluang mempersembahkan titel juara untuk Liverpool musim ini jika mampu memertahankan timnya di pucuk klasemen.
Skuat besutan Jurgen Klopp itu kini masih bergeming dipuncak klasemen dengan raihan  57 poin dari 18 kemenangan, tiga bermain seri dan baru sekali kalah, atau unggul selisih empat  angka dari Manchester City.
Namun, mereka gagal memertahankan rekor tak terkalahkan setelah ditumbangkan Manchester City beberapa waktu lalu dengan skor 1-2.
(qur/pojoksatu)

Pemain Ini Ancam Bikin Mohamed Salah Mandul

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool akan menjamu Crystal Palace di Anfield dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 23, Sabtu (19/1/2019) malam WIB.
The Reds berpeluang meneruskan tren kemenangan untuk mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen sementara.
The Reds unggul empat angka atas Manchester City yang membayangi di  bawahnya setelah sukses membungkam mereka beberapa waktu lalu.

Sementara bagi tim tamu sendiri, bisa mencuri poin penuh di kandang The Reds akan sangat krusial dalam upaya mereka bertahan di papan tengah.
Palace kini masih tertahan di urutan 14 dengan raihan 22 poin dari enam kemenangan, empat bermain seri dan sudah 12 kali menelan kekalahan.
Karena itu, bek Palace, Patrick van Aanholt bertekad untuk membungkam seluruh upaya serangan Liverpool yang dikonstruksi Mo Salah.
Meski para pemain yang akan dihadapinya berlabel bintang dan terkenal sebagai trisula mematikan (Roberto Firmino, Mo Salah, Sadio Mane), namun ia tetap akan menjaga benteng pertahanan timnya dari upaya serangan tim lawan.
“Ya, aku selalu ingin bermain melawan yang terbaik,” kata Van Aanholt seperti dikutip dari Metro.
“Dia (Salah) adalah salah satu yang terbaik di liga. Sudah waktunya saya untuk menutupnya dan memastikan dia tidak bermain dengan baik.,” tekad pemain asal Belanda itu.
Aanholt sesumbar bisa menjalankan tugasnya karena pernah sukses saat membungkam upaya para pemain depan Manchester City beberapa waktu lalu.
“Kami sudah melakukannya melawan Manchester City, jadi mengapa tidak di Anfield? Kami tahu mereka akan mendatangi kami, mereka akan menekan kami sehingga kami harus fokus pada permainan kami sendiri dan melihat apa yang terjadi,” tuturnya.
“Menang selalu memberi kita dorongan. Kemenangan melawan juara selalu istimewa,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Manchester United Vs Brighton, Ajang Balas Dendam untuk Lanjutkan Tren Kemenangan

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester United akan menjamu Brighton & Hove Albion di Old Trafford dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 23, Sabtu (19/1/2019) malam WIB.
Laga nanti tentu akan dijadikan momentum untuk terus menjaga tren kemenangan setelah skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer itu sukses menuai lima kemenangan beruntun di Liga Primer Inggris.
Kemenangan atas Brighton nanti juga sangat penting untuk menjaga asa MU menembus zona empat besar Liga Champions di klasemen akhir.

Setan Merah yang menempati peringkat keenam masih terpaut jarak enam angka dari Chelsea di urutan keempat atau berjarak 16 angka dari Liverpool di pucuk.
Selain itu, Paul Pogba dan koleganya tentu sangat termotivasi untuk membalas kekalahan mereka di leg pertama saat masih ditukangi Jose Mourinho. Saat itu MU menyerah 2-3 di kandang Brighton.
Tiga gol tuan rumah disarangkan Glenn Murray, Shane Duffy, dan Pascal Gross dari titik putih. Sedangkan dua gol United didonasi Romelu Lukaku dan Paul Pogba dari eksekusi penalti.
Namun demikian, sang manajer interim, Ole Gunnar Solskjaer menegaskan, pertandingan nanti tak ada korelasinya dengan pertandingan sebelumnya.
Tekadnya hanya satu, memenangkan permainan untuk meneruskan tren kemenangan menjadi enam kemenangan beruntun.
“Jika Anda menjalani setiap pertandingan di Manchester United, sebagai pemain atau manajer, Anda akan berpikir untuk menang. Itu sifat natural klub ini,’ tutur Solskjaer.
“Kami memiliki enam pertandingan yang bagus, tetapi berikutnya akan tetap selalu penting,” sebut dia.
Solskjaer pun optimistis menatap pertandingan nanti dan yakin skuatnya akan mampu mengakhirinya dengan hasil memuaskan, kendati ia tentu ogah menganggap remeh tim lawan.
“Semua orang mengatakan tentang Tottenham yang menjadi ujian. Saya tidak berpikir itu adalah ujian, karena Anda tahu para pemain akan siap untuk menghadapi itu,” sebutnya.
“Saya ingin para pemain percaya diri, tetapi saya tidak ingin mereka berpuas diri dan melepaskan kaki dari pedal (terus berjuang),” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Pemain Ini Dituding Biang Kekalahan Liverpool

