Luis Milla

Mario Gomez Ungkap Alasan Luis Milla Susah Berkiprah di Indonesia

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez turut mengomentari perang kata-kata antara PSSI dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla.
Milla yang memutuskan tak ingin meneruskan kiprahnya bersama skuat Garuda menyebut PSSI bekerja tidak profesional.
Tak terima dengan pernyataan Milla tersebut, PSSI pun balik menyebut sepanjang menukangi Timnas Indonesia, pelatih asal Spanyol itu majal prestasi.

Terkait hal itu, Gomez yang pernah mengenal Milla sebagai pemain dan pelatih menyebut, Milla tidak cocok bekerja di lingkungan PSSI.
Karakter positif yang dimiliki Milla dianggap tidak sesuai dengan iklim PSSI.”Indonesia kehilangan Milla. Kami pernah bekerja sama di Malaysia dan dia orang baik. Pemain yang sangat bagus dan pelatih kepala yang sangat bagus,” tutur Gomez seperti dikutip dari Bolalob.
“Tetapi dia tidak bisa bekerja di sini (Indonesia). Dia tidak bisa bekerja dengan PSSI. PSSI bersih, tetapi orang-orangnya tidak bersih,” tandas pelatih asal Argentina itu.
PSSI sendiri menunjuk asisten Milla, Bima Sakti sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia menghadapi ajang Piala AFF 2018.
(qur/pojoksatu)

Disebut Tidak Profesional oleh Luis Milla, PSSI Cuma Bisa Bilang Begini

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Asosiasi sepak bola Indonesia, PSSI disebut tidak profesional oleh Luis Milla, eks pelatih Timnas Indonesia. Menanggapi tudingan tersebut, PSSI menyebut memang Milla yang sudah tidak mau perpanjang kontrak.
Sebelumnya, PSSI memang sudah mengumumkan menunjuk Bima Sakti sebagai pelatih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Hal itu sekaligus menandakan kalau PSSI sudah pasti tak akan memakai jasa Milla.
Penunjukkan itu langsung direspons oleh Milla. Pelatih asal Spanyol itu mengucapkan salam perpisahan di Instagram pribadinya dengan sangat emosional.
BACA JUGA:
Klasemen La Liga Usai Jornada 9: Barcelona Kembali Bertakhta, Real Madrid Terjun Bebas
Klasemen Sementara Grup A Piala Asia U-19: Indonesia Masih Berpeluang Lolos, tapi Berat!
Eks pemain Real Madrid itu menyebut bobroknya manajemen PSSI. Dia juga mengisyaratkan kalau sebenarnya masih ingin menangani skuad Garuda.
“Kontrak Milla itu sudah habis, dan sudah selesai. Memang, saat pembayaran gaji itu, kami (PSSI) sering terlambat, saya akui. Makanya Milla bilang di situ, bahwa PSSI itu tidak profesional,” ungkap Anggota Exco PSSI, Yoyok Sukawi dikutip dari Jawapos.com.

Timnas U-23 Indonesia kalah dari Uni Emirat Arab U-23 lewat drama adu penalti dengan skor 4-3 (2-2) di babak 16 besar Asian games 2018. (pssi.org)Menurut Yoyok, yang ditulis Milla bukanlah soal pemutusan kontrak. Karena sejatinya kontrak pelatih asal Spanyol itu sudah berakhir usai Asian Games 2018.
“Itu bukan memutuskan kontrak sepihak. Tapi memang betul yang dikatakan Milla, ada masalah gaji,” tandas dia.
(fat/pojoksatu)

Curhat Luis Milla di Instagram, dari Ucapkan Terima Kasih, Salam Perpisahan Hingga Sentil Profesionalisme PSSI

POJOKSATU.id, SPANYOL – Luis Milla akhirnya memutuskan tak meneruskan kiprahnya bersama Timnas Indonesia meski PSSI telah menambah durasinya hingga tahun depan.
Lama bungkam sejak kepulangannya ke Spanyol pasca gelaran Asian Games 2018, Milla buka-bukaan lewat akun Instagram miliknya.
Pelatih berusia 52 tahun asal Teruel Spanyol itu pun menulis cukup panjang berisi segala hal tentang kondisi dirinya selama membesut Hansamu Yama dan kawan-kawan.

