Mauricio Pochettino

Kontra Manchester City, Tottenham tanpa Pemain Penting

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tottenham Hotspur akan kembali menghadapi Manchester City pada laga pekan ke-35 Liga Premier Inggris, Sabtu (20/4) WIB.
Kembali menghadapi City, Tottenham dilaporkan kehilangan sejumlah pemain penting. Diantaranya Harry Kane.
Diketahui, Harry Kane mengalami cedera yang membuatnya diperkirakan bakal absen hingga akhir musim.
Meski begitu, pelatih Tottenham Pochettino mengaku siap menghadapi tim asuhan Pep Guardiola.
“Kami akan kehilangan beberapa pemain yang sangat penting dan kami perlu memikirkan bagaimana kami akan mengubah keadaan,” ujar Pochettino.
“Yang pasti kita harus siap untuk melawan City dan menantang mereka. Itu akan sulit. Mereka tidak akan berjuang untuk membalas dendam. Mereka membutuhkan tiga poin, seperti kita,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pochettino juga menyinggung absennya Son saat lawan Ajax di leg pertama semifinal Liga Champions nanti.
Kehilangan Son pada leg pertama bisa menjadi masalah besar bagi manajer Spurs, tetapi dia mengatakan: “Anda bisa yakin jika Son baik-baik saja, ia akan bermain di sisa pertandingan.
“Kita harus berhati-hati dalam mengelola tim. Tetapi Son begitu penting bagi kita”.
(zul/pojoksatu)

Harry Kane Akhiri Musim Lebih Cepat?

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Mouricio Pochettino memberikan sinyal perihal penampilan Harry Kane musim ini harus berakhir lebih cepat.
Sebab, cedera pergelangan kaki yang dialami saat melawan Manchester City belum lama ini dinilai bakal menyulitkan bagi sang striker.
Agak menyedihkan, tetapi dia berharap segera pulih secepatnya,” kata Pochettino, dilansir BBC.
“Ada lima minggu (musim tersisa), itu akan sulit. Kami akan melakukan segalanya untuk memulihkannya sesegera mungkin, tetapi hanya ada lima minggu musim untuk pulih.
“Dia sangat kesal setelah pertandingan – itu adalah saat yang sulit baginya,” tambahnya.
Tidak hanya bagi Kane, kondisi ini juga tentu menyulitkan Tottenham yang ingin tetap bertahan di empat besar.
Saat ini, Tottenham tertinggal dua poin dari Chelsea, penghuni posisi tiga dan unggul satu poin dari Arsenal di posisi lima.
Bukan hanya itu, mereka juga perlu menuntaskan Liga Champions dengan menghadapi Manchester City di leg kedua, Kamis, 18 April mendatang.
(zul/pojoksatu)

Harry Kane Jadi ‘Tumbal’ Kemenangan Tottenham

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tottenham Hotspur berhasil meraih kemenangan di leg pertama babak perempat final Liga Champions, Rabu (10/4) dini hari tadi.
Namun, kemenangan atas Manchester City itu harus dibayar mahal. Sebab, pemain andalan mereka, Harry Kane kemungkinan bakal absen hingga akhir musim.
Kane terlihat tertatih-tatih usai diterjang Fabian Delph sebelum akhirnya ditarik keluar lapangan.
Kabar mengenai kondiri Kane sendiri dikonfirmasi oleh sang pelatih Mauricio Pochettino. Dirinya mengaku khawatir akan absennya sang pemain hingga akhir musim.
“Ini mengkhawatirkan kita,” kata Pochettino, dilansir BBC.
“Kami akan merindukannya – mungkin untuk sisa musim ini. Kami harap ini bukan masalah besar. Tetapi tidak ada banyak waktu untuk pulih. Dia memutar pergelangan kakinya sehingga kami akan melihat bagaimana reaksinya dalam beberapa jam,” sambungnya.
Pochettino melanjutkan, pihaknya masih akan memastikan kondisi Kane. Namun begitu, ia tidak bisa menutupi rasa sedih sekaligus kecewanya.
Sebab, ini bukan pertama kali Kane absen akibat cedera. Ia juga harus absen selama sebulan di awal 2019 ini.
“Kami perlu memeriksa tetapi sepertinya itu pergelangan kaki yang sama dan cedera serupa. Sangat menyedihkan dan sangat mengecewakan,” sambungnya.
(zul/pojoksatu)

