nasional

Air Luat Dua Warna di Bawah Jembatan Suramadu Bikin Geger, Lihat Videonya

POJOKSATU.id, SUARABYA – Video air laut dua warna di bawah jembatan Suramadu beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, air laut tampak terbagi menjadi dua bagian dengan warna yang berbeda. Air laut tersebut terlihat seperti tidak menyatu.
Video tersebut diambil oleh pengguna jalan yang berhenti di jembatan Suramadu. Dia merekam penampakan air laut dua warna di bawah jembatan.
Di satu sisi air laut itu berwarna kehitam-hitaman seperti minyak mentah yang tumpah di laut. Sementara di sisi lainnya berwarna abu-abu.
“Mak bissa deiyeh aing ye? Mak bisa geris. (Kok bisa seperti ini airnya? Kok bisa seperti menggaris,” ujar pria yang merekam air laut dua warna tersebut.
Seperti dilansir Warta Bromo, Rabu (20/3) fenomena air laut seperti ini bisa terjadi karena beberapa faktor. Diantaranya pertemuan dua arus air laut yang berbeda kadar garamnya.
Air laut dua warna di Jembatan Suramadu
Air laut dengan warna kehitaman, dimungkinkan karena tercampur dengan air tawar yang berasal dari darat. Lalu, sisi lain yang berwarna abu-abu seperti jernih, merupakan murni air laut.
Penjelasan ini juga diperkuat dengan beberapa sebab. Arus bawah laut diketahui sangat besar. Sehingga ada perbedaan suhu, kadar garam hingga kerapatan air. Berbeda dengan air tawar yang memiliki karakteristik tersendiri.
Saat keduanya bertemu, air tidak bisa bercampur begitu saja. Karakteristik dari masing-masing air yang menjadi penyebabnya. Otomatis, air laut tampak seperti menggaris atau ada batas.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Selat Madura, namun juga terjadi pada arus Selat Gibraltar yang menjadi pertemuan antara Laut Tengah (Mediterania) dan air dari Samudera Atlantik. Pertemuan ini tidak menyebabkan air bersatu, bahkan tampak menggaris atau ada batas.
Berikut ini video air laut dua warna di bawah jembatan Suramadu:

(one/pojoksatu)

Pengakuan Pengemis Tajir Bogor: Dulu Punya Istri 3, Meninggal Semua

POJOKSATU.id, BOGOR – Pengemis Tajir Bogor yang sering mangkal di lampu merah Yasmin, depan Lotte Mart, akhirnya terjaring razia Satpol PP, Rabu (20/3).
Pengemis kaya bernama Hermawan alias Encun itu dibawa ke markas Satpol PP untuk diintrogasi. Mobil Avanza yang setiap hari digunakan pergi-pulang mengemis juga diamankan.
Mobil dengan nomor polisi F 1663 NM itu dibawa ke markas Satpol PP.
Mobil Avanza diduga milik pengemis Bogor diamankan Satpol PP
Kepada awak media, pengemis tajir itu membantah semua isu yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp.
BACA: Dicibir, Pengemis Tajir Tetap Mangkal di Yasmin Bogor, Lihat Vidoenya
Ia mengatakan bahwa kabar tentang dirinya memiliki tiga istri tidak benar. Semua istrinya telah meninggal dunia.
“Dulu punya 3 istri, tapi sudah meninggal semua. Sekarang gak punya istri,” katanya.
Pengemis tajir Bogor ngemis di pertigaan Yasmin
Ia juga membantah sebagai juragan angkot. Bahkan, dia mengaku tidak memiliki mobil dan angkot, seperti yang diributkan warganet.
“Gak punya angkot, gak punya mobil. Ini (mobil Avanza) punya orang,” tambahnya seraya menunjuk mobil Avanza yang setiap hari dia pakai.
BACA: 10 Pengemis Kaya, Koleksi Mobil Mewah Hingga Beristri 7
Warga RT 05/01 Cisauk, Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor itu mengaku mendapatkan uang dari hasil mengemis Rp150 per hari. Dalam sebulan, dia mampu mengumpulkan uang Rp4 juta hingga Rp5 juta.
(one/pojoksatu)