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool gagal memertahakan rekor tak terkalahkan di musim ini setelah menyerah 1-2 dari Manchester City di Boxing Day lanjutan Liga Primer Inggris pekan 21, dini hari lalu.
Gol penentu Leroy Sane di menit 72 meruntuhkan dominasi The Reds sebagai tim yang belum terkalahkan dalam 20 laga terakhir di pentas domestik itu.
Tak ayal, fans Liverpool pun mengaku kecewa dengan hasil minor tersebut dan menuding barisan pertahanan Liverpool tak bekerja dengan baik.

Mereka bahkan lebih menyoroti performa palang pintu asal Kroasia, Dejan Lovren yang dituding sebagai biang kekalahan timnya.
Mantan penggawa Liverpool, Phil Babb mengamini tudingan fans dengan menyebut, Lovren sebagai titik terlemah Liverpool di pertandingan tersebut.
Menurut Babb yang juga berposisi sebagai bek itu, Lovren banyak melakukan kesalahan dengan memberikan keleluasaan para pemain lawan bergerak bebas di barisan pertahanan Liverpool.
Ia pun mencontohkan saat Lovren engan mudah dilewati Leroy Sane yang melakukan penetrasi serangan dari sektor saya kiri dengan leluasa hingga bisa masuk ke area terlarang.
“Anda mungkin akan mengatakan bahwa titik terlemah adalah Dejan Lovren, dan ia cukup banyak membuktikannya (di pertandingan)),” kata Babb seperti dikutip dari Sky Sport.
Selain itu, Babb juga menyebut Lovren cukup payah membantu timnya saat melakukan konstruksi serangan.
Buktinya, Lovren justru melepas umpan jauh langsung ke kotak penalti dan bukannya memberikan bola ke pemain sayap agar bisa memberikan umpan crossing yang lebih berpotensi menghadirkan ancaman bagi gawang City.
“Bahkan menjelang akhir ketika Liverpool mendorong ke depan dan (Virgil) van Dijk ikut maju, Lovren malam menendangnya langsung ke dalam kotak penalti (Man City),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Soal Kegilaannya di Pinggir Lapangan, FA Cuma Sentil Pep Guardiola

POJOKSATU.id, LONDON – Federasi sepak bola Inggris atau FA tak terlalu memersoalkan reaksi berlebihan Manajer Manchester City, Pep Guardiola di laga kontra Liverpool di Etihad Stadium, kemarin.
FA hanya memberikan teguran atas reaksi manajer asal Catalonia tersebut di pinggir lapangan saat melakukan protes keras terhadap perangkat pertandingan.
Dikutip Pojoksatu.id dari Omnisport, Guardiola luput dari ancaman sanksi FA kendati ia bereaksi berlebihan di pertandingan boxing day pekan 21 lanjutan Liga Primer Inggris yang dimenangkan timnya 2-1 itu.

FA dalam pernyataan resminya hanya memberikan peringatan tahap satu kepada mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut.
Pep Guardiola melakukan aksi yang sangat reaktif sepanjang pertandingan krusial menghadapi pemuncak klasemen sementara itu.
Selain sempat meneriaki wasit kedua, Guardiola juga membanting syalnya ke tanah untuk menunjukkan reaksi atas beberapa pelanggaran yang menurutnya pantas diberikan pada tim tamu.
Namun, reaksi Pep Guardiola itu pun berbuah manis setelah Sergio Aguero dan Leroy Sane mempersembahkan kemenangan krusial.
Dengan tambahan tiga angka di pertandingan itu, City kini kembali ke jalur perburuan titel juara setelah kembali merebut posisi kedua yang sebelumnya dikudeta Tottenham Hotspur.
The Citizens kini hanya terpaut empat angka dari The Reds dan persaingan papan atas pun kembali panas hingga akhir musim ini.
(qur/pojoksatu)

Jurgen Klopp Tak Kaget Liverpool Tumbang di Tangan Sang Petahana

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Liverpool gagal memertahankan rekor tak terkalahkan di Liga Primer Inggris usai takluk di pekan 21 dari Manchester City.
The Reds menyerah 1-2 dari City di boxing day lanjutan Liga Primer Inggris di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Leroy Sane menjadi pahlawan kemenangan rumah lewat gol penentu di menit 72 setelah Roberto Firmino menyamakan gol Sergio Aguero.