Buntut Ribut dengan Wasit, Mauricio Pochettino Didakwa FA

POJOKSATU.id, INGGRIS – Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino didakwa oleh Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) karena diduga melakukan tindakan yang tidak patut menyusul kekalahan 2-1 atas Burnley.
Pelatih asal Argentina itu diduga melakukan protes atas keputusan wasit Mike Dean menghadiahi sepak pojok, yang berujung gol pembuka Chris Wood.
Dilansir BBC, FA menyatakan : “Mauricio Pochettino telah didakwa dengan dua pelanggaran FA Rule E3 setelah pertandingan melawan Burnley pada Sabtu (23/2) lalu.
“Diduga bahasa dan / atau perilaku manajer Tottenham di akhir pertandingan – baik di lapangan maupun di dalam atau di sekitar area terowongan – merupakan perilaku yang tidak pantas.
“Dia punya waktu sampai pukul 6 sore pada 28 Februari 2019 untuk menanggapi dakwaan itu.”
Sementara itu, Pochettino mengaku dirinya melewati batas dan meminta maaf kepada Dean.
Pochettino menuturkan, dirinya tidak akan menentang tindakan disipliner apa pun yang diajukan terhadapnya.
“Saya akan menerima semua yang bisa terjadi dari FA tetapi saya berharap mereka tidak akan melangkah lebih jauh.”
Untuk diketahui, wasit Dean kini telah dialihkan dari tugas sebagai wasit keempat dalam pertandingan Tottenham kontra Chelsea tengah pekan ini untuk menghindari potensi konflik lebih lanjut dengan Pochettino.
(zul/pojoksatu)

Karena Orang Ini, Mauricio Pochettino Bungkam Saat Ditanya Soal MU

POJOKSATU.id, LONDON – Tottenham Hotspur baru saja sukses pesta gol ke gawang Everton di Goodison Park dalam lanjutan Liga Primer Inggris, kepan 18, Senin (24/12/2018) dini hari WIB.
Spurs memporak porandakan tuan rumah dengan skor telak 6-2 lewat brace Harry Kane dan Son Heung-Min, serta Dele Alli dan Eriksen. Sementara tuan rumah hanya mampu mengemas dua gol lewat kreasi Theo Walcott dan Gly Sigurdsson.
Namun usai pertandingan, alih-alih menanyakan kesuksesan timnya, media justru lebih tertarik menanyakan soal spekulasi Pochettino sebagai manajer permanen Manchester United pada musim panas tahun depan.
Tottenham Hotspur Porak Porandakan Everton
Namun, Pochettino yang ditemani Harry Winks dan direktur komunikasi Spurs, Simon Felstein, memilih bungkam seribu basa saat disodorkan pertanyaan tersebut.
Alasannya, Pochettino menyebut satu nama terakhir, yakni Felstein. Ia menegaskan tak ingin mengambil risiko mengecewakan rekannya itu jika mengomentari spekulasi tersebut.
“Saya pikir ini luar biasa untuk memenangkan pertandingan dan para penggemar senang memulai periode Natal seperti itu,” katanya seperti dikutip dari Sky Sports.
“Ada banyak rumor. Aku tidak ingin orang ini (Felstein) menjadi marah lagi,” selorohnya.
Pochettino pun lebih tertarik membicarakan hasil impresif yang baru saja ditoreh Harry Kane dan koleganya itu.
“Ini hadiah saya untuk istri saya. Kami menikah 26 tahun yang lalu, dan itu cara yang fantastis untuk merayakan malam ini,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Manchester United Siapkan Tebusan untuk Pochettino!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester United telah menunjuk mantan pemain mereka, Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer interim pasca pemecatan Jose Mourinho.
Namun, penunjukkan Solskjaer tak lantas menyurutkan spekulasi soal sosok-sosok manajer definitif pada jendela transfer musim panas tahun depan yang digadang-gadang sebagai suksesor ideal.
Nama-nama seperti manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino dan mantan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane masih terus dihubungkan dengan pimpinan skuat Setan Merah.
Dikutip dari Daily Mail, terkait Pochettino, United bahkan siap menggoda Spurs dengan tebusan sebesar 40 juta poundsterling atau setara Rp735 miliar apabila The Lilywhite bersedia melepasnya.
Namun, rencana MU untuk menandatangani Pochettino sepertinya tidak akan berjalan mulus, mengingat para petinggi Spurs cukup bereaksi keras menanggapi rumor tersebut.
Bahkan, mantan frontman Spurs, Clive Allen mendesak Pochettino segera mengeluarkan statemen dengan menegaskan komitmennya di Wembley.
“Saya pikir dia harus segera berbicara dengan mengatakan ‘Saya tidak tertarik dengan pekerjaan Manchester United’,” ujar Allen kepada TALKSport seperti dikutip dari Goal.
Senada mantan bos Spurs Harry Redknapp juga meminta pria asal Argentina itu mengambil sikap yang demikian. “Jika Pochettino ingin tetap di Tottenham, dia harus keluar dan mengatakan ‘tidak, saya tinggal di sini’,” sebutnya.
“Tapi saat ini dia sepertinya tidak mengatakan itu,” ujarnya menandaskan.
Sementara Zidane telah menyatakan keinginannya untuk mencoba petualangan baru di pentas Liga Primer Inggris namun belum yakin destinasinya adalah Old Trafford.
Bahkan, Zidane juga masih mempertimbangkan untuk kembali ke Serie A Italia melatih Juventus dan timnas Prancis, namun keduanya sedang berada dalam masa kejayaan.
Pria berusia 46 tahun itu memang sedang menganggur sejak meninggalkan Santiago Bernabeu akhir musim lalu usai mempersembahkan trofi Liga Champions ketiga beruntun untuk Los Blancos.
(qur/pojoksatu)