Menristekdikti Tantang Kampus Gelar Kuliah Online

POJOKSULSEL.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menantang sejumlah perguruan tinggi di daerah untuk menggelar kuliah online. Daerah yang dimaksud adalah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
Nasir mengatakan, tujuan dari perkuliahan onlie atau terbuka adalah untuk memastikan mahasiswa dari kota dan kabupaten terjauh dari ibu kota provinsi, dapat menuntut pendidikan tinggi.
Dia mencontohkan, mayoritas pemuda di Kota Pagaralam yang berjarak 294 kilometer dari Kota Palembang harus bisa berkuliah.
Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi sebesar 34,58 persen. Namun, belum memberikan kesempatan yang adil bagi pemuda yang hidup di kota atau kabupaten yang jauh dari perguruan tinggi, sehingga Program Studi Jarak Jauh (PJJ) perlu dikembangkan.
“Di sana pasti lebih susah untuk kuliah. Bagaimana mereka bisa kuliah, padahal mereka sudah kerja atau putus kuliah. Ini adalah pasar kita, kita bisa bidik. Tidak usah mereka datang ke Palembang. Cukup dia pakai pendidikan jarak jauh,” ujar Nasir melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (20/3/2019).
Dia berharap perguruan tinggi dapat mengembangkan perkuliahan online secara bertahap sebelum sepenuhnya membuka PJJ dengan izin Kemenristekdikti.
“Kalau mungkin tidak bisa 100 persen online. Mungkin bisa 50 persen online, 50 persen face to face, atau yang kita sebut blended learning. Nanti kalau blended learning sudah cukup, bagaimana ini meningkat (semua) online,” tutur dia.
Nasir menyatakan perjuangan pemerintah untuk memperkuliahkan para pemuda masih jauh dari harapan, di mana masih baru 34,58 persen pemuda berkuliah. Walaupun demikian, jumlah itu meningkat dari 29,42 persen pemuda berkuliah pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Masa empat tahun ini Indonesia telah mencapai 34,58 persen. Mudah-mudahan AKP Indonesia bisa mencapai di angka 36 persen, walaupun target nasional di angka 34 kita sudah melebihi,” pungkasnya.
(jpc/pojoksulsel)

Dicibir, Pengemis Tajir Tetap Mangkal di Yasmin Bogor, Lihat Vidoenya

POJOKSATU.id, BOGOR – Foto pengemis tajir di Yasmin Bogor viral sejak Selasa (19/3) kemarin. Dia menjadi perbincangan ramai di medsos dan grup WhatsApp karena memiliki mobil, rumah mewah dan beristri 3. Bahkan, dia seorang juragan angkot.
Kendati demikian, pengemis kaya itu sepertinya tak terpengaruh cibiran warganet dan masyarakat Bogor.
Buktinya, hari ini dia tetap mengemis di lampu merah Yasmin, depan Lotte Mart Bogor, Jl KH Abdullah bin Nuh, Kota Bogor, Jawa Barat.
BACA: Pengemis Kaya di Bogor, Ngasih ke Supir Rp500 Ribu per Hari
Seperti biasa, dia tetap mengenakan baju koko, sarung, surban dan kopiah. Ia berjalan di antara deretan mobil yang berhenti karena lampu merah.
Ia menjulurkan tangan, berharap receh dari pengguna jalan. Beberapa pengguna jalan mengacuhkannya. Namun, ada pula yang tetap memberikan pecahan uang kerta kepada pengemis tajir tersebut.
Pengemis Bogor hendak naik ke mobilnya.
Pengemis asal Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor ini sempat terjaring razia Satpol PP pada Senin (18/3) lalu. Namun, dia tidak ditangkap. Dia hanya diusir dan diminta untuk tidak kembali mengemis di lokasi tersebut.
BACA: Tajir! Pengemis Bogor Saingi Kakek ‘Winnie The Pooh’ yang Punya 7 Istri
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Bogor, Azrin Syamsudin mengatakan bahwa membenarkan bahwa pengemis tajir itu adalah juragan angkot.
Selain sebagai juragan angkot, pengemis kaya itu juga memiliki mobil Avanza, rumah mewah, dan 3 istri.
BACA: 10 Pengemis Kaya, Koleksi Mobil Mewah Hingga Beristri 7
Menurut Azrin, seharusnya pengemis tajir itu dikurung enam bulan dan didenda Rp50 juta sesuai peraturan daerah (perda) yang berlaku di Kota Bogor.
“Dia juragan angkot, rumah mewah punya istri 3. Harusnya dikenai kurungan 6 bulan dan denda Rp50 juta sesuai Perda 8 Tahun 2011,” ujar Azrin.
Berikut video pengemis tajir Bogor yang tetap mangkal di lampu merah Yasmin meski fotonya sudah viral di media sosial:

(one/pojoksatu)

