mark bosnich

Soal Peluang Jadi Manajer Chelsea, Lampard Bisa Menyesal Seumur Hidup

POJOKSATU.id, LONDON – Kursi manajer Chelsea masih lowong setelah ditinggal Maurizio Sarri yang kembali ke Italia untuk menukangi Juventus. Sejumlah nama mencuat jadi kandidat pengganti Sarri. Tapi sang legenda, Frank Lampard jadi terfavorit.
Mantan rekannya di Chelsea, Mark Bosnich ikut mendukung Lampard jadi manajer baru The Blues. Menurutnya, jika tawaran tersebut datang kepada sang mantan kapten Chelsea, maka ia harus menerimanya.
Dikutip dari Goal, eks Kiper Chelsea itu meyakini Frank Lampard bisa menyesal seumur hidupnya jika menolak kesempatan untuk kembali ke Chelsea sebagai manajer musim panas ini.
Mantan kiper Manchester United dan Chelsea, Mark Bosnich.
Memang banyak yang meragukan kapasitas Lampard. Tapi faktor kedekatannya dengan klub dan suporter serta hukuman larangan pembelian pemain di dua jendela transfer, membuat Lampard dianggap sosok yang tepat jadi nakhoda baru.
Pengalaman Lampard sebagai pelatih memang masih minim. Hanya satu musim memimpin klub Divisi Championship, Derby yang dibawanya ke final play-off pada musim 2018-19.
BACA JUGA: Negosiasi Transfer Neymar: Barca Ajukan Coutinho, Madrid Tawarkan Dua Pemain Ini
Ada yang berpendapat bahwa mungkin terlalu dini bagi mantan pemain internasional Inggris ini untuk naik ke jenjang manajemen. Ia masih butuh banyak mengikuti kursus pelatih dan jam terbang sebelum kembali ke klub London Barat.
Tapi Bosnich yang juga pernah membela Manchester United, percaya bahwa larangan transfer akan memudahkan Lampard menjalankan tugas barunya di Liga Inggris.
“Saya pikir ini langkah yang bagus untuk kedua belah pihak,” kata Bosnich dikutip dari TalkSport.
“Dari perspektif Chelsea, fakta bahwa mereka dihukum dua jendela transfer dan kehilangan pemain terbaik, Eden Hazard, mungkin bukan perjalanan yang mulus bagi mereka. Tetapi memiliki legenda klub akan memberi mereka ruang bernapas.”
BACA JUGA: Rencana Besar Presiden Real Madrid: Hazard di Kiri dan Mbappe di Kanan
“Dan bagi Frank, ini langkah yang fantastis,” lanjut pria asal Australia itu.
“Ini adalah pekerjaan impian, sangat sedikit orang di dunia yang akan ditawari pekerjaan ini.”
“Jika dia tinggal bersama Derby kemudian kalah dalam tujuh dari 10 pertandingan pertama dan rencana tidak berjalan dengan baik, dia akan menyesal selamanya. Lalu berkata pada dirinya sendiri, ‘Aku seharusnya mengambil kesempatan itu’.
“Saya pikir ini langkah yang sangat bagus dan saya benar-benar berharap itu berhasil baginya,” tuturnya.
(fat/pojoksatu)