Paris Saint Germain

Anjlok, Segini Nilai Jual Neymar di Pasaran!

POJOKSATU.id, PARIS – Megastar Paris Saint-Germain, Neymar kembali santer dikabarkan dengan spekulasi menuju gerbang keluar Parc des Prince jelang pembukaan bursa transfer pemain musim dingin Januari mendatang.
Teranyar, spekulasi tersebut semakin santer setelah klausul pelepasannya senilai EUR 160 juta atau setara Rp2,6 triliun terungkap ke publik.
Dikutip dari Diario AS, Neymar memiliki klausul pelepasan senilai itu dalam kontraknya yang akan memungkinkannya meninggalkan PSG pada 2020.
Gelandang Barcelona Ini Berdoa Mati-matian demi Neymar
Nilai tersebut tentu nyaris setengahnya dari nilai yang dimilikinya saat ini yang masih berstatus sebagai pemain termaha sejagat seharga EUR 222 juta atau setara Rp3,6 triliun saat didatangkan PSG dari Barcelona musim panas tahun lalu
Rumor keinginan hengkang Neymar dari Paris Saint-Germain memang bukan isu baru. Sejak musim dingin lalu, ia telah dihubungkan dengan Real Madrid yang secara terang-terangan berharap bisa mendatangkannya ke Santiago Bernabeu sebagaimana pengakuan sang presiden, Florentino Perez.
Namun, Neymar memilih menyelesaikan misi di musim debutnya untuk mempersembahkan treble winner domestik untuk Les Parisiens.
Sejauh musim ini, Neymar juga tampil cukup mengesankan dengan mencetak 16 gol dari 18 penampilannya bersama PSG di Ligue 1.
Namun, ada desas-desus yang terus-menerus digaungkan saat pemain berusia 26 tahun itu tidak bahagia di Parc des Princes dan tengah mencari jalan untuk keluar dari Paris.
(qur/pojoksatu)

Gara-Gara Pemain Ini Unai Emery Hengkang dari PSG!

POJOKSATU.id, LONDON – Dominique Severac, pandit sepakbola asal Prancis mengungkapkan alasan dibalik hengkangnya Unai Emery dari Paris Saint-Germain musim panas tahun ini.
Severac mengklaim, kepergian Emery dari Parc des Princes menuju Arsenal tidak terlepas dari ‘ulah’ Neymar. Emery, sebut dia, kesulitan mengendalikan perilaku pemain paling mahal sejagat itu.
“Emery punya hubungan yang buruk, Dia tidak tahu bagaimana mengendalikan para bintang. Itulah mengapa dia berada di Arsenal sekarang,” tutur Severac kepada L’Equipe seperti dikutip dari Goal.

“Bagi Emery, tidak ada bintang di ruang ganti, Neymar dan (Christopher) Nkunku adalah pemain yang sama. Ketika Anda adalah Neymar, Anda tidak bisa merasa seperti Nkunku,” sebut dia.
“Nkunku tahu dia bukan Neymar dan Neymar tahu dia bukan Nkunku!” ucapnya.
Namun Severac menilai, pelatih baru PSG Thomas Tuchel sejauh ini mampu “menjinakkan” bintang Samba Brasil itu.
“Apakah Neymar kembali ke performa topnya di tangan Tuchel? Inti dari jawabannya adalah ya,” katanya.
“Anda dapat membuat pararel yang berlawanan dengan musim lalu, mengapa berjalan begitu buruk (dalam menangani Neymar)? Karena sama sekali bukan pelatih yang sama,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Paris Saint-Germain Siap Telikung Real Madrid

POJOKSATU.id, PARIS – Gelandang serang Chelsea, Eden Hazard telah dihubungkan dengan Real Madrid sejak musim dingin awal tahun ini.
Hazard dipandang sebagai sosok ideal Cristiano Ronaldo yang memutuskan meninggalkan Santiago Bernabeu musim ini.
Hazard sendiri sempat menyuarakan hasratnya untuk bergabung dengan raksasa ibukota Spanyol tersebut, namun saga transfer  urung terwujud.
Demi Harry Kane, Barcelona Siap Kuras Brankas!
Di tengah keterkaitan Hazard dengan Madrid, Paris Saint-Germain siap “mengusik” dengan berencana menandatangani penggawa Timnas Belgia itu.
Dikutip dari The Mirror, PSG siap menandatangani Hazard sebagai persiapan mengganti peran Edinson Cavani atau bahkan Neymar yang masih berpeluang meninggalkan Parc des Princes musim dingin maupun musim panas mendatang.
Eden Hazard sendiri telah menunjukkan mantranya bersama The Blues di pentas domestik sejauh ini dengan mengantarkan Chelsea menembus papan atas.
Namun langkah PSG maupun Real Madrid sendiri untuk mendapatkan tanda tangannya tentu tidak mudah mengingat sang pemain masih punya sisa kontrak hingga 2020, meskipun hal itu tidak akan menjadi hambatan jika PSG atau Madrid sanggup menebus klausul penjualannya.
(qur/pojoksatu)