Kemendagri Bantah Terlibat Rencana Apel Kades Bareng Jokowi di GBK

POJOKSULSEL.com – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menepis tudingan yang menyebut institusi pimpinan Tjahjo Kumolo itu ikut menggerakkan para kepala desa se-Indonesia menghadiri apel bersama, sekaligus pemberian gelar Bapak Pembangunan Desa untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 30 Maret mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Menurut Sekretaris Jenderal Kemendagri Hadi Prabowo, pihaknya tak pernah ikut campur kegiatan bertitel Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa itu.
Hadi mengatakan, penyelenggara kegiatan itu adalah Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan dan Pemberdayaan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD). Menurutnya, Bakornas P3KD pula yang menggagas acara itu.
“Pendanaan acara tersebut menjadi bagian dari panitia. Kemendagri tidak pernah ikut campur, meskipun dalam surat edaran Badan Koordinasi Nasional para kepala desa bisa menggunakan dana desa untuk transportasi dan akomodasi sebesar Rp 3 juta rupiah,” kata Hadi di kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2019).
Karena itu Hadi menepis anggapan yang menyebut pemerintah terutama Kemendagri dan Kementerian Koordinator Polhukam memfasilitasi acara tersebut. “Jadi, dalam hal ini Kemendagri, Kemenkopolhukam tidak ada keikutsertaannya,” tegas Hadi.
Hanya saja, Hadi tidak memastikan apakah kegiatan seperti itu bisa menggunakan dana desa atau tidak. Sebab, penggunaan dana desa sebetulnya sudah diatur dalam rancangan keuangan pemerintah desa (RKPDes).
“Kami enggak mengerti, semua RKPDes-nya kan ada. Kalau itu dikeluarkan sebagai perjalanan dinas kan ada yang sah, ada yang tidak. Itu kan masing masing. Kalau tidak, terus diada-adakan itu tidak pas. Jadi harus dilihat satu persatu,” jelasnya.
Sebelumnya politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief berkicau soal kegiatan apel para kades itu melalui akunnya di Twitter. Andi menyebut ada upaya mirip pemerintahan Orde Baru dengan memobilisasi para kades untuk memenangkan Soeharto dan Golkar.
“Kepala desa dimobilisasi, uang dana desa dijadikan akomodasi. Ini dulu modus Orba untuk memenangkan Pak Harto dan Golkar. Pak Harto sudah pergi tapi Mendagri Tjahjo Kumolo pewaris Golkar dalam tubuh Jokowi dan PDIP. Tarik maaang,” cuitnya.
(jpc/jpg/pojoksulsel)

Gita Dirampok Sopir Taksi Online Gegerkan Balikpapan, Kejadian di Jakarta

POJOKSATU.id, BALIKPAPAN – Kabar perampokan terhadap wanita bernama Gita menggegerkan Balikpapan. Kabarnya, Gita dirampok sopir taksi online di Jalan Bukit Sion, Balikpapan Kota.
“Gita naik grabcar. Jadi abang grabnya pura-pura mobilnya rusak, ternyata ambil pisau sama pistol langsung ditodong dan diajak ke ATM, dikuras semua uangnya dan diambil smua barang berharganya. (Lalu) ditusuk paha, pipi, sisanya dibuat berdarah perut sama telapak tangannya,” demikian isi pesan berantai yang beredar di kalangan masyarakat Balikpapan.
Bahkan, dalam pesan tersebut juga ditulis bahwa Gita akan menjalani perawatan medis secara intensif.
“Mohon doanya, nanti jam 9 Gita mau dioperasi. Semoga lancar dan enggak ngilangin cacat, ya. Kasian anaknya masih kecil, belum 2 tahun,” tambahnya, dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group/Pojoksatu.id) pada Rabu (20/3).
Perampokan Gita oleh sopir taksi online di Balikpapan dipastikan tidak benar alias hoax.
Perampokan sadis ini terjadi di kawasan Jakarta Timur. Perempuan yang dimaksud dalam kasus ini berinisal Gita, karyawan PT Bank Mandiri Tbk (Persero). Gita dirampok sopir taksi online pada Jumat (15/3) lalu.
Pipi pegawai Bank Mandiri diris ddriver taksi online
Saat itu, Gita naik taksi online dari Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) kawasan Kemang, Jakarta Selatan menuju rumahnya di Jatiwaringin, Jakarta Timur.
Di tengah perjalanan tiba-tiba sopir tersebut menghentikan mobilnya dan diduga melakukan perampokan dengan mengancam karyawati tersebut dengan pisau.
“Di tengah jalan dirampok oleh sopir taksinya dan dipaksa diambil uangnya dari kartu ATM. Dia dilukai di paha dan di wajah,” kata Rohan, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Sabtu (16/3).
Rohan menjelaskan, kasus ini sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Bahkan kepolisian juga sudah menangkap pelaku pada Sabtu, sekira pukul 02.30 WIB.
(one/pojoksatu)

