mario mandzukic

Mario Mandzukic Mulai Menua, Juve Bidik Penggawa Setan Merah

POJOKSATU.id, TURIN – Juventus bisa dibilang telah mendapatkan materi pemain di atas rata-rata musim ini setelah kedatangan sang megastar, Cristiano Ronaldo.
Kendati begitu, raksasa Serie A Italia itu rupanya belum puas dengan materi pemain yang mengisi slot lini depan, kendati sudah punya sosok Mario Mandzukic dan Paulo Dybala.
Karena itu, Juve memberikan sinyal akan membuka peluang menandatangkan tenaga baru untuk mengisi barisan penyerang.

Dikutip dari Calciomercato, Juve tengah mempertimbangkan untuk menandatangani striker Manchester United, Romelu Lukaku sebagai langkah antisifasi menyusul semakin menuanya Mandzukic.
Pasalnya, kendati sejauh musim ini Mandzukic mampu menjalankan perannya dengan baik, usainya yang sudah menginjak 32 tahun mendesak klub untuk bergerak cepat mencari penggantinya.
Bomber kelahiran Belgia itu pun digadang-gadang bisa menjadi suksesor ideal Mandzukic, terlebih usianya yang masih muda, 25 tahun.
Namun, musim ini Lukaku tampil kurang mengesankan, karena dari 22 penampilannya untuk United ia baru mengoleksi enam gol.
Selain Lukaku, Juventus juga membidik rekan setimnya, Paul Pogba, apalagi Pobga pernah menjadi bagian dari skuat Massimiliano Allegri sebelum memutuskan kembali ke Old Trafford pada 2016 lalu.
(qur/pojoksatu)

Bukan Cristiano Ronaldo, Ini Sosok Penting di Juventus Saat Ini

POJOKSATU.id, TURIN – Cristiano Ronaldo memberikan warna baru dalam skuat Juventus musim ini, termasuk dengan Serie A Italia.
Namun begitu, sang allenatore, Massimiliano Allegri menilai, Mario Mandzukic adalah sosok penting lainnya dalam skuat Bianconerri musim ini.
Mandzukic sendiri baru saja tampil sebagai pembeda di laga kontra AS Roma di giornata 17 di Allianz Stadium setelah gol semata wayangnya mengokohkan Juve di puncak klasemen sementara Serie A.

“Mandzukic adalah pemain kunci,” puji Allegri seperti dikutip dari Sky Sports.
Max Allegri pun tak sungkan melayangkan pujian pada sang pemain, dan menilai performanya turut mengangkat performa tim secara keseluruhan.
“Dia adalah kombinasi kemampuan teknik dan fisik dan itu yang membuat dia menjadi pemain yang luar biasa. Dia juga ikut memberikan kontribusi saat bertahan,” ungkapnya.
Namun begitu, ia menilai Mandzukic dan Ronaldo mampu memerankan fungsi masing-masing untuk saling melengkapi ketimbang bersaing.
Saat performa Ronaldo menurun yang ditandai dengan majal gol, maka Mandzukic tampil ke depan untuk menjadi pembeda, pun sebaliknya.
(qur/pojoksatu)

Sebiji Gol Mandzukic Tegaskan Juventus di Puncak Klasemen

POJOKSATU.id, TURIN – Juventus makin kokoh di puncak klasemen sementara Serie A Italia setelah mendapatkan tambahan tiga angka di giornata 17 dari AS Roma di Allianz Stadium, Minggu (23/12/2018) dini hari WIB.
Adalah Mario Mandzukic sang pahlawan kemenangan Bianconerri setelah mencetak gol semata wayang di pertandingan tersebut di menit 35.
Dengan hasil positif ini, skuat besutan Massimiliano Allegri bergeming di puncak klasemen dengan raihan 49 poin atau unggul delapan angka dari pesaing terdekatnya Napoli.

Juve sendiri tampil dominan di pertandingan tersebut bahkan nyaris unggul di menit pembuka, seiring sepak pojok disambut oleh Mario Mandzukic.
Beruntung, Kostas Manolas masih mampu membuang bola sebelum melewati garis gawang. Bola memantul ke arah Alex Sandro, tetapi sepakannya mampu dihalau oleh Robin Olsen.
Sementara tim tamu bukan tanpa peluang. Mereka sempat mendapat peluang berharga lewat pergerakan Patrik Schick. Namun sepakan sang bomber tersebut masih terlalu mudah jatuh ke pelukan Wojciec Szczesny.
Juve pun akhirnya berhasil memecah kebuntuan lewat aksi tandukan kepala Mandzukic di menit 35 setelah menyambut umpan silang Mattia De Sciglio dari sayap kanan.
Giallorossi sangat majal di depan gawang dan Di Fransesco akhirnya melakukan pergantian. Justin Kluivert menggantikan Alessandro Florenzi di paruh kedua.
Kendati begitu, serangan Juve tetap tak terhentikan. Cristiano Ronaldo melancarkan rangkaian tembakan ke gawang Roma. Beruntung bagi tim tamu, Olsen tampil sigap dan berhasil melakukan dua sepakan keras sang striker secara beruntun.
Roma baru mengalami kenaikan performa di seperempat akhir laga. Mereka mulai menguasai bola, namun kreasi serangannya masih terlalu statis sehingga dengan mudah dimentahkan para palang pintu Juve.
Jelang bubaran, Juventus nyaris menggandakan keunggulan setelah Ronaldo melambungkan umpan untuk Douglas Costa yang menanduk bola ke gawang Olsen.
Sayang, VAR berbicara lain. Gol Sandro dianulir karena Blaise Matuidi dinilai terlebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Zaniolo.
(qur/pojoksatu)

Untuk Sementara Bomber Bayern Ini Paling Subur di Liga Champions

POJOKSATU.id, TURIN – Babak penyisihan grup Liga Champions musim ini telah rampung digelar dan 16 tim memastikan diri melaju ke perdelapan final.
Sepanjang fase grup, sedikitnya telah tercipta 275 gol dari 96 pertandingan. Dikutip dari statistik UEFA, dari jumlah gol tersebut paling sering tercipta dalam rentang menit 61 hingga 75 yakni sebanyak 48 gol.
Striker Bayern Munchen, Robert Lewandowski mencatatkan diri sebagai pemain paling subur mencetak gol dengan mengemas delapan gol.
Enam dari delapan gol Lewandowski bersumber dari kaki kanan (termasuk dua penalti) dan dua lagi dari sundulan.
Setingkat di bawah pemain internasional Polandia itu ada kapten Barcelona, Lionel Messi yang telah mengemas enam gol.
Sementara striker AS Roma, Edin Dzeko, dan bintang Ajax, Dusan Tadic (AS Roma) sama-sama mengemas lima gol.
Sedangkan untuk urutan tim yang paling banyak mencetak gol masih didominasi Paris Saint-Germain. Les Parisiens tercatat paling banyak mencetak gol dalam enam laga di grup yakni sebanyak 17 gol, diikuti Manchester City 16 dan Bayern Munchen sebanyak 15 gol.
(qur/pojoksatu)