luka modric

10 Pemain Real Madrid Tumbangkan Valladolid

POJOKSATU.id, JAKARTA – Real Madrid berhasil meraih kemenangan pada laga pekan ke-27 Liga Spanyol.
Bertamu ke markas Real Valladolid, Real Madrid menang dengan skor telak 1-4.
Pada laga tersebut, Valladolid sempat mengejutkan dengan mencetak gol lebih dulu di babak pertama.
Gol pembuka Valladolid dicetak oleh Anuar Mohamed Tuhami di menit ke-29. Tak berapa lama, Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan.
Adapun gol penyama kedudukan dicetak oleh Raphael Varane di menit ke-34. Hingga akhir pertandingan babak pertama skor bertahan imbang 1-1.
Di babak kedua, Real Madrid menambah keunggulan lewat Karim Benzema. Ia mencetak dua gol, yakni di menit ke-51 (penalti) dan 59.
Meski dalam kondisi unggul, Madrid harus kehilangan pemain, yakni Casemiro di menit ke-80 akibat kartu merah.
Jelang akhir pertandingan, Luka Modric memastikan kemenangan Madrid menjadi 1-4. Dengan hasil ini, kedudukan klasemen tiga berubah.
Hanya saja, mereka makin dekat dengan Atletico Madrid yang ada di posisi kedua. Keduanya kini hanya berjarak lima poin.
(zul/pojoksatu)

Inter Milan Siap “Booking” Peraih Ballon D’Or

POJOKSATU.id, MILAN – Inter Milan rupanya masih punya harapan bisa menandatangani gelandang Real Madrid, Luka Modric.
Namun, Nerrazurri akan coba menandatanganinya pada bursa transfer pemain musim panas mendatang atau setelah kompetisi musim ini berakhir.
Dikutip Pojoksatu.id dari Goal,  Calcio Mercato melaporkan jika CEO Inter, Giuseppe Marotta berharap bisa menyegel tanda tangan kapten timnas Kroasia itu akhir musim ini.
Atletico Madrid Siap Sambut Alvaro Morata, tapi …
Meski peraih Ballon d’Or 2018 itu kontraknya di Santiago Bernabeu baru akan berakhir pada 2020 mendatang, namun, Moratta optimistis Los Blancos akan bersedia melepasnya.
Saga transfer Luka Modric ini sendiri dipandang punya peluang besar terealisasi, mengingat ia akan banyak bertemu dengan para kompatriotnya di timnas Kroasia, sebut saja Ivan Perisic, Marcelo Brozovic dan Sime Vrsaljko.
Inter Milan memang terus mengidentifikasi sejumlah pemain buruannya untuk menambah kekuatan skuat Luciano Spalletti.
Selain itu, mereka juga berupaya untuk mengambil langkah-langkah antisifasi di tengah polemik masa depan sang bomber, Mauro Icardi yang masih dibumbui intrik dan drama dari agennya, Wanda Nara.
(qur/pojoksatu)

Luka Modric Beri Sinyal Tinggalkan Santiago Bernabeu!

POJOKSATU.id, MADRID – Gelandang Real Madrid yang menuai banyak prestasi gemilang tahun ini, Luka Modric menolak pembaharuan kontrak baru bersama Los Blancos.
Dengan mencuatnya kabar tersebut sebagaimana dikutip dari Telemadrid, peraih Ballon d’Or 2018 itu pun berpeluang meninggalkan Santiago Bernabeu dengan status transfer di akhir musim mendatang.
Potensi Modric meninggalkan Madrid yang telah dibelanya dalam enam musim terakhir ini sempat mencuat awal musim ini.
Namun, spekulasi tersebut meredup menyusul berbagai penghargaan yang diraihnya, gelar Pemain Terbaik Eropa, Pemain Terbaik FIFA dan terakhir Ballon d’Or.
Modric memang tampil impresif di pentas penghargaan individual tahun ini dengan memutuskan dominasi duopoli, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dalam sepuluh tahun terakhir.
Terkait kabar ini, Inter Milan pun, masih dalam laporan tersebut langsung bereaksi dengan memberikan sinyal menyambut kehadiran sang kapten runner-up Piala Dunia 2018 Rusia itu.
Selain Nerrazurri, Luka Modric juga dihubungkan dengan Juventus, yang berniat menyandingkannya dengan Cristiano Ronaldo, mantan tandemnya saat masih di Real Madrid yang sudah gabung terlebih dahulu ke Turin.
(qur/pojoksatu)