Jurgen Klopp Tuding Para Pemain PSG Berulah Tak Sportif

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp menunjukkan kekecewaannya setelah timnya takluk di tangan Paris Saint-Germain 1-2 di fase grup Liga Champions, kemarin.
Namun, Klopp lebih menyoroti perilaku beberapa pemain Les Parisiens yang menurutnya sudha berlaku tidak sportif.
Dalam laga yang digelar di Parc des Princes itu, sang pengadil lapangan harus merogoh sedikitnya delapan kartu kuning.
Jurgen Klopp – Manajer Liverpool (express.co.uk)
Dua diberikan pada pemain tuan rumah, dan sisanya sebanya enam kartu diganjarkan pada para pemain The Reds.
“Jika Anda bertindak seperti orang mati dan saat berikutnya Anda bangun lagi, kamu akan menerima kartu kuning dan itu bukan perilaku sportif,” kata Klopp seperti dikutip dari Sky Sports.
“Saya tidak ingin mengatakan Paris tidak layak mendapatkannya karena mereka mencetak dua dan kami mencetak satu,” sebut dia.
Pelatih asal Jerman itu menegaskan tidak ingin mendapatkan “bantuan” dari wasit di pertandingan itu, ia hanya tidak suka dengan ulah-ulah unfair yang dipertontonkan beberapa pemain lawan.
“Kami mengejar pertandingan dengan penuh semangat dan Paris juga sangat bergairah. Tetapi dengan jumlah interupsi dalam permainan, itu tidaklah bagus,” tandasnya.
Kekecewaan Klopp ini tentu sangat beralasan mengingat hasil minor di laga tersebut menghambat langkah Liverpool untuk lolos ke fase berikutnya.
Mohamed Salah dan koleganya kini tertahan di urutan ketiga Grup C, dan wajib menang atas Napoli di laga pamungkas C dengan agregat 2-0.
(qur/pojoksatu)

Disorot karena Gaji Rp160 Miliar, Ini Jawaban Sempurna Kylian Mbappe

POJOKSATU.ID, PARIS – Kylian Mbappe adalah bintang sepak bola masa depan. Penyerang Paris Saint-Germain itu dikabarkan menerima gaji 8,3 juta poundsterling (sekitar Rp160 miliar) per tahun. Angka yang terlampau tinggi untuk pemain yang belum genap 20 tahun.
Namun jika melihat bakat dan potensi yang dimiliki Mbappe dalam karirnya sebagai pesepakbola, mungkin pandangan Anda akan berubah soal gajinya yang tinggi itu.
Pada akhir tahun ini Kylian Mbappe kemungkinan akan menjadi pemenang pertama Kepa Award, yaitu Ballon d’Or untuk usia di bawah 21 tahun, sementara pada akhir musim mungkin akan memenangkan gelar ketiga Ligue 1 secara berturut-turut.
BACA JUGA:
Swafoto Bareng Ronaldo, Ada Penampakan Chiellini Telanjang, Bek Milan Minta Maaf
Real Madrid Tawarkan Kesempatan Emas untuk Pencetak 216 Gol Ini, Gantikan Ronaldo?
Pada Piala Dunia 2018 lalu, selain ikut mengangkat trofi bersama Timnas Prancis, ia juga menjadi pemain muda terbaik turnamen terakbar itu.
Jadi tidak terlalu berlebihan jika pemain yang baru menginjak usia 20 tahun, lima hari sebelum Natal tahun ini, menerima upah tinggi.
Mbappe sendiri didatangkan PSG dengan biaya 180 juta euro dari AS Monaco, setelah setahun dipinjamkan kemudian dipermanenkan musim panas ini.
Berbicara kepada RTS, pemenang Piala Dunia berbicara tentang gajinya, dengan mengatakan:
“Ini benar-benar tidak pantas bagi saya yang berasal dari keluarga yang cukup sederhana,” kata Mbappe dikutip Pojoksatu.id dari Sportbible.com.
“Memang benar itu tidak pantas tapi pasar seperti itu. Dunia sepakbola bekerja seperti itu.”
Kylian Mbappe – Striker Paris Saint-Germain dan timnas Prancis.
“Saya tidak akan memprotes sepakbola. Saya berada dalam sistem. Anda harus tahu cara menghormatinya dan tetap di tempat,” tuturnya.
Ini adalah kejujuran luar biasa dari Mbappe dengan sebagian besar pemain tidak mendiskusikan upah mereka dan tentu saja kebanyakan tidak akan mengakui bahwa uang yang mereka hasilkan adalah tidak pantas.
Mbappe menerima bonus 439 ribu euro atau sekitar Rp8 miliar untuk partisipasinya di Piala Dunia 2018. Ia kemudian menyumbangkan semua bonus itu ke yayasan amal Premiers de Cordee, yang bekerja untuk anak-anak cacat dan dirawat di rumah sakit.
(fat/pojoksatu)

