pelatih

Jose Mourinho: Saya Ini Spesial Pelatih Klub Top!

POJOKSATU.id, SETUBAL – Jose Mourinho masih belum mendapatkan klub baru pasca dipecat Manchester United akhir tahun kemarin.
Kendati beberapa coba berupa meminangnya, seperti Benfica, namun pelatih The Special One itu menolak tegas tawaran yang datang tersebut.
Mourinho juga telah dihubungkan dengan klub lamanya, Real Madrid yang tengah berada dalam situasi yang kurang sempurna karena masih tampil inkonsistensi di bawah arahan Santiago Solari.
Momen Luar Biasa Jose Mourinho Ada di Klub Ini
Berbicara soal masa depannya, Mourinho ternyata masih punya hasrat dan keinginan untuk kembali turun ke touchline.
Ditegaskan Mourinho, ia akan kembali melatih jika klub yang dibesutnya nanti adalah klub dengan level top.
“Di mana saya akan bertahan adalah di mana saya memang layak berada, saya pantas berada di level top sepakbola. Saya pantas di level top dan di sanalah saya akan berada,” ungkap Mourinho kepada beIN Sports seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Goal.
“Saya masih terlalu muda untuk pensiun, saya berada di sepakbola untuk waktu yang lama. Saya akan berusia 56 tahun dalam beberapa pekan ke depan dan saya merasa masih sangat muda,” tekad Mourinho.
Keinginan Jose Mourinho itu tentu tidak berlebihan mengingat dalam kariernya ia banyak menghabiskan bersama klub-klub level atas, sebut saja Chelsea, Inter Milan, Real Madrid dan terakhir Manchester United.
Dari semua klub yang pernah ditukangi itu, Mourinho pun sukses mempersembahkan sejumlah gelar dan titel juara. Paling fantastis adalah saat mempersembahkan treble winner untuk Inter Milan musim 2009/10.
(qur/pojoksatu)

Terungkap, Alasan Persib Bandung Tunjuk Miljan Radovic

POJOKSATU.id, BANDUNG – Miljan Radovic telah ditunjuk pihak manajemen Persib Bandung sebagai pelatih kepala menggantikan peran Mario Gomez yang didepak.
Penunjukkan Direktur Teknik Persib Bandung ini sendiri sempat membuat kaget banyak pihak, terutama Bobotoh, mengingat sang pelatih dinilai belum punya pengalaman manajerial di pentas kompetisi Indonesia.
Padahal, sejumlah nama sempat digadang-gadang sebagai suksesor ideal Gomez, sebut saja pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts, mantan pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan hingga mantan juru racik timnas Indonesia Luis Milla.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono mengatakan, Radovic dipilih karena memiliki lisensi kepelatihan yang mumpuni, yaitu UEFA A.
“Terus terang yang melamar banyak dan pertimbangan juga banyak. Salah satu pertimbangan punya lisensi,” kata Kuswara seperti dikutip dari Bolalob.
Selain berlisensi UEFA A, Radovic dinilai memahami karakter tim karena pernah bermain untuk Persib selama dua musim, pada 2011 dan 2012.
“Hatinya betul-betul biru, kepribadiannya kan kita betul-betul tahu. Dia juga sudah menjalankan tugas kepelatihan di beberapa tahun dalam arti rekam jejaknya itu yang patut dinilai. Dan di luar itu banyak pertimbangannya,” terangnya.
Kendati miskin pengalaman, pihaknya pun optimistis dengan potensi yang dimiliki pria asal Montenegro tersebut.
“Pokoknya kita percayakan saja sepenuhnya kepada Radovic. Beri kesempatan kepada dia mencari cara agar menjadi juara,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Ini Dia Sosok Pelatih Baru Persib Bandung