Akhirnya, Luka Modric Blak-blakan Soal Absennya Duopoli Ballon D’Or

POJOKSATU.id, MADRID – Luka Modric, peraih Ballon d’Or 2018 akhirnya buka suara mengomentari absennya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di malam penganugerahan Ballon d’Or di Paris, Prancis beberapa waktu lalu.
Duopoli Bola Emas, Ronaldo dan Messi absen dalam upacara penghargaan Ballon d’Or yang dimenangkan Modric sekaligus meruntuhkan dominasi keduanya dalam seputuh tahun terakhir ini.
Baik Ronaldo maupun Leo Messi sendiri saat ini telah sama-sama mengoleksi lima Ballon d’Or yang didapat silih berganti di setiap edisinya.
Cristiano Ronaldo – Lionel Messi
“Saya tidak dapat bicara mengapa seseorang tidak datang ke acara penghargaan tersebut, ini pilihan mereka,” katanya kepada Sportske Novosti seperti dikutip dari Goal.
“Itu tidak masuk akal, kan? Tampaknya suara dan penghargaan ini hanya signifikan ketika mereka memenangkannya,” sindir kapten Timnas Kroasia itu.
“Ini tidak adil untuk sesama pemain dan pemilih yang telah menominasikan mereka dalam sepuluh tahun terakhir, juga untuk sepakbola dan para fans. Namun, orang akan bertindak sesuai dengan apa yang mereka pikir seharusnya,” papar Modric.
Secara tersirat, Modric sendiri mengatakan ia pantas memenangkan penghargaan individual paling prestisius tersebut dibandingkan dengan dua superstar tersebut, jika melihat pencapaiannya dalam setahun terakhir ini.
“Menurut opini saya, hal-hal ini sangat sederhana. Ronaldo dan Messi adalah fenomena yang mendominasi dalam sepuluh tahun atau lebih. Mereka berada di liga sendiri. Namun kita bicara soal pencapaian satu musim di sini dan saya pikir itu artinya sesuatu yang dinilai oleh pelatih timnas, manajer, legenda sepakbola, jurnalis dan sesama pemain telah menampilkan hasil yang sama,” terang dia.
“Jika perdebatan tentang seberapa bagusnya pemain tertentu, maka satu-satunya tindakan adalah memberikan semua trofi kepada Messi dan Ronaldo sampai mereka pensiun,’ tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Luka Modric Raih Ballon D’Or 2018, Kakak Ronaldo: Dunia Ini Busuk, Banyak Mafia!

POJOKSATU.ID, PARIS – Gelar Ballon d’Or edisi 2018 yang disabet Luka Modric ternyata tidak diterima baik oleh keluarga Cristiano Ronaldo. Mereka berang. Bahkan menuding ada permainan mafia dalam penentuan pemenang gelar individu bergengsi itu.
Seperti diketahui, pada acara gala Ballon d’Or 2018 di Paris, Selasa (4/12/2018) dini hari tadi WIB, Modric dinobatkan sebagau pemenang. Gelandang Real Madrid dan Timnas Kroasia itu mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann, dua finalis lainnya.
BACA JUGA:
Ballon D’Or 2018: Luka Modric, Ronaldo dan Griezmann dalam Angka
Inilah Tim Terbaik Serie A 2017/18: Juventus Sumbang 4 Pemain
Kapten Inter Milan Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Serie A
Sukses Modric meraih Ballon d’Or 2018 menghentikan dominasi Ronaldo dan Lionel Messi yang merajai penghargaan ini sejal 2007 silam. Selama satu dekade keduanya silih berganti jadi pemenang dengan masing-masing sudah mengoleksi lima Ballon d’Or.
Tapi tahun ini bukan milik mereka. Modric yang tampil hebat di Liga Champions dan Piala Dunia 2018 meraih penghargaan yang digagas majalah Football Prancis itu.
Luka Modric raih Ballon d’Or 2018.
Messi bahkan tidak masuk tiga besar, hanya peringkat ke-5. Sementara Ronaldo jadi runner up.
Setelah acara tersebut, kakak perempuan Ronaldo, Elma Aveiro mengunggah pesan di akun instagramnya dengan menyebut ada mafia di balik penghargaan ini.
Protes kakak perempuan Ronaldo setelah adiknya gagal raih Ballon d’Or 2018.
‘Sayangnya dunia ini tempat kita hidup adalah busuk, dengan mafia dan f******g uang. Kekuatan Tuhan jauh lebih besar daripada semua kebobrokan ini. Tuhan mengambil waktunya tetapi dia tidak gagal.’
Kritik itu diposting di samping gambar Ronaldo dengan salah satu dari lima penghargaannya dari tahun-tahun sebelumnya.
Kakak perempuan Ronaldo lainnya, Katia Aveiro, memposting: Pemain terbaik di dunia …. bagi mereka yang mengerti sepakbola tentu saja.’
(fat/pojoksatu)

