liverpool vs barcelona

Terungkap…Begini Cara Klopp Bikin Pemain Liverpool Tampil Kesetanan Lawan Barca

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Sebelum laga leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19, Liverpool tentu saja tidak diunggulkan bisa lolos ke final. Maklum pada leg pertama mereka taklu 0-3. Tapi tak disangka The Reds malah menang -0.
Liverpool membuat salah satu penampilan Eropa paling berkesan dalam sejarah saat mereka menghancurkan juara Spanyol untuk bangkit kembali dari kekalahan 3-0 di leg pertama.
Divock Origi dan Georginio Wijnaldum sama-sama mencetak brace. Liverpool pun membuat sejarah dan menjadi tim pertama yang membalikkan defisit tiga gol di semifinal Liga Champions.
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp yang emosional usai laga, menjelaskan apa yang dia katakan kepada timnya sebelum pertandingan di Merseyside, Selasa (7/5/2019) malam atau Rabu dini hari WIB.
“Porsi kinerja dan permainan sebenarnya terlalu berlebihan,” kata Klopp mengomentari penampilan anak asuhnya kepada BT Sport.
“Saya berkata kepada anak-anak sebelum pertandingan, itu tidak mungkin (mengejar defisit 3 gol). Tetapi karena itu Anda (pemain Liverpool), maka kita memiliki kesempatan,” tuturnya.
“Saya telah menyaksikan begitu banyak pertandingan sepakbola, saya tidak dapat mengingat banyak hal seperti ini. Anda bermain melawan tim terbaik di dunia, Anda tidak diizinkan untuk menyerah, Anda harus mencetak gol…. ‘Menang sudah sulit, tetapi menang dengan clean sheet? Saya tidak tahu bagaimana kami melakukannya. Saya tidak tahu bagaimana anak-anak itu melakukannya, sungguh luar biasa bagaimana anak-anak itu bertahan. ”
Origi membuka skor dalam 10 menit pertama, yang pertama kalinya di kompetisi, untuk memberi harapan timnya karena skor tetap sama saat istirahat.
Tim tuan rumah semain bersemangat di babak kedua, setelah Wijnaldum yang datang dari bangku cadangan mencetak gol dua kali dan Origi mencetak gol keempat untuk mengamankan tiket final.
Selanjutnya Liverpool akan bertemu dengan Tottenham atau Ajax di final Liga Champions untuk kedua berturut-turut setelah kalah dari Real Madrid tahun lalu. Spurs akan ke Amsterdam pada Rabu malam ini untuk mencapai final Liga Champions pertama mereka, tetapi mereka harus membalas kekalahan 1-0 di London utara.
Final Liga Champions musim ini akan berlangsung pada Sabtu 1 Juni atau Minggu (2/6/2019) dini hari WIB di stadion Wanda Metropolitano, markas Atletico Madrid.
(fat/pojoksatu)

Babak Belur di Markas Liverpool, Bomber Barcelona: Kami Seperti Anak-anak

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Bomber Barcelona, Luis Suarez sangat kecewa dengan pertahanan timnya saat Liverpool melakuan comeback luar biasa di Anfield Stadium, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. Pada laga leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19 itu, Barca secara mengejutkan takluk 0-4.
Kekalahan yang membuat Blaugrana tersingkir meski pada leg pertama menang 3-0 di Camp Nou.
“Tidak dapat dibayangkan bahwa kami, Barcelona, ​​kebobolan dua gol hanya dalam satu menit,” kata Suarez kepada wartawan setelah pertandingan, menurut Sam Marsden dari ESPN.com. “Kami bertahan seperti anak-anak untuk tujuan keempat.”
Gol keempat benar-benar membuat Barca lengah ketika Trent Alexander-Arnold melakukan tendangan sudut cepat. Divock Origi datang dengan penyelesaian sempurna untuk membuat Liverpool unggul 4-0 sekaligus mengubah agregat menjadi 4-3.
Origi membuka keunggulan Liverpool di babak pertama, tetapi drama yang sebenarnya terjadi di babak kedua ketika Georginio Wijnaldum mencetak dua gol dalam rentang waktu tiga menit.
Setelah menit 56, edua tim bermain dalam tekanan luar biasa karena aggregat menjadi sama 3-3. Hingga akhirnya Origi memberi Liverpool keunggulan yang dibutuhkan untuk maju ke final UCL.
Pertahanan Barcelona tentu saja mengecewakan, karena untuk ketiga kalinya selama musim 2018-19, Barca kebobolan empat gol dalam satu laga. Barca sebenarnya masih bisa lolos jika mencetak satu gol saja pada laga dini hari tadi, mendapatkan keuntungan dari gol tandang.
Dengan mengingat hal itu tida terjadi, Suarez dan Lionel Messi layak menerima banyak kritikan dari siapa pun karena tidak memberi kontribusi nyata di lini depan.
(fat/pojoksatu)