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung resmi menunjuk Miljan Radovic sebagai pelatih baru pengganti Mario Gomez.
Pihak manajemen Maung Bandung sendiri sedianya akan melakukan konferensi pers besok, Jumat (21/12/2018) di Grha Persib, Jalan Sulanjana, Bandung.
“Iya betul, sudah,” kata Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S Taryono seperti dikutip dari Bolalob.
Kuswara menjelaskan, penunjukan Radovic telah melalukan berbagai pertimbangan dan keputusan Radovic adalah keputusan jajaran direksi.
“Ada banyak (pertimbangannya), tapi saya tidak bisa dijelaskan di sini. Besok kami akan menggelar konferensi pers di kantor (kantor Persib),” sebut Kuswara.
Dikatakan dia, dalam konferensi pers besok, pihak manajemen akan membeberkan soal dasar penunjukan Radovic termasuk durasi kontraknya.
“Pelatih sudah ditunjuk, adapun alasannya apa dan durasi kontraknya berapa lama nanti akan kami jelaskan,” ujarnya.
Pihaknya pun mengaku sudah mengkomunikasi keputusan tersebut kepada yang bersangkutan, dan Radovic telah menyatakan kesiapannya.
“Kami sudah komunikasikan kepada Miljan, dan dia sudah menyatakan kesiapannya menukangi Persib,” imbuhnya.
Sebelum muncul nama Radovic, sejumlah nama lain pun sempat mencuat dan digadang-gadang sebagai suksesor ideal Mario Gomez yang didepak.
Radovic sendiri bukan wajah baru bagi Maung Bandung. Sebelum jadi pembesut Supardi Nasir Bajang dan kawan-kawan, mantan penggawa Persib musim 2011/13 itu menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) Persib.
(qur/pojoksatu)

Dipinang Banyak Klub, Teco Masih Tunggu Kejelasan Persija

POJOKSATU.id, JAKARTA – Stefano Cugurra Teco mengaku masih tetap menunggu kepastian soal masa depannya bersama Persija Jakarta di tengah tawaran banyak klub Liga 1.
Pelatih asal Argentina itu mengungkapkan, mendapat tawaran dari beberapa klub Liga 1 termasuk klub asal Thailand.
“Ada (tawaran), tapi saya tunggu dari Persija dahulu. Ada beberapa tim Liga 1 yang memberikan tawaran. Dari Thailand juga ada,” kata Teco.

Teco mengaku tak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan, terlebih pihaknya belum mencapai kata sepakat dengan pihak manajemen Macan Kemayoran.
Teco pun menegaskan, dia tetap masih memprioritaskan Persija dan menunggu kabar selanjutnya. “Kita harus lihat nanti bagaimana situasi saya,” ucapnya.
Nasib Teco di ibukota memang masih abu-abu di tengah kontraknya yang segera habis akhir bulan ini. Persija sendiri belum mengambil langkah pasti soal masa depan sang pelatih yang baru saja mempersembahkan trofi Liga 1 2018.
Di tengah spekulasi tersebut, mencuat sejumlah suksesor Teco yang digadang-gadang akan menggantikan perannya di Persija untuk kompetisi tahun depan.
(qur/pojoksatu)

Persib Bantah Pemecatan Mario Gomez karena Gagal Juara

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pihak manajemen Persib Bandung menepis alasan pemecatan Mario Gomez karena pelatih asal Argentina itu gagal mempersembahkan titel juara Liga 1 tahun ini
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono menegaskan, Gomez tak lagi dipakai untuk musim depan bukan karena gagal mempersembahkan titel juara, namun karena pertimbangan lain.
Ditegaskan Kuswara, keputusan tersebut pun telah melewati pertimbangan matang dan dipandang dari berbagai aspek secara komprehensif.
“Bukan (karena gagal). Penilaiannya banyak. Semuanya sudah diatur dikontrak tapi penilaiannya secara menyeluruh atau komprehensif,” kata Kuswara.
Namun pihaknya ogah membeberkan secara detil faktor-faktor yang menjadi pendorong pemecatan mantan pelatih Johor Da’rul Takzim tersebut.
Pihaknya kini akan fokus mencari suksesor ideal Gomez sebagai persiapan menghadapi musim depan. “Intinya, insya Allah akan bergerak cepat, secepatnya saja. Makin cepat makin bagus,” katanya.
“Pokoknya sedang bergerak cepat. Tapi belum mengerucut. Intinya kami ingin yang terbaik karena musim depan target juara,” tandasnya.
Saat disinggung soal sosok Miljan Radovic sebagai kandidat ideal pelatih Persib Bandung, Kuswara meminta publik terutama Bobotoh bersabar.
Pasalnya, sebut dia, Miljan didatangkan bulan lalu untuk menjadi Direktur Teknik (Dirtek), kendati secara persyaratan (menjadi pelatih kepala) telah memenuhi.
“Posisinya sebagai dirtek. Pokoknya nanti kami lihat secara komprehensif. Radovic secara persyaratan sudah memenuhi, secara sosok akan lihat yang terbaik. Pokoknya yang terbaik, bisa asing bisa juga lokal,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Lord Atep Tak Peduli Pelatihnya Nanti Asing atau Lokal, Asal …

