Manchester City

Mikel Arteta Bujuk Isco ke Manchester City

POJOKSATU.id, INGGRIS – Kondisi Isco yang menghadapi situasi sulit di Real Madrid, disambut positif oleh Manchester City.
Manchester City bahkan dikabarkan siap membayar di atas 100 juta demi mendatangkan pemain yang masih terikat kontrak hingga 2022 mendatang
Melalui asisten manajer Manchester City, Mikel Arteta, Isco dibujuk untuk bisa bergabung dengan pasukan juara bertahan Premier League tersebut.
Keinginan untuk mendatangkan Isco tak lepas dari sang pelatih, Pep Guardiola.
Dikabarkan, Pep sangat mengidolakan pemain 26 tahun ini. Bahkan, disebut-sebut jika Pep sudah memantau Isco sejak masih melatih Barcelona.
Sayangnya, ketika itu Barcelona kalah dari rival abadinya, Real Madrid.
Sementara itu, terkait dengan tawaran City, Isco memberikan respon positif meski belum memberikan jawaban pasti.
(zul/pojoksatu)

Sah, Brahim Diaz Jadi Milik Real Madrid

POJOKSATU.id, MADRID – Brahim Diaz resmi diperkenalkan Real Madrid, di Santiago Bernabeu, Senin (7/1).
Winger berusia 19 tahun itu direkrut dari Manchester City untuk kontrak enam tahun.
Resmi bergabung, Brahim mengaku senang. Sebab, ia berhasil mewujudkan impian saat kecil.
“Ini adalah hari yang paling penting dalam hidup saya. Sebuah klub yang saya impikan sejak masih kecil,” katanya, dilansir JPNN.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membuat mimpi saya menjadi nyata,” sambungnya.
Bersama El Real, Brahim mendapat jersey bernomor 21. “Hala Madrid! Terima kasih banyak semuanya,” katanya.
Diketahui, Bharim memulai karier junior di Malaga pada 2010-2013, kemudian pindah ke ‘akademi’ Manchester City dan naik kelas ke tim City senior pada 2016.
Brahim juga merupakan pemain timnas junior Spanyol sejak U-17, U-19 dan sekarang U-21.
Dalam meniti kariernya, Brahim Diaz sempat menjadi anak bola di Malaga, melihat idolanya saat itu Isco Alarcon berlatih, bertanding dan mencetak gol untuk Malaga.
Kini, Diaz akan berbagi ruang ganti yang sama dengan Isco di Real Madrid.
“Ketika saya memutuskan harus pergi dari City, saya punya tiga pilihan. Real Madrid, Real Madrid dan bermain di Real Madrid,” tandasnya.
(adk/jpnn/pojoksatu)

Murah Meriah, Real Madrid Beli Pemain Muda Manchester City Ini

POJOKSATU.id, MADRID – Real Madrid aktif melakukan belanja pemain pada bursa transfer musim dingin awal tahun ini.
Terbaru, Los Blancos berhasil mendapatkan tanda tangan pemain muda Manchester City, Brahim Diaz.
Pemain yang baru berusia 19 tahun asal Spanyol itu sepakat menandatangani klausul kontrak berdurasi enam musim ke depan.
Dikutip Marca, manajemen klub sendiri telah mengumumkan penandatanganan sang pemain lewat akun resmi mereka.
“Real Madrid dan Manchester City telah menyepakati transfer Brahim Diaz, yang akan bersama klub hingga 30 Juni 2025,” demikian bunyi pernyataan Madrid.
Berikutnya, Diaz akan segera menjalani pemeriksaan medis sebelum dipresentasikan dihadapan publik Santiago Bernabeu.
Gelandang serang belia Spanyol tersebut sejatinya bisa pindah secara bebas transfer setelah kontraknya di City habis pada akhir musim 2018/19 ini.
Namun manajemen Madrid memutuskan untuk memboyongnya lebih cepat pada musim dingin ini dengan mengeluarkan dana transfer senilai EUR 15 juta atau setara Rp245 miliar.
Brahim Diaz sendiri adalah jebolan akademi Manchester City dan pernah mendapat kesempatan melakoni debut di Liga Primer Inggris pada Januari lalu.
(qur/pojoksatu)

Duh, Manchester City Terancam Dicoret dari Babak 16 Besar Liga Champions!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City kini tengah menghadapi ancaman serius yang akan menghancurkan asa mereka meraih titel Liga Champions musim ini.
Dikutip Pojoksatu.id dari Diaro AS, sejumlah media massa di Inggris mengabarkan jika The Citizens terancam dicoret dari keikutsertaannya di babak 16 besar Liga Champions yang baru akan digelar pada Februari mendatang.
Alasannya, sebagaimana diberitakan The Telegraph dan dan Daily Mail, skuat besutan Pep Guardiola itu diduga terlibat dalam praktik doping keuangan.