Usai Dibantai Liverpool, Messi Ditinggal Bus Barcelona ke Bandara

POJOKSATU.ID, LIVERPOOL – Superstar Barcelona, Lionel Messi ketinggalan bus tim usai digulung Liverpool 0-4, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. Messi pun terpaksa menyusul rekan-rekannya ke bandara seorang diri.
Seperti diketahui, Messi dan kolega baru saja melewati malam mengerikan nan mengejutkan. Menang 3-0 di leg pertama, tak disangka anak asuh Ernesto Valverde itu takluk 0-4 di Anfield pada leg kedua semifinal Liga Champions 2018/19, dini hari tadi.
Divock Origi dan Georginio Wijnaldum masing-masing mencetak brace ke gawang Marc-Andre ter Stegen.
Menurut El Chiringuito seperti dilansir Metro, Messi ketinggalan bus tim karena menjalani tes doping.
Tes doping yang dilakoni La Pulga berlangsung cukup lama. Hal itu membuat bus tim langsung menuju bandara Liverpool John Lennon saat pemain berusia 31 tahun itu masih berada di Stadion Anfield.
Setelah tes doping selesai, Messi langsung meninggalkan stadion menyusul rekan-rekan setimnya yang sudah lebih dahulu berangkat menuju bandara untuk kembali ke Spanyol.
Saat berjalan melewati mixed zone, Messi tidak berbicara sepatah kata pun pada awak media. Kapten Barcelona ini hanya menundukkan kepalanya.
(fat/pojoksatu)

Pasti Banyak yang Tak Sadar, Messi Ternyata Tak Pernah Cetak Gol Tandang Sejak 2013

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Lionel Messi memang tidak pantas disalahkan atas kekalahan telak Barcelona dari Liverpool, Rabu (8/5/2019) dini hari tadi WIB. Namun sebagai superstar Blaugrana, Messi pasti jadi sorotan.
Barcelona gagal ke final Liga Champions musim 2018/19 setelah dibantai Liverpool empat gol tanpa balas di Anfield, dini hari tadi. Barca tersingkir karena kalah aggregat 3-4.
Dari kekalahan mengejutkan itu, performa superstar Blaugrana, Lionel Messi. Peraih lima Ballon d’Or itu tampil sangat buruk pada laga dini hari tadi WIB.
Musim ini, Messi bersama Barcelona memang sangat berambisi meraih treble winner untuk ketiga kali sepanjang sejarah klub. Dan ketika anak asuh Ernesto Valverde itu menang 3-0 di Camp Nou pekan lalu, kubu Barca sangat optimis lolos ke final sekaligus mewujudkan misi trigelar.
Messi pun tampil memukau sejak babak penyisihan. Tapi segalanya berubah di luar dugaan ketika melawat ke markas Liverpool.
Messi gagal memberikan pengaruh kepada timnya untuk menghasilkan satu gol tandang pun agar kebangkitan Liverpool bisa teredam.
Malah dari catatan Marca, Messi kehilangan bola 17 kali pada laga dini hari tadi. Angka tertinggi kedua di antara pemain Barcelona setelah Jordi Alba (21 kali). Sepanjang laga superstar asal Argentina itu hanay 41 kali menyentuh bola. Bukti para pemain The Reds sukses menjaga pergerakannya dengan baik.
Messi mungkin terlibat dalam delapan peluang Barcelona mencetak gol, tapi sebuah peluang emasnya di pertengahan babak kedua gagal dimanfaatkan. Malah Liverpool yang mencetak gol keempat lewat Divock Origi 11 menit sebelum laga bubar. Gol yang memastikan tim besutan Jurgen Klopp melenggang ke final.
Catatan buruk lainnya, dikutip dari Squawka adalah ternyata Messi tak pernah mencetak gol tandang setelah babak 16 besar UCL, dalam enam tahun terakhir. Messi terakhir kali membobol gawang lawan pada laga away yaitu ketika menghadapi PSG di leg pertama babak perempat final pada 2013 lalu.