Pengemis Bogor Itu Juragan Angot dari Jasinga, Punya 3 Istri

POJOKSATU.id, BOGOR – Pengemis Bogor menjadi buah bibir warganet. Pengemis yang sering mangkal di simpang Yasmin, tepatnya di depan Lotte Mart itu ternyata orang kaya.
Kabarnya, pengemis kaya berusia sekitar 60 tahun ini tidak hanya memiliki mobil Avanza. Dia juga dikabarkan memiliki usaha rumah kontraka, angkutan kota (angkot) dan rumah mewah.
Yang tak kalah mengejutkan, pengemis yang belum diketahui identitasnya itu disebut-sebut memiliki 3 istri.
“Dia orang Jasing, juragan angkot dan punya istri 3. Tapi gak tau alamat lengkapnya,” ucap salah satu warganet yang mengomentari foto pengemis kaya tersebut.
Foto pengemis tajir itu pun langsung viral. Bagi warga yang sering melintas di simpang Yasmin Bogor, wajah pengemis ini sudah sangat familiar.
Pemilik akun @p.dwivira mengatakan, cerita tentang pengemis kaya ini sudah lama dia dengar dari seorang driver grab.
“Kabar ini sebenernya udah lama, akupun dapet info dari abang grab waktu itu, jadi si bapak ini tuh punya supir. Nah supirnya ini ngobrol sama driver yg aku tumpangi ini, si supir bapak ini cerita kalo dia sekali disupirin bisa dapet 200-500 ribu perhari,” katanya.
BACA: 10 Pengemis Kaya, Koleksi Mobil Mewah Hingga Beristri 7
Dia mengatakan, berdasarkan cerita dari driver grab, pengemis kaya itu memiliki beberapa mobil dan rumah mewah.
“Kebayang ga? Yg kerja aja gak sampe segitu per hari, nah makanya dia ngemis beralasan gitu, terus si supirnya bilang kalo si bapak ini rumahnya dimana ya? Aku lupa tapi mewah banget deh, mobilnya juga ada banyak gak itu doang,” katanya lagi.
Ia pun mengajak netizen untuk memperhatikan cara pengemis tajir itu bershalawat saat mengemis di lampu merah.
“Terus si bapak initeh kalo ngemis kalian dengerin deh mulutnya kayak solawatan, tapi itu solawatan yg aneh, dengerin deh, aku pernah dengerin dan itu freak banget, jadi dia cuman kedok peci sorban koko sarung doang, mulutnya gajelas komat kamit, bikin kasian bangetkan?,” ujar akun ini lagi.
“Perhatiin aja galusuh banget bajunya, gak kayak yg lain, mending kasih ke yg badut badut, asli mereka kasian banget jual jasa hiburan buat anak anak, udah panas panasan diripula, sekian hehe,” pungkasnya.
Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor, Dimas Tiko mengaku sedang menelusuri identitas pengemis yang sedang menjadi perbincangan ramai di medsos dan grup WA tersebut.
“Kami masih lakukan validasi dan pendalaman, insya Allah nanti kita share kembali,” ujar Dimas kepada pojokbogor, Selasa (19/03/2019).
Dimas menjelaskan, menurut informasi yang dia dapat, pengemis tersebut terjaring saat kegiatan patroli di kawasan Yasmin Bogor.
“Hanya masih saya konfirmasikan karena kegiatan saat itu di bawah kendali bidang trantib,” imbuhnya.
Tiko membenarkan kalau foto pengemis bermobil yang beredar luas di medsos itu berada di Kota Bogor.
“Untuk lokasi persisnya, saya belum dapat beritanya lebih lanjut karena sedang dalam perjalanan dari Bandung ke Bogor,” tandasnya.
(adi/pojokbogor)