Ballon D’Or 2018: Luka Modric, Ronaldo dan Griezmann dalam Angka

POJOKSATU.ID, PARIS – Luka Modric baru saja dinobatkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2018, mengalahkan Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann, Selasa (4/12/2018) dini hari WIB. Penghargaan yang sekaligus meruntuhkan dominasi Lionel Messi dan Ronaldo di ajang ini.
Gelandang asal Kroasia itu menjadi bintang negaranya di Piala Dunia 2018, meski kalah dari Prancis di final. Sementara di Liga Champions, Modric adalah kunci sukses Real Madrid jadi kampiun untuk kali ketiga secara beruntun.
BACA JUGA:
Inilah Tim Terbaik Serie A 2017/18: Juventus Sumbang 4 Pemain
Allegri Jadi Pelatih Terbaik Serie A untuk Kali Ketiga
Kapten Inter Milan Dinobatkan Sebagai Pemain Terbaik Serie A
Jadwal Bola Hari Ini, 4 Desember: Semen Padang Vs PSS Sleman, Watford Vs Man City
Kemenangan Modric mengakhiri satu dekade dominasi Ronaldo dan Messi, yang masing-masing telah memenangkan Ballon d’Or lima kali selama 10 tahun terakhir.
Dikutip Pojoksatu.id dari Omnisport yang menggunakan data Opta untuk melihat performa ketiga finalis ini sepanjang 2018. Pantaskan Modric raih Ballon d’Or edisi kali ini?
Antoine Griezmann (Atletico Madrid)
Antoine Griezmann – Striker timnas Prancis

Pahlawan Liga Europa Atletico Madrid adalah pemain pertama yang mencetak gol baik di final Piala Dunia dan final kompetisi antar klub Eropa di tahun yang sama sejak Jorge Valdano melakukannya untuk Argentina (final Piala Dunia) dan Barcelona (final Piala UEFA) pada 1986.
Tidak ada pemain yang terlibat dalam lebih banyak gol di Piala Dunia 2018 dari Griezmann, yang mencatat empat gol dan dua assist. Sama dengan Harry Kane, yang mencetak enam gol sebagai kapten Inggris.
Meskipun 2018 masih tersisa satu bulan, Griezmann telah menyamai tahun terbaik karirnya dalam hal keterlibatan gol – dia telah terlibat dalam 28 gol liga sejauh ini pada tahun 2018 (17 gol, 11 assist)- angka yang sama dengan tahun terbaiknya di 2015 (25 gol, 3 assist).

Cristiano Ronaldo (Real Madrid / Juventus)
Cristiano Ronaldo – Bintang Juventus.(@juventusfc/twitter)

Ronaldo mencetak 45 gol hanya dalam 47 pertandingan untuk klub dan negara pada 2018. Dia terlibat dalam gol setiap 70 menit rata-rata sepanjang tahun ini di semua kompetisi dengan menggambungkan penampilannya bersama Portugal, Real Madrid dan Juventus.
Pada April 2018, Ronaldo memecahkan rekor di Liga Champions dengan selalu mencetak gol dalam 11 pertandingan berturut-turut. Dimulai dengan golnya di final 2017 melawan Juventus dan berakhir dengan penalti menghadapi lawan yang sama di leg kedua perempat final musim 2017/18.
Ronaldo menjadi pemain Eropa pertama dalam sejarah yang mencetak gol dalam delapan pertandingan turnamen besar berturut-turut (Piala Dunia dan Kejuaraan Eropa).

