mundur dari jabatan

Gede Widiade Mundur, Manajer Madura United: Kenapa Harus Preskon Segala

POJOKSATU.id, PAMEKASAN – Manajer Madura United, Haruna Soemitro angkat suara mengomentari mundurnya Gede Widiade dari jabatannya selaku Direktur Utama Persija Jakarta.
Gede mundur diikuti Chief Operating Officer, Rafil Perdana dan lima pengurus lainnya, yakni Chief Marketin dan Comercial Officer Andika Suksmana, Ketua Panpel, Budi Saputra, Wakil Panpel Prasetyo, Manajer Persija U-19 Arvi Perwira, dan Manajer Persija U-16, Erwan.
Haruna sendiri mengaku kecewa dengan langkah-langkah yang diambil Gede. Menurutnya, yang bersangkutan tidak perlu menggelar pernyataan kepada media atau konferensi pres soal keputusannya tersebut.
Gede Widiade Mundur, Presiden Persija: Dalam Korporasi itu Biasa
Manajer Persija Jakarta Beri Sinyal Mundur

“Yang jelas sebagai sahabat saya kecewa. Sederhana saja, kalau benar sudah ada pergantian direksi di Persija, itu kan biasa dan normal dalam sebuah korporasi,” tutur Haruna seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Menurutnya, kalaupun mundur, Gede tak harus membuat pernyataan khusus di media. Apalagi pernyataannya multitafsir.
“Kalau mundur. Mundur saja, ngapain pakai preskon sehingga ada statemen yang bersayap dan multitafsir,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Gede Widiade Mundur, Presiden Persija: dalam Korporasi Itu Biasa

POJOKSATU.id, JAKARTA – Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade telah memutuskan mundur dari jabatannya.
Langkah Gede pun diikuti Chief Operating Officer, Rafil Perdana dan lima pengurus lainnya, yakni Chief Marketin dan Comercial Officer Andika Suksmana, Ketua Panpel, Budi Saputra, Wakil Panpel Prasetyo, Manajer Persija U-19 Arvi Perwira, dan Manajer Persija U-16, Erwan.
Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus menilai, hal tersebut (pengurus mundur) biasa terjadi dalam sebuah korporasi.
Manajer Persija Jakarta Beri Sinyal Mundur
Presiden Persija Jakarta – Ferry Paulus
Karena itu, ia meminta skuat Macan Kemayoran tenang dan tidak terganggu dengan situasi tersebut, terlebih Marko Simic dan koleganya tengah berjuang di kualifikasi Liga Champions Asia 2019.
“Memang di dalam aksi korporasi yang namanya pergantian, rotasi itu hal yang biasa. Jadi buat kami termasuk Persija, tidak ada yang terlalu istimewa untuk hal ini,” tutur Ferry seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
“Mundurnya pak Gede, pak Rafil dan teman-teman sekalian itu ya memang niatan beliau untuk tidak melanjutkan memimpin Persija ini,” sebut dia.
Pihaknya menenggarai alasan dibalik keputusan mundur tersebut karena merasa sudah mencapai target yang diemban manajemen (Persija juara Liga 1 2018).
“Termasuk ada hal-hal yang di luar daripada urusan Persija. Tapi buat kami, tim harus tetap jalan, Persija masih menatap untuk pertandingan di Australia,” sebutnya.
“Sekali lagi tidak ada yang boleh lebih besar daripada Persija, apa pun bentuknya. Baik itu pemain, pelatih, manajemen, atau siapa pun. Bahwa Persija itu harus lebih besar dari yang lainnya,” tandasnya.
Persija Jakarta sendiri untuk sementara menunjuk Koko Alfiat untuk menggantikan peran Gede Widiade.
Sebelumnya, Koko adalah orang yang mengatur keuangan klub asal ibu kota tersebut dan juga pemilik saham di PT Jakarta Indonesia Hebat yang merupakan perusahaan yang menaungi Persija.
(qur/pojoksatu)

Manajer Persija Jakarta Beri Sinyal Mundur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Manajer Persija Jakarta, Marsma Ardhi Tjahjoko mengisyaratkan bisa mengikuti jejak Gede Widiade mundur dari jajaran manajemen Persija Jakarta.
Sejauh ini sudah tujuh pengurus Macan Kemayoran yang memutuskan menanggalkan posisinya jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 2019.
Seperti diketahui, Gede Widiade menanggalkan jabatannya sebagai Dirut Persija, lalu diikuti Chief Operating Officer, Rafil dan lima pengurus lainnya, yakni Chief Marketin dan Comercial Officer Andika Suksmana, Ketua Panpel, Budi Saputra, Wakil Panpel Prasetyo, Manajer Persija U-19 Arvi Perwira, dan Manajer Persija U-16, Erwan.
Kepaada wartawan, Ardhi tak menampik jika dirinya akan pergi dalam waktu dekat. Ia mengatakan tugasnya telah selesai dan hanya akan menemani Persija selama kuakifikasi Liga Champions Asia dan jika tampil di Piala AFC 2019.
“yang jelas masa tugas saya terbatas. Dalam hal ini, surat perintah saya diminta per tahun. Ini memang masa tugas saya habis,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
“Tapi saya punya beban moral. Saya harus menyelesaikan sampai langkah Persija di Asia sejauh mana,” sebutnya.
Dikatakannya, dia memiliki tanggung jawab membawa Persija berjaya pada ajang Asia. Sedangkan di Liga 1, anggota TNI yang bertugas di Angkatan Udara itu tak bisa menjaminnya.
“Saya menemani sampai Liga Champions Asia. Kalau gagal, kami ke AFC Cup. Saya sampai selesai di AFC Cup. Liga 1 kami belum tahu, yang jelas habis Pemilu,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)