Medan

Tiga Kali Beraksi, Spesialis Pencuri HP di Masjid Al Jihad Berhasil Diciduk

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kelihaian Suri Catur Ningrum (34) mencuri barang-barang di Masjid Al-Jihad, Jalan Abdullah Lubis Medan, akhirnya berhasil dihentikan.
Ini setelah warga Jalan Bunga Asoka Gang Kemkem Kelurahan Asam Kumbang Medan ini ditangkap berdasarkan laporan korban bernama Putri Rahmayani Ritonga (25) warga Jalan Sei Beras Tanjung Selamat Medan yang kehilangan satu unit HP merek Vivo Y 71 di masjid tersebut, Sabtu (23/2/2019) lalu.
“Jadi awalnya, korban datang ke Masjid Al-Jihad untuk mendengar pengajian yang dilaksanakan setelah Sholat Zuhur, dan korban meletakkan tas miliknya dekat teman korban yang sedang duduk di dalam mesjid, untuk mengambil wudhuk,” kata Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH MH, Senin (18/3/2019).
Setelah acara pengajian selesai, korban mengambil HP miliknya dari dalam tas. Namun korban terkejut dengan HP miliknya Jenis Vivo Y 71 telah hilang. “Di situ, Korban sempat menanyakan kepada temannya namun tidak mengetahui dimana HP tersebut. Kemudian korban melaporkan ke Polsek Medan Baru,” jelasnya.
Menanggapi laporan korban tersebut, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan bersama pihak keamanan Masjid Al-Jihad Medan, petugas melihat rekaman CCTV yang diketahui pelaku merupakan seorang perempuan yang terlihat mengambil HP dari tas korban.
“Berdasarkan rekaman cctv itu lah, tersangka langsung ditangkap Tim Pegasus Polsek Medan Baru. Dari hasil interogasi, tersangka ternyata mengaku telah 3 kali melakukan pencurian HP di Masjid Aljihad Medan,” ujarnya.
Kini tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 5 (lima) Tahun Penjara. (*/pojoksumut)

Guru Pelajaran Agama Islam di Sumut Curhat Terkait Dualisme dalam Struktur Kepegawaian

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP-PAI) di Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan persoalan kedudukan dan eksistensi guru-guru PAI dalam struktur kepegawaian.
Mereka menilai bahwa adanya dualisme wewenang yang membawahi mereka, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut yang menimbulkan kebingungan dalam beberapa proses perngurusan administrasi.
Hal inilah dicurhatkan MGMP-PAI saat bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sumut melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat Asren Nasution di Lantai 8 kantor Gubernur Sumut, Senin (18/3).
“Dualisme ini membuat kami merasa kurang diperhatikan. Kemenag merasa kami dibina oleh Dinas Pendidikan, sebaliknya Dinas Pendidikan merasa kami dibina oleh Kemenag. Alhasil, kami jadi merasa seolah-olah terabaikan,” ujar Ketua MGMP PAI Zahro Baity.
Asren menyambut baik kedatangan pihak MGMP-PAI. Didampingi oleh pihak Dinas Pendidikan Sumut, Asren memberikan penjelasan dan menjawab keluhan yang mereka sampaikan. Menurutnya, hal-hal yang menjadi keluhan oleh pihak MGMP PAI merupakan masalah serius dan harus segera diselesaikan.
“Guru agama miliki posisi penting dan strategis, karena selain mengajarkan dasar-dasar agama, juga berikan kekuatan moral bagi anak-anak kita. Setinggi apapun IQ, tanpa pengawalan spiritual dan moral maka akan sia-sia. Untuk itu, hal-hal yang ibu dan bapak keluhkan hari ini akan segera kita proses, kita atur pertemuan selanjutnya,” ujar Asren memberi solusi.
Selain itu, Asren juga menyarankan agar MGMP PAI menyusun kajian-kajian dan menyusun rekomendasi yang dianggap benar untuk kemudian dibahas pada pertemuan selanjutnya bersama-sama dengan pihak Dinas Pendidikan Sumut dan pihak Kemenag. “Setelah dibahas, hasilnya nanti bisa berupa rekomendasi yang akan kita ajukan ke pusat melalui tembusan Gubernur,” jelasnya.
Rombongan MGMP PAI tampak puas dengan solusi yang diberikan. Mereka berjanji akan menyusun kajian dan menantikan pertemuan selanjutnya. (*/nin/pojoksumut)