Luka Modric (Real Madrid)
Gelandang Real Madrid dan Kroasia, Luka Modric. (The Real Champs)

Modric mencatat umpan terbanyak (422) dan menciptakan peluang gol terbanyak (18) untuk Kroasia pada Piala Dunia 2018, yang berakhir dengan kekalahan 4-2 dari Prancis di final.
Faktanya, selama Piala Dunia, Modric adalah gelandang dengan umpan terbanyak (484), paling banyak menyentuh bola (624) dan meng-cover pergerakan lawan (56).
Modric juga memenangkan penghargaan pemain terbaik Piala Dunia 2018, menjadi pemain pertama dari Kroasia yang meraih gelar tersebut. Modric juga merupakan orang Kroasia pertama yang masuk tiga besar Ballon d’Or sejak Davor Suker menempati posisi kedua pada 1998.

(fat/pojoksatu)

Kala Marcus Rashford ‘Pecundangi’ Pemain Terbaik Dunia

POJOKSATU.id, LONDON – Timnas Inggris sukses membungkam Timnas Kroasia dalam laga krusia UEFA Nations League di Wembley Stadium, Senin (19/11/2018) dini hari WIB dengan skor ketat 2-1.
Dengan hasil positif tersebut, The Three Lions pun sukses melaju ke final sekaligus mendegradasikan runner-up Piala Dunia 2018 Rusia itu ke grade B.
Dalam laga tersebut, para penggawa tuan rumah tampil cukup mengesankan kendati sempat tertinggal lebih dahulu di menit 57 lewat gol Kramaric.
Jadi Penentu Kemenangan, Pelatih Timnas Inggris Puji Harry Kane Setinggi Langit

Oh my days, Rashy just sent Modric back to Tottenham pic.twitter.com/X681sbpGFN
— MSP2 (@MSPMSPMSP12345) November 18, 2018

Namun Inggris sukses menyamakan kedudukan lewat kreasi Jesse Lingard di menit 78 dan membalikkan keadaan lewat aksi Harry Kane di menit 85.
Dalam laga tersebut, terjadi momen yang cukup menyita perhatian publik saat penggawa Inggris, Marcus Rashford mengecoh Pemain Terbaik dunia 2018, Luka Modric.
Dikutip dari Sky Sport, aksi penggawa Manchester United itupun telah dibagikan banyak orang di jejaring sosial.
Betapa tidak, Marcus Rashford membuat Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 itu berputar dengan keterampilan yang tinggi.
Aksinya terjadi di babak pertama saat Rashford coba menggiring bola ke area penalti Kroasia. Namun, ia harus dihadapkan dengan Luka Modric yang siap membendungnya.
Namun, dengan gocekannya, Modric terkecoh dan nyaris terjatuh sebelum menggunakan sedikit gerak kaki untuk melewati gelandang Real Madrid itu.
(qur/pojoksatu)

