pamit

Curhat Luis Milla di Instagram, dari Ucapkan Terima Kasih, Salam Perpisahan Hingga Sentil Profesionalisme PSSI

POJOKSATU.id, SPANYOL – Luis Milla akhirnya memutuskan tak meneruskan kiprahnya bersama Timnas Indonesia meski PSSI telah menambah durasinya hingga tahun depan.
Lama bungkam sejak kepulangannya ke Spanyol pasca gelaran Asian Games 2018, Milla buka-bukaan lewat akun Instagram miliknya.
Pelatih berusia 52 tahun asal Teruel Spanyol itu pun menulis cukup panjang berisi segala hal tentang kondisi dirinya selama membesut Hansamu Yama dan kawan-kawan.

 

View this post on Instagram

 
Today is not an easy day for me, since I will not continue as a coach in Indonesia. A project of more than a year and a half has come to an end, where despite the poor management, constant breaking of the contract and low professionalism of the leaders, over the last ten months, I leave with the feeling of having done a good job. . Indonesia will always be my second homeland, as I appreciate how well the Town has treated my wife, my assistants and myself. I would like to thank all my Staff their support and all the hard and professional work done, especially to BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR, ARMIN, ALI, MANU, IPANG and UCCI. It has been a pleasure working with all of you! . Finally, I don´t want to say goodbye without a special mention to the players, who have shown commitment, modesty and the will to improve with an excellent attitude at all times. . I will never forget You and you will always be in my heart. Remember you have a friend in Spain for whatever. THANKS Indonesia! . . . Hoy es un día triste para mí, ya que no voy a continuar como Seleccionador de Indonesia. Termina un proyecto de más de un año y medio, donde a pesar de la mala gestión, incumplimiento constante del contrato y poca profesionalidad de los dirigentes en estos últimos diez meses, me quedo con la sensación de haber hecho un buen trabajo y sintiendo que Indonesia será mi segunda casa, por cómo nos ha tratado el pueblo de Indonesia tanto a mí, como a mi mujer y a mis ayudantes. . Quería agradecer a todo mi staff la ayuda, el trabajo bien hecho y profesional empezando por BIMA, BAYU, DOCTOR PAPI, SR. ENRI, SUDIR ARMIN, ALI, MANU, IPANG y UCCI. Ha sido un enorme placer haber trabajado con vosotros. . Por último, despedirme de los verdaderos protagonistas, los jugadores, que habéis demostrado en todo momento vuestro compromiso, humildad y ganas de mejorar, con una actitud ejemplar. Nunca os olvidaré y siempre estaréis en mi corazón. En España tenéis un amigo para lo que necesitéis. . GRACIAS DE CORAZÓN Indonesia! . Sampai jumpa iagi. Terima Kasih atas dedikasi dan waktunya Selena ini.
A post shared by Luis Milla (@luismillacoach) on Oct 21, 2018 at 7:53am PDT

Lewat dua bahasa, Inggris dan Spanyol, Milla menyebut keputusannya tersebut sangat berat namun ia mengaku harus diambil karena berbagai pertimbangan.
“Hari ini tidak mudah bagi saya, karena saya tidak akan melanjutkan karier sebagai pelatih di Indonesia. Sebuah program yang sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun harus berakhir,” tutur Milla.
Milla juga sempat mengkritik sikap profesional PSSI yang menurutnya kurang sehingga tata kelola sepakbola tanah air menjadi buruk.
“Meski dengan tata kelola yang buruk dan kurangnya profesionalisme para petinggi dalam sepuluh bulan terakhir, saya pergi dengan perasaan telah bekerja dengan baik,” ujarnya.
“Indonesia akan selalu menjadi tanah air kedua saya karena saya mengapresiasi betapa baiknya (negeri itu) memperlakukan istri saya, para asisten saya, dan saya sendiri,” sahut Milla.
Dalam pernyataan itu, Milla tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih untuk orang-orang yang selama ini membantu tugasnya, seperti tim pelatih dan ofisial.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua staf saya atas dukungan, kerja keras, dan profesionalisme yang telah ditunjukkan, terutama Bima, Bayu, Doktor Papi, SR, Enri, Sudir, Armin, Ali, Manu, Ipang dan Ucci. Saya senang bekerja dengan kalian semua,” imbuhnya.
Milla tentu tak lupa menyampaikan salam perpisahan untuk para pemainnya. “Akhirnya, saya tak ingin mengatakan selamat tinggal tanpa menyampaikan ucapan khusus kepada para pemain yang telah menunjukkan komitmen, sikap rendah hati, dan keinginan untuk selalu berkembang dengan sikap yang luar biasa,” tuturnya.
“Saya tidak akan melupakan kalian dan kalian akan selalu ada di hati saya. Ingat, apa pun, kalian punya teman di Spanyol. Terima kasih Indonesia,” demikian Luis Milla menutup pernyataannya.
(qur/pojoksatu)