mario gomez

Mario Gomez Siap Antarkan Persib Bandung ke Pentas Asia

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung akan berjuang hingga akhir musim dalam perburuan gelar juara Go-Jek Liga 1 musim ini.
Kendati begitu, pelatih Persib Bandung, Mario Gomez coba bersikap realistis soal peluang timnya menyabet mahkota juara.
Karena itu, sebut Gomez, selain membidik juara di pentas kompetisi kasta tertinggi tanah air itu, Gomez juga bertekad untuk mengamankan satu jatah tiket kompetisi Asia untuk Maung Bandung.
Mentalitas, Faktor Penting Persib Sapu Bersih di Sisa Laga
Perburuan Gelar Juara, Bojan Malisic: Persib Belum Menyerah!
“Kita masih punya kemungkinan karena masih bisa menangkan 12 poin. Kita tidak akan tahu apa yang terjadi. Karena beberapa waktu oke kita kalah dari Medan, tapi tim lain draw, PSM kalah, jadi kita masih punya banyak opsi,” tuturnya.
Terpenting, ujar Gomez,  timnya saat ini harus fokus memenangkan satu pertandingan ke pertandingan lainnya untuk meraih trofi.
Selain itu, ia pun mengincar kompetisi Asia, AFC Cup 2019, karena Indonesia memiliki tiga jatah untuk Asia.
“Tapi yang paling penting adalah jadi juara. Tapi juga AFC Cup kasih tiga tempat, benar tidak? Indonesia punya tiga jatah jadi itu penting dan kita harus menang,” ujarnya.
Hadapi Tim Promosi, Persib Bandung Ogah Tergelincir Lagi
Persib Bandung tanpa Joni Bauman lagi, Mario Gomez Bilang Begini
AFC Cup dikatakan Gomez cukup bergengsi untuk kembali diikuti Persib. Maung Bandung terakhir kali mentas pada tahun 2015 dan hanya mampu menembus babak 16 besar.
Pada masa yang sama Gomez mampu keluar sebagai juara bersama klub terdahulunya, Johor Darul Ta’zim dari Malaysia.
“Ini adalah kompetisi yang bergengsi, ketika kamu bisa ikut kompetisi internasional, itu sangat penting dan tentu juga jadi juara,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Lupakan Hasil Buruk, Persib Bandung Bidik Kemenangan di Laga Tersisa

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez mengajak seluruh pemainnya untuk bangkit dari keterpurukan usai kalah dari juru kunci PSMS Medan dengan skor tipis 0-1.
Gomez pun meminta Supardi Nasir Bajang dan koleganya untuk tetap berfokus ke pertandingan berikutnya, karena ada empat laga tersisa sebelum musim ini berakhir.
“Sekarang target kami adalah melanjutkan perjuangan untuk memenangi empat laga terakhir. Sebab, di situ kami masih memiliki 12 poin,” tutur Gomez seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu tidak menampik jika saat ini timnya tengah dalam posisi sulit menjaga asa juara setelah menelan kekalahan atas PSMS Medan di pekan ke-30 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pertengahan pekan lalu.
“Sulit memang berada dalam posisi seperti pertandingan kemarin. Pemain sudah berusaha dengan baik. Namun, banyak hal yang mengganggu mereka,” ujarnya menandaskan.
Persib Bandung bersiap menghadapi laga berikutnya menghadapi PSIS Semarang di Stadion Madya, Magelang, pada 18 November mendatang pukul 18.30 WIB.
(qur/pojoksatu)

Akhiri Paceklik Kemenangan di Markas Bhayangkara FC, Pelatih Persib Bilang Begini

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Persib Bandung akhirnya kembali jalur kemenangan setelah mengandaskan perlawanan tuan rumah, Bhayangkara FC di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (3/10/2018) sore. Kemenangan yang sangat penting demi menjaga persaingan jadi juara Liga 1 musim ini.
Pada pertandingan pekan ke-29 Go-jek Liga 1 2018 itu, Persib menang dengan skor 2-1. Dua gol dicetak Ezechiel N’Douassel dan Jonathan Bauman. Bhayangkara FC yang juga berstatus juara bertahan kompetisi ini, hanya membalas satu gol lewat Herman Dzumafo.
Pelatih Maung Bandung, Mario Gomez, mengaku lega timnya bisa kembali ke jalur kemenangan. Ini menjadi hasil yang sangat positif dalam usaha mempertahankan peluang meraih gelar juara.
BACA JUGA:
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia: Sempat Jatuh, Marquez Pole Position
Bungkam Sang Petahana, Persib Bandung Salip Persija
Sepuluh Pemain Persib Bandung Bungkam Bhayangkara FC
Apalagi dalam pertandingan tadi Persib harus bermain dengan 10 orang. Itu setelah gelandang Oh In-kyun dikartu merah, menyusul kartu kuning kedua yang didapatkan. Kartu merah melayang di awal babak kedua.
Dan, ternyata Persib tetap mampu mempertahankan keunggulan sampai pertandingan selesai. Oleh karena itu pelatih memberi apresiasi tinggi buat para pemain.
“Kemenangan yang penting, karena memang kami harus menang untuk menjaga peluang menjadi juara,” kata Mario Gomez.
Ezechiel N’Douassel mencetak gol pembuka pada laga Bhayangkara FC vs Persib Bandung di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (3/11/2018). (persib.co.id)
“Sangat sulit bermain sepak bola profesional dengan 10 orang. Jadi kami coba terus menjaga bola. Hasilnya kami kami bisa memenangi pertandingan ini,” Mario Gomez, menambahkan.
Kemenangan ini sendiri membuat Persib kini naik ke posisi kedua menggusur Persija Jakarta dengan 59 poin dan hanya terpaut dari PSM Makassar. Namun baik Persija maupun PSM belum melakoni laga pekan ke-29.
Selanjutnya, Persib akan menjamu PSMS Medan pada 11 November mendatang.
(fat/pojoksatu)