Sang manajer, Jurgen Klopp pun bereaksi cukup datar atas kekalahan perdana timnya di musim ini tersebut.
Menurutnya, hasil tersebut tak mengejutkannya, mengingat timnya juga pernah dikalahkan City bahkan dengan skor telak 0-5 musim lalu.
“Tahun lalu mereka mengalahkan kami dengan skor 5-0. Jadi, malam ini bukan hal yang mengejutkan,” tutur Klopp lewat laman resmi klub.
Namun Klopp menilai, hasil pertandingan tak ada kaitannya dengan kualitas tim, namun lebih kepada ‘keberuntungan’ dan ‘kesialan’.
“Saya tidak berpikir itu berhubungan dengan masalah mental atau faktor lainnya. Ini hanya sedikit sial. Itu adalah serangan balik yang hebat (dari Man City). Sebuah umpan yang bagus dari (Raheem) Sterling pada Sane untuk kemudian menjadi gol,” ujarnya.
“Jadi,  tidak mengherankan melihat Man City mampu mengalahkan Liverpool,” ucapnya.
Klopp pun mengaku tidak terlalu kecewa atas hasil minor tersebut mengingat timnya masih bergeming di puncak klasemen.
“Kami masih berada di posisi klasemen yang baik, semuanya akan baik-baik saja,” sebut dia.
“Tentu pada saat ini kondisinya tidak bagi. Situasi yang sangat buruk. Tapi, itu hanya untuk momen ini saja,” pungkas mantan pelatih Borussia Dortmund itu.
(qur/pojoksatu)

Kembali ke Jalur Juara, Manajer Manchester City Semringah

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manajer Manchester City, Pep Guardiola tak bisa menutupi kebahagiannya usai timnya sukses membungkam Liverpool di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB dengan skor ketat 2-1.
City juga menjadi tim yang sanggup meruntuhkan dominasi Liverpool yang tak terkalahkan di 20 pekan terakhir.
Atas hasil gemilang ini, Guardiola mengaku puas atas penampilan pemainnya yang mampu mengejawantahkan instruksinya untuk pertandingan tersebut.
Jurgen Klopp Heran Kenapa Vincent Kompany Tak di Kartu Merah!
Lihat Aksi Pep Guardiola di Pinggir Lapangan, dari Meneriaki Wasit Hingga Membanting Syal

“Saya bangga kepada mereka, namun tidak hanya hari ini saja,” kata Guardiola usai pertandingan seperti dikutip Pojoksatu.id dari BBC Sport.
Menurut Pep, kemenangan kali ini sangat krusial terhadap perjalanan timnya musim ini. “Kami tahu hari ini laga final, jika kami kalah, berarti usai sudah (perburuan gelar),” ucapnya.
Guardiola pun berharap, para pemain bisa konsisten menjaga performa seperti di laga ini untuk menjaga asa memertahankan titel juara, termasuk menatap babak 16 besar Liga Champions yang akan kick-off pada Februari mendatang.
“Seluruh kredit untuk para pemain luar biasa ini. Begitulah kami harus bermain di Liga Champions. Kedua tim mencoba, kami tidak takut, kami tidak takut dan kami memiliki banyak tekanan,” sebut dia.
Guardiola pun menyebut, Liga Primer Inggris telah kembali ke cita rasanya sebagai kompetisi paling kompetitif dan sengit di setiap pekannya.
“Saya tidak ingat liga begitu ketat, ada begitu banyak pesaing berjuang untuk gelar. Sekarang lebih dekat, setiap laga adalah final,” katanya.
“Mereka pemimpin klasemen, sekarang empat poin tapi kami telah mereduksi jarak. Kami tahu jika kami menang kami bisa dalam persaingan gelar Liga Primer, jika kami kalah maka semuanya usai,” tandasnya.
City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas kembali Panas
Manchester City Nodai Rekor Tak Terkalahkan Liverpool
Dengan tambahan tiga angka, Manchester City kembali mengudeta peringkat kedua dari Tottenham Hotspur untuk menempel Liverpool di puncak klasemen.
Kemenangan The Citizens kali ini tidak terlepas dari penampilan luar biasa Sergio Aguero dan Leroy Sane yang mencetak masing-masing satu gol.
Sedangkan Liverpool nyaris membuat asa membalikkan keadaan setelah Roberto Firmino mampu menyamakan kedudukan di paruh kedua.
Namun, Sane tampil sebagai pahlawan di menit 72 setelah gol penentunya menyegel laga dengan skor akhir 2-1.
(qur/pojoksatu)

