Mario Balotelli

Bengal Permanen, Balotelli Ketahuan Merokok sebelum Laga Brescia Vs Juventus

POJOKSATU.id, BRESCIA – Bomber kontroversial, Mario Balotelli kembali berulah. Penyerang yang bergabung dengan klub Serie A, Brescia pada musim panas 2019 ketahuan merokok sebelum menjalani laga debutnya bersama tim promosi itu menghadapi Juventus, Rabu (25/9/2019) dini hari WIB.
Balotelli sendiri baru melakoni laga debut bersama Brescia pada giornata kelima karena empat laga sebelumnya harus menjalani hukuman yang didapatnya saat membela AC Milan pada penghujung musim 2015/16 silam.
Namun kembali ke Serie A, Balotelli bukannya mengubah perangainya, malah sikap bengalnya kelihatan memang sudah permanen.
Melalui rekaman video yang beredar luas di media sosial, Balotelli tampak merokok di ruang ganti beberapa menit jelang debutnya untuk klub kota kelahirannya Brescia melawan Juventus.
Mantan bintang Inter Milan, Manchester City dan Liverpool itu menjalani debut di Brescia dengan penampilan yang biasa-biasa saja. Bermain 90 menit tetapi gagal mencetak gol saat timnya kalah 1-2 dari juara Serie A, Juventus.
Namun, sebuah video kini muncul yang memperlihatkan Balotelli merokok di ruang ganti Brescia saat ia sedang mempersiapkan pertandingan.
Dalam video pendeknya, Balotelli terlihat tanpa mengenakan baju dengan tangan naik ke mulut seakan memegang rokok. Video itu direkam beberapa menit sebelum pertandingan melawan Juventus.
Media Italia, La Gazzetta dello Sport melaporkan kamera kemudian berubah tetapi misteri tetap ada.
Mario Balotelli terekam merokok sebelum laga Brescia kontra Juventus.
Balotelli pernah ketahuan merokok ketika masih di Liverpool dan telah menimbulkan kontroversi sepanjang karirnya.
Mantan bintang Timnas Italia itu belum mengomentari dugaan insiden terbaru ini.
Balotelli kembali ke tanah airnya musim panas ini dengan status bebas transfer dari Marseille pada musim panas setelah mencetak delapan gol dalam 15 pertandingan Ligue 1.
Nama Mario Balotelli mulai muncul ketika ‘naik kelas’ dari tim muda Inter Milan masuk skuat senior, sebelum bergabung dengan Man City pada musim panas 2010.
Setelah tiga tahun di Etihad Stadium, pemain internasional Italia itu kembali ke Serie A bersama AC Milan. Tetapi hanya menghabiskan satu musim dengan raksasa Italia sebelum menandatangani kontrak dengan Liverpool.
Segalanya tidak berhasil di Anfield untuk Balotelli, yang kemudian kembali ke Milan dengan status pinjaman sebelum meninggalkan The Reds untuk selamanya di musim panas 2016.
Pemain 29 tahun kemudian bergabung dengan klub Prancis Nice musim panas itu, sebelum pindah ke Marseille pada bulan Januari 2019.
(fat/pojoksatu)