POJOKSATU.id, BANDUNG – Gelandang Persib Bandung, Atep bersuara menanggapi keputusan pihak manajemen mendepak Mario Gomez.
Pelatih asal Argentina berusia 61 tahun itu resmi diputus kontrak atas berbagai pertimbangan, salahsatunya persoalan perilaku dan kondisi di ruang ganti.
Atep pun meyakini jika keputusan klubnya itu sudah menempuh berbagai pertimbangan matang, kendati ia mengaku di tangan Gomez Persib finis lebih baik dibanding musim sebelumnya.
Mario Gomez: Terima Kasih Bobotoh, Sampai Jumpa Lagi!
Legenda Real Madrid ini Digadang Suksesor Ideal Mario Gomez
“Semua sudah diputuskan dan itu penilaian dan pertimbangan manajemen. Apapun itu ya kita mengikuti semua keputusan itu walaupun memang secara tim kemarin cukup baik,” tutur pemain asal Cianjur itu seperti dikutip dari laman Bobotoh.id.
Terkait sosok pelatih baru yang diinginkannya ke depan, ia mengaku tak ingin muluk-muluk. “Siapapun itu, mau lokal atau asing, kami akan dukung,” katanya.
“Bagi saya sebagai pemain sama saja. Yang pasti pelatih ini harus bisa cepat tahu kondisi Liga kita dan cepat menyatu chemistry nya (dengan pemain),” ujarnya.
Selain itu, Atep tentu mengharapkan pelatih nanti bisa membawa Maung Bandung lebih baik lagi dari musim ini.
“Tentu dengan pelatih baru nanti mudah-mudahan bisa mengangkat prestasi Persib lebih dari yang sekarang,” kata Atep. “Siapapun pelatihnya, harus lebih dari sekarang,”
(qur/pojoksatu)

Persib: Kehadiran Mario Gomez Bikin Tak Nyaman Pemain!

POJOKSATU.id, BANDUNG – Persib Bandung resmi mendepak Mario Gomez kendati sang pelatih masih menyisakan kontrak setahun ke depan.
Pihak manajemen Maung Bandung pun mengungkapkan, salahsatu alasan dibalik keputusan yang cukup mengejutkan itu, karena sang pelatih kurang bisa menjaga situasi ruang ganti.
Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono menyebutkan, kendati secara kapasitas dan kualitas Gomez adalah sosok yang mumpuni sebagai pelatih, namun sikapnya kurang baik sehingga tidak bagus untuk keseimbangan tim.
Dua Legiun Asing Persib ini Segera Ikuti Jejak Mario Gomez!
Terungkap, Alasan Persib Bandung Depak Mario Gomez
“Jadi kehadiran Gomez membuat tidak nyaman pemain. Tak hanya pemain, namun juga pada ofisial lainnya. Imbasnya kondisi tim tidak baik di akhir-akhir ini,” tutur Teddy seperti dikutip dari Goal.
Kendati begitu, pihaknya ditegaskan Teddy akan bertanggungjawab terkait persoalan gaji. “Soal kompensasi sisa kontrak, itu masalah internal kami, yang jelas urusan pelatih bersama Persib sudah selesai dan diputus kontrak,” ujarnya.
Soal siapa penggantinya, Teddy memberikan sinyalemen sudah mengantongi sejumlah nama, namun belum berani mengungkapnya ke publik.
“Banyak kandidatnya. Nanti kita evaluasi dengan harapan Desember ini sudah didapatkan,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Terungkap, Alasan Bali United Pecat Widodo Cahyono Putro