10 Pengemis Kaya, Koleksi Mobil Mewah Hingga Beristri 7

POJOKSATU.id, BOGOR – Pengemis sering dipandang sebelah mata. Pekerjaan ini dianggap rendahan. Setiap hari mangkal di perempatan jalan. Berharap receh dari pengguna jalan.
Mereka berjuang di bawah panas terik matahari. Memelas belas kasih. Menunggu uluran tangan dari pagi hingga sore.
Siapa sangka, penghasilan mereka ternyata lebih dari cukup. Sebagian dari mereka bisa membeli mobil mewah, rumah mewah, dan tanah belasan hektare.
Tak hanya itu, sebagian dari mereka juga punya istri banyak. Bahkan, ada yang memiliki 7 istri.
Berikut ini kisah 10 pengemis kaya yang pernah menggegerkanb publik yang dikutip Pojoksatu.id dari berbagai sumber:
1. Pengemis Bogor Punya Mobil dan Rumah Mewah
Pengemis Bogor mendadak jadi perbincangan ramai. Pengemis yang sering mangkal di simpang Yasmin Bogor, tepatnya di lampu merah depan Lotte Mart itu ternyata memiliki mobil.
Tak hanya itu, pria berusia sekitar 60 tahun itu juga disebut-sebut memiliki rumah mewah, rumah kontrakan dan angkutan kota (angkot). Dan tang tak kalah mengejutkan, pria itu dikabarkan memiliki tiga istri.
Bagi pengendara yang sering melewati lampu merah Yasmin, pasti tidak akan asing dengan wajah pria tersebut. Ia kerap memakai kopiah saat mengemis. Wajahnya sangat mudah dikenali. Hidungnya (maaf) bolong.
Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor, Dimas Tiko mengaku sedang menelusuri identitas pengemis tersebut.
“Kami masih lakukan validasi dan pendalaman, insya Allah nanti kita share kembali,” ujar Dimas kepada pojokbogor, Selasa (19/3/2019).
Dimas menjelaskan, menurut informasi yang dia dapat, pengemis tersebut terjaring saat kegiatan patroli di kawasan Yasmin Bogor.
2. Kakek ‘Winnie The Pooh’ Punya Istri 7
Kakek Winnie The Pooh
Pengemis Mojokerto, Suaedi (75) menggegerkan publik pada tahun 2016 lalu. Pengemis yang dijuluki kakek ‘Winnie The Pooh’ sering mangkal di depan Lippo Mall Sidoarjo.
Setiap hari, warga Mojokerto itu bisa mengantongi Rp 500 ribu. Dari pendapatannya itulah, Suaedi membeli rumah mewah dan beristri 7.
“Ini dari pengakuannya sendiri. Dia bilang kalau sehari tidak dapat (Rp 500 ribu) itu, dia tidak akan pulang,” ucap Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Sidoarjo, Husni Tamrin.
Dari hasil mengemis, dalam satu tahun dia bisa membeli rumah di Mojokerto, beli motor Yamaha Vixion dan motor matik.
Sewaktu Suaedi dibawa petugas Liponsos Sidoarjo pada Minggu (14/6/2016), tiba-tiba seorang perempuan berlari menghampiri petugas.
Perempuan itu mengaku istri ketujuh Suadi. Namanya Karsih. Ia bertugas mengawasi Suaedi dari jauh saat mengemis. Dia tidak ikut berpakaian badut. Tapi dalam tasnya ada dua pakaian badut.
3. Dapat Rp30 Juta Sebulan
Seorang pengemis tajir bernama Romli ditangkap aparat Satpol PP Kotim, Kalimantan Tengah, Minggu (28/6) malam.
Pengemis ini berpenghasilan Rp1 juta sehari atau Rp30 juta sebulan. Dari hasil mengemis itu, Romli berhasil membeli tanah seluas 4 hektare.
Romli yang biasa mangkal di Pasar Ramadan di Taman Kota Sampit ditangkap bersama anaknya yang masih kecil. Di tempat terpisah, istrinya Suparmi juga ditangkap dengan barang-barang bawaannya.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah surat kepemilikan tanah (SKT), plus uang dalam jumlah besar. Dari keluarga tersebut, petugas menemukan uang tunai Rp 10 juta.
Selain itu, petugas juga menemukan lima buah SKT dengan luas tanah keseluruhan 4,25 hektare.
Kepada petugas, warga Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan keluarga ini mengaku mampu mengumpulkan uang dari hasil mengemis minimal Rp 1 juta setiap hari.
4. Beli Mobil dan Melancong ke Luar Negeri
Seorang pengemis di Lhokseumawe ditangkap petugas pad atahun 2015 lalu. Saat diperiksa, pengemis ini memiliki uang sebanyak Rp 14,5 juta bersama passport.
Ketika diinterogasi personel Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Aceh, dia beralasan ingin memiliki mobil.
“Mau beli mobil dan pergi ke Malaysia,” kata Sufyan di kantor Satpol PP Lhokseumawe, Kamis (30/7/2015).
Menurut pengakuannya, uang sebesar Rp 14,5 juta didapatkan dari hasil mengemis. Setahun terakhir, dia mengaku beroperasi di Simpang 4 Lhokseumawe dengan membawa kotak sumbangan anak yatim.
Sufyan juga mempunyai uang Ringgit yang diperolehnya dari turis di Banda Aceh. Sebelum tinggal di Lhokseumawe, duda beranak satu ini mengaku pernah di Banda Aceh.
Ketika digeledah, warga asal Desa Balee, Kecamatan Mamplam, Bireuen itu diketahui memiliki paspor yang masih berlaku hingga 2019.
5. Punya Tabungan Puluhan Juta Rupiah
Kelakuan pemuda yang satu ini benar-benar tak patut ditiru. Masih 26 tahun, Ade Cahyano memilih untuk menekuni profesi meminta-minta alias mengemis. Padahal dari perawakannya dia masih sehat, segar bugar dan masih bisa bekerja apapun.
Ade akhirnya kena batunya. Dia terjaring razia Bhakti Praja di pusat Kota Banjar, Selasa (22/3).
Satpol PP memang manaruh curiga dengan Ade. Pasalnya, dia tergolong muda. Di lihat dari faktor wajah, dia sebenarnya juga tak jelek-jelek amat dan tak layak menjadi pengemis.
Tapi karena nekat meminta-minta, Ade lantas ditangkap.