Lionel Messi has not scored a #UCL goal away from home beyond the Round of 16 since April 2013 vs. PSG.
David Beckham was in the opposition midfield. pic.twitter.com/FHWBLV87RS
— Squawka Football (@Squawka) May 7, 2019

Kala itu Messi mencetak gol pembuka di Parc de Princess. Pertandingan itu kemudian berakhir dengan skor 2-2. Barcelona lolos ke semifinal setelah pada leg kedua bermain imbang 1-1 di Camp Nou.
Pada musim 2012/2013 itu, Barcelona gagal ke final setelah disingkirkan Bayern Muenchen dengan aggregat 7-0. Bayern akhirnya eluar sebagai juara dengan mengalahkan Borussia Dortmund di partai puncak.
(fat/pojoksatu)

Ini Statistik Messi Saat Barca Dibantai Liverpool, Memang Sangat Buruk!

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Barcelona gagal ke final Liga Champions musim 2018/19 setelah dibantai Liverpool empat gol tanpa balas di Anfield, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB. Barca tersingkir karena kalah aggregat 3-4.
Dari kekalahan mengejutkan itu, performa superstar Blaugrana, Lionel Messi. Peraih lima Ballon d’Or itu tampil sangat buruk pada laga dini hari tadi WIB.
Musim ini, Messi bersama Barcelona memang sangat berambisi meraih treble winner untuk ketiga kali sepanjang sejarah klub. Dan ketika anak asuh Ernesto Valverde itu menang 3-0 di Camp Nou pekan lalu, kubu Barca sangat optimis lolos ke final sekaligus mewujudkan misi trigelar.
Messi pun tampil memukau sejak babak penyisihan. Tapi segalanya berubah di luar dugaan ketika melawat ke markas Liverpool.
Messi gagal memberikan pengaruh kepada timnya untuk menghasilkan satu gol tandang pun agar kebangkitan Liverpool bisa teredam.
Malah dari catatan Marca, Messi kehilangan bola 17 kali pada laga dini hari tadi. Angka tertinggi kedua di antara pemain Barcelona setelah Jordi Alba (21 kali). Sepanjang laga superstar asal Argentina itu hanay 41 kali menyentuh bola. Bukti para pemain The Reds sukses menjaga pergerakannya dengan baik.
Messi mungkin terlibat dalam delapan peluang Barcelona mencetak gol, tapi sebuah peluang emasnya di pertengahan babak kedua gagal dimanfaatkan. Malah Liverpool yang mencetak gol keempat lewat Divock Origi 11 menit sebelum laga bubar. Gol yang memastikan tim besutan Jurgen Klopp melenggang ke final.
Catatan buruk lainnya, dikutip dari Squawka adalah ternyata Messi tak pernah mencetak gol tandang setelah babak 16 besar, sejak enam tahun terakhir. Terakhir kali ia membobol gawang lawan pada laga away yaitu ketika menghadapi PSG pada 2013 lalu.
(fat/pojoksatu)