Sudah Bulat, Akhir Musim Mario Gomez Tinggalkan Persib

POJOKSATU.id, BANDUNG – Hasrat Mario Gomez meninggalkan Persib Bandung sepertinya sudah tak bisa dibendung lagi.
Pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu kembali menyuarakan keinginannya untuk pergi setelah merampungkan kompetisi Go-Jek Liga 1 2018 musim ini.
Alasannya, Gomez mengaku kesal dengan manajemen timnya yang menurut dia tidak spartan dalam memperjuangkan (protes) terhadap sanksi Komdis PSSI yang tengah dijatuhkan pada timnya.
Maung Bandung memang tengah melakoni sanksi berat dari Komdis PSSI imbas insiden pengeroyokan seorang suporter Persija Jakarta oleh Bobotoh hingga tewas.
Salahsatunya mereka harus melakoni partai usiran hingga akhir musim, dan tanpa penonton hingga pertengahan musim mendatang.
Kontrak Gomez sendiri baru akan berakhir hingga 2019 mendatang, namun ia rupanya sudah tak lagi kerasan berkiprah di Bandung.
“Memang saya masih punya kontrak setahun lagi, karena saya dikontrak dua tahun tapi saya tidak mau bertahan. Bukan soal uang, tapi saya tidak mau bertahan,” tutur Gomez seperti dikutip dari Simamaung.
Kabarnya, mantan pelatih klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim itu telah berbicara langsung dengan manajemen untuk menyuarakan kekecewaannya tersebut.
“Untuk musim depan, saya sudah bicara saya tidak ingin bertahan di Persib dengan manajemen ini karena kami seperti ‘sendirian’. Glenn (Direktur Utama Persib) sudah tahu dan saya tidak ingin lagi bekerja dengannya,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Mario Gomez: PSSI Bersih, tapi Orangnya yang Tidak Bersih!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez benar-benar dibuat tak habis pikir oleh langkah-langkah PSSI terkait sanksi yang diberikan untuk timnya saat ini.
Pasca sidang Komisi Banding (Komding) yang digelar Senin lalu dan dihadiri pemain hasilnya tak kunjung keluar, Gomez pun menyebut pemanggilan kepada pemainnya hanya lelucon dan tidak benar.
“Sekarang ketika kejadian itu sudah berjalan satu bulan baru muncul wacana hukuman akan dikurangi, ini hanya lelucon dan semua ini tidak benar,” kata Gomez seperti dikutip dari Simamaung.
Mario Gomez Isyaratkan Hanya Semusim untuk Persib Bandung
Dengan kenyataan ini, Gomez pun semakin yakin, ada pihak-pihak yang memang tak ingin timnya berprestasi musim ini dengan cara pelemahan lewat sanksi-sanksi.
Namun begitu, pelatih asal Argentina itu tak mau menghakimi PSSI secara kelembagaan, karena menurutnya, orang-orang yang ada di dalamnya-lah yang bermasalah.
“Ini bukan lembaganya, bukan PSSI-nya, tapi sosoknya. Untuk ketahui musuh, kalian harus mengingat wajah dan nama, bukan federasinya. PSSI bersih tapi orangnya yang tidak bersih, nama dari mereka-mereka ini yang tidak bersih,” terangnya.
Ditegaskan Gomez, Bobotoh harus memerangi sosok-sosok yang berada di federasi tersebut. Tanpa menyebutkan nama, ia tahu beberapa sosok yang sering memberi keuntungan untuk beberapa tim.
“Ini untuk Bobotoh, kalian harus mengingat ini, ingat muka dan namanya, bukan PSSI atau Komdis, ingat itu berbeda,” tegasnya.
“Saya juga suka mengingat wajah dari wasit, beberapa ada yang bekerja dengan baik, kesalahan kecil itu hal normal karena mereka manusia, tapi saya ingat siapa yang selalu memberi keuntungan bagi segelintir tim,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Mario Gomez Isyaratkan Hanya Semusim untuk Persib Bandung