Klaim ini mencuat setelah pernyataan ketua sekaligus kepala penyelidik dari Badan Pengendalian Keuangan Klub UEFA, Yves Leterme.
Leterme menyatakan kepada outlet media Belgia, Sport and Strategy bahwa City dapat menerima hukuman terberat karena dugaan melakukan pelanggaran aturan Financial Fair Play.
Laporan itu pun mengungkapkan jika UEFA dan Liga Premier sedang menyelidiki kemungkinan atas informasi tersebut.
“Jika benar apa yang telah ditulis, mungkin ada masalah serius. Ini dapat mengarah pada hukuman terberat, pengucilan dari kompetisi UEFA (Liga Champions),” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Pemain Ini Dituding Biang Kekalahan Liverpool

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Liverpool gagal memertahakan rekor tak terkalahkan di musim ini setelah menyerah 1-2 dari Manchester City di Boxing Day lanjutan Liga Primer Inggris pekan 21, dini hari lalu.
Gol penentu Leroy Sane di menit 72 meruntuhkan dominasi The Reds sebagai tim yang belum terkalahkan dalam 20 laga terakhir di pentas domestik itu.
Tak ayal, fans Liverpool pun mengaku kecewa dengan hasil minor tersebut dan menuding barisan pertahanan Liverpool tak bekerja dengan baik.

Mereka bahkan lebih menyoroti performa palang pintu asal Kroasia, Dejan Lovren yang dituding sebagai biang kekalahan timnya.
Mantan penggawa Liverpool, Phil Babb mengamini tudingan fans dengan menyebut, Lovren sebagai titik terlemah Liverpool di pertandingan tersebut.
Menurut Babb yang juga berposisi sebagai bek itu, Lovren banyak melakukan kesalahan dengan memberikan keleluasaan para pemain lawan bergerak bebas di barisan pertahanan Liverpool.
Ia pun mencontohkan saat Lovren engan mudah dilewati Leroy Sane yang melakukan penetrasi serangan dari sektor saya kiri dengan leluasa hingga bisa masuk ke area terlarang.
“Anda mungkin akan mengatakan bahwa titik terlemah adalah Dejan Lovren, dan ia cukup banyak membuktikannya (di pertandingan)),” kata Babb seperti dikutip dari Sky Sport.
Selain itu, Babb juga menyebut Lovren cukup payah membantu timnya saat melakukan konstruksi serangan.
Buktinya, Lovren justru melepas umpan jauh langsung ke kotak penalti dan bukannya memberikan bola ke pemain sayap agar bisa memberikan umpan crossing yang lebih berpotensi menghadirkan ancaman bagi gawang City.
“Bahkan menjelang akhir ketika Liverpool mendorong ke depan dan (Virgil) van Dijk ikut maju, Lovren malam menendangnya langsung ke dalam kotak penalti (Man City),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Jurgen Klopp Tak Kaget Liverpool Tumbang di Tangan Sang Petahana

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Liverpool gagal memertahankan rekor tak terkalahkan di Liga Primer Inggris usai takluk di pekan 21 dari Manchester City.
The Reds menyerah 1-2 dari City di boxing day lanjutan Liga Primer Inggris di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Leroy Sane menjadi pahlawan kemenangan rumah lewat gol penentu di menit 72 setelah Roberto Firmino menyamakan gol Sergio Aguero.

Sang manajer, Jurgen Klopp pun bereaksi cukup datar atas kekalahan perdana timnya di musim ini tersebut.
Menurutnya, hasil tersebut tak mengejutkannya, mengingat timnya juga pernah dikalahkan City bahkan dengan skor telak 0-5 musim lalu.
“Tahun lalu mereka mengalahkan kami dengan skor 5-0. Jadi, malam ini bukan hal yang mengejutkan,” tutur Klopp lewat laman resmi klub.
Namun Klopp menilai, hasil pertandingan tak ada kaitannya dengan kualitas tim, namun lebih kepada ‘keberuntungan’ dan ‘kesialan’.
“Saya tidak berpikir itu berhubungan dengan masalah mental atau faktor lainnya. Ini hanya sedikit sial. Itu adalah serangan balik yang hebat (dari Man City). Sebuah umpan yang bagus dari (Raheem) Sterling pada Sane untuk kemudian menjadi gol,” ujarnya.
“Jadi,  tidak mengherankan melihat Man City mampu mengalahkan Liverpool,” ucapnya.
Klopp pun mengaku tidak terlalu kecewa atas hasil minor tersebut mengingat timnya masih bergeming di puncak klasemen.
“Kami masih berada di posisi klasemen yang baik, semuanya akan baik-baik saja,” sebut dia.
“Tentu pada saat ini kondisinya tidak bagi. Situasi yang sangat buruk. Tapi, itu hanya untuk momen ini saja,” pungkas mantan pelatih Borussia Dortmund itu.
(qur/pojoksatu)