Nah, saat digeledah, petugas menemukan uang hasil mengemis sebesar Rp 2 juta lebih. Bentuknya pecahan seratus ribu, lima puluh ribu dan sepuluh ribuan plus.
Petugas terus menelusuri kekayaan Ade. Betapa kagetnya mereka saat tahu Ade punya uang tabungan di koperasi sejumlah Rp 19.702.000. Artinya, kekayaan Ade senilai Rp 22 juta.
6. Berangkat Ngemis Naik Mobil Sedan
Kehidupan Arif Komady berbanding terbalik dengan pekerjaannya. Meski hanya bekerja sebagai pengemis, kehiduan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu bak orang kaya.
Arif memiliki mobil jenis sedan yang dipakainya berangkat mengemis bersama keluarga. Selain itu, dia juga punya kartu kredit. Arif juga punya kartu ATM di dompetnya.
Arif mengaku mengemis karena kondisi fisiknya tak memungkinkan. Dengan kaki yang cacat, Arif berusaha meminta belas kasihan orang yang melintas.
“Saya memang sengaja datang ke sini untuk mengemis. Fisik yang mengalami kelumpuhan ini mendorong untuk seperti ini. Apalagi usaha yang pernah saya lakukan sudah tidak berhasil, sehingga nekat melakukan pekerjaan ini,” katanya kepada Kalteng Pos.
7. Pendapatannya Setara Gaji Manajer
Seorang pengemis tua di Balikpapan membuat heboh. Bagaimana tidak, dalam sehari ia berhasil mengumpulkan uang dari belas kasihan orang lain hingga Rp 1 juta.
Jika dikalikan sebulan, pengemis tua yang diketahui bernama Sarmin (76) ini bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 30 juta. Setara gaji manajer perusahaan bonafide.
Penghasilan kakek Sarmin terungkap saat dirinya ditangkap petugas Satpol PP di kawasan Jalan Ruhui Rahayu, tepatnya di depan Dome, Balikpapan Selatan, Senin (26/6/2017) malam.
Kakek Sarmin sendiri sudah menjadi target petugas sejak lama. Pasalnya, pihaknya sering mendapatkan keluhan dari warga soal keberadaannya.
“Saat itu saya juga sedang patroli dan melihat ada pengemis yang selama ini jadi target kami. Saya kontak anggota untuk mengamankan dia,” ujar Kabid Tibum dan Tranmas Subardiyono.
8. Isi Tabungan Legiman Rp900 Juta
Legiman
Pengemis yang satu ini bikin geleng-geleng kepala. Dia terjaring razia satpol PP di Kota Pati Sabtu malam lalu (12/1/2019).
Yang menghebohkan, pengemis yang diketahui bernama Legiman alias Lek Man Ceker mengantongi buku tabungan dan kartu ATM dengan nilai mencengangkan.
Saldo di rekeningnya Rp 900 juta. Kalau ditambah dengan rumah senilai Rp 250 juta dan tanah seharga Rp 275 juta yang dia klaim berada di Desa Ngawen, total uang dan asetnya mencapai Rp 1,425 miliar.
Oleh sejawat sesama pengemis, Legiman dikenal rajin dan daerah operasinya banyak. Namun, klaim punya rumah dan tanah di kampung asal dibantah sang kepala desa.
Pujianto mengamati foto itu untuk beberapa saat. Tak lama kemudian kepalanya menggeleng.
“Ndak kenal saya. Sepertinya bukan orang sini dia,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus yang menemuinya di sebuah warung kopi di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Pati, Jawa Tengah.
9. Punya Mobil Toyota Land Cruiser
Polisi Dubai mengamankan seorang wanita yang meminta-minta di dekat sebuah masjid di Dubai. Wanita ini ditangkap bukan karena berbuat kejahatan di jalan. Tapi, lantaran ia kepergok mengemudikan sebuah mobil mewah ketika meninggalkan lokasi tempatnya mengemis.
Menurut Polisi, mereka memang sudah beberapa kali mengintai aktivitas wanita tersebut. Begitu melihat selesai mengemis, polisi mengikutinya dari jauh.
“Kami melihat dia berjalan ke belakang masjid dan menaiki kendaraan roda empat Toyota Land Cruiser, beberapa meter dari tempat dia mengemis, dan mengemudikannya meninggalkan tempat tersebut,” kata Wakil Ketua Urusan Penanganan Kriminal, Khalil Al-Mansouri seperti dilansir BBC.
Pihaknya meningkatkan patroli untuk memberantas kegiatan mengemis menjelang Ramadan yang semakin menjadi-jadi di negara itu walaupun perbuatan meminta sedekah sangat dilarang.
Khalil juga berkata, polisi menahan seorang pengemis warga Asia baru-baru ini yang didapati mempunyai lebih Dh70.000 (Rp250 juta) bersamanya.
“Dia membawa uang sebanyak itu karena cemas akan dicuri rekan sekamarnya,” kata Khalil.
10. Hasil Ngemis Rp2,4 Miliar Setahun
Pendapatan pengemis kaya ini mengejutkan banyak orang. Betapa tidak, dari hasil mengemis, dia mendapatkan US$ 130 ribu atau Rp 2,4 miliar setahun.
Pengemis kaya yang setiap hari mangkal di pusat Kota Wolverhampton, West Midlands, Inggris itu mendapatkan 500 poundsterling atau Rp 9,3 juta setiap hari.
Pengemis kaya ini meraup sekitar 2.500 poundsterling atau Rp 46,7 juta seminggu, atau Rp186 juta sebulan.
Seperti dikutif dari Daily Mail, Rabu (2/3/2016), pendapatan pengemis kaya tersebut nyaris menyamai gaji Perdana Menteri Inggris, David Cameron senilai 142.500 poundsterling.
Ketua lingkungan Wolverhampton yang juga anggota dewan perburuhan, Steve Evans, mengatakan, pengemis kaya tersebut diketahui tinggal di rumah mewah.
“Informasi bahwa ia (pengemis) mendapatkan 500 poundsterling per hari dari hasil meminta-minta didapat dari anggota dewan yang lain,” ujar Evans.
“Kami tahu dia bukan tunawisma karena ia tinggal di rumah yang cukup layak. Namun ia terlihat di tengah-tengah pusat kota pada jam sibuk dan senang untuk duduk di sana sepanjang hari,” tambah Evans.
(one/pojoksatu)