Pecat Mourinho, MU Siapkan Rp800 Miliar untuk Pelatih Ini

POJOKSATU.ID, MANCHESTER – Petinggi Manchester United segera mendepak Jose Mourinho dari kursi manajer. Calon penggantinya pun sudah disiapkan. Dia adalah Mauricio Pochettino yang saat ini menukangi Tottenham Hotspur.
Namun belum diketahui kapan pastinya Mourinho dipecat. Bisa awal tahun depan atau mungkin menunggu sampai musim panas.
BACA JUGA: Real Madrid Sudah Deal dengan Pengganti ‘Sempurna’ Ronaldo
Dikutip Pojoksatu.id dari Mirror, klub yang bermarkas di Old Trafford itu sudah menyiapkan dana 40 juta pounds atau mendekati angka Rp800 miliar untuk merekreut Pochettino.
Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino.
Kabar baiknya, MU tidak perlu membayar paket pesangon untuk Mourinho jika Setan Merah gagal ke Liga Champions musim depan.
Mourinho saat ini masih berjuang untuk membuat petinggi United terkesan. Pasalnya tim besutannya masih berkutat di papan tengah, peringkat 8 dan tertinggal 18 poin dari Manchester City di puncak klasemen.
BACA JUGA: Pasukan Taliban Memburu Bocah Pemilik Jersey Kresek Messi, Kalau Ketemu Mau Dimutilasi!
Sementara tim besutan Pochettino, Tottenham duduk manis di posisi ketiga, 10 poin di depan Setan Merah, dan berpeluang besar lolos ke Liga Champions musim depan.
Manajer Manchester United, Jose Mourinho dan bos Tottenham, Mauricio Pochettino.
Menurut The Sun, Wakil Eksekutif Manchester United, Ed Woodward bertekad membawa juru taktik asal Argentina itu ke Old Trafford.
Pochettino pertama kali dikaitkan dengan kepindahan ke United pada tahun 2016, menyusul pemecatan Louis van Gaal, tetapi mantan bos Southampton menolaknya.
BACA JUGA: Pele: Kelebihan Messi Cuma Satu, Tidak Bisa Disejajarkan dengan Para Legenda
Dia juga baru-baru ini menandatangani kontrak baru di Spurs berdurasi lima tahun, tetapi hal itu tidak menghalangi keinginan Woodward.
Petinggi Spurs, Daniel Levy menginginkan Mauricio Pochettino tetap jadi nakhoda timnya ketika tim utara London menyelesaikan kepindahannya ke stadion baru.
Tapi dia tampaknya akan bekerja keras untuk mempertahankan sang manajer, menyusul ambisi besar kubu Setan Merah.
(fat/pojoksatu)