maradona

Maradona Ungkap Penyebab Sebenarnya Madrid Jual Ronaldo ke Juventus

POJOKSATU.ID, TURIN – Kepindahan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus masih saja jadi perbincangan. Kali ini, legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona angkat bicara. Menurutnya, petinggi Los Blancos memang sudah tidak senang dengan CR7.
Maradona mengklaim, Presiden Real Madrid, Florentino Perez tidak puas dengan performa Ronaldo yang rata-rata hanya mencetak satu gol per pertandingan. Padahal untuk ukuran striker pada umumnya, capaian seperti itu terbilang produktif.
Dikutip Pojoksatu.id dari Marca, Maradona mengomentari penjualan Ronaldo senilai 100 juta euro ke Juventus pada jendela transfer musim panas lalu.
BACA JUGA:
Swafoto Bareng Ronaldo, Ada Penampakan Chiellini Telanjang, Bek Milan Minta Maaf
Teco Minta Jakmania Tidak Berulah di Makassar
“Saya pikir itu adalah langkah yang baik untuk Cristiano. Dia memberikan semuanya untuk Madrid, dia tidak menikmatinya seperti yang dia lakukan sekarang di sepakbola Italia dan Florentino sudah merencanakan. Ketika dia melihat Ronaldo hanya mendapatkan satu gol dalam satu pertandingan,” kata Maradona.
Ketika ditanya apakah Real merindukan Ronaldo, ia menambahkan, “Jelas ya tapi saya selalu mengatakan bahwa seorang pemain tidak pernah lebih besar dari klub. Madrid akan pulih, mereka akan menang lagi, mereka memiliki tim yang hebat.”
Cristiano Ronaldo – Bintang Juventus.(@juventusfc/twitter)
“Tetapi kenyataannya adalah bahwa CR7 terus mencetak gol dan orang-orang akan mengatakan mengapa dia dijual. Saya selalu mengatakan bahwa Florentino pintar dan jika dia membiarkannya pergi itu karena suatu alasan,” tutur pria yang identik dengan gol ‘tangan Tuhan’ itu.
Pernyataan Maradona ini mungkin ada benarnya. Jika dicocokkan dengan pernyataan Ronaldo beberapa waktu lalu, soal alasannya pindah.

Maradona Keliru, Lionel Messi Sosok Kapten Panutan!

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Komentar pedas Diego Armando Maradona pada Lionel Messi terus menuai perbincangan sengit.
Terbaru, mantan penggawa Barcelona, Eric Abidal turut angkat suara dan menolak tegas penilaian Maradona terhadap rekan setimnya itu.
Maradona menyebut, setiap mengawali pertandingan, Messi selalu 20 kali bolak-balik ke toilet sehingga ia tak pantas menjadi pemimpin di Timnas Argentina.

“Dia adalah contoh panutan sebagai kapten. Bukan hanya bakat, juga sebagai pribadi,” kata Abidal yang kini menjabat sebagai Direktur Sepak bola Barca lewat laman resmi klub seperti dikutip dari Goal.
“Dia tidak banyak bicara, tapi dia menunjukkan semuanya di lapangan. Dia pemain kunci bagi kami dan untuk ruang ganti,” sebutnya.
“Leo tidak perlu bicara. Kami selalu mengatakan bahwa Leo tidak perlu bicara. Semua orang tahu kapan dia marah dan semua orang tahu kapan dia bahagia,” katanya. “Perannya dalam tim penting bagi pemain muda dan pemain baru,”
“Cerita Leo adalah cerita yang indah, tapi dia menunjukkan bahwa di sini di Barca, dengan kerja keras, banyak hal yang mungkin terjadi. Dia pemain hebat dan terima kasih padanya level pemain lain meningkat,” ungkap Abidal.
Lionel Messi, yang belum tampil kembali untuk Timnas Argentina sejak kekalahan di babak 16 besar Piala Dunia 2018 Rusia ini telah mengemas enam gol dari delapan pertandingan LaLiga sejauh musim ini.
(qur/pojoksatu)

Maradona Akan Temui Lionel Messi untuk Minta Maaf, Klaim Sang Pengacara

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Legenda Timnas Argentina, Diego Armando Maradona telah melayangkan kritik tajam untuk Lionel Messi.
Maradona menyebut Messi kerap keluar masuk toilet setiap jelang pertandingan sehingga ia tak pantas menjadi pemimpin penggawa La Albiceleste.
Tak ingin pernyataannya berpolemik, pengacara Maradona, Matias Morla pun langsung angkat suara menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil kliennya.

