ole gunnar solskjaer

Ditangan Solskjaer, Fellaini Nilai Manchester United Berubah

POJOKSATU.id, JAKARTA – Marouane Fellaini mengaku jika Manchester United sempat mengalami masa buruk di bawah arahan Jose Mourinho.
Dikatakan, hal tersebut masa yang sulit bagi pemain. Namun, kini ia senang karena mantan timnya itu bisa melalui dengan baik bersama Ole Gunnar Solskjaer.
Sebelum pindah ke Shandong Luneng, Fellaini sempat merasakan kepemimpinan Solskjaer.
Dilansir Tribal Football dari HLN, pemain Norwegia ini menilai perubahan ke arah lebih baik dirasakan sejak awal Solskjaer memimpin.
“Banyak yang telah berubah di Manchester United, yang langsung terlihat ketika pelatih baru dimulai. Tapi itu bagian dari sepakbola, anda memiliki pasang surut,” ujarnya.
“Kami memiliki periode yang buruk di bawah Mourinho, tapi sekarang tim (MU) kembali ke puncak. Semua sudah lebih baik,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)

Solskjaer Minta Manchester United Stop Beli Pemain Bintang

POJOKSATU.id, INGGRIS – Pelatih sementara, Ole Gunnar Solskjaer mendesak Manchester United untuk berhenti membeli pemain bintang.
Ia ingin agar klub memilih membeli pemain yang cocok untuk klub.
“Ini bukan tentang jumlah berapa banyak pemain bintang. Melainkan pemain tepat dan cocok. Kepribadian harus sesuai dengan tim,” kata dikutip Metro.co.uk.
Dirinya menilai, membeli pemain bintang belum tentu bisa memperbaiki keadaan. Pemain muda dengan talenta yang ada bisa lebih menjanjikan bagi tim.
“ika Anda melihat para pemain, usia mereka, mereka masih muda dan mereka memiliki banyak perkembangan di dalamnya,” ujarnya.
Namun begitu, ia mengaku membutuhkan pemain berpengalaman untuk bertahan dan melangkah ke depan.
“Paul (Pogba) misalnya, mereka berada pada usia di mana kita mengharapkan untuk mengambil tanggung jawab itu,” tandasnya.
Diketahui, Setan Merah mengalami kebangkitan pasca ditinggal Jose Mourinho. Saat ini, mereka ada di posisi kelima, beda dua poin dari Chelsea di posisi keempat.
Pada pekan ini, Manchester United bertekad meraih kemenangan. Selain mengamankan posisi, juga tambahan tiga poin bisa membuka peluang mereka ada di posisi empat besar.
Dengan catatan, pada laga kontra Manchester City nanti, Chelsea mengalami kekalahan.
(zul/pojoksatu)

Sukses Angkat Performa MU, Ole Gunnar Solskjaer Mulai Berani Kritik Mourinho

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchaster United di bawah besutan Ole Gunnar Solskjaer sukses meneruskan tren kemenangan di Liga Primer Inggris.
Setan Merah menyegel kemenangan kelima beruntun mereka setelah membungkam Brighton & Hove Albion dengan skor ketat 2-1 di pekan 23, kemarin.
Kehadiran sang legenda itu untuk menggantikan peran Jose Mourinho yang didepak akhir tahun lalu memang cukup berdampak pada performa MU di lapangan.
Joe Mourinho – Mantan Manajer Manchester United.
Paul Pogba dan koleganya telah menyegel enam kemenangan beruntun di semua kompetisi sejak ditukangi pria asal Norwegia itu.
Solskjaer pun untuk pertama kalinya berani mengeluarkan pendapatnya soal gaya manajerial pendahulunya di Old Trafford, Jose Mourinho.
Menurutnya, Mourinho telah melakukan beberapa kekeliruan dalam membesut United sehingga MU kerap tampil inkonsistensi.
Salahsatu kesalahan Mou, sebut Solskjaer adalah ketidakmampuanya dalam mengadaptasi sepak bola modern.
“Saya berpikir Anda harus memperlakukan pemain secara berbeda. Waktu telah berubah,” sebut Solskjaer seperti dikutip dari Sky Soprts.
“Saya cukup muda untuk mengerti pemain-pemain muda. Saya sendiri memiliki anak berusia 18 tahun, dan saya telah bekerja dengan para pemain muda. Sekarang era yang berbeda,” sebutnya.
Jika Mourinho tetap mempertahankan gaya manajerialnya itu di klub lain, Solskjaer memprediksi akan sulit membangun hubungan dengan para pemain.
“Saya tidak dapat mengatakan bahwa mereka pemain yang menonjol, mereka hanya berbeda karena tumbuh dari media sosial di lingkungannya. Sekarang segala sesuatu berkaitan dengan Facebook, Twitter, dan apapun. Selama itu tidak membahayakan, maka hal itu baik-baik saja. Ini realitas kehidupan kita. Sekarang merupakan era yang berbeda,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Jarang Dimainkan, Solskjaer Berharap Romelu Lukaku Jadi Supersub!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Didatangkan dari Everton pada jendela transfer pemain musim panas 2017 lalu dengan harga tinggi, Romelu Lukaku mengalami musim yang pelik di Old Trafford.
Sempat moncer di musim debutnya, performa pemain internasional Belgia pun mulai inkonsistensi sehingga lebih banyak duduk di bangku cadangan saat Setan Merah masih ditukangi Jose Mourinho.
Namun kini, kehadiran sang manajer interim, Ole Gunnar Solskjaer kembali membangkitkan semangat dan motivasi Lukaku.
Manchester United vs Brighton, Ajang Balas Dendam untuk Lanjutkan Tren Kemenangan
Paul Pogba: Buffon Sekalipun akan Sebut David De Gea Kiper Terbaik!

