Liga Primer Inggris

Ole Gunnar Solskjaer: Wasit Akan Menyesali Keputusannya

POJOKSATU.id, LONDON – Manchester United telan kekalahan perdana di masa kepemimpinan Ole Gunnar Solskjaer usai dibungkam Arsenal dengan skor 0-2.
Sang manajer interim, Solskjaer pun menyuarakan ‘keberatannya’ atas kekalahan tersebut terlebih hadiah penalti yang diberikan wasit untuk tuan rumah.
Pria asal Norwegia itu menegaskan skuatnya tidak pantas dihukum penalti yang menjadi momen krusial dalam kekalahan 2-0 kontra Arsenal.

Menurutnya, penalti Arsenal di menit ke-69 itu berbau kontroversial karena Alexandre Lacazette terlalu mudah terjatuh setelah dihadang Fred di kotak terlarang.
Karena itu, ia yakin sang pengadil lapangan, Jonathan Moss akan menyesali keputusannya jika melihat tayangan ulang insiden tersebut.
“Saya sendiri menilai itu bukan penalti. Ini memang bukan hari keberuntungan buat kami,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Namun begitu, ia tidak menampik jika timnya banyak membuang peluang di pertandingan tersebut.
“Kami mengawali laga ini secara lambat, mungkin karena kami masih sedikit kelelahan setelah laga Rabu lalu (melawan PSG di Liga Champions),” tuturnya.
Senada, bek Setan Merah, Ashley Young tidak yakin aksi Fred terhadap Alexander Lacazette di paruh kedua itu layak diganjar penalti.
Menurutnya,  Lacazette melakukan aksi teatrikal setelah kontak dengan Fred di dalam kotak. “Dari posisi saya, saya tidak berpikir itu penalti,” ujar kapten United itu kepada BBC Sport.
(qur/pojoksatu)

Manchester United Pertanyakan Penalti Arsenal

POJOKSATU.id, LONDON – Manchester United telan kekalahan perdana di masa kepemimpinan Ole Gunnar Solskjaer usai dibungkam Arsenal dengan skor 0-2.
Sang manajer interim, Solskjaer pun menyuarakan ‘keberatannya’ atas kekalahan tersebut terlebih hadiah penalti yang diberikan wasit untuk tuan rumah.
Pria asal Norwegia itu menegaskan skuatnya tidak pantas dihukum penalti yang menjadi momen krusial dalam kekalahan 2-0 kontra Arsenal.
Menurutnya, penalti Arsenal di menit ke-69 itu berbau kontroversial karena Alexandre Lacazette terlalu mudah terjatuh setelah dihadang Fred di kotak terlarang.
Karena itu, ia yakin sang pengadil lapangan, Jonathan Moss akan menyesali keputusannya jika melihat tayangan ulang insiden tersebut.
“Saya sendiri menilai itu bukan penalti. Ini memang bukan hari keberuntungan buat kami,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
Namun begitu, ia tidak menampik jika timnya banyak membuang peluang di pertandingan tersebut.
“Kami mengawali laga ini secara lambat, mungkin karena kami masih sedikit kelelahan setelah laga Rabu lalu (melawan PSG di Liga Champions),” tuturnya.
Senada, bek Setan Merah, Ashley Young tidak yakin aksi Fred terhadap Alexander Lacazette di paruh kedua itu layak diganjar penalti.
Menurutnya,  Lacazette melakukan aksi teatrikal setelah kontak dengan Fred di dalam kotak. “Dari posisi saya, saya tidak berpikir itu penalti,” ujar kapten United itu kepada BBC Sport.
(qur/pojoksatu)