Kembali ke Jalur Juara, Manajer Manchester City Semringah

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manajer Manchester City, Pep Guardiola tak bisa menutupi kebahagiannya usai timnya sukses membungkam Liverpool di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB dengan skor ketat 2-1.
City juga menjadi tim yang sanggup meruntuhkan dominasi Liverpool yang tak terkalahkan di 20 pekan terakhir.
Atas hasil gemilang ini, Guardiola mengaku puas atas penampilan pemainnya yang mampu mengejawantahkan instruksinya untuk pertandingan tersebut.
Jurgen Klopp Heran Kenapa Vincent Kompany Tak di Kartu Merah!
Lihat Aksi Pep Guardiola di Pinggir Lapangan, dari Meneriaki Wasit Hingga Membanting Syal

“Saya bangga kepada mereka, namun tidak hanya hari ini saja,” kata Guardiola usai pertandingan seperti dikutip Pojoksatu.id dari BBC Sport.
Menurut Pep, kemenangan kali ini sangat krusial terhadap perjalanan timnya musim ini. “Kami tahu hari ini laga final, jika kami kalah, berarti usai sudah (perburuan gelar),” ucapnya.
Guardiola pun berharap, para pemain bisa konsisten menjaga performa seperti di laga ini untuk menjaga asa memertahankan titel juara, termasuk menatap babak 16 besar Liga Champions yang akan kick-off pada Februari mendatang.
“Seluruh kredit untuk para pemain luar biasa ini. Begitulah kami harus bermain di Liga Champions. Kedua tim mencoba, kami tidak takut, kami tidak takut dan kami memiliki banyak tekanan,” sebut dia.
Guardiola pun menyebut, Liga Primer Inggris telah kembali ke cita rasanya sebagai kompetisi paling kompetitif dan sengit di setiap pekannya.
“Saya tidak ingat liga begitu ketat, ada begitu banyak pesaing berjuang untuk gelar. Sekarang lebih dekat, setiap laga adalah final,” katanya.
“Mereka pemimpin klasemen, sekarang empat poin tapi kami telah mereduksi jarak. Kami tahu jika kami menang kami bisa dalam persaingan gelar Liga Primer, jika kami kalah maka semuanya usai,” tandasnya.
City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas kembali Panas
Manchester City Nodai Rekor Tak Terkalahkan Liverpool
Dengan tambahan tiga angka, Manchester City kembali mengudeta peringkat kedua dari Tottenham Hotspur untuk menempel Liverpool di puncak klasemen.
Kemenangan The Citizens kali ini tidak terlepas dari penampilan luar biasa Sergio Aguero dan Leroy Sane yang mencetak masing-masing satu gol.
Sedangkan Liverpool nyaris membuat asa membalikkan keadaan setelah Roberto Firmino mampu menyamakan kedudukan di paruh kedua.
Namun, Sane tampil sebagai pahlawan di menit 72 setelah gol penentunya menyegel laga dengan skor akhir 2-1.
(qur/pojoksatu)

Jurgen Klopp Heran Kenapa Vincent Kompany Tak di Kartu Merah!

POJOKSATU.id, MANCHESTER –  Manajer Liverpool, Jurgen Klopp memertanyakan keputusan wasit Anthony Taylor yang tak mengganjar bek Manchester City, Vincent Kompany kendati pemain tersebut membuat pelanggaran keras terhadap Mohamed Salah.
Dikutip Pojoksatu.id dari Metro.co.uk, penggawa timnas Belgia itu terlihat melakukan tekel keras pada Salah untuk menghentikan pergerakan Salah di zona pertahanannya.
Wasit pun lantas menghadiahi Kompany dengan kartu kuning  di menit 31 atas tindakannya yang dinilai membahayakan bintang asal Mesir tersebut.
Lihat Aksi Pep Guardiola di Pinggir Lapangan, dari Meneriaki Wasit Hingga Membanting Syal
City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas kembali Panas
Manchester City Nodai Rekor Tak Terkalahkan Liverpool