Lukaku beberapa kali terlibat dalam Starting XI bahkan turut mempersembahkan kemenangan untuk timnya dengan menyumbang gol diberbagai ajang.
Solskjaer pun menilai tak ada keraguan dirinya untuk tidak mengoptimalkan peran Lulaku. Bahkan, ditegaskannya, Lukaku masih memiliki peran kunci untuk bermain di Manchester United meski baru memulai satu pertandingan di Liga Primer sejak Jose Mourinho dipecat sebagai manajer.
Namun, meski baru bermain selama hanya 74 menit dalam enam pertandingan liga primer di bawah besutan Solskjaer, Lukaku telah dilibatkan untuk kemenangan putaran ketiga Piala FA atas Reading.
Solskjaer memang lebih suka memasang Marcus Rashford, Jesse Lingard dan Anthony Martial, namun ditegaskannya, Lukaku tetap menjadi “bagian besar dari skuat”.
“Saya dulu salah satu dari empat striker ketika kami bermain dengan dua. Sekarang kami memiliki enam penyerang dan kami bermain dengan tiga,” sebutnya.
“Ada cukup banyak pertandingan. Ini tentang mengambil peluang Anda ketika Anda mendapatkannya. Tidak ada yang mencetak sebanyak Romelu dalam pelatihan,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Tidak Ada Alasan untuk Tak Segera Permanenkan Ole Gunnar Solskjaer

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Ole Gunnar Solskjaer sukses menjawab tantangan bekas klubnya Manchester United untuk menjadi manajerim interim.
Betapa tidak, sejak ditunjuk menggantikan peran Jose Mourinho yang dipecat, Solskjaer sukses mempersembahkan empat kemenangan beruntun di pentas Liga Primer Inggris.
Hebatnya lagi, dari empat laga yang telah disebutnya tersebut, Manchester City di bawah asuhannya mampu mengoleksi 14 gol. Laga kontra Cardiff City menjadi hasil terbesar yang sukses ditoreh mereka dengan skor telak 5-1.
Man United Menang Terus, Ole Gunnar Solskjaer Ungkap Rahasianya

Atas fakta tersebut, menurut legenda Setan Merah, Dimitar Berbatov, tak ada alasan lagi bagi klub untuk tidak segera mempermanenkan statusnya sebagai manajer definitif.
“Awalan yang luar biasa untuk Ole. Anda bisa lihat, tiba-tiba United tampak benar-benar berbeda – karena setiap pelatih datang dengan ide serta filosofi yang berbeda soal bagaimana laga seharusnya dimainkan,” tutur Berbatov seperti dikutip dari Betfair.
Di tangan Solskjaer, para penggawa United seakan ‘bangkit dari kubur’ untuk menunjukkan kelasnya di setiap pertandingan. Sebuah kondisi yang menurut Berbatov tak dilihatnya saat MU masih ditukangi Jose Mourinho.
“Namun tentunya ini baru awal. Ujian MU bersama Ole sebenarnya saat nanti menghadapi Spurs. Tapi, saya yakin tren kemenangan akan berlanjut,” ucapnya yakin.
Karena itu, Berbatov pun menyarankan manajemen Old Trafford segera menyodorkan kontrak permanen untuk pria asal Norwegia tersebut.
“Bila MU terus tampil seperti ini hingga akhir musim , apalagi bisa finis di empat besar. Sukar dipercaya jika Ole tidak mendapatkan jabatan tersebut secara penuh,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Man United Menang Terus, Ole Gunnar Solskjaer Ungkap Rahasianya