Tawuran di Cakung, 17 Abg Labil Diamankan Polisi, Pak RT Kena Timpuk

POJOKSATU.id, JAKARTA- Sebanyak 17 orang diciduk polisi buntut tawuran di Jalan Raya Bekasi Km 19,8, Jalan Swadaya 3, Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (17/3). Dalam peristiwa ini, seorang ketua RW yang tak jauh dari lokasi kejadian juga jadi korban.
Peristiwa itu terjadi awalnya para elaku menyerang ke rumah-rumah warga di sana hingga warga mengalami luka. Menurut keterangan saksi datang sekelompok orang tidak dikenal menggunakan 30 sepeda motor sambil membawa senjata tajam menyerang warga hingga masuk ke perkampungan.
“Sekitar 17 orang saat ini tersangkanya sudah kita tangkap,” ucap Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Malvino Edward Yusticia di Mapolda Metro Jaya, Selasa 19 Maret 2019.
Pelaku juga melempar batu sehingga melukai warga. Warga yang kesal lantas membalas ulah para pelaku tersebut sampai akhirnya tawuran tak terelakan.
“Saat itulah terjadi pembacokan yang melukai warga RW 02 hingga terjadi korban luka tangan kanan putus, korban luka bacok punggung dan luka bacok kepala,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menyebut dalam kejadian tersebut ternyata ada juga anak dibawah umur yang jadi pelaku. Sementara itu, untuk para korban sendiri kini sudah lebih membaik pasca langsung mendapatkan perawatan.
“Ada tujuh orang anak-anak dibawah umur itu juga sudah kita periksa dan didampingi. Nanti kita persiapan untuk mengirim berkasnya,” katanya lagi.
(dhe/pojoksatu)
 

