pecat

Asisten Mario Gomez Ini Mengaku Tak Habis Pikir dengan Alasan Persib

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penerjemah yang juga asisten pelatih Mario Gomez di Persib Bandung, Fernando Soler buka suara menanggapi pemutusan kontrak dirinya bersama sang pelatih oleh pihak manajemen Persib akhir musim ini.
Sampai detik ini, pria asal Argentina itu mengaku tak tahu pasti alasan dirinya dan Soler dipecat, karena belum mendapatkan penjelasan langsung dari pihak manajemen Maung Bandung tersebut.
“Ya, sampai sekarang saya dan Mario Gomez belum tahu kenapa di coret dari Persib. Saya masih terus mencoba menanyakannya ke manajemen,” kata Soler seperti dikutip dari laman Bolalob.
Mario Gomez – Fernando Soler (simamaung.com)
Soler pun dengan tegas membantah soal pertimbangan perilaku yang menjadi dasar Persib mendepaknya bersama Gomez.
“Attitude apa? Attitude kami cuma mau juara. Mungkin beda pikir atau berbeda mimpi. Kami datang untuk prestasi, bukan untuk bisnis,” ujarnya.
“Persib adalah tim besar, sponsor besar, dan suporter besar juga, jadi mau apa lagi selain membawa juara,” tegas Soler.
Soal pernyataan Gomez di akun Instagram yang memberikan sinyal akan membawa persoalan tersebut ke jalur hukum, Soler menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada pengancara.
“Kami sudah bawa situasi (berbicara segala hal) bersama pengacara kami. Tapi belum tahu apakah akan dibawa ke jalur hukum atau tidak,” sebut dia.
“Yang pasti saya belum tahu kenapa dicoret dari Persib. Bahkan masih banyak orang yang mempertanyakan ke saya,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Manchester United Sebenarnya Rugi Pecat Jose Mourinho!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Manchester United telah memecat sang manajer, Jose Mourinho karena dinilai gagal mengangkat performa timnya sejauh musim ini.
Namun keputusan pihak manajemen Setan Merah itu tentu tak terlalu menguntungkan mereka, karena klub harus membayar pesangon sang manajer karena kontraknya masih berdurasi hingga setahun ke depan.
Kewajiban membayar kompensasi terhadap pria asal Portugal itu sendiri karena United pada 25 Januari lalu telah memperbarui kontraknya sampai 30 Juni 2020 mendatang.
Karena itu, pemutusan kerja oleh United 1,5 musim lebih cepat dari durasi kontraknya membuat Mou harus mendapatkan kompensasi sebesar 24 juta poundsterling atau setara Rp442 miliar.
Dikutip dari Daily Mail, selain harus membayar kompensasi, MU juga harus membayar tagihan Lory Hotel 537 ribu poundsterling atau setara Rp9,87 miliar sebagai biaya akomodasi sang manajer selama 895 hari menjadi pelatih United.
Sementara uang kompensasi yang diterima Mourinho ini nyaris lima kali lipat dibanding dua pelatih United yang dipecat sebelumnya, David Moyes dan Louis van Gaal. Keduanya kala itu hanya meraup pesangon 5 juta poundsterling atau setara Rp92 miliar.
Bahkan, jumlah kompensasi yang diterima Mou dari United saat ini lebih besar dibandingkan saat dia didepak oleh Chelsea tiga tahun silam.
Dikutip dari BBC Sports, mantan pelatih Real Madrid dan Inter Milan itu saat itu “hanya” menerima pesangon sebesar 8,3 juta poundsterling atau setara Rp152,68 miliar.
Namun, pada periode pemecatan pertama oleh Chelsea, 20 September 2007, Mourinho juga menerima uang pesangon dari bos Chelsea Roman Abramovich yang besarannya mencapai 23,1 juta poundsterling atau setara Rp424,94 miliar.
(qur/pojoksatu)