Usai pertandingan, Klopp pun coba memersoalkan keputusan wasit tersebut. “Saya sangat suka Vincent Kompany, tetapi bagaimana mungkin itu bukan kartu merah?” ujar Klopp kepada Sky Sport.
“Dia adalah orang terakhir dan dia masuk. Jika dia memukul Mo (Salah) lebih banyak, dia keluar untuk musim ini. Itu tidak mudah bagi wasit dan dia mungkin tidak melihat bagaimana saya melihatnya,” ucapnya.
Sementara Kompany mengatakan, apa yang dilakukannya adalah tekel bersih karena tugasnya adalah tidak membiarkan Salah melewatinya.
“Saya tidak mencoba melukainya. Itu atau membiarkannya mencapai tujuan, dan dalam pikiranku hanya ada satu hasil,” imbuhnya.
Liverpool sendiri harus menelan kekalahan perdananya di musim ini setelah 20 pekan sukses memertahankan rekor tak terkalahkan.
Kekalahan The Reds ini pun kembali memanaskan persaingan di papan atas dalam perburuan titel juara Liga Primer Inggris musim ini.
Liverpool hanya unggul selisih empat angkat dari sang petahana tersebut, dan persaingan akan terus berlanjut hingga akhir musim.
(qur/pojoksatu)

Lihat Aksi Pep Guardiola di Pinggir Lapangan, dari Meneriaki Wasit Hingga Membanting Syal

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Pertandingan panas nan sengit tersaji di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB saat Manchester City bentrok dengan Liverpool di boxing day dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan 21.
Tuan rumah sendiri sukses mengamankan poin penuh usai membungkam pemuncak klasemen itu dengan skor ketat 2-1 lewat gol Sergio Aguero dan Leroy Sane.
Jalannya pertandingan itu sendiri diwarnai berbagai kejadian unik, salahsatunya yang terjadi di touchline saat Guardiola menunjukkan sejumlah reaksi emosional atas jalannya pertandingan.
City Bungkam Liverpool, Persaingan Papan Atas kembali Panas
Manchester City Nodai Rekor Tak Terkalahkan Liverpool

Salahsatunya adalah saat manajer asal Catalonia itu membuat kehebohan dengan membanting syal yang kerap dikenakannya melilit dilehernya.
Selain itu, Guardiola juga tertangkap kamera meneriaki wasit cadangan, Martin Atkinson setelah melihat adanya pelanggaran di lapangan yang menimpa pemainnya.
Tak ayal, Guardiola pun mendapat peringatan keras dari wasit Anthony Taylor atas tindakan yang berlebihannnya itu, namun tak mengirimnya ke tribun.
Namun demikian, reaksi Guardiola seperti itu bukan tanpa sebab. Betapa tidak, menghadapi Liverpool dihadapan publik The Citizens timnya wajib menang jika ingin terus bersaing dalam perburuan titel juara musim ini.

Wow. Will from #TheInbetweeners has done well for himself. From Briefcase W#nker to Guardiola's personal emotions manager. "Calm down Pep!" #MCILIV #ManCityvLFC #CalmdownPep pic.twitter.com/jwCukf1zAS
— Adam Sloman (@Adam_Sloman) January 3, 2019

Namun, ketegangan dan tekanan besar Guardiola pun akhirnya berbuah manis setelah skuatnya mampu menyegel kemenangan hingga peluit akhir pertandingan.
Dengan tambahan tiga angka ini, City pun kembali merebut peringkat kedua yang sempat diambil Tottenham Hotspur.
City kini terpaut empat angka dari Liverpool yang masih kokoh di puncak klasemen sementara, dan harus menelan kekalahan perdananya di musim ini dari sang petahana.
(qur/pojoksatu)

Laga Kontra Liverpool Jadi Partai Hidup Mati Manchester City

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester City bersiap menghadapi pemuncak klasemen sementara Liga Primer Inggris dalam Boxing Day pekan 21 di Etihad Stadium, Jumat (4/1/2019) dini hari WIB.
Laga tersebut dipastikan akan berlangsung seru dan sengit karena bertajuk perburuan gelar juara. Bahkan, bagi tuan rumah, pertandingan nanti akan menjadi parta i hidup mati.
City wajib memenangkan pertandingan tersebut jika masih ingin bersaing dalam perburuan titel juara musim ini bersama Tottenham Hotspur dan Liverpool di papan atas.
Jika kalah, skuat besutan Pep Guardiola itu dipastikan akan sulit bersaing, bahkan bisa jadi harus rela melepas trofi yang diraihnya musim lalu.
Ditegaskan sang manajer, Guardiola, kekalahan Man City dari Liverpool bakal menandai berakhirnya perebutan gelar juara bagi timnya. Betapa tidak, City kini terpaut selisih tujuh angka dari Liverpool.
“Jika kami tertinggal sepuluh poin, maka sulit mengejar mereka dengan kualitas yang mereka miliki,” tuturnya seperti dikutip dari Goal.
Karena itu, ia menginstruksikan skuatnya untuk menjadikan pertandingan nanti sebagai partai hidup mati kendati kompetisi masih setengah perjalanan lagi.
“Yah, ini memang masih Januari, namun ini adalah laga yang sangat-sangat penting bagi kedua tim, sudah jelas. Saya akan menggunakan ini sebagai motivasi untuk tim lain. Mereka akan siap dan kami harus memastikan diri kami siap,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)