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Ole Gunnar Solskjaer sukses menjawab tantangan bekas klubnya Manchester United untuk menjadi manajerim interim.
Betapa tidak, sejak ditunjuk menggantikan peran Jose Mourinho yang dipecat, Solskjaer sukses mempersembahkan empat kemenangan beruntun di pentas Liga Primer Inggris.
Hebatnya lagi, dari empat laga yang telah disebutnya tersebut, Manchester City di bawah asuhannya mampu mengoleksi 14 gol. Laga kontra Cardiff City menjadi hasil terbesar yang sukses ditoreh mereka dengan skor telak 5-1.

Sang manajer, Solskjaer pun mengungkapkan hasil gemilang timnya di empat laga terakhir itu tak terlepas dari strategi yang diterapkannya.
Solskjaer pun menamai filosofi sepakbolanya itu dengan sebutan Cepat dan Kuat, merujuk pada sejarah atau masa kejayaan Manchester United di masa lampau.
“Cepat dan kuat. Itulah kami, Manchester Unitedi! Ketika Anda memiliki pemain seperti yang kami miliki dengan kecepatan Paul (Pogba), Anthony (Martial), Alexis (Sanchez), Romelu (Lukaku), (Marcus) Rashford. Itulah cara kami bermain dengan Andy, Yorkie, Giggsy, dan Becks di sisi-sisi lapangan, Anda menyerang dengan cepat ketika Anda bisa,” ungkap Solskjaer kepada Daily Mail seperti dikutip dari Goal.
Tidak hanya konsisten meraih kemenangan, gaya bermain United juga kini tak lagi menjemukan seperti halnya saat era Jose Mourinho.
Setan Merah kini terlihat lebih bergairah, ofensif, dan spartan dalam mencetak gol. Terbukti, dari empat pertandingan di bawah Solskjaer, mereka sukses mengemas 14 gol.
“Dan itu juga jadi filosofi saya. Jika Anda melihat tim Molde saya, di masa di mana saya mengasuh mereka, semuanya selalu seperti itu,” katanya.
“Apa yang saya suka adalah mendapat bola, menekan setengah wilayah lawan secepat mungkin, jika Anda sukses mencetak gol itu fantastis, jika tidak maka Anda harus bersabar dalam membangun permainan,” sebutnya.
“Ini adalah tentang bagaimana Anda mengembalikan cara kami bermain seperti dulu, cara yang seharusnya dimainkan United. Sepakbola yang mengasyikkan dan saya pikir kami mulai sedikit terlihat seperti apa yang kami inginkan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Catat Empat Kali Menang Beruntun, Ole Gunnar Solskjaer Samai Rekor Sir Matt Busby