Lihat Aksi Pep Guardiola di Pinggir Lapangan, dari Meneriaki Wasit Hingga Membanting Syal

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Pertandingan panas nan sengit tersaji di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB saat Manchester City bentrok dengan Liverpool di boxing day dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 21.
Tuan rumah sendiri sukses mengamankan poin penuh usai membungkam pemuncak klasemen itu dengan skor ketat 2-1 lewat gol Sergio Aguero dan Leroy Sane.
Jalannya pertandingan itu sendiri diwarnai berbagai kejadian unik, salahsatunya yang terjadi di touchline saat Guardiola menunjukkan sejumlah reaksi emosional atas jalannya pertandingan.
City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas kembali Panas
Manchester City Nodai Rekor Tak Terkalahkan Liverpool

Salahsatunya adalah saat manajer asal Catalonia itu membuat kehebohan dengan membanting syal yang kerap dikenakannya melilit dilehernya.
Selain itu, Guardiola juga tertangkap kamera meneriaki wasit cadangan, Martin Atkinson setelah melihat adanya pelanggaran di lapangan yang menimpa pemainnya.
Tak ayal, Guardiola pun mendapat peringatan keras dari wasit Anthony Taylor atas tindakan yang berlebihannnya itu, namun tak mengirimnya ke tribun.
Namun demikian, reaksi Guardiola seperti itu bukan tanpa sebab. Betapa tidak, menghadapi Liverpool dihadapan publik The Citizens timnya wajib menang jika ingin terus bersaing dalam perburuan titel juara musim ini.

Wow. Will from #TheInbetweeners has done well for himself. From Briefcase W#nker to Guardiola's personal emotions manager. "Calm down Pep!" #MCILIV #ManCityvLFC #CalmdownPep pic.twitter.com/jwCukf1zAS
— Adam Sloman (@Adam_Sloman) January 3, 2019

Namun, ketegangan dan tekanan besar Guardiola pun akhirnya berbuah manis setelah skuatnya mampu menyegel kemenangan hingga peluit akhir pertandingan.
Dengan tambahan tiga angka ini, City pun kembali merebut peringkat kedua yang sempat diambil Tottenham Hotspur.
City kini terpaut empat angka dari Liverpool yang masih kokoh di puncak klasemen sementara, dan harus menelan kekalahan perdananya di musim ini dari sang petahana.
(qur/pojoksatu)

City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas Kembali Panas

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City tampil menjadi penoda catatan rekor tak terkalahkan Liverpool usai membungkam The Reds dengan skor ketat 2-1 di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Leroy Sane menjadi pahlawan kemenangan tuan rumah di boxing day lanjutan Liga Primer Inggris pekan 21 itu setelah mencetak gol pembeda di interval kedua menit 72.
Sedangkan gol pembuka City disarangkan Sergio Aguero di menit 40 dan gol penyeimbang dari Liverpool lahir dari kaki Roberto Firmino di menit 64.
Manchester City Nodai Rekor Tak Terkalahkan Liverpool
Dengan hasil positif yang ditorehkan skuat besutan Pep Guardiola itu, membuka kans mereka untuk kembali bersaing dalam perburuan gelar juara.
City kembali merebut posisi kedua dari Tottenham Hotpsur dan kini terpaut selisih empat angka dari Liverpool yang masih kokoh di puncak klasemen dengan raihan 54 poin.
Bagi Liverpool sendiri, ini adalah kekalahan perdana mereka di musim ini setelah di 20 pekan terakhir tampil impresif tanpa kekalahan.
Selain itu, kemenangan City kali ini dipastikan memanaskan kembali persaingan papan atas yang sebelumnya Liverpool ‘terlalu’ mendominasi dalam segi raihan poin.
Liverpool kini hanya unggul empat angka dari City dan lima angka dari Tottenham Hotspur yang juga tampil impresif dalam beberapa laga terakhir sebelum dikalahkan secara mengejutkan oleh Wolverhampton Wanderers.
Sementara Arsenal, Chelsea dan Manchester United juga tak kalah serunya terus bersaing ketat dalam memerebutkan zona empat besar.
United bahkan kini mengancam Arsenal dan Chelsea setelah memetik kemenangan keempat beruntun mereka setelah Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk sebagai manajer interim menggantikan Jose Mourinho yang dipecat.
Dipastikan, penentuan titel juara Liga Primer Inggris musim ini pun baru akan terlihat di akhir-akhir kompetisi, jika melihat performa apik dari para kontestan di papan atas saat ini.
(qur/pojoksatu)