Dikatakan Morla, Maradona akan segera menghubungi Leo Messi untuk menjelaskan maksud pernyataannya tersebut sekaligus meminta maaf.
“Maradona akan memanggil Messi untuk menjelaskan apa yang dia maksudkan,” kata Morla kepada America 24’s dalam program ‘Luis Novaresio Entrevista’ seperti dikutip dari Marca.
“Dia selalu mendukung tim nasional dan apa yang dia maksudkan adalah bahwa mereka seharusnya tidak membuat Messi gila lagi dan bahwa dia bukan seorang pemimpin, tidak seperti apa yang dikatakan,” terangnya.
“Dia tidak bisa disalahkan atas kegagalan saat ini, tetapi, karena dia memiliki cara berbicara, situasi ini muncul,” sebutnya.
“Maradona sedih, karena dia sangat terluka oleh apa yang (Mario) Kempes katakan sesudahnya,’ ujar Morla.
Sebelumnya, mantan pemain internasional Argentina, Kempes, membela Messi setelah dikritik Maradona. “Setiap kali Maradona membuka mulutnya itu masalah karena dia tidak menghormati,” ucapnya.
“(Namun) dia dihormati, karena dia kehilangan final di Italia dan tidak ada yang mengatakan apa-apa, karena kami menyalahkan seribu hal lainnya,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Di Mata Maradona Semuanya Tampak Buruk!

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Legenda Timnas Argentina, Diego Armando Maradona menjadi sosok yang  gemar melontarkan pernyataan yang kontroversial bahkan kerap memicu polemik.
Alih-alih memberikan prestasi untuk klub-klub yang pernah ditukanginya, mantan bintang La Albiceleste itu justru sangat aktif melakukan serangan verbal.
Maradona akan sangat reaktif jika terjadi sesuatu yang menurutnya tidak benar atau tidak sesuai, terlepas terhadap kondisi Timnas Argentina.

Beberapa kali dan dibeberapa kesempatan Maradona menyerang kebijakan pelatih Timnas Argentina Jorge Sampaoli yang gagal membawa Argentina juara di Piala Dunia 2018 Rusia.
Bahkan, pemain sekaliber Lionel Messi pun tak ayal dari sorotannya. Maradona tanpa sungkan melontarkan kritikan kepada Leo Messi dan Cristiano Ronaldo.
Teranyar, Maradona menyebut Messi bukan tipikal pemimpin di timnas karena ia kerap bolak-balik ke toilet sebelum laga di setiap pertandingan.
Berikut komentar-komentar pedas Maradona yang ditujukan kepada sejumlah pihak yang telah memincu kontroversial seperti dikutip dari Diario AS:
Maradona ke Cristiano Ronaldo: “Cristiano Ronaldo memberi Anda gol kemudian menjual shampo Anda,”
Maradona ke Pele: “Neymar lebih baik dari Messi? Pele mengambil pil yang salah,”
Maradona ke FIFA dan AFA: “Anda perlu melempar granat ke AFA dan menjadikannya semua baru,”
“Blatter mencintaiku seperti anak laki-laki … ya, seperti bajingan,”
Maradona ke Jorge Sampaoli: “Semua orang membeli ide bahwa Sampaoli datang dengan komputer, kipas dan 14 asistennya, tetapi Argentina tidak melakukan apa-apa,”
Maradona ke Cesar Luis Menotti: “Aku belum, aku juga tidak akan pernah, memaafkan Menotti,”
Maradona ke Dani Alves: “Dia brengsek, dia mencoba 28 umpan silang dan empat berhasil,”
Maradona ke David Beckham: “Meskipun Beckham selalu sangat sibuk dengan Spice Girl-nya, dia kadang-kadang menemukan waktu untuk bermain sepak bola dengan sangat baik. Namun, dia berutang sesuatu pada tim nasionalnya,”
Maradona ke Sergio Ramos: “Jangan marah lagi Sergio Ramos, Godin adalah yang terbaik dan tidak lebih,”
Maradona ke Real Madrid: “Real Madrid adalah rumah bordil sebelum Mourinho. Apa pun itu, ini bukan tentang tim,”
Maradona ke Vicente Del Bosque: “Del Bosque meninggalkan banyak hal yang diinginkan sebagai pelatih,”
Maradona ke Peter Shilton: “Aku akan memberitahumu sebuah rahasia, Shilton, itu dengan tanganku,”
Maradona ke Pers: “Jika Anda harus berbicara dan melobi wartawan untuk menjadi pelatih tim nasional maka saya akan mengundurkan diri dari posisi saya,”
(qur/pojoksatu)