POJOKSATU.id, GIANYAR – Widodo Cahyono Putro alias WCP secara mengejutkan berpisah dengan Bali United di momen-momen krusial.
Publik pun banyak bertanya-tanya perihal faktor penyebabnya, dan kini rasa penasaran publik mulai terkuat setelah bos Bali United, Peter Tanuri buka-bukaan.
Peter mengungkapkan, salahsatu alasan keputusan klub memutus kerjasamanya dengan WCP karena sang pelatih tidak bisa menguasai ruang ganti.
Dikatakan Peter, WCP Dia tidak bisa mengontrol perilaku anak buahnya di dalam dan di luar lapangan. Salahsatu buktinya, saat Irfan Bachdim jengkel kepada WCP di beberapa pertandingan. WCP sebagai pelatih terlihat tidak berani menegur pemainnya itu.
“Pemain lokal akhirnya berpikir, kok lu sama asing dan naturaliasasi seperti itu, gak adil,” katanya.
Bahkan, ketika masalah itu muncul, diakui Peter, sang pelatih malah meminta tolong padanya agar bisa mengatur perilaku Irfan.
“Ya saya akhirnya bilang tidak ada murid yang buruk, yang ada guru yang buruk,” tandasnya.
Peter menjelaskan, sikap Widodo yang cenderung menyalahkan pemain juga sebagai akibat kekalahan demi kekalahan yang dialami Bali United. Akibatnya, pemain kehilangan respek.
“Ini kan artinya pemain asing tidak ada yang nurut sama dia. Pelatihnya siapa, kok selalu saya yang turun tangan,” ujarnya.
Peter pun sekaligus mengonfirmasi kabar yang menyebutkan jika WCP mundur, karena yang benar, Bali United telah memecatnya.
“Ya, dia memilih bilang mundur karena malu kalau dipecat. Kami juga punya sopan santun,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi, WCP membantah pernyataan Peter kalau dirinya tak bisa mengendalikan ruang ganti Bali United. Dengan Irfan Bachdim misalnya, memang sempat ada friksi, namun itu semata untuk melindungi sang pemain dari cedera parah.
“Saya protect dia karena punya cedera yang tidak mau dioperasi. Supaya tidak ada benturan yang nantinya seumur hidup tidak bisa main,” ujarnya.
Menurutnya, Irfan sudah meminta maaf padanya. “Saya ini lebih memilih menyelamatkan 31 pemain daripada satu pemain. Kalau saya mainkan Irfan, yang lain ngamuk karena berimbas pada permainan. Jadi tidak ada istilah yang disebutkan oleh Pak Peter itu,” tandasnya.
(jpc/jpnn/qur/pojoksatu)

Mendesak, Timnas Indonesia Harus Segera Punya Pelatih!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Indonesia harus segera mengakhiri spekulasi soal sosok pelatih mengingat padatnya jadwal kompetisi.
Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destriana mengatakan, penetapan soal siap pelatih Timnas Indonesia berikutnya harus segera dilakukan karena pemusatan latihan timnas harus segera digelar awal tahun depan.
Dikatakan dia, penetapan pelatih Timnas Indonesia akan dilakukan pada 20 Desember 2018. Menurutnya, mekanisme penetapan pelatih timnas harus melalui rapat Exco PSSI terlebih dahulu.
PSSI sendiri sudah dihadapkan pada serangkaian agenda penting pada 2019 mendatang. Mulai 18 Februari 2019, Timnas U-22 Indonesia akan berjuang pada ajang Piala AFF U-22.
Selain itu, PSSI juga disibukkan dengan agenda kualifikasi Piala Asia U-23 2020 yang akan diselenggarakan pada Maret 2019.
PSSI juga harus mempersiapkan diri menghadapi pra-Olimpiade putaran kedua bagi timnas putri yang digelar pada April 2019.
Ratu menjelaskan, padatnya agenda tersebut membuat program latihan harus segera dilakukan dalam waktu dekat ini.
(jpnn/qur/pojoksatu)

Persebaya Surabaya Tak Bisa ke Lain Hati dari Djanur

POJOKSATU.id, SURABAYA – Persebaya Surabaya meneruskan kerjasamanya bersama sang pelatih Djajang Nurjaman alias Djanur untuk musim depan.
Di tangan Djanur, Bajul Ijo tampil garang jelang musim berakhir dengan melibas klub-klub raksasa termasuk mantan klubnya, Persib Bandung.
Persebaya pun secara resmi menyodorkan perpanjangan kontrak pria asal Majalengka itu untuk musim 2019. Djanur pun menandatangani kontraknya.
Sekretaris Persebaya, Ram Surahman pun membenarkan soal kabar ini. “Coach Djanur pertama (perpanjang kontrak),” kata Ram.
Sinyalemen ini pun sebenarnya sudah jauh hari diutarakan Manajer tim Persebaya, Candra Wahyudi, Selasa (5/12) lalu.
Pada saat itu Candra mengatakan bahwa Djanur mendapatkan perpanjangan kontrak berdurasi setahun.
Sementara itu, setelah resmi memperpanjang masa pengabdian di Persebaya, Djanur berani berbicara tentang langkah ke depan. “Kami berbenah mana saja yang kurang. Kami harus berjuang dan menggeliat,” sebutnya.
Mantan pelatih Persib Bandung ini menambahkan, “Saya sudah membuat skema. Misal kalau formasi 4-3-3, per posisi harus paling tidak ada dua pemain. Seperti itu,” ujarnya.
Djanur dipertahankan usai membawa Persebaya bertahan di Liga 1 2018. Jelang pekan terakhir, Osvaldo Haay dan kawan-kawan bertengger di peringkat enam klasemen dengan raihan 47 poin.
(jpc/qur/pojoksatu)