Liverpool Tempel City Lagi, Sengit sampai Akhir Musim

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Sempat terpaut selisih empat angka, Liverpool kembali memangkas jarak dengan pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris, Manchester City menjadi satu angka.
Kemenangan The Reds atas Burnley dengan skor 4-2 dalam duel lanjutan Liga Primer Inggris pekan 30, Minggu (10/3/2019) malam WIB menjadikan persaingan titel juara kembali sengit.
Roberto Firmino dan Sadio Mane masing-masing menyumbang dua gol. Sedangkan dua gol tim tamu dikreasi Westwood dan Gudmunds­son.
Tuan rumah sendiri sempat tertinggal lebih dulu, namun Firmino dan Mane tampil menjadi penyelamat untuk membalikkan keadaan dengan brace keduanya.
Dengan hasil gemilang yang diraup pasukan Jurgen Klopp ini, persaingan di papan atas pun kembali sengit.
Liverpool dan City berselisih satu angka bahkan keduanya sempat saling kudeta untuk memuncaki klasemen.
Kendati berada di bawah City, dari statistik pertandingan, Liverpool jauh lebih baik dari City yang baru mengalami sekali kekalahan.
Sedangkan pasukan Pep Guardiola telah menelan empat kekalahan dan telah mengemas 74 poin hingga pekan ke-30 ini.
(qur/pojoksatu)

Wayne Rooney Sesumbar Masih Pantas di Liga Primer Inggris

POJOKSATU.id, LONDON – Sejauh ini, Wayne Rooney cukup berkontribusi untuk DC United di pentas Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat.
Mantan bintang Manchester United berusia 33 tahun itu hengkang menuju negeri Paman Sam setelah singgah semusim di klub masa kecilnya, Everton.
Sejauh ini, mantan penggawa The Three Lions Inggris itu telah mengemas 12 gol di musim debutnya  yang tidak penuh tersebut.
Kendati masih terikat kontrak hingga Juni 2021 di DC United, namun Rooney ternyata mengungkapkan kerinduannya dengan atmosfir Liga Primer Inggris.
Ronney pun sesumbar jika dirinya masih cukup kompetitif untuk terlibat di pentas kompetisi kasta tertinggi negeri Ratu Elizabeth itu
“Jika saya boleh jujur, saya tahu kualitas saya, saya ini masih bisa bermain di Liga Primer,” kata Rooney kepada CNN Sport seperti dikutip dari Goal.
Rooney sangat yakin dirinya masih punya kemampuan untuk bersaing dengan para pemain di Liga Primer Inggris.
“Saya tahu itu. Saya selalu menjadi pribadi yang percaya diri dan saya juga punya ekspektasi tinggi akan diri sendiri,” ujarnya.
“Dan ya, saya datang ke sini [Amerika] dengan yakin bisa tampil apik. Dan saya pikir ada beberapa orang yang terkejut, yang sebelumnya punya opini masing-masing [terhadap saya], yang mana itu cukup adil, namun saya tidak pernah meragukan diri saya sama sekali,” pungkasnya.
(qur/pojoksatu)

Chelsea Jadi Penentu Juara atau Tidaknya Manchester City Musim Ini

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City akan menjamu Chelsea di Etihad Stadium, Minggu (10/2/2019) malam WIB dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 27.
Dikemukakan sang manajer, Pep Guardiola, jika timnya mampu memenangkan laga tersebut, maka kans The Citizens untuk memertahankan titel juara Liga Primer Inggris di musim ini semakin terbuka lebar.
City sendiri berpeluang kembali merebut pucuk klasemen setelah diambil alih Liverpool usai mengandaskan AFC Bournemouth dengan skor telak 3-0.
“Saya sudah tahu dalam lima atau enam tahun terakhir, juara bertahan tak bernasib baik dalam tahun berikutnya, semuanya keluar dari persaingan dan tidak memiliki kesempatan untuk memenangkan Liga Premier,” tuturnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
“Jika kami menang melawan Chelsea, itu akan membantu kami, dan saya yakin kami akan berjuang untuk menjadi juara lagi.,” tandasnya.
Sejauh ini Manchester City telah menelan empat kekalahan, dua kali lebih banyak dibanding musim sebelumnya.
Karena itu, Guardiola menginginkan timnya menjadi tim pertama yang memenangkan gelar liga berturut-turut dalam satu dekade.
“Dalam dua musim terakhir, Leicester dan Chelsea tidak memiliki peluang, tetapi kami ada di puncak. Itulah yang paling saya sukai, tetapi kami ingin berada di sana sampai akhir,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Curi Poin di Markas Everton, Manchester City Gusur Liverpool