 

View this post on Instagram

 
Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas dedikasi dan waktunya Selena ini.
A post shared by Luis Milla (@luismillacoach) on Oct 21, 2018 at 7:53am PDT

Lewat dua bahasa, Inggris dan Spanyol, Milla menyebut keputusannya tersebut sangat berat namun ia mengaku harus diambil karena berbagai pertimbangan.
“Hari ini tidak mudah bagi saya, karena saya tidak akan melanjutkan karier sebagai pelatih di Indonesia. Sebuah program yang sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun harus berakhir,” tutur Milla.
Milla juga sempat mengkritik sikap profesional PSSI yang menurutnya kurang sehingga tata kelola sepakbola tanah air menjadi buruk.
“Meski dengan tata kelola yang buruk dan kurangnya profesionalisme para petinggi dalam sepuluh bulan terakhir, saya pergi dengan perasaan telah bekerja dengan baik,” ujarnya.
“Indonesia akan selalu menjadi tanah air kedua saya karena saya mengapresiasi betapa baiknya (negeri itu) memperlakukan istri saya, para asisten saya, dan saya sendiri,” sahut Milla.
Dalam pernyataan itu, Milla tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih untuk orang-orang yang selama ini membantu tugasnya, seperti tim pelatih dan ofisial.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua staf saya atas dukungan, kerja keras, dan profesionalisme yang telah ditunjukkan, terutama Bima, Bayu, Doktor Papi, SR, Enri, Sudir, Armin, Ali, Manu, Ipang dan Ucci. Saya senang bekerja dengan kalian semua,” imbuhnya.
Milla tentu tak lupa menyampaikan salam perpisahan untuk para pemainnya. “Akhirnya, saya tak ingin mengatakan selamat tinggal tanpa menyampaikan ucapan khusus kepada para pemain yang telah menunjukkan komitmen, sikap rendah hati, dan keinginan untuk selalu berkembang dengan sikap yang luar biasa,” tuturnya.
“Saya tidak akan melupakan kalian dan kalian akan selalu ada di hati saya. Ingat, apa pun, kalian punya teman di Spanyol. Terima kasih Indonesia,” demikian Luis Milla menutup pernyataannya.
(qur/pojoksatu)

PSSI Menunggu Jawaban Luis Milla, sampai Kapan!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sebulan lagi jelang perhelatan Piala AFF 2018 pelatih Luis Milla belum juga menunjukkan batang hidungnya di Indonesia.
Milla yang memilih pulang ke negaranya Spanyol usai Asian Games 2018 lalu belum juga memberikan kepastian soal tawaran perpanjangan kontrak setahun dari PSSI sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Padahal, sebagaimana ultimatum PSSI terhadapnya, Milla sedianya harus sudah menghadap atau datang ke Indonesia pada 9 Oktober kemarin.

Namun begitu, PSSI melalui sekjen Ratu Tisha Destria akan tetap setia menunggu jawaban sang pelatih yang saat ini memilih berkomunikasi lewat email.
“Ya, kita lihat, perencanaan telah dipersiapkan. Solusinya sekarang PSSI untuk Milla, Milla baru menyelesaikan refreshing UEFA Pro tanggal 9 Oktober. Secepat-cepatnya dia bisa memberikan kabar,” tutur Tisha seperti dikutip dari Bolalob.
Kendati opsi menyiapkan calon pengganti ada, namun Tisha menegaskan Milla tetap jadi prioritas PSSI sebagai juru racik Hansamu Yama dan koleganya itu.
PSSI pun tak lagi menetapkan batas waktu karena memang fokus untuk selesaikan negosiasi kontrak untuk Milla.
“Kita lihat saja, pasti setelah tanggal 9 Oktober baru ada jawaban. Kita tunggu seperti apa. Selebihnya PSSI menyiapkan planning yang ada,” tuturnya.
“Harapan dan komitmen tetap untuk Milla, maka dari itu kita berusaha yang terbaik bahkan bersabar menunggu respons dari Milla,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Timnas Indonesia Vs Myanmar, Bima Sakti Hadir, Luis Milla Kemana?

POJOKSATU.id, JAKARTA– Timnas Indonesia senior akan menghadapi timnas Myanmar dalam laga persahabatan yang masuk dalam agenda FIFA matchday, Rabu (10/10/2018) di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi.
Laga yang masuk ke dalam kalender FIFA ini sekaligus dijadikan sebagai ajang persiapan menjelang Piala AFF 2018.
Kick off pertandingan dimulai pukul 18.30 WIB dan laga ini diharapkan dapat memantapkan sentuhan skuat Garuda sebelum terjun ke turnamen itu bulan depan.
Tim yang untuk sementara dikomandoi Bima Sakti ini berhasil menang pada laga sebelumnya dengan skor 1-0 melawan timnas Mauritius. Saat laga melawan Mauritius, Bima Sakti tidak bisa mendampingi skuat Garuda disebabkan skorsing.
Saat itu, timnas ditangani Kurnia Sandi, Kurniawan Dwi Yulianto dan kawan-kawan.
Pada laga besok, Bima Sakti sudah dapat mendampingi langsung skuat Garuda dari pinggir lapangan. Sementara pelatih Luis Milla belum diketahui kejelasan kiprahnya dalam melatih timnas Indonesia senior.
Rencana kedatangan pelatih asal Spanyol itu ke Indonesia pada Selasa, 9 Oktober, ini tidak terealisasi. Luis Milla tidak datang ke Indonesia, tapi ia menepati janji dengan mengirimkan agennya untuk melakukan negosiasi dengan PSSI.
Sebelumnya PSSI menjanjikan Luis Milla akan datang pada Selasa (9/10/2018) untuk membicarakan kontrak melatih kembali timnas Indonesia selama satu tahun ke depan. Disebabkan negosiasi yang sedang berjalan, timnas senior untuk sementara waktu ditangani Bima Sakti.
 
