Manchester City

Peluang Treble Winner, Bernardo Silva : Bisa Memenangkannya atau Kehilangan Semua

POJOKSATU.id, JAKARTA – Bernardo Silva mengungkapkan jika dirinya tidak bisa membaca apakah Manchester City akan meraih treble winner musim ini atau tidak.
Diketahui, kemungkinan City meraih treble terbuka. Mereka sudah mendapat satu gelar, yakni Carabao Cup.
City bisa meraih tiga gelar musim ini, jika memenangan dua dari tiga kompetisi yang mereka ikuti. Mulai dari Piala FA, Liga Champions dan Liga Premier.
Namun, bisa jadi mereka juga kehilangan semuanya. Menurut Bernardo Silva, ia dan rekan setimnya kini fokus pada setiap pertandingan dan berupaya hasil terbaik.
“Semua pemain merasa bahwa musim ini dapat menjadi istimewa.
“Musim lalu istimewa dalam cara kami memenangkan Liga Premier; musim ini bisa istimewa karena kami telah memenangkan satu kompetisi, kami masih bermain untuk tiga.
“Kami bisa memenangkan tiga atau kehilangan semuanya juga, jadi itu akan sangat sulit, jadi ya, kami tahu bahwa satu setengah bulan terakhir akan sangat sulit.
“Ini akan sangat penting, untuk membuat sesuatu yang istimewa dan mencoba untuk menulis halaman penting dalam sejarah klub ini, dan itulah yang akan kami coba lakukan,” paparnya.
(zul/pojoksatu)

Bagi Rashford, Ini Pemain Terbaik di Liga Premier

POJOKSATU.id, JAKARTA – Marcus Rashford mengungkapkan pemain terbaik di Liga Premier Inggris.
Bukan dirinya, atau rekan-rekannya di Manchester United, tapi dari tim rival. Yakni pemain Manchester City, Sergio Aguero.
Hal ini diungkapkan Rashford dalam wawancara dengan GQ. Ketika itu, ia ditanya pemain di Liga Premier yang dikaguminya.
“Saya pikir, mungkin penyerang tengah yang serba bisa adalah Sergio Aguero,” jawabnya.
“Dia bisa mencetak tiga atau empat gol. Bagi saya, itu adalah salah satu ciri penyerang tengah yang saya perlukan sepanjang hari,” sambungnya.
Diketahui, striker Manchester City Aguero telah mencetak 28 gol dalam 37 penampilan musim ini.
(zul/pojoksatu)

Hasil Pertandingan Liga Premier Inggris Sabtu (2/3) : Duo Manchester Menang

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liga Premier Inggris kembali bergulir. Pada pekan ke-29, ada sejumlah pertandingan yang digelar pada Sabtu (2/3) malam.
Hasilnya, duo Manchester berhasil meraih kemenangan. Manchester City menang tipis atas Bournemouth 0-1.
Karena itu, mereka kini ada di puncak klasemen sementara unggul dua poin dari Liverpool.
Sedangkan Manchester United menang 3-2 atas Southampton. Dengan hasil ini, Setan Merah naik ke posisi keempat.
Mereka menyalip Arsenal yang hanya bermain imbang dengan Tottenham Hotspur 1-1.
Selain itu, Crystal Palace dan Wolverhampton juga berhasil meraiih kemenangan pada pekan ini.
Berikut hasil pertandingan Liga Premier, Sabtu (2/3) :
Sabtu, 2 Maret 2019
Tottenham Hotspur 1 vs 1 Arsenal
AFC Bournemouth 0 vs 1 Manchester City
Brighton & Hove Albion 1 vs 0 Huddersfield
Burnley 1 vs 3 Crystal Palace
Manchester United 3 vs 2 Southampton
Wolverhampton Wanderers 2 vs 0 Cardiff
Minggu, 3 Maret 2019
West Ham United 2 vs 0 Newcastle United
(zul/pojoksatu)

Riyad Mahrez Antar Manchester City ke Puncak Klasemen

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manchester City kembali menduduki tempat teratas Liga Premier Inggris.
Hal ini terjadi setelah mereka berhasil menumbangkan Bournemouth dengan skor tipis 0-1.
Meski begitu, City tetap berhak atas tambahan tiga poin dan mengkudeta Liverpool.
Posisi bisa jadi akan kembali berubah. Pasalnya, Liverpool yang akan berhadapan dengan Everton baru akan bermain Minggu (3/2) malam WIB.
Untuk Bournemouth sendiri, kekalahan dari City membuat mereka tertahan di posisi ke-12.
Sementara itu, bertamu ke markas Bournemouth, City dipaksa bermain imbang dengan skor kacamata alias 0-0 di babak pertama.
Di babak kedua, upaya City akhirnya membuahkan hasil. Mereka unggul berkat gol yang diciptakan Riyad Mahrez di menit ke-55.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhir pertandingan, tidak akan tambahan gol tercipta. Bournemouth vs Manchester City berakhir 0-1.
(zul/pojoksatu)