POJOKSATU.id, LONDON – Manchester City sukses mencuri poin penuh di Goodison Park usai membungkam Everton dengan skor meyakinkan 2-0 di laga lanjutan Liga Primer Inggris pekan 26, Kamis (7/2/2019) dini hari WIB.
Dua gol tim tamu masing-masing didonasi Laporte di menit 45+2 dan Gabriel Jesus di masa injury time menit 90+7.
Dengan hasil gemilang ini sekaligus mengantarkan The Citizens ke puncak klasemen sementara untuk mengudeta Liverpool.
Copa del Rey, Real Madrid Imbangi Barcelona

City yang kini punya poin sama dengan Liverpool 62 berhak atas pucuk klasemen karena unggul secara produktivitas gol.
Skuat besutan Pep Guardiola menunjukkan penampilan terbaik di laga tersebut kendati bermain dihadapan pendukung tuan rumah.
Mereka tampil terbuka untuk memulai laga dengan konstruksi serangan yang dikreasi Sergio Aguero, Leroy Sane dan Bernardo Silva.
Sementara tuan rumah bukannya tanpa peluang, mereka menebar ancaman nyata pada menit ke-29. Hanya saja, sundulan yang dilepaskan Bernard setelah menerima umpan silang Theo Walcott masih melebar dari sasaran.
City berhasil meraih momentum pada menit kedua tambahan waktu babak pertama. Aymeric Laporte memecah kebuntuan kampiun Liga Primer lewat sundulan yang meneruskan tendangan bebas David Silva.
Memasuki interval kedua, hadirnya Raheem Sterling menggantikan peran Leroy Sane tak mengganggu ritme permainan City.
Sterling yang lolos dari penjagaan lawan pada menit ke-72 bahkan nyaris menggandakan skor jika sepakannya tak diblok.
Bermainnya Gylfi Sigurdsson membuat alur serangan dari Everton sebenarnya lebih gencar, tapi pertahanan City juga tak kalah rapi. Keunggulan satu gol hingga seperti akhir tak membuat Pep Guardiola cukup tenang.
Menit ke-82, Cenk Tosun punya kans mengejutkan City saat lolos dari kawalan di sisi kanan. Tapi striker Turki itu kalah cepat dalam adu lari dengan Ederson yang sigap keluar dari gawangnya untuk menjemput bola.
Dua pemain pengganti, Gabriel Jesus dan Kevin De Bruyne menjadi penyegel kemenangan City. Terobosan De Bruyne dimaksimalkan Jesus untuk menggandakan keunggulan bagi City pada menit ketujuh tambahan waktu babak kedua.
(goal/qur/pojoksatu)

Pep Guardiola Berharap Liverpool Tersandung

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Laga West Ham United kontra Liverpool  akan menjadi laga penutup pekan 25 lanjutan Liga Primer Inggris.
West Ham akan menjamu sang pemuncak klasemen sementara itu di London Stadium, Selasa (5/2/2019) dini hari WIB.
The Reds tentu wajib memenangkan laga tersebut jika ingin tetap menjaga jarak poin dengan pesaing terdekat mereka, Manchester City yang sukses mendapat tambahan tiga angka pekan ini usai mengandaskan Arsenal 3-1.
Manajer Manchester City – Pep Guardiola
The Citizens yang kini telah mengemas 59 poin pun sukses memangkas jarak angka menjadi Liverpool menjadi selisih dua.
Karena itu, sang manajer, Pep Guardiola berharap Liverpool tersandung alias kalah dalam pertandingan dini hari (WIB) nanti atas West Ham.
“Saya lebih suka berada di posisi Liverpool ketimbang di posisi kami berada saat ini,” kata Guardiola seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman livescore.
Sempat pesimistis dalam perburuan titel juara musim ini, Pep pun kini kembali optimistis dan siap mencuri momen untuk mengudeta pucuk klasemen.
“Tekanannya saat kamu berada di belakang. Jika kehilangan poin, itu lebih sulit. Saat kamu di atas dengan jarak yang bagus, kamu masih di atas saat kehilangan poin,” tuturnya.
“Saat kami kalah dari Newcastle pekan lalu, semua orang berpikir Liverpool akan menjauh karena akan menang atas Leicester. Ternyata tidak (Liverpool 1-1 Leicester City),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Trigol Sergio Aguero, Dekatkan Manchester City ke Puncak Klasemen