Roberto Mancini: Balotelli Kembali Masuk Timnas, Jika…

POJOKSATU.id, JEREVAN – Pelatih Italia, Roberto Mancini mengatakan Mario Balotelli harus menjalani musim yang luar biasa agar punya peluang kembali membela tim nasional Italia.
Balotelli baru-baru ini kembali ke Serie A bersama Brescia, klub kota kelahirannya, tetapi musimnya belum dimulai karena ia menjalani larangan empat pertandingan.
BACA JUGA: Ada Klausul ‘Aneh’ dalam Kontrak Lionel Messi, Berisiko bagi Barcelona
Berbicara kepada TV Rai negara Italia sebelum laga kualifikasi Kejuaraan Eropa Italia di Jervan, Armenia pada hari Kamis, Mancini berharap Balotelli bisa mengembalikan performa terbaiknya.
“Saya berharap dengan kembalinya dia ke kota asalnya menjadi kesempatan untuk benar-benar meluncurkan kembali karirnya. Dia berusia 29 tahun dan harusnya berada di puncak karir. Seorang pemain dengan kualitasnya tidak bisa sepenuhnya kehilangan semua yang dia tunjukkan selama bertahun-tahun. Itu tergantung padanya,” kata Mancini.
Pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini.(espnfc.com)
Mantan pelatih Inter Milan dan Manchester City itu kemudian mematok syarat khusus kepada Balotelli agar bisa kembali membela Timnas Italia.
“Jika Mario mencetak 25 gol, menekan lawan, bekerja dengan tim dan melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh pemain berusia 29 tahun, maka saya pikir dia memiliki kesempatan untuk (kembali membela) Timnas Italia. Namun, penting baginya bahwa dia harus memiliki musim yang luar biasa,” tuturnya.
BACA JUGA: Detik-detik Kerusuhan Suporter Saat Indonesia Vs Malaysia di SUGBK
Mancini melatih Balotelli di Manchester City dan memasukkan striker itu ke dalam dua regu Italia pertamanya, memberinya dua caps pertamanya sejak Piala Dunia 2014, tetapi penyerang itu belum dipanggil dalam setahun.
Balotelli telah mencetak 14 gol dalam 36 penampilan untuk Azzurri.
Larangan empat pertandingan bermula dari kartu merah langsung dalam pertandingan terakhir Balotelli untuk Marseille melawan Montpellier pada Mei lalu.
(fat/pojoksatu)

Cetak Gol ke Gawang SPAL, Moise Kean Pecahkan Rekor Balotelli

POJOKSATU.id, JAKARTA – Juventus kalah 1-2 dari SPAL pada laga lanjutan Liga Italia, Sabtu (14/4) malam WIB.
Gol milik Juventus malam tadi dicetak oleh Moise Kean. Dengan ini, ia pun berhasil memecahkan rekor yang pernah dibuat Mario Balotelli.
Kini, Kean menjadi pemain termuda yang mencetak gol dalam empat pertandingan Seria A berturut-turut di era tiga gol.
Diketahui, menyusul cedera yang dialami Cristiano Ronaldo, Kean makin sering dimainkan.
Rupanya, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan terus mencetak gol.
Terkait Ronaldo, kondisinya dalam keadaan baik. Namun, ia sengaja diistirahatkan pada pertandingan lawan SPAL untuk persiapan lawan Ajax di leg kedua Liga Champions, Rabu 17 April mendatang.
(zul/pojoksatu)

Rasanya, Ingin Mencekik Lalu Membanting Balotelli ke Tembok!

POJOKSATU.ID, NICE – Pelatih Nice, Patrick Vieira terus diuji kesabarannya menghadapi salah satu pemainnya yang memang terkenal kontroversial, Mario Balotelli. Bahkan seandainya ia masih berstatus pemain, Balotelli sudah dibantingnya ke tembok.
Sejak membesut klub Ligue 1, Nice, Vieira memang banyak mendapat cobaan. Sempat kesulitan meraih kemenangan, Nice kini mulai tampil konsisten dan tak terkalahkan dalam tujuh laga terakhir.
BACA JUGA: Dibanding Siapapun, Mauro Icardi Striker Paling Sempurna
Tapi masalah kini datang dari salah satu pemain bengalnya. Balotelli membandingkan dirinya dengan sejumlah manajer yang pernah melatihnya sepanjang karir. Dan Vieira dianggap jauh di bawah manajer sekelas Jose Mourinho hingga Roberto Mancini.
Pelatih 42 tahun itu pun mencurahkan perasaannya tentang kekesalan terhadap mantan rekannya di Manchester City dan Inter Milan itu.
Patrick Vieira dan Mario Balotelli ketika masih sama-sama membela Manchester City. (skysports)
“Kalau bertemu dengan Mario (Balotelli), saya akan menjawab (kritiknya). Atau sekalian saya banting saja ke tembok, mencekik lalu menggantungnya di gantungan mantel. Tapi saya tidak bisa melakukannya karena saya bukan lagi seirang pemain,” tutur Vieira kepada L’Equipe sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari Sportbible.
BACA JUGA: Diam-diam Jose Mourinho Jatuh Cinta pada Mo Salah!
“Saya harus berpikir dua kali sebelum mengatakan sesuatu. Sebab itu bisa berdampak dan berisiko kehilang seorang pemain hebat. Saya tidak akan mengatakan sesuatu yang nantinya akan saya sesali,” ujar mantan bintang Arsenal itu.
“Saya mencoba untuk lebih konstruktif dalam setiap komentar saya tentang dia,” ujarnya.