Soal Insiden Kepa, Vincent Kompany : Aku Harap Bisa Melakukannya

POJOKSATU.id, LONDON – Kapten Manchester City Vincent Kompany ikut menanggapi soal sikap kiper Chelsea Kepa Arrizabalaga yang menolak diganti.
Diketahui, jelang akhir laga di ajang final Carabao Cup dini hari tadi, pelatih Chelsea Maurizio Sarri coba memasukkan kiper kedua, Willy Caballero.
Hal ini ditujukan sebagai strategi menghadapi kemungkinan laga diakhiri dengan adu penalti.
Namun, Kepa menolak instruksi sang manajer. Ia memerlihatkan gestur tak mau diganti. Hal ini pun sempat membuat Sarri terlihat marah.
Menanggapi hal tersebut, Kompany memaklumi sikap Kepa. Pasalnya, setiap pemain ingin menunjukkan yang terbaik.
Namun, ia pun mengaku belum pernah menyaksikan hal yang demikian.
“Tentu saja aku belum pernah melihatnya, kuharap aku bisa melakukannya setiap kali aku diganti,” ujarnya dilansir Fox Sport.
Kompany melanjutkan, dirinya senang tidak jadi berhadapan dengan Caballero.
Diketahui, Caballero adalah kiper yang membantu City menang pada 2016 dengan menyelamatkan tiga tendangan penalti kontra Liverpool.
“Saya tahu betapa bagusnya Willy dalam adu penalti, ketika kami memenangkan kompetisi ini melawan Liverpool, ia luar biasa, ia memenangkan adu penalti untuk kami,” paparnya.
(zul/pojoksatu)

Juara Carabao Cup Musim Ini, Manchester City Ikuti Jejak Rival Sekota

POJOKSATU.id, LONDON – Manchester City bergabung dengan Manchester United, Liverpool dan Nottingham Forest sebagai tim yang memenangi Piala Liga secara beruntun.
The Citizens sukses menyegel titel kampiun Carabao Cup musim ini usai menang atas Chelsea lewat drama adu penalti yang berkesudahan dengan skor 4-3.
Ini adalah gelar kedua City setelah musim lalu juga sukses menyegel juara usai membungkam Arsenal dengan skor telak 3-0 di final.
Manchester City Juara Carabao Cup 2019
Raihan skuat besutan Pep Guardiola ini mengikuti jejak rival sekota, Manchester United yang pernah memenanganinya dua musim beruntun, yakni di musim 2008/09 dan 2009/10, termasuk Nottingham Forest yang pernah meraihnya dua kali beruntun dua kali pada 1978, 1979 dan 1989, 1990.
Sementara Liverpool masih menjadi tim yang menang beruntun terbanyak yakni empat musim berturut-turut, Liverpol pada 1980/81, 1981/82, 1982/83, 1983/84.
Sejak ajang ini digelar, Manchester City sendiri telah memenangi enam gelar juara, yakni pada 1970, 1976, 2014, 2016, 2018 dan musim ini.
Di pertandingan final  dini hari tadi, kedua tim terpaksa harus melakoni adu penalti setelah sepanjang 90 menit lebih ditambah extra time tak tercipta satu pun gol.
Jorginho membuka tendangan 12 pas dengan buruk. Disusul kegagalan eksekusi David Luiz. Sementara di kubu City, hanya Leroy Sane yang gagal memaksimalkan sepakan penalti.
Raheem Sterling yang menjadi penendang terakhir The Citizens, berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna, sekaligus memastikan pasukan Pep Guardiola juara Piala Liga mengalahkan laskar Maurizio Sarri 4-3.
(qur/pojoksatu)

Manchester City Juara Carabao Cup 2019

POJOKSATU.id, LONDON – Manchester City tampil menjadi kampiun Carababo Cup musim ini usai membungkam Chelsea lewat drama adu penalti di Wembley Stadium, Senin (25/2/2019) dini hari WIB.
The Citizens menyegel kemenangan dengan skor 4-3 setelah menyudahi 90 menit plus waktu tambahan dengan skor kacamatan, 0-0.
Di babak adu tos-tosan,  City yang memiliki rekor selalu memenangkan empat drama adu penalti terakhir di Piala Liga akhirnya berhasil mengalahkan The Blues 4-3.

