Logo PSMS

Spanduk Penuh Hujatan Ramai Terpasang di Jalanan Medan, Begini Tanggapan Syukri Wardi

POJOKSATU.id, MEDAN-Dualisme PT yang menaungi PSMS pada Kompetisi Liga 2 musim ini, berimbas pada pemandangan di beberapa ruas jalanan Kota Medan, sejak kemarin, Kamis (27/6/2019).
Pasalnya, spanduk dengan kata-kata tajam tertuju untuk Komisaris Utama PT PeSeMeS Medan, Syukri Wardi terpampang nyata di beberapa sudut Kota Medan, seperti Jalan Sudirman, Simpang Pos, Simpang Iskandar Muda, Belakang Rumah Wali Kota, juga depan Rumah Gubernur.
‘Syukri Wardi Kau Salah Pilih Lawan’, ‘Syukri Jangan Olah PSMS Cukup Pertamina yang Kau Olah’, ‘Syukri Wardi =Penipu=, ‘Syukri Wardi = Iblis, PSMS Bukan Punya Kau’, ini adalah deretan kalimat yang tertulis di spanduk-spanduk itu.
Ini tak terlepas dari kasus Syukri Wardi yang melaporkan semua pihak ke Polda Sumut karena dugaan penyalahgunaan logo PSMS, baik sponsor yang pernah mensponsori PSMS sejak 2017 baik di Liga 1 dan Liga 2, juga operator liga. Pihaknya mengklaim sebagai pihak yang memiliki akte notaris dan Kemenkumham yang sah atas kepemilikan logo PSMS bukan PT Kinantan Indonesia yang kini sebagai PT yang terdaftar di PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk mengikuti kompetisi.
Imbasnya, seluruh sponsor yang sejatinya mau membantu finansial tim musim ini memilih tarik diri karena ikut dipanggil Polda Sumut, sejak tanggal 24 Juni 2019, bahkan PT LIB pun disebut akan diperiksa Polda Sumut tanggal 2 Juli 2019 untuk dimintai keterangan mengapa menyetujui PSMS di bawah naungan PT Kinantan Indonesia yang ikut liga.

Spanduk-spanduk itupun diduga sebagai reaksi yang gerah melihat persoalan yang terjadi padahal pada saat yang bersama tim sedang berjuang di Liga 2, dan sudah memenangkan dua pertandingan away (PSPS 3-2 dan Persibat 1-0).
Syukri Wardi yang dimintai keterangan soal ini, tak ambil pusing. “Enggak terkejut dengan spanduk-spanduk itu, harus disyukuri. Biasa saja. Sejuta poster bisa menghapus dosa-dosa saya. Mungkin karena cintanya (si pemasang spanduk) sama PSMS. Ini lebih baik, karena cinta ke PSMS daripada mencintai oknumnya,” ujarnya di hadapan awak media, di Hotel Madani, Kamis (27/6/2019) sore.

Diapun mengatakan soal laporan ke polisi yang menyeret sponsor dan PT LIB adalah hal yang semestinya. “Kehilangan sponsor musim ini bagi PSMS (yang berlaga saat ini) adalah risiko, karena memang income klub salah satunya dari sponsor. Sedangkan untuk PT LIB ini adalah pembelajaran buat PSSI agar seluruh kontestan yang ikut kompetisi harus menggunakan logo yang disahkan pemerintah untuk menghindari dualisme dan konflik. Kami jelas ada semua bukti yang sah, bukan main-main kami melaporkan ini,” ungkapnya.
Syukri menyebut tak ada niat menghancurkan PSMS yang saat ini sedang berkompetisi. Menurutnya, pihaknya sudah membuka diri untuk berdiskusi, dengan lahirnya somasi ke klub PT Kinantan Indonesia sejak 2018.
“Tapi malah dibalas dengan gugatan ke pengadilan. Saya sudah turunkan tensi, kan jarang saya bicara di surat kabar. Tapi pihak-pihak lain fitnah saya macam-macam,” jelasnya. (nin/pojoksatu)