mario gomez

Persib Bantah Pemecatan Mario Gomez karena Gagal Juara

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pihak manajemen Persib Bandung menepis alasan pemecatan Mario Gomez karena pelatih asal Argentina itu gagal mempersembahkan titel juara Liga 1 tahun ini
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono menegaskan, Gomez tak lagi dipakai untuk musim depan bukan karena gagal mempersembahkan titel juara, namun karena pertimbangan lain.
Ditegaskan Kuswara, keputusan tersebut pun telah melewati pertimbangan matang dan dipandang dari berbagai aspek secara komprehensif.
“Bukan (karena gagal). Penilaiannya banyak. Semuanya sudah diatur dikontrak tapi penilaiannya secara menyeluruh atau komprehensif,” kata Kuswara.
Namun pihaknya ogah membeberkan secara detil faktor-faktor yang menjadi pendorong pemecatan mantan pelatih Johor Da’rul Takzim tersebut.
Pihaknya kini akan fokus mencari suksesor ideal Gomez sebagai persiapan menghadapi musim depan. “Intinya, insya Allah akan bergerak cepat, secepatnya saja. Makin cepat makin bagus,” katanya.
“Pokoknya sedang bergerak cepat. Tapi belum mengerucut. Intinya kami ingin yang terbaik karena musim depan target juara,” tandasnya.
Saat disinggung soal sosok Miljan Radovic sebagai kandidat ideal pelatih Persib Bandung, Kuswara meminta publik terutama Bobotoh bersabar.
Pasalnya, sebut dia, Miljan didatangkan bulan lalu untuk menjadi Direktur Teknik (Dirtek), kendati secara persyaratan (menjadi pelatih kepala) telah memenuhi.
“Posisinya sebagai dirtek. Pokoknya nanti kami lihat secara komprehensif. Radovic secara persyaratan sudah memenuhi, secara sosok akan lihat yang terbaik. Pokoknya yang terbaik, bisa asing bisa juga lokal,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Mario Gomez: Terima Kasih Bobotoh, sampai Jumpa Lagi!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Mario Gomez resmi berpisah dengan Persib Bandung di akhir musim ini setelah gagal mempersembahkan titel juara di musim debutnya.
Pihak manajemen Maung Bandung resmi mendepaknya atas berbagai pertimbangan, salahsatunya terkait kondisi di ruang ganti yang cenderung kurang ‘adem’.
Kontrak pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu sendiri sedianya baru akan habis akhir tahun depan, namun diputus di tengah jalan karena sejumlah pertimbangan.
Legenda Real Madrid ini Digadang Suksesor Ideal Mario Gomez
“Evaluasi sudah ada. Maksudnya dengan attitude dia (Mario Gomez) ya kalian semua tahu. Jadi tidak nyaman bagi pemain juga,” kata Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono beberapa waktu lalu.
“Jadi tidak nyaman bagi pemain, kondisi seperti itu akhir-akhir ini. Hubungan dia dengan pemain, hubungan dia dengan ofisial lain,” imbuhnya.
Setelah mendapatkan putusan tersebut, Mario Gomez pun segera berkemas untuk pulang ke kampung halamannya di Argentina. Gomez meninggalkan Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.
Sebelum benar-benar meninggalkan Indonesia, eks pelatih Johor Darul Ta’zim ini telah mengucapkan salam perpisahan, terutama untuk suporter Persib Bandung.
Secara khusus, ia berterima kasih kepada Bobotoh yang telah memberikan dukungan penuh selama satu musim. Meski di tengah jalan mendapat rintangan akibat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI.
“Sampai jumpa lagi. Terima kasih Bobotoh untuk musim ini. Saya pikir ini sangat penting bagi Persib Bandung,” ucapnya lewat, akun resmi klub.
(qur/pojoksatu)