Comeback Liverpool yang Terbaik di Liga Champions

POJOKSATU.id, JAKARTA – Leg kedua babak semifinal Liga Champions antara Liverpool vs Barcelona memberikan hasil mengejutkan.
Liverpool mampu mencetak empat gol tanpa balas yang membuat Barcelona tersingkir dengan agregat 4-3.
Pada pertandingan tersebut, harapan Liverpool mengejar ketertinggalan terbuka saat Divorck Origi mencetak gol di menit ke-7.
Di babak kedua, dua gol Georginio Wijnaldum makin menguatkan harapan Liverpool untuk Lolos ke final.
Harapan tersebut akhirnya terwujud setelah Origi kembali mencetak gol keduanya. Pertandingan berakhir dengan skor 4-0.
Tersingkirnya Barcelona oleh Liverpool mengingatkan kejadian saat lawan Roma tahun lalu.
Ketika itu, Barca unggul 4-1 di leg pertama. Namun mereka tersingkir di babak perempat final usai di leg kedua ditumbangkan dengan skor 3-0. Roma lolos dengan keunggulan gol tandang.
Dilansir BBC, cerita lain comeback terbaik di Liga Champions datang dari Chelsea. Sebelum jadi kampiun Liga Champions 2011/2012, The Blues kalah telak 1-3 dari Napoli di babak pertama.
Namun di babak kedua, mereka membalikkan keadaan 4-1 dan membuat agregat menjadi 5-4.
Kemudian ada Deportivo La Coruna. Pada leg pertama babak perempat final Liga Champions 2004 mereka kalah 4-1 dari Milan.
Namun, di leg kedua Deportivo membalikkan situasi dengan kemenangan telak 4-0. Sayangnya, langkah mereka berakhir di babak semifinal setelah disingkirkan Porto.
Selain pernah tersingkir, Barcelona juga pernah sukses comeback. Yakni pada tahun 2017, dimana ketika di leg pertama babak 16 besar, mereka takluk dari PSG dengan skor 4-0.
Di leg kedua, rupanya mereka mampu membalas dengan skor telak 6-1. Dengan agregat 6-5, Barcelona pun lolos ke babak perempat final.
(zul/pojoksatu)

Dikalahkan Liverpool 4-0, Valverde : Itu Hasil yang Mengerikan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ernesto Valverde tak bisa bicara banyak atas kekalahan Barcelona dengan skor telak 4-0 dari Liverpool.
Sebelumnya, Barcelona di atas angin karena di leg pertama mereka unggul 3-0. Datang ke Anfield, mereka hanya perlu mempertahankan kemenangan untuk bisa lolos.
Nyatanya, sebaliknya. Barcelona justru tersingkir. Skuad asuhan Jurgen Klopp mampu bangkit dan membalikkan keadaan dengan mencetak 4-0.
Hasil tersebut membuat Barcelona mengubur impian untuk menjuarai Liga Champions musim ini.
“Ini adalah hasil yang mengerikan bagi para penggemar kami dan bagi diri kami sendiri. Ini benar-benar, sangat disayangkan, tetapi kredit untuk Liverpool. Kami mencoba untuk duduk sedikit lebih dalam, tetapi pertandingan berakhir dengan kami dengan gol keempat. Kami tidak bisa merespons,” ujarnya dikutip dari BBC.
“Saya tidak tahu bagaimana itu akan mempengaruhi saya, di sinilah kita, pelatih harus bertanggung jawab.
“Ini sangat menyakitkan bagi kami, terutama untuk orang-orang kami, ini tahun kedua mereka kembali seperti itu,” sambungnya.
Sementara itu, pemain Barcelona Busquets meminta maaf kepada penggemar atas hasil di Anfield.
“Saya minta maaf kepada penggemar karena setelah di Roma, sekarang terjadi lagi, ini sangat sulit, jatuh dengan seperti itu saat mendapat hasil bagus di leg pertama,” ucapnya.
(zul/pojoksatu)

Singkirkan Barcelona, Jurgen Klopp : Saya Tidak Tahu Bagaimana Mereka Melakukannya

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp tampaknya masih tak percaya dengan hasil yang diraih skuad asuhannya di leg kedua babak semifinal Liga Champions, Rabu (8/5) dini hari WIB.
Tertinggal 3-0 di leg pertama, Liverpool mampu bangkit dengan mencetak empat gol dan menyikirkan Barcelona dengan agregat 3-4.
“Menang itu sulit tetapi dengan clean sheet, saya tidak tahu bagaimana mereka melakukannya,” ujar Klopp kepada BBC.
Kemenangan 4-0 di Anfield, dikatakan Klopp sangat berarti baginya, pemain juga fans.
“Itu sangat berarti bagi kita semua,” katanya. “Ada hal-hal yang lebih penting di dunia. Tetapi menciptakan suasana emosional bersama ini begitu istimewa. Ini semua tentang para pemain.
“Campuran antara potensi dan keragu-keraguan (ketidakpercayaan) adalah kesatuan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ini menunjukkan apa yang mungkin terjadi di sepakbola. Sangat menyenangkan,” paparnya.
Senada, salah satu pahlawan Liverpool dini hari tadi, Wijnaldum mengatakan timnya menunjukkan “semuanya mungkin dalam sepak bola” setelah comeback untuk mencapai final Liga Champions kedua berturut-turut.
“Setelah pertandingan di Spanyol kami yakin kami bisa mencetak empat dan menang 4-0,” katanya.
“Orang-orang di luar meragukan kami. Mereka pikir kami tidak bisa melakukannya. Tetapi sekali lagi kami menunjukkan semuanya mungkin dalam sepakbola,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Prediksi Line-up Liverpool Vs Barcelona, Siapa Gantikan Salah dan Firmino?