Edinson Cavani Tampil Garang, Thierry Henry pun Meradang

POJOKSATU.id, MONAKO – Striker Paris Saint-Germain, Edinson Cavani benar-benar mempersembahkan mimpi buruk bagi pelatih AC Monaco, Thierry Henry.
Tampil dihadapan publik AS Monaco di Stade Louis II, Senin (12/11/2018) dalam lanjutan Ligue 1 pekan 13, Cavani tampil garang mengobrak-abrik barisan pertahanan tuan rumah dengan mencetak hat-trick.
Les Parisiens pun sukses mencuri poin penuh menutup laga dengan skor telak tak terbalas 4-0 setelah Neymar menggenapkan kemenangan lewat gol penutup di menit 64 lewat titik putih.
Tekuk Rival Sekota, Manchester City Kokoh di Puncak Klasemen
Bungkam Fulham, Liverpool Tempel Pemuncak Klasemen

Dengan hasil gemilang ini, skuat besutan Thomas Tuchel makin digjaya di puncak klasemen sementara dengan raihan 39 poin atau unggul selisih 13 angka dari pesaing terdekatnya Lille.
Sementara hasil minor yang diperoleh AS Monaco semakin menenggelamkan juara Ligue 1 Prancis 2016/17 itu ke dasar klasemen, berbagi tempat dengan Guingamp yang memeroleh poin sama, 7.
Hasil buruk ini juga semakin mengancam posisi Henry yang baru saja ditunjuk sebagai suksesor Leonardo Jardim yang dipecat Oktober lalu.
Sejak itu, Henry pun belum pernah mempersembahkan kemenangan untuk tim racikannya. Sebelumnya, AS Monaco juga telah menelan empat kekalahan beruntun di pentas domestik, dan dua kali bermain imbang di semua kompetisi.
AS Monaco kini menempati runner up juru kunci dengan raihan tujuh poin dari satu kemenangan, empat kali bermain imbang dan delapan kali menelan kekalahan.
(qur/pojoksatu)

Soal Football Leaks, Bos Paris Saint-Germain: Informasi Sampah!

POJOKSATU.id, PARIS – Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al Khelaifi meradang sekaligus berang dengan pemberitaan media asal Jerman, Der Spiegel yang merilis dokumen Football Leaks yang tengah menghebohkan jagat sepak bola Eropa.
Dalam dokumen tersebut disebutkan PSG telah memalsukan laporan kerugian klub, dalam rentang 2011 hingga 2013 untuk menghindari sanksi Financial Fair Play (FFP) dari UEFA.
Disebutkan bahwa Les Parisien melaporkan hanya mengalami kerugian senilai EUR 45 juta, padahal dalam dokumen yang diangkat mereka alami kerugian sebesar EUR 128 juta.
“Sejujurnya saya tidak mengetahui seperti apa beritanya. Namun itu semua benar-benar sampah,” ungkap bos minyak asal Qatar tersebut seperti dikutip dari Goal.
Al-Khelaifi pun menegaskan, tak ingin menanggapi lebih jauh soal rilis dokumen tersebut, karena pihaknya hanya ingin fokus pada pertandingan klubnya.
“Menang di partai selanjutnya, jauh lebih penting buat kami (daripada mengomentari dokumen Football Leaks),” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

4 Permintaan Khusus Mbappe ke PSG: Mulai Gaji Tertinggi sampai Intervensi Latihan

POJOKSATU.ID, PARIS – Bintang muda Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia di masa mendatang. Dengan kualitasnya, pihak Mbappe berani mengajukan permintaan khusus kepada PSG.
Mbappe sendiri pindah dari AS Moncao ke PSG pada musim panas 2017 lalu. Musim pertama berstatus pinjaman dan baru pada Agustus lalu pindah secara permanen dengan biaya transfer 180 juta euro atau sekitar Rp3 tirliun.
Namun dikutip dari Euro Sport, Football Leaks mengungkap adanya sejumlah permintaan khusus pihak Mbappe sebelum resmi bergabung dengan PSG.
BACA JUGA:
Penonton Ricuh, Laga Persija U-19 dan Persib U-19 Sempat Dihentikan
10 Wakil Indonesia Lolos 16 Besar Fuzhou China Open
Legenda Barcelona Ini Sebut Eden Hazard dan Mbappe Suksesor Ideal Ronaldo
Bukan Kylian Mbappe, Pemain Ini Sedang Diintai Klub-Klub Elite Eropa
Laporan eksklusif itu memerinci sejumlah tuntutan pihak Mbappe yang akhirnya terpaksa ditolak PSG.
“Belum pernah pemain berusia 19 tahun mendapatkan lebih banyak di Paris Saint-Germain daripada Kylian Mbappe,” kata laporan itu.
“Namun klub juga menolak banyak permintaan khusus yang dibuat oleh striker yang sangat berbakat.”
Laporan tersebut mengutip dokumen yang diungkap sumber Football Leaks dalam mengungkap permintaan khusus yang dibuat oleh Mbappe .
Sebelum bergabung dengan PSG, Mbappe juga diminati Real Madrid namun ditolak Wilfrid Mbappe, ayah sekaligus agen sang pemain. Bahkan juga menjadi pelatih pribadi.