Legenda Real Madrid Ini Digadang Suksesor Ideal Mario Gomez

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung telah kehilangan sosok pelatih mereka, usai resmi memutus kontrak sang arsitek, Mario Gomez.
Gomez didepak sebagai juru racik Maung Bandung  atas banyak pertimbangan teknis maupun non teknis di dalam dan di luar lapangan.
Pihak manajemen Persib Bandung sendiri belum punya calon pasti soal pelatih untuk musim depan kendati beberapa kriteria telah dikemukakan ke publik.
Dari banyak kriteria yang diinginkan, sosok legenda Real Madrid, Roberto Carlos mencuat ke permukaan dan digadang-gadang sebagai suksesor ideal Gomez.
Namun, pihak manajemen dalam hal ini melalui PT Persib Bandung Bermartabat menepis spekulasi tersebut. “Enggak, enggak ada,” ucap sang direktur Teddy Tjahjono seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
Kendati demikian, Teddy tak menampik kalau pihaknya mengincar pelatih asing lagi. Saat ini, manajemen tengah bekerja keras mengejar sosok pilihannya tersebut.
“Ada (pelatih yang belum pernah melatih di Indonesia). Clue-nya ya banyak, makanya kami lagi cari. Seperti yang kemarin kami cek kiri kanan juga,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Selain Mario Gomez, Persib Bandung Juga Depak Soler

POJOKSATU.id, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung resmi memutuskan kerjasama dengan sang pelatih, Mario Gomez usai Liga 1 2018 berakhir.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono mengemukakan, keputusan klub tersebut bukan serta merta namun atas pertimbangan yang matang dan tentu saja hasil evaluasi.
“Evaluasi sudah ada. Maksudnya dengan attitude dia (Mario Gomez) ya kalian semua tahu. Jadi tidak nyaman bagi pemain juga,” kata Teddy di Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (12/12/2018).
Persib: Kehadiran Mario Gomez bikin Tak Nyaman Pemain!
Dua Legiun Asing Persib ini Segera Ikuti Jejak Mario Gomez!
Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez
Mario Gomez – Fernando Soler (simamaung.com)
Selain Gomez, Maung Bandung juga mendepak Fernando Soler, asisten sekaligus penerjemah pelatih asal Argentina itu. “Iya Soler juga (tidak diperpanjang kontrak),” sebut Teddy.
Teddy mengemukakan, perbedaan kesepahaman antara pihak manajemen dengan Gomez menjadi salahsatu dasar pengambilan keputusan tersebut.
Selain itu, persoalan kenyamanan di ruang ganti juga menjadi pertimbangan lainnya. “Jadi tidak nyaman bagi pemain, kondisi seperti itu akhir-akhir ini. Hubungan dia dengan pemain, hubungan dia dengan ofisial lain,” tuturnya.
(qur/pojoksatu)

Persib: Kehadiran Mario Gomez Bikin Tak Nyaman Pemain!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung resmi mendepak Mario Gomez kendati sang pelatih masih menyisakan kontrak setahun ke depan.
Pihak manajemen Maung Bandung pun mengungkapkan, salahsatu alasan dibalik keputusan yang cukup mengejutkan itu, karena sang pelatih kurang bisa menjaga situasi ruang ganti.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono menyebutkan, kendati secara kapasitas dan kualitas Gomez adalah sosok yang mumpuni sebagai pelatih, namun sikapnya kurang baik sehingga tidak bagus untuk keseimbangan tim.
Dua Legiun Asing Persib ini Segera Ikuti Jejak Mario Gomez!
Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez
“Jadi kehadiran Gomez membuat tidak nyaman pemain. Tak hanya pemain, namun juga pada ofisial lainnya. Imbasnya kondisi tim tidak baik di akhir-akhir ini,” tutur Teddy seperti dikutip dari Goal.
Kendati begitu, pihaknya ditegaskan Teddy akan bertanggungjawab terkait persoalan gaji. “Soal kompensasi sisa kontrak, itu masalah internal kami, yang jelas urusan pelatih bersama Persib sudah selesai dan diputus kontrak,” ujarnya.
Soal siapa penggantinya, Teddy memberikan sinyalemen sudah mengantongi sejumlah nama, namun belum berani mengungkapnya ke publik.
“Banyak kandidatnya. Nanti kita evaluasi dengan harapan Desember ini sudah didapatkan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez

POJOKSATU.id, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung resmi mengakhiri kerjasamanya dengan sang pelatih, Mario Gomez.
Didepaknya pelatih asal Argentina itu cukup mengejutkan banyak pihak mengingat kedua belah pihak sempat menyuarakan terkait rencana musim depan.
Kontrak pelatih berusia 61 tahun itu sendiri baru akan habis pada 2019 mendatang. Namun, Persib memilih mengakhirinya lebih cepat.
Pihak klub pun mengungkapkan alasan dibalik keputusan tersebut, salahsatunya karena persoalan hubungan sang pelatih dengan pemain.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono mengungkapkan, Gomez merupakan juru formasi yang mumpuni, namun karena sikapnya kurang baik sehingga tidak bagus untuk keseimbangan tim.
“Jadi kehadiran Gomez membuat tidak nyaman pemain. Tak hanya pemain, namun juga pada ofisial lainnya. Imbasnya kondisi tim tidak baik di akhir-akhir ini,” tutur Teddy seperti dikutip dari Goal.
Kendati begitu, pihaknya ditegaskan Teddy akan bertanggungjawab terkait persoalan gaji. “Soal kompensasi sisa kontrak, itu masalah internal kami, yang jelas urusan pelatih bersama Persib sudah selesai dan diputus kontrak,” ujarnya.
Soal siapa penggantinya, Teddy memberikan sinyalemen sudah mengantongi sejumlah nama, namun belum berani mengungkapnya ke publik.
“Banyak kandidatnya. Nanti kita evaluasi dengan harapan Desember ini sudah didapatkan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Kompetisi Usia, Mario Gomez Bicara Bobotoh, Fanatisme dan Kekecewaan tanpa Mahkota Juara

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez menyelesaikan tugasnya membesut Maung Bandung mengarungi semusim penuh kompetisi Liga 1 2018.
Sempat menjadi juara paruh musim, Persib harus puas finis di peringkat empat klasemen akhir setelah banyak kehilangan poin di beberapa laga terakhir.
Pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu tentu sangat kecewa gagal memberikan trofi juara untuk Persib di musim debutnya.
Gagal di Pentas Senior, Persib Bandung Berjaya di Usia Muda
“Kami sudah bekerja keras dari awal musim untuk menempati posisi terbaik, bahkan kami menjadi juara paruh musim,” katanya seperti dikutip dari laman klub.
“Tapi, banyak hal terjadi setelah selesai pertandingan melawan Persija di Gelora (Bandung Lautan Api), itu masa yang cukup sulit bagi kami. Kalian tahu, kami harus bepergain ke luar pulau. Sulit bermain tidak bersama dukungan bobotoh,” tuturnya.
Terlepas dari kegagalan di lapangan, Gomez mengaku benar-benar takjub dengan fanatisme suporter atau Bobotoh.
“Musim yang sulit dan penuh dengan cerita. Ini pengalaman baru bagi saya dan belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, terutama fanatisme fans yang luar biasa di setiap tempat di Indonesia,” ungkapnya.
Masa depan Mario Gomez bersama Persib sendiri sempat dikabarkan akan berakhir, kendati sang pelatih masih punya kontrak untuk durasi setahun ke depan.
Namun rumor tersebut telah ditepis dan Mario Gomez berpeluang untuk kembali mengarsiteki Maung Bandung menatap kompetisi kasta tertinggi di tanah air itu musim depan.
(qur/pojoksatu)

Mario Gomez Beri Sinyal Boyong Penggawa Maung Ngora

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez mengapresiasi pencapaian Persib U-19 yang baru saja menjuarai Liga 1 U19 2018.
Maung Ngora  menyegel titel juara usai membungkam Persija U-19 lewat gol semata wayang Iham Qolbu di menit 27 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar Bali, Selasa (27/11/2018) malam WIB.
Atas pencapaian prestasi skuat besutan Budiman itu, Gomez pun berencana untuk membesut beberapa pemain Persib U-19 sebagai proyek Persib di Liga 1 musim depan.
Pelipur Lara Bobotoh Itu Bernama Persib U-19 Kampiun
Gomez sendiri sudah melakukan hal itu musim ini di Piala Indonesia dengan melibatkan tiga pemain Maung Ngora, seperti Beckham Putra, Ilham Qolba, dan Mario Jardel saat laga kontra PSKC Cimahi di babak 128 besar.
Selain di Piala Presiden, beberapa pemain juga sudah menjadi bagian dari skuatnya di Liga 1 musim ini, yakni Indra Mustaffa, Aqil Saviq dan Wildan Ramdani.
“Ya saya lihat, karena kita pernah membawa 2-3 pemain dan mungkin bisa saja mereka bisa main di Piala Indonesia. Mungkin beberapa pemain kita tarik dan untuk masa depan Persib,” tutur Gomez seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
Pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu pun mengucapkan selamat kepada Ade Chandra dan koleganya atas prestasi yang telah ditorehkan dan memberikan kebanggaan untuk Bobotoh.
“Selamat untuk para pemain, jajaran pelatih dan semuany a. Ini adalah hal yang bagus untuk Persib Bandung,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Gagal Juara, Mario Gomez Tekad Tutup Kompetisi dengan Kemenangan