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City tampil mengesankan di laga lanjutan pekan 25 Liga Primer Inggris dengan membungkam Arsenal di Etihad Stadium dengan skor meyakinkan 3-1, Senin (4/1/2019) dini hari WIB.
Sergio Aguero tampil mengesankan dipertandingan tersebut dengan memborong tiga gol alias mencetak hat-trick di menit 1, menit 44 dan menit 61.
Sementara tim tamu hanya sanggup menyarangkan satu gol gol di menit 11 yang dikreasi Laurent Koscielny.

Dengan hasil impresif ini, City yang telah mengemas 59 poin kini memangkas jarak dua poin dengan Liverpool yang masih kokoh di puncak klasemen.
Namun, The Reds yang baru akan bertanding besok malam bisa kembali memperlebar jarak jika mampu membungkam West Ham United.
Tuan rumah tampil mengesankan sejak wasit meniup peluit kick-off tanda pertandingan dimulai.
Terbukti, Aguero langsung tancap gas dan sukses mengoyak jala The Gunners. Skuat besutan Unai Emery gagal menghalau serangan yang dikonstruksi Aymeric Laporte yang mengirim umpan crossing pada Aguero, yang mampu dikonversi menjadi gol oleh pemain asal Argentina itu.
City menaikkan tempo dan mereka meminta hadiah penalti beberapa saat kemudian ketika Aguero berduel dengan Shkodran Mustafi, namun wasit Martin Atkinson tidak menunjuk titik putih.
Laporte sempat meneruskan umpan tendangan bebas Kevin De Bruyne dengan sundulan kepala dan ia sudah terjebak off-side, namun Kyle Walker harus melakukan penyelamatan di sisi yang lain ketika pertahanan City membuat Arsenal bisa masuk.
Memasuki menit ke-11, Arsenal sempat membuat asa setelah berhasil menyamakan kedudukan melalui situasi sepak pojok yang mampu dituntaskan Koscielny.
Tanpa kawalan berarti, ia dengan mudah menyobek jala City dengan tandukan kepalanya menjurus ke sisi atas gawang.
Namun, City mampu unggul kembali di menit 43. Raheem Sterling melakukan kerjasama yang apik dengan Ilkay Gundogan untuk memberikan umpan crossing yang bisa dituntaskan Aguero dengan sontekan di depan gawang.
Usai turun minum, City kembali dominan. Bernardo Silva memiliki peluang, namun hanya melambung. David Silva juga salah umpan crossing dari posisi yang bagus di sisi kiri.
Berd Leno melakukan usaha bagus dengan menangkap bola lepas di dalam kotak enam yard ketika barisan penyerang City menumpuk di pertahanan Arsenal, dan Mustafi melakukan pertahanan yang bagus untuk menghentikan pergerakan Aguero.
Aguero akhirnya mencetak hat-trick dan membawa City unggul 3-1 pada menit ke-61 ketika bintang asal Argentina itu berhasil memanfaatkan umpan crossing. Pihak Arsenal sempat memprotes karena menganggap sang striker mencetak gol dengan tangannya, namun wasit tetap mensahkan gol tersebut.
Arsenal melakukan dua pergantian, Aaron Ramsey menggantikan Alex Iwobi dan Denis Suarez menjalani debut dengan menggantikan Sead Kolasinac. Mereka nyaris kebobolan lagi ketika usaha Bernardo Silva mampu digagalkan Leno.
Sedangan di menit-menit tersisa, City melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Riyad Mahrez dan menarik keluar De Bruyne. Tim besutan Pep Guardiola itu menyegel tiga poin penting untuk menjaga persaingan dengan Liverpool.
(qur/pojoksatu)