Imbangi Napoli, Langkah Paris Saint-Germain Semakin Berat

POJOKSATU.id, NAPOLI – Paris Saint-Germain gagal memperbaiki peringkatnya di klasemen Grup C setelah gagal mencuri poin penuh di kandang Napoli, San Paolo Stadium dalam matchday 4 Liga Champions, Rabu (7/11/2018) dini hari WIB.
Les Parisien bahkan nyaris unggul di babak pertama lewat gol Juan Bernat jelang turun minum atau di menit 45+2.
Namun, Lorenzo Insigne mampu menyeimbangkan kedudukan untuk menyelamatkan timnya dari kekalahan dihadapan publiknya sendiri.
Harry Kane Brace, Spurs Bisa Keluar dari Lubang Jarum
Tekuk Dortmund, Atletico Madrid Sukses Balas Dendam
Meski hanya mendapat tambahan satu poin, Napoli kini merangsek ke puncak klasemen setelah Liverpool secara mengejutkan takluk di tangan Red Star Belgrade dengan skor 0-2.
Sementara PSG bergeming di urutan ketiga dengan raihan 5 poin dari satu kali kemenangan, dua bermain seri dan sekali kalah.
Dengan dua laga tersisa, hasil ini tentu mengancam asa skuat besutan Thomas Tuchel untuk melaju ke fase berikutnya.
Padahal, PSG musim lalu cukup impresif melewati fase grup meski harus kandas di tangan Real Madrid di babak 16 besar.
Dengan demikian, persaingan untuk lolos dari Grup C dipastikan berjalan sangat ketat di dua laga tersisa untuk menyegel dua tiket sebagai juara grup dan runner-up.
(qur/pojoksatu)

Puas Atas Servisnya, PSG Tambah Durasi Kerja Angel di Maria

POJOKSATU.id, PARIS – Paris Saint-Germain menambah durasi kontrak gelandang penjelajah Angel Di Maria berdurasi dua musim ke depan atau hingga hingga 2021. Sebelum meneken kontrak baru tersebut, durasi kontrak Di Maria akan berakhir pada Juni 2019.
Les Parisiens rupanya cukup puas dengan performa penggawa Timnas Argentina itu sejauh musim ini dan di beberapa laga tampil menjadi pembeda.
Meski sempat dikabarkan akan hijrah ke klub lain, namun Di Maria rupanya semakin mantan untuk meneruskan kiprahnya di Parc des Princes.

#DiMaria2021
Read all about El Fideo's PSG contract extension https://t.co/WemST1YwbK pic.twitter.com/08n2dIkgGj
— Paris Saint-Germain (@PSG_English) October 31, 2018

Pemain berusia 30 tahun itu direkrut PSG dari Manchester United pada 2015 silam dan telah mencatatkan 150 penampilan di semua kompetisi.
Di Maria juga turut membantu tim ibu kota Prancis itu meraih empat gelar domestik di musim lalu. Sejauh musim ini, ia telah mengemas tujuh gol dan enam assists dari 15 penampilannya,
“Saya sangat senang untuk memperpanjang kontrak saya dengan Paris Saint-Germain,” kata Di Maria kepada laman resmi klub seperti dikutip dari Goal.
“Saya begitu menikmati tiga tahun saya di Paris di mana saya punya semua yang dibutuhkan untuk menampilkan permainan terbaik saya,” ucapnya.
“Setiap hari saya merasa terhormat dan termotivasi untuk menjadi bagian dari proyek  ambisius ini. Bersama rekan satu tim saya, kita akan meraih banyak hal hebat lainnya dan akan terus membantu PSG berkembang sebagai klub besar berskala internasional,” paparnya.
Di Maria pun optimistis musim ini PSG akan berbicara banyak di pentas Liga Champions setelah majal musim lalu.
“Bersama-sama, kita akan merasakan hal fantastis lainnya dan menembus sejumlah tantangan baru. Saya yakin bahwa yang terbaik masih akan terjadi,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)