POJOKSATU.id, BANDUNG – Sempat menjadi juara paruh musim, Persib Bandung harus merelakan gelar jatuh Liga 1 musim ini jatuh ke tangan PSM Makassar atau Persija Jakarta yang akan terus bersaing sampai laga pamungkas.
Kendati sudah dipastikan tersingkir dari pertarungan merebut gelar juara, sang pelatih, Mario Gomez meminta skuatnya untuk tetap semangat menghadapi dua laga tersisa.
Gomez bahkan bertekad untuk sapu bersih dua pertandingan jelang musim berakhir ini dengan kemenangan, saat dijamu Persela Lamongan dan menghadapi Barito Putra.
“Kami harus terus berusaha agar kemenangan kembali datang. Tentu pertandingan melawan Perseru hasil yang kurang baik. Jadi, melawan Persela kami harus dapatkan tiga poin,” tekad Gomez seperti dikutip dari laman resmi klub.
Bisa mendapatkan tambahan enam poin sebelum kompetisi usai, menurut dia sangat penting untuk mempertahankan Persib finis di peringkat ketiga atau kedua.
“Kami pun harus bekerja keras untuk mendapatkan enam poin di dua pertandingan. Kami harus terus perbaiki posisi di klasemen,” imbuhnya.
Persib Bandung sudah pasti gagal meraih gelar juara Go-Jek Liga 1 2018 setelah tertinggal tujuh poin dari PSM Makassar.
Kini, tinggal Persija Jakarta pesaing satu-satunya Juku Eja dalam merebut titel kampiun yang hanya terpaut selisih satu angka di bawahnya.
(qur/pojoksatu)

Soal Putusan Komding PSSI, Mario Gomez Geleng-Geleng Kepala

POJOKSATU.id, BANDUNG – Komisi Banding PSSI telah mengabulkan banding Persib Bandung soal sanksi berat yang dijatuhkan Komdis PSSI beberapa waktu lalu.
Salahsatu revisi atas keputusannya adalah memperbolehkan Bobotoh menyaksikan tim kebanggaannya di dalam stadion sejak awal musim depan, namun tanpa mengenakan atribut.
Dalam surat bernomor 07/KEP/KB/LIGA1/XI/2018, tertanggal 15 November 2018, tentang Hukuman Terhadap Persib, Komite Banding mengubah keputusan Komdis dengan mengizinkan Persib menggelar pertandingan dengan penonton, namun tanpa atribut, yel-yel, nyanyian, spanduk yang menunjukan identitas pada setengah musim kompetisi 2019.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez. (persib.co.id)
Namun demikian, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez mengaku heran dan memertanyakan substansi dari putusan komdis tersebut.
“Kenapa keputusannya harus seperti itu? saya tak mengerti, apa kalian bisa jelaskan? ada apa dengan keputusan ini? bisa main di kandang, ok, bisa main dengan penonton bagus, tapi kenapa harus tanpa atribut? saya tak mengerti, mungkin sepak bola adalah hiburan, tapi masa tanpa atribut? but it’s ok,” tutur Gomez seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
Pelatih asal Argentina itu pun bahkan mengaku heran dengan regulasi-regulasi yang diterbitkan oleh federasi tersebut.
“Banyak orang yang bilang hal ini sering terjadi di Indonesia, saya mengerti, dan ini mengesankan, sekarang serius, ini adalah negara yang sangat baik,” sebut dia.
Menurutnya, keputusan dari federasi tersebut sama sekali tidak akan membuat sepak bola Indonesia semakin maju.  Bahkan, sambung Gomez, federasi (PSSI) seperti tak ingin melihat negaranya (sepakbola) semakin maju.
Padahal, menurut dia, banyak harta karun berharga yang dimiliki Indonesia , mulai suporter dan sarana stadion yang menjamur.
“Saya harap kita bisa memberikan hal kecil untuk dapat mengembangkan sepak bola di sini. karena di sini banyak lapangan yang bagus, kompetisi yang baik dan fans yang banyak , sama seperti Argetina, banyak sekali fans,” tuturnya.
“Tapi terserah kalian, ini negara kalian, bukan negara saya. Tapi di sini banyak lapangan yang bagus, fans yang baik, orang-orang yang baik, saya harap kalian bisa berkembang di banyak hal, bagaimana caranya? saya tak tahu,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)