Tiga Kali “Pecundangi” Ronaldo, Begini Perasaan Luka Modric

POJOKSATU.id, MADRID – Musim ini menjadi musim terbaik bagi gelandang eksploratif Real Madrid, Luka Modric.
Betapa tidak, kapten Timnas Kroasia berusia 33 tahun itu telah memenangkan tiga penghargaan paling prestisius, Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 Rusia, Pemain Terbaik UEFA dan Pemain Terbaik dunia FIFA.
Kini, sebuah media platform olahraga, Goal menambah koleksi gelarnya dengan memberikan Pemain Terbaik versi Goal 50.
Luka Modric dan Cristiano Ronaldo saat masih menjadi rekan sesama tim di Real Madrid (as.com)
Modric terpilih menjadi yang terbaik dari dua kandidat lainnya, mantan penggawa Real Madrid yang kini di Juventus, Cristiano Ronaldo dan gelandang serang Liverpool, Mohamed Salah.
Ini adalah ketiga kalinya Modric menggungguli mantan rekan setimnya itu, Ronaldo, setelah di dua penghargaan lainnya, Pemain Terbaik UEFA dan FIFA, Ronaldo juga “dipecundanginya”.
“Saya sangat bahagia bisa menerima penghargaan ini,” kata Modric kepada Goal.
Modric bahkan sukses mengakhiri duopoli Ronaldo dan Lionel Messi dalam penghargaan ini. Duo megabintang Portugal dan Argentina itu selalu merebut Goal 50 sejak Wesley Sneijder menjadi pemenang pada 2010 silam.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan suara untuk saya. Sebuah kehormatan bisa meraihnya dan bisa mengikuti jejak dua pemain hebat (Ronaldo dan Messi),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Juventus Berencana Duetkan Dua Pemain Terbaik Dunia

POJOKSATU.id, TURIN – Juventus berencana menyandingan dua Pemain Terbaik dunia Cristiano Ronaldo dengan Luka Modric.
Ronaldo sendiri telah bergabung dengan Juve musim panas tahun ini, sementara Modric tengah dalam penjajakan sebagaimana laporan Don Balon.
Dikutip dari Goal, Modric yang juga tengah didekati Inter Milan ini sangat diminati Bianconeri untuk dijadikan target prioritas pada jendela transfer pemain musim dingin Januari mendatang.
Kehadiran kapten Timnas Kroasia di Piala Dunia 2018 Rusia itu diharapkan bisa menambah daya gedor skuat Massimiliano Allegri salam mengarungi pentas Serie A dan Liga Champions musim ini.
Jika rumor transfer ini terwujud, Modric pun dipastikan akan kembali reuni dengan mantan rekan setimnya dulu di Santiago Bernabeu itu, CR7.
Duet keduanya pun telah dibuktikan nyata berbuah prestasi dengan tiga gelar Liga Champions beruntun untuk Real Madrid.
Namun hasrat La Vechia Signora mendapatkan tanda tangan Pemain Terbaik Eropa 2018 ini tentu tak mudah mengingat masa bakti Modric di Real Madrid masih menyisakan durasi waktu hingga 2020.
(qur/pojoksatu)

Respek pada Ronaldo, Luka Modric Janji Tak Akan Pernah Setim dengan Pemain Ini

POJOKSATU.id, MADRID – Gelandang Real Madrid, Luka Modric buka suara menyangkut hubungannya dengan Cristiano Ronaldo saat ini.
Pasalnya, selepas kepergian Ronaldo ke Juventus musim ini dan absennya kapten Timnas Portugal itu di ajang pernghargaan yang dimenangkan Modric, hubungan keduanya dikabarkan memburuk.
Namun, berbicara kepada France Football, kapten Timnas Kroasia itu menegaskan jika hingga saat ini ia tetap menjalin hubungan baik dengan Ronaldo meski sudah bukan team-mate lagi.
Modric bahkan menegaskan jika dia tidak akan pernah menjadi rekan setim Lionel Messi, rival Ronaldo dalam sepuluh tahun terakhir ini.
“Kami menghabiskan enam musim yang indah di Madrid di mana kami mengembangkan persahabatan dan saling menghormati,” kata Modric seperti dikutip dari Diario AS.
“Sekarang dia pergi dan kami tetap berhubungan, mengirim pesan. Dan meskipun beberapa orang mencoba mengatakan bahwa ini bukan masalahnya, saya dapat mengatakan bahwa kami masih mempertahankan hubungan baik,” ungkapnya.
Meski begitu, Modric tetap menaruh hormat pada Messi sebagai pemain terbaik dunia. “Jelas, Messi adalah salah satu pemain terbaik dalam sejarah, tetapi saya tidak akan pernah bermain dengannya,” ujarnya menandaskan.
Luka Modric dan Lionel Messi sendiri akan bentrok di lapangan pada 28 Oktober mendatang di laga bertajuk El Clasico.
(qur/pojoksatu)