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Kekalahan Persib Bandung atas PSM Makassar dengan skor tipis 0-1 dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 di Stadion Mattoangin, Rabu (24/10/2018) petang WIB semakin menguatkan spekulasi soal kiprah semusim Mario Gomez bersama Maung Bandung.
Pelatih asal Argentina itu bahkan secara terang benderang mengungkapkan sinyalemen tersebut usai timnya menelan kekalahan kedua beruntun tersebut.
“Untuk situasi ini saya tidak akan bertahan di manajemen ini. Karena saya sendirian, tidak ada orang di manajemen yang berjuang,” tutur Gomez.
Pernyataan sang pelatih tersebut merujuk pada upaya manajemen Persib yang menurutnya tidak spartan dalam memperjuangkan sanksi berat yang sedang diterima timnya oleh Komdis PSSI.
Gomez mengaku harus berjuang sendirian mengurus segala sesuatu. Terutama persoalan administratif dengan PSSI. Gomez dalam beberapa kesempatan memang sempat mengkritisi sikap manajemen.
“Saya seperti berjuang sendiri. Hanya ada pemain yang bersama saya saat mengurus semuanya dengan PSSI,” ucapnya.
Menyoroti hasil pertandingan sendiri, Gomez mengaku sangat kecewa. Dengan kondisi yang ada di lapangan, Gomez mengharapkan Supardi Nasir dan koleganya bisa mengakhiri permainan dengan hasil seri.
“Kita prediksi mungkin imbang karena kita kelihangan satu opsi, dan Makassar mencetak satu gol,” ujarnya menandaskan.
Dengan hasil minor ini, Persib gagal mengudeta PSM Makassar di puncak klasemen. Juku Eja bahkan kini mulai menjauh dengan selisih lima angka di atas Persib.
(jpc/qur/pojoksatu)

Mario Gomez Ogah Komentari Kartu Merah Jonathan Bauman

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Persib Bandung meneruskan tren minornya setelah takluk dihadapan PSM Makassar dengan skor tipis 0-1 di Stadion Andi Matalatta, Rabu (24/10/2018) sore WIB.
Gol satu-satunya di laga lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-27 itu disarangkan legiun asing, Juku Eja, Guy Junior di menit 81 dengan memanfaatkan bola liar di area kotak terlarang Persib.
Dengan kekalahan ini, skuat besutan Mario Gomez gagal mengudeta PSM di puncak klasemen. Tuan rumah bahkan kini mulai menjauh dari Persib yang masih menempel di bawahnya dengan jarak lima poin.
Persib Gagal Kudeta, PSM Makassar Makin Kokoh di Puncak Klasemen
Comeback Jonathan Bauman Berujung Kartu Merah, Persib Bandung Kalah Lagi
Mario Gomez – Pelatih Persib Bandung (persib.co.id)
Sejatinya, Persib mampu memberikan perlawanan sengit dan bisa kembali ke jalur kemenangan setelah ‘comeback’ Jonathan Bauman dan Patrich Wanggai setelah melakoni sanksi larangan bermain.
Namun, alih-alih mempersembahkan kemenangan, Joni justru harus menerima kenyataan diusir wasit  di menit 88 akibat akumulasi kartu kuning.
Praktis, pemain asal Argentina itu pun dipastikan akan kembali absen di laga berikutnya saat Persib menjamu Bali United pekan depan.
Guy Junior Pastikan PSM Makassar Menang Atas Persib
Seharusnya Bisa Seri, Mario Gomez Kecewa Hasil Akhir atas PSM Makassar
Saat diminta komentarnya soal insiden kartu merah Bauman di paruh kedua itu, Gomez terkesan ogah berbicara.
Ia memilih fokus pada pertandingan selanjutnya kontra Bali United dan memberikan sinyal akan kembali menjadikan Patrich Wanggai sebagai starter di lini depan timnya.
“Mungkin di pertandingan selanjutnya kita bisa kembali turunkan Patrich. Bojan juga kembali main,” tutur Gomez seperti dikutip dari laman resmi klub.
“Kita juga masih membutuhkan satu stirker lagi. Semuanya akan sama, bedanya Bojan yang bisa main dan striker saya belum tahu, mungkin Agung. It’s ok,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Seharusnya Bisa Seri, Mario Gomez Kecewa Hasil Akhir Atas PSM Makassar

