operator liga

Tak Ada Waktu, PSSI Garansi PT LIB Tetap Operator Liga

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI meredamkan spekulasi soal pergantian operator liga yang sempat mencuat beberapa waktu lalu.
PSSI menegaskan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan kembali menjadi operator kompetisi berbagai kasta, seperti Liga 1 dan Liga 2 tahun ini atau musim 2019.
Dikemukakan Wakil ketua umum PSSI Iwan Budianto, tidak terjadi pergantian operator kompetisi karena merasa tidak ada waktu untuk cari operator yang baru.
“Tidak memungkinkan waktunya, karena kompetisi harus mulai paling cepat 1 Mei paling lambat 8 Mei,” tutur Iwan seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
“Jadi, kapan mereka mau cari sponsor kalau operator baru. PT LIB tetap menjadi operator namun ada pergantian direksi untuk peremajaan,” sebut dia.
Nantinya, sahut Iwan, penunjukkan petinggi PT LIB yang baru akan dilakukan ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) digelar.
“Rencananya, agenda tersebut dilangsungkan pada 18 Februari 2019,” ujarnya.
Pernyataan yang disampaikan Iwan ini pun sekaligus mematahkan isu yang beredar luas di publik. Sebelumnya, ada rumor yang menyebutkan PT LIB tidak akan menjadi operator liga musim 2019.
Namun, sejumlah petinggi di PT LIB telah memutuskan mundur, di antaranya komisaris, Glenn Sugita dan direktur utama, Berlinton Siahaan.
(qur/pojoksatu)

Operator Liga: Penonton Dilarang Bawa Kamera ke Stadion!

POJOKSATU.id, JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 atau Go-Jek Liga 1 2018 meminta penonton untuk tidak membawa kamera dan memotret di dalam stadion saat pertadningan sedang berlangsung.
Regulasi tersebut dikatakan COO PT LIB, Tigor Shalom Boboy merujuk pada aturan AFC. Jika ada pelanggaran terkait hal itu, maka  operator liga, PSSI, dan klub akan mendapatkan sanksi.
Tigor pun mengatakan, bentuk pelanggaran tersebut terjadi di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (14/10/2018) saat PSM Makassar menjamu Arema FC.

Pihaknya, sebut dia, banyak melihat banyak aktivitas pemotretan dari tribun penonton dengan memakai kamera, sehingga berharap ke depan tidak lagi terulang.
“Aturan itu ada dalam regulasi AFC. Kamera (bukan kamera telepon seluler) itu masuk untuk kategori fotografer, bukan penonton. Fotografer saja hanya boleh memotret di belakang gawang. Panpel harus bisa menahan barang yang dilarang saat di pintu masuk,” tuturnya.
Diakuinya, aturan ini tak hanya berlaku di AFC, tetapi FIFA. Salah contoh saat Asian Games. AFC menginstruksikan panpel agar tidak memperkenankan penonton yang membawa kamera profesional ke area penonton. “Ini harus dipatuhi,” imbuhnya.
Sekretaris PSM, Andi Widya Syadzwina menambahkan hal ini sebetulnya bukan hal baru. “Sejak awal kan disampaikan yang bisa ambil gambar dengan alat pro hanya broadcaster dan LIB. Fotografer media pun diatur tempatnya,” ujarnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)