Alasan Maradona Sebut Lionel Messi Tak Pantas Jadi Kapten Timnas Argentina

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Diego Armando Maradona, legenda Timnas Argentina dan juga mantan pelatih Albiceleste kerap pasang badan membela Lionel Messi saat mendapatkan hujan kritik.
Namun begitu, Maradona juga tak sungkan untuk balik mengkritik megabintang Barcelona tersebut. Dalam sebuah program acara “The Last Word Mexico” Maradona mengungkapkan sisi buruk Messi di Timnas Argentina.
“Messi tidak bisa menjadi pemimpin saat dia pergi ke toilet 20 kali sebelum setiap pertandingan,” ungkap Maradona seperti dikutip dari Diario AS.
Diego Armando Maradona – Legenda sepakbola Argentina.
“Jangan menyembah Messi lagi. Messi di Barcelona adalah satu hal dan dengan Argentina dia adalah orang lain,” sebutnya.
Meski begitu, pernyataan Maradona tersebut tak lantas dimaksudnya untuk meragukan kapasitas dan kualitas yang dimiliki peraih 5 Ballon d’Or tersebut.
“Messi adalah pemain hebat tapi dia tidak bisa mendapatkannya (pemimpin). Sebelum berbicara dengan manajer, dia akan berada di PlayStation dan kemudian di lapangan, dia meminta untuk menjadi dan ingin menjadi pemimpin. Dia adalah yang terbaik di dunia bersama dengan Cristiano,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Kasihan, Maradona Sarankan Lionel Messi Mundur dari Timnas

POJOKSATU.id, BUENOS AIRES – Legenda Timnas Argentina, Diego Armando Maradona menyarankan Lionel Messi untuk tidak kembali ke Timnas Argentina.
Maradona merasa kasihan dengan superstar Barcelona itu yang selalu menjadi sasaran kekecewaan publik negaranya jika La Albiceleste menuai hasil minor.
Lionel Messi sendiri telah absen di beberapa laga ujicoba Timnas Argentina pasca gelaran Piala Dunia 2018 Rusia termasuk dipastikan absen di pertandingan berikutnya menghadapi Irak dan Brasil.

Maradona, seorang pemenang Piala Dunia 1986, merasa Messi – pencetak gol terkemuka sepanjang masa Argentina – harus pensiun dari tugas internasional.
“Jangan datang lagi,” kata Maradona saat diwawancara media asal Argentina, Clarin seperti dikutip dari Omnisport.
“Timnas U-15 kalah dan itu kesalahan Messi. Pertandingan di Argentina menempatkan Racing melawan Boca dan Messi harus disalahkan. Itu selalu salahnya,” sebutnya.
“Karenanya, aku akan berkata, ‘jangan pergi lagi’. Mari kita lihat apakah mereka bisa menanganinya,” ujarnya.
Maradona menilai, Leo Messi tidak bisa disalahkan atas pencapaian kurang mengesankan Timnas Argentina, terutama di Piala Dunia 2018 Rusia.
“Dia tidak bisa disalahkan karena Argentina tidak menjadi juara dunia,” ucapnya.
“Oke, kami menaruh harapan besar padanya, tetapi ketika Anda pergi ke arena balap, Anda memiliki harapan bahwa kuda Anda akan menang dan berakhir di urutan kedelapan,” sebut Maradona. “Di Formula 1, Vettel memiliki mesin yang hebat tetapi Hamilton selalu menang,”
“Dia tidak bisa disalahkan untuk apa pun, bukan salahnya jika orang lain kehilangan gairah,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)