Persib Bantah Pemecatan Mario Gomez karena Gagal Juara

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pihak manajemen Persib Bandung menepis alasan pemecatan Mario Gomez karena pelatih asal Argentina itu gagal mempersembahkan titel juara Liga 1 tahun ini
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono menegaskan, Gomez tak lagi dipakai untuk musim depan bukan karena gagal mempersembahkan titel juara, namun karena pertimbangan lain.
Ditegaskan Kuswara, keputusan tersebut pun telah melewati pertimbangan matang dan dipandang dari berbagai aspek secara komprehensif.
“Bukan (karena gagal). Penilaiannya banyak. Semuanya sudah diatur dikontrak tapi penilaiannya secara menyeluruh atau komprehensif,” kata Kuswara.
Namun pihaknya ogah membeberkan secara detil faktor-faktor yang menjadi pendorong pemecatan mantan pelatih Johor Da’rul Takzim tersebut.
Pihaknya kini akan fokus mencari suksesor ideal Gomez sebagai persiapan menghadapi musim depan. “Intinya, insya Allah akan bergerak cepat, secepatnya saja. Makin cepat makin bagus,” katanya.
“Pokoknya sedang bergerak cepat. Tapi belum mengerucut. Intinya kami ingin yang terbaik karena musim depan target juara,” tandasnya.
Saat disinggung soal sosok Miljan Radovic sebagai kandidat ideal pelatih Persib Bandung, Kuswara meminta publik terutama Bobotoh bersabar.
Pasalnya, sebut dia, Miljan didatangkan bulan lalu untuk menjadi Direktur Teknik (Dirtek), kendati secara persyaratan (menjadi pelatih kepala) telah memenuhi.
“Posisinya sebagai dirtek. Pokoknya nanti kami lihat secara komprehensif. Radovic secara persyaratan sudah memenuhi, secara sosok akan lihat yang terbaik. Pokoknya yang terbaik, bisa asing bisa juga lokal,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Selain Mario Gomez, Persib Bandung Juga Depak Soler

POJOKSATU.id, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung resmi memutuskan kerjasama dengan sang pelatih, Mario Gomez usai Liga 1 2018 berakhir.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono mengemukakan, keputusan klub tersebut bukan serta merta namun atas pertimbangan yang matang dan tentu saja hasil evaluasi.
“Evaluasi sudah ada. Maksudnya dengan attitude dia (Mario Gomez) ya kalian semua tahu. Jadi tidak nyaman bagi pemain juga,” kata Teddy di Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu (12/12/2018).
Persib: Kehadiran Mario Gomez bikin Tak Nyaman Pemain!
Dua Legiun Asing Persib ini Segera Ikuti Jejak Mario Gomez!
Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez
Mario Gomez – Fernando Soler (simamaung.com)
Selain Gomez, Maung Bandung juga mendepak Fernando Soler, asisten sekaligus penerjemah pelatih asal Argentina itu. “Iya Soler juga (tidak diperpanjang kontrak),” sebut Teddy.
Teddy mengemukakan, perbedaan kesepahaman antara pihak manajemen dengan Gomez menjadi salahsatu dasar pengambilan keputusan tersebut.
Selain itu, persoalan kenyamanan di ruang ganti juga menjadi pertimbangan lainnya. “Jadi tidak nyaman bagi pemain, kondisi seperti itu akhir-akhir ini. Hubungan dia dengan pemain, hubungan dia dengan ofisial lain,” tuturnya.
(qur/pojoksatu)

Persib: Kehadiran Mario Gomez Bikin Tak Nyaman Pemain!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung resmi mendepak Mario Gomez kendati sang pelatih masih menyisakan kontrak setahun ke depan.
Pihak manajemen Maung Bandung pun mengungkapkan, salahsatu alasan dibalik keputusan yang cukup mengejutkan itu, karena sang pelatih kurang bisa menjaga situasi ruang ganti.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono menyebutkan, kendati secara kapasitas dan kualitas Gomez adalah sosok yang mumpuni sebagai pelatih, namun sikapnya kurang baik sehingga tidak bagus untuk keseimbangan tim.
Dua Legiun Asing Persib ini Segera Ikuti Jejak Mario Gomez!
Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez
“Jadi kehadiran Gomez membuat tidak nyaman pemain. Tak hanya pemain, namun juga pada ofisial lainnya. Imbasnya kondisi tim tidak baik di akhir-akhir ini,” tutur Teddy seperti dikutip dari Goal.
Kendati begitu, pihaknya ditegaskan Teddy akan bertanggungjawab terkait persoalan gaji. “Soal kompensasi sisa kontrak, itu masalah internal kami, yang jelas urusan pelatih bersama Persib sudah selesai dan diputus kontrak,” ujarnya.
Soal siapa penggantinya, Teddy memberikan sinyalemen sudah mengantongi sejumlah nama, namun belum berani mengungkapnya ke publik.
“Banyak kandidatnya. Nanti kita evaluasi dengan harapan Desember ini sudah didapatkan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez

POJOKSATU.id, BANDUNG – Manajemen Persib Bandung resmi mengakhiri kerjasamanya dengan sang pelatih, Mario Gomez.
Didepaknya pelatih asal Argentina itu cukup mengejutkan banyak pihak mengingat kedua belah pihak sempat menyuarakan terkait rencana musim depan.
Kontrak pelatih berusia 61 tahun itu sendiri baru akan habis pada 2019 mendatang. Namun, Persib memilih mengakhirinya lebih cepat.
Pihak klub pun mengungkapkan alasan dibalik keputusan tersebut, salahsatunya karena persoalan hubungan sang pelatih dengan pemain.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono mengungkapkan, Gomez merupakan juru formasi yang mumpuni, namun karena sikapnya kurang baik sehingga tidak bagus untuk keseimbangan tim.
“Jadi kehadiran Gomez membuat tidak nyaman pemain. Tak hanya pemain, namun juga pada ofisial lainnya. Imbasnya kondisi tim tidak baik di akhir-akhir ini,” tutur Teddy seperti dikutip dari Goal.
Kendati begitu, pihaknya ditegaskan Teddy akan bertanggungjawab terkait persoalan gaji. “Soal kompensasi sisa kontrak, itu masalah internal kami, yang jelas urusan pelatih bersama Persib sudah selesai dan diputus kontrak,” ujarnya.
Soal siapa penggantinya, Teddy memberikan sinyalemen sudah mengantongi sejumlah nama, namun belum berani mengungkapnya ke publik.
“Banyak kandidatnya. Nanti kita evaluasi dengan harapan Desember ini sudah didapatkan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Terungkap, Alasan Bali United Pecat Widodo Cahyono Putro

POJOKSATU.id, GIANYAR – Widodo Cahyono Putro alias WCP secara mengejutkan berpisah dengan Bali United di momen-momen krusial.
Publik pun banyak bertanya-tanya perihal faktor penyebabnya, dan kini rasa penasaran publik mulai terkuat setelah bos Bali United, Peter Tanuri buka-bukaan.
Peter mengungkapkan, salahsatu alasan keputusan klub memutus kerjasamanya dengan WCP karena sang pelatih tidak bisa menguasai ruang ganti.
Dikatakan Peter, WCP Dia tidak bisa mengontrol perilaku anak buahnya di dalam dan di luar lapangan. Salahsatu buktinya, saat Irfan Bachdim jengkel kepada WCP di beberapa pertandingan. WCP sebagai pelatih terlihat tidak berani menegur pemainnya itu.
“Pemain lokal akhirnya berpikir, kok lu sama asing dan naturaliasasi seperti itu, gak adil,” katanya.
Bahkan, ketika masalah itu muncul, diakui Peter, sang pelatih malah meminta tolong padanya agar bisa mengatur perilaku Irfan.
“Ya saya akhirnya bilang tidak ada murid yang buruk, yang ada guru yang buruk,” tandasnya.
Peter menjelaskan, sikap Widodo yang cenderung menyalahkan pemain juga sebagai akibat kekalahan demi kekalahan yang dialami Bali United. Akibatnya, pemain kehilangan respek.
“Ini kan artinya pemain asing tidak ada yang nurut sama dia. Pelatihnya siapa, kok selalu saya yang turun tangan,” ujarnya.
Peter pun sekaligus mengonfirmasi kabar yang menyebutkan jika WCP mundur, karena yang benar, Bali United telah memecatnya.
“Ya, dia memilih bilang mundur karena malu kalau dipecat. Kami juga punya sopan santun,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi, WCP membantah pernyataan Peter kalau dirinya tak bisa mengendalikan ruang ganti Bali United. Dengan Irfan Bachdim misalnya, memang sempat ada friksi, namun itu semata untuk melindungi sang pemain dari cedera parah.
“Saya protect dia karena punya cedera yang tidak mau dioperasi. Supaya tidak ada benturan yang nantinya seumur hidup tidak bisa main,” ujarnya.
Menurutnya, Irfan sudah meminta maaf padanya. “Saya ini lebih memilih menyelamatkan 31 pemain daripada satu pemain. Kalau saya mainkan Irfan, yang lain ngamuk karena berimbas pada permainan. Jadi tidak ada istilah yang disebutkan oleh Pak Peter itu,” tandasnya.
(jpc/jpnn/qur/pojoksatu)