Medan

Sang Agen Blak-blakan Klarifikasi Soal Firza Andika Tak Lagi Perkuat AFC Tubize

POJOKSUMUT.com, MISTERI status pemain timnas Indonesia asal Medan, Firza Andhika di klub Belgia, AFC Tubize mulai terkuak.
Kabar tentang Firza didepak tidaklah benar, namun Firza berada dalam pusaran persoalan sponsor dan klub yang tidak berjalan dengan baik.
Hal ini dikatakan oleh Director 2Touch yang juga sebagai agen Firza, Khairul Asyraf, kepada Pojoksumut.com, Selasa (30/7/2019) via pesan WhatsApp.
Khairul juga membantah soal Firza yang tidak gaji klub asal Eden Hazard itu selama enam bulan sebagai persoalan inti.  Namun, nama Firza diakui Khairul memang tidak didaftarkan ke kompetisi Belgian First Amateur Division. Firza teken kontrak sejak Januari 2019 dan sejatinya baru akan berakhir 2020 mendatang.
“Firza pulang karena memang sudah habis musim kompetisi di Belgia. Masalahnya Firza ini tidak dikirim ke Belgia untuk musim kompetisi baru. Firza adalah pemain bagus dan rencananya mau dimainkan di tim inti musim ini bukan tim U-23. Tapi, AFC Tubize memang memerlukan sponsor untuk Firza setelah prestasi waktu trial. Dimana, sponsor yang akan mengambil alih biaya gaji dan kehidupan selama di Belgia,” ujarnya.
Nah, sponsor yang dimaksud tentu NorthCliff yang membawa Firza ke Belgia. Dan, berdasarkan klausa kontrak Firza hanya akan berlaku kalau sponsor membayar uang. Dan, faktanya tanda tangan kontrak sejak Januari, NorthCliff belum membayar kewajibannnya. “Jadi ini sudah tujuh bulan tidak dibayar uang sponsorshipnya dari NorthCliffnya ke AFC Tubize,” tambahnya.
Pun demikian kata Khairul, meski belum dibayar ke klub, sebelum ini, tanggung jawab AFC Tubize telah dilakukan. Ini ditandai dengan AFC Tubize sudah meletakkan logo NorthCliff di jersey mereka, siapkan makan, tempat tinggal, nutrisi, tempat latihan yang bagus dan lainnya. “Ini bisa dilihat di sosial media di AFC Tubize sendiri, bahwa logo NorthCliff terpampang di jersey,” jelasnya.
Saat ini, Firza sendiri sudah berada di Medan tanpa kepastian. Nasibnya berbanding terbalik dengan pemain Medan lainnya, Egy Maulana Vikri yang berkiprah  Lechia Gdansk.
Sementara itu, PSMS dikabarkan tertarik mengontrak Firza kembali, klub yang tahun lalu harus rela melepaskan karena Firza telah teken kontrak sebagai pemain di bawah naungan NorthCliff. (nin/pojoksumut)

Tiga Kali Beraksi, Spesialis Pencuri HP di Masjid Al Jihad Berhasil Diciduk

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kelihaian Suri Catur Ningrum (34) mencuri barang-barang di Masjid Al-Jihad, Jalan Abdullah Lubis Medan, akhirnya berhasil dihentikan.
Ini setelah warga Jalan Bunga Asoka Gang Kemkem Kelurahan Asam Kumbang Medan ini ditangkap berdasarkan laporan korban bernama Putri Rahmayani Ritonga (25) warga Jalan Sei Beras Tanjung Selamat Medan yang kehilangan satu unit HP merek Vivo Y 71 di masjid tersebut, Sabtu (23/2/2019) lalu.
“Jadi awalnya, korban datang ke Masjid Al-Jihad untuk mendengar pengajian yang dilaksanakan setelah Sholat Zuhur, dan korban meletakkan tas miliknya dekat teman korban yang sedang duduk di dalam mesjid, untuk mengambil wudhuk,” kata Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Philip Antonio Purba SH MH, Senin (18/3/2019).
Setelah acara pengajian selesai, korban mengambil HP miliknya dari dalam tas. Namun korban terkejut dengan HP miliknya Jenis Vivo Y 71 telah hilang. “Di situ, Korban sempat menanyakan kepada temannya namun tidak mengetahui dimana HP tersebut. Kemudian korban melaporkan ke Polsek Medan Baru,” jelasnya.
Menanggapi laporan korban tersebut, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan bersama pihak keamanan Masjid Al-Jihad Medan, petugas melihat rekaman CCTV yang diketahui pelaku merupakan seorang perempuan yang terlihat mengambil HP dari tas korban.
“Berdasarkan rekaman cctv itu lah, tersangka langsung ditangkap Tim Pegasus Polsek Medan Baru. Dari hasil interogasi, tersangka ternyata mengaku telah 3 kali melakukan pencurian HP di Masjid Aljihad Medan,” ujarnya.
Kini tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 5 (lima) Tahun Penjara. (*/pojoksumut)

Guru Pelajaran Agama Islam di Sumut Curhat Terkait Dualisme dalam Struktur Kepegawaian

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP-PAI) di Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan persoalan kedudukan dan eksistensi guru-guru PAI dalam struktur kepegawaian.
Mereka menilai bahwa adanya dualisme wewenang yang membawahi mereka, yakni Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut yang menimbulkan kebingungan dalam beberapa proses perngurusan administrasi.
Hal inilah dicurhatkan MGMP-PAI saat bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sumut melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat Asren Nasution di Lantai 8 kantor Gubernur Sumut, Senin (18/3).
“Dualisme ini membuat kami merasa kurang diperhatikan. Kemenag merasa kami dibina oleh Dinas Pendidikan, sebaliknya Dinas Pendidikan merasa kami dibina oleh Kemenag. Alhasil, kami jadi merasa seolah-olah terabaikan,” ujar Ketua MGMP PAI Zahro Baity.
Asren menyambut baik kedatangan pihak MGMP-PAI. Didampingi oleh pihak Dinas Pendidikan Sumut, Asren memberikan penjelasan dan menjawab keluhan yang mereka sampaikan. Menurutnya, hal-hal yang menjadi keluhan oleh pihak MGMP PAI merupakan masalah serius dan harus segera diselesaikan.
“Guru agama miliki posisi penting dan strategis, karena selain mengajarkan dasar-dasar agama, juga berikan kekuatan moral bagi anak-anak kita. Setinggi apapun IQ, tanpa pengawalan spiritual dan moral maka akan sia-sia. Untuk itu, hal-hal yang ibu dan bapak keluhkan hari ini akan segera kita proses, kita atur pertemuan selanjutnya,” ujar Asren memberi solusi.
Selain itu, Asren juga menyarankan agar MGMP PAI menyusun kajian-kajian dan menyusun rekomendasi yang dianggap benar untuk kemudian dibahas pada pertemuan selanjutnya bersama-sama dengan pihak Dinas Pendidikan Sumut dan pihak Kemenag. “Setelah dibahas, hasilnya nanti bisa berupa rekomendasi yang akan kita ajukan ke pusat melalui tembusan Gubernur,” jelasnya.
Rombongan MGMP PAI tampak puas dengan solusi yang diberikan. Mereka berjanji akan menyusun kajian dan menantikan pertemuan selanjutnya. (*/nin/pojoksumut)