(ral/int/pojoksatu)

PSSI Sebut Komunikasi dengan Luis Milla Hanya Via Email

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria kembali mengingatkan Luis Milla untuk tiba di Indonesia sebelum 9 Oktober 2018.
Tisha berharap, Milla bisa tepat waktu karena banyak agenda Timnas Indonesia yang harus segera dilakukan jelang Piala AFF yang akan digelar pada Oktober 2018 mendatang.
Selain itu, sebut dia, pelatih asal Spanyol itu juga masih harus membicarakan soal perpanjangan kontraknya dengan PSSI, termasuk mengevaluasi kinerja Milla selama menukangi skuat Garuda.
“Sampai saat ini kami terus berkoordinasi. Yang jadi masalah hubungan kami hanya via e-mail dan telepon, jadi tentu tidak maksimal,” katanya.
Di sisi lain, PSSI sudah harus mengirim daftar 50 calon pemain kepada AFF yang batas akhirnya jatuh pada 8 Oktober 2018. Disebutkan dia, sebanyak 50 nama itu sudah pasti masih ada keterkaitannya dengan Milla.
“Nanti akan diperkecil jadi 23 nama yang akan diserahkan ketika manager meeting sebelum kick-off dimulai,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Waktu Semakin Mepet, Luis Milla Harus Sudah Tiba sebelum 9 Oktober

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI kembali mengultimatum pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla untuk segera kembali ke Indonesia.
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria mengatakan, Luis Milla harus sudah ada di Indonesia sebelum 9 Oktober 2018 mendatang.
Pasalnya, PSSI harus sudah mengirim daftar 50 calon pemain ke AFF yang batas akhirnya jatuh pada 8 Oktober 2018 mendatang.

Terlebih, ke-50 nama pemain itu sudah pasti masih ada keterkaitannya dengan Milla, bukan pilihan PSSI. Sebab, nama-nama yang ada berdasarkan data base pelatih asal Spanyol itu selama menukangi Timnas.
“Nanti akan diperkecil jadi 23 nama yang nantinya akan diserahkan ketika manager meeting sebelum kick off dimulai,” jelasnya.
Namun begitu, Tisha menegaskan, Timnas Piala AFF tidak akan kesulitan memanggil pemain. Klub-klub harus taat ketika pemainnya ada yang dipanggil ke Timnas.
“IIni sesuai kesepakatan ketika manager meeting pada evaluasi paruh musim kemarin,” sebutnya.
Dia juga berjanji tidak akan ada batasan jumlah pemain dari klub seperti Piala AFF dua tahun lalu. Artinya, jika ada lebih dari dua pemain dari satu klub dipanggil, klub yang bersangkutan harus legawa.
“Berapapun harus siap. Ini demi Indonesia,” sebut dia.
Di sisi lain, Tisha berharap Milla bisa datang sebelum 9 Oktober. Selain harus membahas kontrak, mantan pemain Barcelona dan Real Madrid itu juga akan dievaluasi terkait kinerjanya sepanjang melatih Timnas Indonesia.
“Sampai saat ini kami terus berkoordinasi. Yang jadi masalah hubungan kami hanya via email dan telepon, tentu tidak maksimal,’” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Ratu Tisha: PSSI dan Luis Milla Belum Capai Kata Sepakat!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI dan Luis Milla belum mencapai kata sepakat soal kepastian terus atau tidaknya Luis Milla melatih Timnas Indonesia.
Pasalnya, dikemukakan Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, meski Milla yang kini tengah berada di kampung halamannya, Spanyol telah menyatakan kesiapannya, namun kedua belah pihak belum seratus persen mencapai kata sepakat.
”Hanya dari ucapan, belum ada hitam di atas putih,” kata Ratu Tisha di Jakarta, kemarin.

Selain soal klausul kontrak yang belum dibahas dan disepakati, sebut Ratu Tisha, Milla juga belum menyebutkan gaji yang diinginkan.
“Pas 9 Oktober nanti, ketika dia datang, baru kami membahas nilai kontraknya. Sekarang masih bicara fasilitas saja,” sebut dia.
Ratu Tisha menyebut, kedatangan Milla ke Indonesia pada 9 Oktober itu sangat mepet dengan persiapan timnas menuju Piala AFF 2018 yang akan mulai digelat pada 8 November mendatang.
Terlebih, sambung dia, Hansamu Yama dan kawan-kawan akan melakoni laga uji coba internasional kontra Myanmar pada 10 Oktober 2018.
“Setelah lawan Myanmar, beberapa hari kemudian kami harus mendaftarkan nama dan pelatih untuk Piala AFF 2018,” ucapnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)