City sebetulnya mampu tampil dominan di sepanjang pertandingan ini. Sergio Aguero, Kevin De Bruyne dan Bernardo Silva silih berganti memberikan tekanan bagi Chelsea sepanjang babak pertama.
Meski demikian, tak satu pun gol bisa tercipta di 45 menit awal. Situasi tak jauh berbeda juga terjadi di paruh kedua. City tetap tampil terdepan dengan penguasaan bola dan penciptaan peluangnya, namun kebuntuan tak jua terpecahkan.
Sementara di kubu Chelsea, mereka mulai menghadirkan perlawanan di menit-menit akhir waktu normal. Callum Hudson-Odoi dan Ruben Loftus-Cheek, yang masuk dari bench, sedikit menghidupkan permainan kubu Stamford Bridge.
Sayangnya, dewi fortuna juga enggan memihak kepada Chelesa, hingga laga mesti dilanjutkan ke babak extra-time. Di tahapan ini, selama dua kali 15 menit, kedua tim kembali menyelesaikan laga dengan skor 0-0.
Pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Jorginho membuka tendangan 12 pas dengan buruk. Disusul kegagalan eksekusi David Luiz. Sementara di kubu City, hanya Leroy Sane yang gagal memaksimalkan sepakan penalti.
Raheem Sterling yang menjadi penendang terakhir The Citizens, berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna, sekaligus memastikan pasukan Pep Guardiola juara Piala Liga mengalahkan laskar Maurizio Sarri 4-3.
Berikut daftar algojo tendangan penalti kedua tim:
Manchester City
Raheem Sterling (gol)
Sergio Aguero (gol)
Ilkay Gundogan (gol)
Bernardo Silva (gol)
Leroy Sane (gagal)
Chelsea
E. Hazard (gol)
David Luiz (gagal)
Emerson (gol)
Azpilicueta (gol)
Jorginho (gagal)
(qur/pojoksatu)

Waduh, Manchester City Juga Terancam Hukuman Larangan Beli Pemain

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah Chelsea, klub Liga Premier lainnya yakni Manchester City juga terancam hukuman larangan beli pemain.
Hal ini berdasarkan laporan Daily Mail. Disebutkan, Chelsea bukan satu-satunya tim yang mendapat sanksi embargo transfer dari FIFA tapi juga City.
Pasalnya, City juga dilaporkan diduga melakukan perekrutan ilegal kepada pemain di usia 18 tahun.
Karena itu, kini City terancam mendapat hukuman yang sama dengan Chelsea. Yakni dilarang membeli pemain dalam kurun waktu dua bursa transfer.
Akan tetapi, mereka bakal diberikan waktu untuk melakukan banding sebagai bentuk pembelaan.
Sebagaimana diketahui, Chelsea mendapat hukuman larangan beli pemain selama dua bursa transfer beruntun.
Mereka dinilai melakukan sejumlah cara ilegal untuk mendatangkan pemain di bawah 18 tahun ke akademi mereka.
(zul/pojoksatu)

Pilih Manchester City atau Liverpool? Ini Jawaban Eric Cantona

POJOKSATU.id, JAKARTA – Legenda Manchester United, Eric Cantona dimintai tanggapan soal perburuan gelar juara Liga Premier musim ini.
Apakah ia akan memilih Manchester City atau Liverpool sebagai favorit juara?
Saat ditanyakan, Cantona tidak memilih kedua. Sebab, ia menilai jika saat ini keduanya (City dan Liverpool) masih memiliki peluang yang sama begitupun dengan Tottenham.
“Tidak ada,” katanya dilansir Metro.co.uk. “Ini seperti bertanya kepada ku, memilih gigi terbuat dari kayu atau kaki dari spon,” sambungnya.
Lebih lanjut, Cantona menuturkan jika Manchester United juga punya peluang. Diketahui, pasca ditangani Solskjaer, Setan Merah mengalami kebangkitan dan kini ada di posisi empat klasemen.
Mereka tertinggal sembilan angka dari Tottenham dan 14 angka dari Manchester City dan Liverpool. Namun, mereka perlu menjaga konsistensi agar bisa juara.
“Tentu saja, jika mereka (United) terus bermain seperti ini, mereka masih punya kesempatan bukan?”
“Saya ingat waktu saya dulu, kami tertinggal 12 poin dari Newcastle dan kami memenangkan juara liga. Jadi kami harus berharap dan bermimpi,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Diserang Suporter Schalke 04, Fan Manchester City Kritis

POJOKSATU.id, SCHALKE – Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan Schalke 04 kontra Manchester City di Veltins Arena, Kamis lalu diwarnai kekerasan antarsuporter.
Dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal, seorang suporter City mengalami luka cukup serius dan kini dalam penanganan medis intensif usai dianiaya pendukung tuan rumah.
Fan The Citizens ini diduga mendapatkan serangan dari suporter klub rival selepas pertandingan yang dihelat di Veltins Arena tersebut.
Pihak manajemen The Citizens sendiri telah mengonfirmasi kabar tersebut dan menyebutkan tengah memberikan dukungan atas pemulihan korban.
Bahkan, staf City akhirnya memutuskan untuk bertahan di Jerman untuk memberikan sokongan dan bantuan pada keluarga fan yang mengalami cedera ini.
Dalam rilis resminya, City mengonfirmasi adanya dugaan penyerangan setelah pertandingan di Veltins Arena, Jerman itu.
“Siapa pun yang memiliki informasi yang bisa membantu polisi, mohon hubungi 101,” demikian pernyataan mereka lewat akun remisnya.
Pihak City sendiri saat ini sedang bekerja sama dengan Polisi Manchester dan Polisi di Jerman untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai penyerangan terhadap seorang fan.
Di pertandingan itu, City menang secara dramatis atas Schalke. Duta Liga Primer Inggris ini sempat tertinggal 2-1 dari wakil Jerman sebelum membalikkan keadaan jadi 3-2 dengan kondisi bermain sepuluh pemain.
(qur/pojoksatu)