POJOKSATU.id, MAKASSAR – Persib Bandung gagal kembali ke jalur kemenangan setelah menyerah dengan skor tipis 0-1 atas PSM Makassar.
Gol semata wayang dalam laga lanjutan Go-Jek Liga 1 2018/19 pekan ke-27 di Stadion Andi Matalatta, Rabu (24/10/2018) sore WIB itu diciptakan legiun asing Juku Eja, Guy Junior di menit 81.
Dengan hasil minor ini, Persib gagal merebut kembali peringkat puncak klasemen sementara, dan kini terpaut jarak lima poin dari PSM.
Persib Gagal Kudeta, PSM Makassar Makin Kokoh di Puncak Klasemen
Comeback Jonathan Bauman Berujung Kartu Merah, Persib Bandung Kalah Lagi
Guy Junior Pastikan PSM Makassar Menang Atas Persib
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez pun mengaku kecewa dengan hasil pertandingan tersebut yang setidaknya bisa berakhir seri.
“Pertandingan sebetulnya berimbang. Mungkin kita bisa draw,” sebut pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu lewat laman resmi klub.
Gomez menyayangkan sejumlah peluang yang mampu diciptakan para pemainnya gagal dimanfaatkan menjadi gol.
“Kita membuang beberapa peluang, dan Makassar mampu membuat satu gol,” ucap mantan pelatih Johor Darul Takzim itu.
Persib Bandung sendiri akan melakoni laga berikutnya menghadapi Bali United. Namun, untuk kesekian kalinya, bertindak sebagai tim tuan rumah, Persib masih harus melakoni laga usiran di luar Pula Jawa dan tanpa kehadiran Bobotoh di stadion.
(qur/pojoksatu)

Mario Gomez Ungkap Alasan Luis Milla Susah Berkiprah di Indonesia

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez turut mengomentari perang kata-kata antara PSSI dengan mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla.
Milla yang memutuskan tak ingin meneruskan kiprahnya bersama skuat Garuda menyebut PSSI bekerja tidak profesional.
Tak terima dengan pernyataan Milla tersebut, PSSI pun balik menyebut sepanjang menukangi Timnas Indonesia, pelatih asal Spanyol itu majal prestasi.

Terkait hal itu, Gomez yang pernah mengenal Milla sebagai pemain dan pelatih menyebut, Milla tidak cocok bekerja di lingkungan PSSI.
Karakter positif yang dimiliki Milla dianggap tidak sesuai dengan iklim PSSI.”Indonesia kehilangan Milla. Kami pernah bekerja sama di Malaysia dan dia orang baik. Pemain yang sangat bagus dan pelatih kepala yang sangat bagus,” tutur Gomez seperti dikutip dari Bolalob.
“Tetapi dia tidak bisa bekerja di sini (Indonesia). Dia tidak bisa bekerja dengan PSSI. PSSI bersih, tetapi orang-orangnya tidak bersih,” tandas pelatih asal Argentina itu.
PSSI sendiri menunjuk asisten Milla, Bima Sakti sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia menghadapi ajang Piala AFF 2018.
(qur/pojoksatu)

Pelatib Persib Yakin Timnya Akan Dapat Atmosfer Positif di Bali

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung bersiap melakoni laga kandang usiran di Stadion I Wayan Dipta, Bali, Sabtu (20/10/2018) malam WIB.
Maung Bandung akan menjamu lawannya, Persebaya Surabaya dalam lanjutan Go-Jek Liga 1 2018 pekan ke-26 itu.
Persib sendiri awalnya mengajukan lokasi pertandingan di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, namun akhirnya dipindah ke Bali atas berbagai pertimbangan.
Sang pelatih, Mario Gomez mengaku tidak memersoalkan lokasi pertandingan nanti, terlebih ia menilai markas Bali United itu punya kualitas rumput lapangan yang cukup baik.
“Sebelumnya kami mencoba di Mandala (Jayapura) tapi tidak bisa. Ada opsi di Bali dan saya langsung setuju karena stadion ini juga bagus,” tutur pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu seperti dikutip dari laman resmi klub.
“Musim ini kami sudah pernah bermain di sini dan cukup nyaman,” sambung mantan arsitek Johor Darul Takjim tersebut.
Selain itu, Gomez mengaku punya pertimbangan lainnya dalam pemilihan Stadion I Wayan Dipta, yakni atmosfer pulau Dewata yang akan memberikan efek positif bagi Supardi Nasir Bajang dan koleganya.
Apalagi, ucap dia, Persib Bandung kini tengah dalam perjalanan untuk melakoni empat laga sekaligus. “Refresh. Semua pemain harus tetap berada dalam mood dan pikiran yang segar,” ucapnya.
“Ini perjalanan yang cukup berat dan sangat menguras energi. Saya rasa, pikiran mereka akan kembali fresh dengan suasana Bali yang bersahabat,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)