mariano diaz

Debut Kontradiktif Cristiano Ronaldo dan Suksesornya di Liga Champions

POJOKSATU.id, MADRID  – Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo harus menerima kenyataan pahit diusir di laga debutnya bersama Juventus di Liga Champions musim 2018/19.
Tragisnya, Ronaldo diganjar kartu merah di pertandingan pembuka saat dijamu Valencia di Grup H di Mestalla, Kamis (20/9/2018) dini hari WIB. CR7 diusir wasit pada menit 29.
Itu adalah kartu merah pertama peraih 5 Ballon d’Or itu di Liga Champions sepanjang kariernya, dan terjadi dalam penampilannya yang ke-154.
Soal Kartu Merah Ronaldo, Leonardo Bonucci: Dia Hanya Bereaksi!
Ronaldo Dikartu Merah, Sang Kakak: Mereka Ingin Menghancurkan Hidupnya!
Cristiano Ronaldo meradang setelah diganjar kartu merah di laga pembuka Liga Champions (goal.com)
Ronaldo diganjar kartu merah setelah berupaya menjambak rambut dan memukul kepala pemain Valencia, Jeison Murillo. Tak ayal, wasit Felix Brych asal Jerman langsung mengganjarnya dengan kartu merah.
Di sisi lain, suksesor Ronaldo di Real Madrid, Mariano Diaz justru sukses mengawali debut Liga Champions bersama Los Blancos dengan menyumbang satu gol untuk kemenangan telak Madrid atas AS Roma 3-0 di Santiago Bernabeu.
Pewaris jersey nomor punggung 7 itu mampu menjawab kepercayaan Julen Lopetegui yang memberinya kepercayaan untuk tampil dipertandingan tersebut meski datang dari bangku cadangan.
Pemain berusia 25 tahun yang sempat singgah ke Lyon musim lalu sebelum kembali ke Madrid itu masuk di menit ke-73 dan mencetak gol penutup di masa injury time di menit 90+1.
Debut Cristiano Ronaldo di Liga Champions Berakhir Tragis
Ronaldo Dikartu Merah, Pelatih Juventus: Liga Champions Butuh VAR!
“Saya sangat gembira menjalani debut di Liga Champions ini dan dengan kemenangan hebat melawan rival besar yang tahun lalu selangkah lagi masuk ke final,” kata Diaz seperti dikutip dari Goal.
Diaz pun bertekad untuk memberikan penampilan terbaiknya jika di laga-laga berikutnya diberikan menit bermain yang lebih lama.
“Saya tidak merasa grogi saat masuk lapangan, saya merasa siap, tetapi saya tidak terburu-buru. Saya hanya ingin bekerja keras untuk mendapatkan kesempatan dari pelatih,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)