Balotelli Sindir Selebrasi Gol Ronaldo: Jika Saya Pelakunya, Kartu Merah!

POJOKSATU.ID, TURIN – Cristiano Ronaldo mencetak gol kemenangan Juventus atas Torino, Minggu (16/12/2018) dini hari WIB. Gol yang dihasilkan lewat titik putih itu jadi perbincangan karena selebrasi CR7 usai menaklukkan Salvador Ichazo.
Pada laga lanjutan Serie A tersebut Juventus mendapat perlawanan sengit dari Torino. Ichazo tampil cukup baik di bawah mistar gawang tim sekota Bianconeri itu.
Namun di pertengahan babak kedua, ketangguhan Ichazo runtuh oleh tendangan penalti Ronaldo. Meski mampu membaca arah tendangan peraih lima Ballon d’Or itu, namun tidak bisa mencegah gol terjadi.
BACA JUGA: Barcelona Sudah Mengidentifikasi Calon Pengganti Messi dan Suarez, Ini Orangnya
Usai mengeksekusi penalti, Ronaldo berlari untuk melakukan selebrasi. Ia lebih dulu menabrakkan dadanya ke Ichazo sebelum merangkul rekan-rekannya.
Bomber Juventus, Cristiano Ronaldo.
Insiden itu dilihat wasit dan dianggap tindakan provokatif. Tanpa ampun, eks bomber Real Madrid itu diganjar kartu kuning.
Mantan bintang Serie A, Mario Balotelli ikut mengomentari perilaku Ronaldo dengan memposting dengan memposting di akun Instagram-nya.
Striker OGC Nice, Mario Balotelli.
Striker Nice – yang identik dengan momen kontroversial – mengupload video yang menyindir Ronaldo. Ia menyebut dirinya sudah lebih dulu melakukan hal-hal kontroversial dan beruntung CR7 cuma dapat kartu kuning. Jika dirinya, mungkin kartu merah.
BACA JUGA: Jadwal Bola Malam Ini, 16 Desember: Liverpool, Man United, AS Roma Hingga Barcelona
Dalam video mantan striker Inter Milan itu disertakan tulisan dalam bahasa Italia yang kira-kira jika diterjemahkan menjadi: ‘Jika saya melakukannya, byeeeeeee!’
Video unggahan Mario Balotelli menyindir selebrasi gol Ronaldo ke gawang Torino.
Balotelli menganggap dia akan dikartu merak karena melakukan hal yang sama atau, paling tidak, akan dikritik karena tindakannya jauh lebih keras daripada Ronaldo.
Sementara pelatih Juventus, Massimiliano Allegri enggan berkomentar jauh karena mengaku tidak melihat Ronaldo mengekskusi penalti.
“Saya tidak melihat penalti, karena saya membalikkan punggung saya untuk itu. Saya sangat jarang menyaksikan penalti, jujur ​​saja,” katanya kepada DAZN dikutip Pojoksatu.id dari Goal Internasional.
(fat/pojoksatu)