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Ole Gunnar Solskjaer sukses mensejajarkan diri dengan Sir Matt Busby yang memenangkan empat pertandingan beruntun pertamanya sebagai manajer Manchester United.
Capaian rekor Solskjaer itu didapat setelah United menyegel kemenangan meyakinkan 2-0 atas Newcastle United di St. James Park dalam Boxing Day pekan 21 lanjutan Liga Primer Inggris, Kamis (3/1/2019) dini hari WIB.
Meski sempat kesulitan di periode pertama, United akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-64 melalui Romelu Lukaku, yang baru masuk ke lapangan kurang dari semenit sebelumnya.
Manchester United Empat Kali Menang Beruntun, Begini Perasaan Ole Gunnar Solskjaer
Marcus Rashford kemudian menggandakan skor tim tamu sepuluh menit sebelum laga usai atau di menit 80 dengan memaksimalkan umpan Alexis Sanchez.
Sejak ditunjuk sebagai manajer interim menggantikan Jose Mourinho yang dipecat, Solskjaer telah mencatatkan empat kemenangan alias menyumbang 12 poin dengan 14 gol yang tercipta.
Di bawah arahan Solskjaer, United melumat Cardiff City 5-1, membungkam Huddersfield 3-1 dan menang atas Bournemouth 4-1, dan terakhir mencuri poin penuh atas Newcastle United dengan skor 2-0.
Dikutip Pojoksatu.id dari Metro, dengan catatan ini, ia menjadi manajer United pertama sejak Sir Matt Busby yang legendaris pada tahun 1946 yang memenangkan empat pertandingan liga.
Rekor ini sendiri tak pernah diraih oleh manajer sekaliber Sir Alex Ferguson maupun Jose Mourinho sepanjang kiprahnya di Old Trafford.
Usai pertandingan pria asal Norwegia itu tak sanggup menutupi kegembiraannya. Ia menyebut para pemainnya mampu mengejawantahkan semua instruksinya.
“Akhirnya kami bisa meneruskan kemenangan. Performa yang sangat profesional. Kami memegang kendali, terus berusaha,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari Sky Sport.
Solskjaer pun memberikan catatan khusus untuk kedua pendonasi gol, Marcus Rasford dan Romelu Lukaku yang menurutnya tampil cukup mengesankan.
“Serangan hebat lagi dari Marcus, reaksi yang baik dari Rom (Lukaku). Ketika Anda melihat ‘Big Rom’ berlari ke arah Anda, saya pikir Anda akan menjauhkan tangan Anda,” ucapnya.
“Anda dapat bermain dengan mereka berdua (Rashford dan Lukaku), tidak masalah. Itu memberi saya pilihan,” sebut dia.
Solskjaer memang kemenangan ini sangat penting sebagai bekal positif timnya menatap pekan-pekan paling menentukan di Maret dan April, termasuk menghadapi babak 16 besar Liga Champions pada Februari mendatang.
“Ini saat yang tepat sekarang. Anda membutuhkan kebugaran itu. Menjelang bulan Maret dan April kita akan membutuhkan kaki (stamina),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Manchester United Empat Kali Menang Beruntun, Begini Perasaan Ole Gunnar Solskjaer

POJOKSATU.id, NEWCASTLE – Manchester United sukses menjaga tren kemenangan mereka usai membungkam Newcastle United dengan skor meyakinkan 2-0.
Tampil dihadapan publik tuan rumah di Saint James Park, skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer ini sukses mencuri poin penuh di boxing day pekan 21 lanjutan Liga Primer Inggris, Kamis (3/1/2019) dini hari WIB itu.
Meski sempat kesulitan di periode pertama, United akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-64 melalui Romelu Lukaku, yang baru masuk ke lapangan kurang dari semenit sebelumnya.

Marcus Rashford kemudian menggandakan skor tim tamu sepuluh menit sebelum laga usai, dengan memaksimalkan umpan Alexis Sanchez.
Dengan hasil impresif ini, United bergeming di peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 38 poin atau terpaut enam angka dari zona empat besar.
Hasil ini juga menjadi catatan tersendiri bagi sang manajer interim, Ole Gunnar Solskjaer. Sempat diragukan kapasitasnya setelah ditunjuk untuk menukangi klub sekaliber MU, sang legenda itu mampu menjawab tantangan.
Solksjaer sukses menyegel semua kemenangan dari empat laga yang telah dibesutnya. Hebatnya, dari sumbangan 12 poin untuk MU tersebut, sebanyak 14 gol telah digelondongkan ke gawang lawan-lawan timnya itu.
Usai pertandingan pria asal Norwegia itu tak sanggup menutupi kegembiraannya. Ia menyebut para pemainnya mampu mengejawantahkan semua instruksinya.
“Akhirnya kami bisa meneruskan kemenangan. Performa yang sangat profesional. Kami memegang kendali, terus berusaha,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari Sky Sport.
Solskjaer pun memberikan catatan khusus untuk kedua pendonasi gol, Marcus Rasford dan Romelu Lukaku yang menurutnya tampil cukup mengesankan.
“Serangan hebat lagi dari Marcus, reaksi yang baik dari Rom (Lukaku). Ketika Anda melihat ‘Big Rom’ berlari ke arah Anda, saya pikir Anda akan menjauhkan tangan Anda,” ucapnya.
“Anda dapat bermain dengan mereka berdua (Rashford dan Lukaku), tidak masalah. Itu memberi saya pilihan,” sebut dia.
Solskjaer memang kemenangan ini sangat penting sebagai bekal positif timnya menatap pekan-pekan paling menentukan di Maret dan April, termasuk menghadapi babak 16 besar Liga Champions pada Februari mendatang.
“Ini saat yang tepat sekarang. Anda membutuhkan kebugaran itu. Menjelang bulan Maret dan April kita akan membutuhkan kaki (stamina),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Ini Rahasia di Balik Performa Apik Paul Pogba Menurut Solskjaer