Edan! Siswa SMK Jadi Produsen Narkoba di Apartemen Mewah Bandung

POJOKSATU.id, BANDUNG – Direktorat Narkoba Polda Jabar berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat.
Polda Jabar menemukan pabrik narkoba jenis gorila di Apartemen Grand Asia Afrika Residence, Jalan Karapitan, Kota Bandung.
Pabrik narkoba ini dibuat oleh seorang siswa SMK berinisial MRF (18). Selain menjadi produsen, siswa kelas 3 itu juga menjadi pengedar narkoba.
“Sangat miris pelaku yang juga pembuat dan pengedar ini berstatus pelajar kelas 3 SMK,” ucap Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo, Selasa (19/3).
Menurut Trunoyudo, Polda Jabar telah mengamankan MRF sebagai otak dari industri kecil pembuatan barang haram tersebut pada Minggu 10 Februari 2019.
“Kami melihat pelaku bisa membuat narkoba dengan lihai. Bahkan jika kelebihan dosisnya bisa membuat pemakainya menjadi gila secara permanen,” terang Truno.
Menurut Truno‎ pengungkapan narkotika yang juga sering disebut sintetic canabinoid ini adalah berdasarkan laporan masyarakat.
Pelapor merupakan sesama penghuni apartemen mewah yang berada di tengah Kota Bandung tersebut.
“Tim khusus dari Ditres Narkoba Polda Jabar pun langsung melakukan penyelidikan saat mendapatkan laporan ini. Bahkan tim yang juga telah mengumpulkan bahan keterangan stand by di lokasi kejadian selama kurang lebih dua minggu,” ucapnya.
Menurut Truno, siswa SMK itu membuat narkoba di lantai 18, kamar no 26. Setelah diproduksi, narkoba ini dijual ke masyarakat secara online.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di apartemen tersebut. Ada yang ditemukan di atas tempat tidur, ada pula yang disimpan di dalam lemari pakaian.
“Barang bukti di dalam laci lemari berupa bahan kimia untuk membuat tembakau gorilla,” katanya.
Di dalam lemari itu juga ditemukan peralatan-peralatan khusus yang digunakan sebagai alat produksi.
“Tersangka tidak bisa mengelak saat kami dari Polda Jabar lakukan penangkapan,” katanya.
Kepolisian mengamankan barang bukti di antaranya 10 paket gorilla dengan berat 175,4 gram.
“Selain itu ada juga 1 paket sedang lainnya dengan berat mencapai 8,74 gram. Kami juga amankan 1 kilogram tembakau gorilla yang disimpan di atas panci,” katanya.
“Selain itu ada juga 2 buah pil ekstasi yang salah satunya telah hancur. Diduga satu pil yang hancur itu adalah salah satu bahan campuran untuk membuat tembakau gorilla,” tambahnya.
‎Pihak kepolisian juga mengamankan 1 paket tembakau gorilla dengan bungkus oranye seberat 75,69 gram ditambah 1 paket lainnya dengan bungkus putih.
“Pada bungkus putih tersebut memiliki berat lebih ringan dari yang bungkus oranye yaitu seberat 28,7 gram,” jelasnya.
Ditres Narkoba Polda Jabar juga, mengamankan 6 buah paket besar bahan mentah dengan berat 8 KG.
“Ditambah ‎8 paket kecil bahan mentah dengan berat 800 gram. Lalu ada juga 6 buah botol alkohol dengan kandungan 96 persen, dan 2 ponsel pintar jenis Oppo dan 1 jenis Samsung,”terangnya.
‎Akibat perbuatannya tersebut tersangka MRF bisa dijerat berbagai pasal tentang narkotika pada UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Di antaranya Pasal 111, 112 dan pasal 114 dengan ancaman pidana maksimal hukumum seumur hidup dan hukuman mati.
(arf/pojoksatu)