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Klub Premier League, Liverpool akan melakoni laga krusial kontra Barcelona, Rabu (8/5/2019) dini hari WIB di Anfield Stadium. Pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions ini, The Reds dipastikan tanpa dua bomber andalannya, Roberto Firmino dan Mohamed Salah.
Kedua penyerang Liverpool itu mengalami cedera dan akan melewatkan perjuangan rekan-rekannya membalas kekalahan 0-3 dari Barca pada leg pertama lalu.
Lalu siapa yang akan dipilih Jurgen Klopp untuk mengisi posisi Firmino dan Salah?
Klopp tampaknya tidak punya banyak opsi di lini depan. Bintang muda asal Belgia, Divock Origi sepertinya akan jadi penyerang utama menggantikan peran Firmino.
Sementara pos yang ditinggal Salah tampaknya akan diisi oleh Xherdan Shaqiri. Meski kalah pamor dari Salah, Shaqiri sesungguhnya punya kualitas untuk merepotkan lini belakang Barcelona.
Naby Keita juga absen, sehingga lini tengah The Reds kemungkinan akan diperkuat trio Fabinho, Wijnaldum dan Henderson.
Adapun di lini belakang, Virgil van Dijk tetap jadi andalan ditemani Joel Matip. Sementara Robertson dan Alexander-Arnold membantu dari kedua sisi sayap.
Alisson yang kebobolan tiga kali di Camp Nou pekan lalu diharapkan tampil lebih baik malam ini. Sebab satu gol yang bersarang ke gawangnya, akan membuat beban kerja lini depan semakin bertambah untuk mengejar defisit.
Dari kubu Barcelona, Ernesto Valverde sepertinya tidak akan merombak suat The Winning Team. Lionel Messi dan Luis Suarez akan berduet di lini depan. Phillippe Coutinho tampaknya akan ditarik sedikit lebih ke belakang untuk membuat barisan gelandang dihuni empat pemain.
Kerjasama Gerard Pique dan Clement Lenglet di barisan pertahanan diharapkan Valverde mampu meredam ambisi tuan rumah yang membidik kemenangan empat gol.
Berikut prediksi laine-up Liverpool vs Barcelona:
Liverpool
Alisson; Alexander-Arnold, Matip, Van Dijk, Robertson; Henderson, Fabinho, Wijnaldum; Shaqiri, Origi, Mane
Barcelona
Ter Stegen; Roberto, Pique, Lenglet, Alba; Rakitic, Busquets, Vidal, Coutinho; Messi, Suarez
(fat/pojoksatu)

Jadwal Siaran Langsung Liverpool Vs Barcelona Malam Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Leg kedua babak semifinal Liga Champions 2018/19 akan dihelat malam ini, atau Rabu (8/5/2019) dinihari WIB. Liverpool akan menghadapi Barcelona di Stadion Anfield.
Seperti diketahui pada leg pertama pekan lalu, Barca membantai The Reds di Camp Nou dengan skor mencolok 3-0.
Dengan demikian, Liverpool dituntut menang dengan margin minimal empat gol jika ingin mengulang sukses musim lalu, tampil di final Liga Champions.
BACA JUGA: Luis Suarez Janji Tak Akan Rayakan Gol ke Gawang Liverpool
Sementara bagi Barcelona, tentu hanya butuh hasil imbang di Anfield untuk melenggang ke final. Bahkan kalah tidak lebih dari dua gol pun cukup bagi Barca untuk lolos ke partai puncak.
 
Jadi dipastikan pertandingan malam ini akan berlangsung seru. Jangan lewatkan laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Liverpool kontra Barcelona.
Jadwal siaran sangsung bola malam ini:
BACA JUGA: Lima Pemain Liverpool Ini Tak Bisa Tergantikan
Liga Champions
02:00 WIB – Liverpool vs Barcelona – RCTI, TSB 1 (Live)
(fat/pojoksatu)