Liverpool Gagal Perlebar Jarak dengan Manchester City

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Kegagalan Liverpool menyegel poin penuh di laga kandang mereka kembali membuka asa Manchester City dalam perebutan titel juara Liga Primer Inggris musim ini.
The Reds harus puas berbagi angka satu dengan tamunya, Leicester City usai bermain imbang 1-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris, pekan 24, di Anfield, Kamis (31/1/2019) dini hari WIB.
Tuan rumah sendiri sempat unggul terlebih dahulu lewat gol cepat Sadio Mane di menit 3. Namun tuan rumah memupusnya setelah Harry Maguire mampu menyamakan kedudukan jelang turun minum di menit 45+2.
Dengan tambahan satu angka ini, Liverpool yang telah mengumpulkan 61 poin ini terpaut selisih lima angka dari Man City.
The Citizens sendiri menuai hasil buruk di pekan ini setelah dibekuk Newcastle United dengan skor ketat 1-2, kemarin.
Liverpool sendiri sebenanrya tampil cukup mengesankan sejak wasit meniup peluit kick-off tanda pertandingan dimulai.
Terbukti, saat laga baru memasuki menit ke-3, Sadio Mane sudah mampu membuat stadion bergemuruh usai mengoyak jala Kasper Schmeichel untuk membawa tuan rumah memimpin.
Gol cepat tersebut tampak menjadi sinyal akan terciptanya gol-gol lain bagi tuan rumah, dan Schmeichel harus membendung usaha Roberto Firmino sebelum sundulan Mane membuahkan tendangan sudut.
Namun, tim tamu mampu bangkit jelang turun minum, bahkan mampu menyamakan kedudukan lewat kerjasama apik Maguire dan Ben Chilwell di dalam kotak terlarang Liverpool.
Skor imbang 1-1 pun tak berubah di interval kedua karena permainan sedikit terganggu dengan salju yang turun dengan deras di laga tersebut.
(qur/pojoksatu)

Debut Memalukan Gonzalo Higuain di Liga Primer Inggris

POJOKSATU.id, BOURNEMOUTH – Gonzalo Higuain harus mengalami momen yang tak menyenangkan setelah debutnya bersama Chelsea di Liga Primer Inggris diwarnai kekalahan telak timnya atas AFC Bournemouth.
The Blues secara mengejutkan takluk di tangan Bournemouth dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 24, di Vitality Stadium, Kamis (31/1/2019) dini hari WIB dengan skor telak 4-0.
Josh King tampil mengesankan di laga tersebut setelah mendonasi dua gol di menit 47 dan menit 74. Dua gol tuan rumah lainnya masing-masing dikreasi Brooks di menit 63 dan Daniels menit 90+5.

Dengan hasil minor ini, Chelsea gagal menjauh dari Arsenal dan Manchester United dalam persaingan tempat di posisi keempat klasemen.
Sementara bagi Higuain sendiri, ini adalah laga keduanya tanpa mencetak gol, kendati di laga perdananya bersama The Blues di Piala FA berakhir untuk kemenangan timnya 3-0 atas Sheffield Wednesday.
Eks striker Juventus dan AC Milan sendiri hanya bermain hingga menit 65 setelah sang manajer, Maurizio Sarri menariknya keluar untuk kemudian perannya digantikan Olivier Giroud.
Gonzalo Higuain memutuskan bergabung dengan Chelsea di bursa transfer pemain musim dingin awal tahun ini setelah setengah musim dipinjamkan Juventus ke AC Milan.
(qur/pojoksatu)