POJOKSATU.ID, MANCHESTER – Performa Paul Pogba meningkat tajak seiring dengan hasil-hail positif yang diraih Manchester United sejak ditangani Ole Gunnar Solsksjaer. Dalam tiga laga terakhir, Pogba mencetak empat gol dan tiga assist.
Tentu saja catatan itu sangat menakjubkan bagi pemain termahal Manchester United itu, dibandingkan ketika masih diasuh Jose Mourinho. Dalam 17 pertandingan Premier League, Pogba hanya membukukan tiga gol.
Yah, sejak kepergian Mourinho, Pogba menjelma dari pemain yang nyaris tak memberikan kontribusi apa-apa bagi tim menjadi pemain kunci.
BACA JUGA: Miris, Kompetisi Indonesia di Antara Liga-Liga di Asia
Hal itu tidak lepas dari perubahan taktik yang diterapkan pelatih anyar mereka, Solskjaer yang menganut sepak bola menyerang kesukaan Pogba.
Ole Gunnar Solskjaer dan Paul Pogba.
Solskjaer sendiri menjelaskan mengapa Pogba bermain sangat baik sampai sejauh ini. Termasuk pada laga kontra Bournemouth, Minggu (30/12/2018) malam, ia mencetak dua gol dan satu assist.
“Seperti yang saya katakan dengan semua pemain, saya ingin melihat yang terbaik dari mereka. Saya ingin mereka menikmati permainan, mengekspresikan diri mereka sendiri, dalam kerangka permainan yang kami inginkan,” jelas Solskjaer.
Motivasi itu, lanjut pria yang karib dijuluki The Baby Face itu, telah membuat para pemain tampil lepas di lapangan. Termasuk Pogba.
BACA JUGA: Tetap Percaya Spalletti, Inter Milan Tolak Mourinho
“Dan mereka benar-benar mencapai standar tertinggi dalam permainan,” tutur legenda Manchester United itu, dikutip Pojoksatu.id dari Sky Sports.

Di Tangan Ole Gunnar Solskjaer, Baru 3 Laga Manchester United Sudah Cetak 12 Gol

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester United langsung tancap gas setelah menunjuk mantan pemain, Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer interim menggantikan peran Jose Mourinho yang dipecat.
Pilihan klub tersebut sejauh ini tak salah. Dalam tiga pertandingan yang telah dilakoni Solskjaer, Setan Merah tampil ganas dengan melumat lawan-lawannya.
Bahkan, jumlah koleksi gol yang disarangkan ke gawang lawan terbilang fantastis. MU telah mengemas 12 gol dari tiga laga terakhir.
Paul Pogba: Beginilah Cara Manchester United Bermain!
Pujian Setinggi Langit Ole Gunnar Solskajer buat Pemain Ini
Manchester United Pesta Gol di Old Trafford
Di laga debutnya, Solskjaer mempersembahkan kemenangan gemilang MU atas Cardiff City denagn skor telak 5-1.
Di laga berikutnya, giliran Hudderfiled Town merasakan sentuhan tangan dingin The Baby Face Assassin tersebut setelah takluk 1-3.
Terbaru, publik Old Trafford kembali semringah setelah tim kebanggaannya mempercundangi tim tamu dengan skor telak 4-1.
Gaya permainan menyerang yang dipilih Solskajer bisa dibilang sebagai biangnya, sebagaimana yang dikemukakan sang gelandang, Paul Pogba.
Pogba menilai, seperti inilah seharusnya MU bermain untuk mengejar gol dan poin demi poin (bukan gaya bertahan seperti yang diterapkan manajer sebelumnya).
“Jadi, kami mencoba bermain seperti itu. Itulah bagaimana kami ingin bermain, kami ingin menyerang dan itulah yang kami coba lakukan di lapangan,” tuturnya seperti dikutip dari Sky Sport.
Namun begitu, MU maupun Solskjaer tentu tak bisa besar kepala mengingat kompetisi baru setengah jalan dan mereka masih berjuang keras untuk menembus zona empat besar sekaligus bersaing dalam perburuan titel juara musim ini.
Manchester United kini masih bergeming di peringkat keenam dengan raihan 35 poin dari sepuluh kemenangan, lima bermain seri dan menelan lima kekalahan.
MU perlu menjaga konsistensi untuk bisa memangkas jarak angka dengan si pemuncak klasemen, Liverpool yang kini terpaut cukup jauh yakni  19 poin.
(qur/pojoksatu)