pelatih madrid

Waduh, Zidane Ancam Tinggalkan Real Madrid

POJOKSATU.id, JAKARTA – Zinedine Zidane bersikeras bahwa jika dia tidak dapat memilih siapa yang bermain di tim Real Madrid, dia akan meninggalkan klub.
Pernyataan tegas Zidane ini dilaporkan diduga sebagai reaksi keinginan manajemen untuk mempertahankan dan juga tidak pada skuad musim depan, terutama penjaga gawang.
“Saya akan memutuskan siapa yang akan menjadi penjaga gawang pilihan pertama dan kedua,” kata Zidane kepada pers seperti dilansir Marca.
“Ini keputusan saya. Ini jelas, sejelas air. Jika saya tidak bisa melakukan apa yang saya inginkan dengan tim saya, saya akan pergi, itu pasti.
“Lalu ada orang yang merekrut pemain dan kami melakukannya bersama. Tetapi pemain utama, cadangan, yang tidak ada dalam skuad, hanya saya yang memutuskan,” sambungnya.
Sementara itu, muncul laporan di media bahwa Keylor Navas telah diberitahu bahwa dia dapat meninggalkan Los Blancos musim panas ini, tetapi Zidane membantah.
“Jika saya mengucapkan selamat tinggal padanya, jika saya ingin dia pergi … masih ada satu pertandingan lagi,” kata pelatih asal Prancis itu.
“Posisi kiper akan sangat jelas tahun depan, tetapi tidak lebih. Kita akan lihat apa yang terjadi.
“Adapun Keylor, yang tahu apa yang saya katakan kepadanya, tidak ada yang tahu. Saya sudah bicara dengan semua orang. Navas memiliki kontrak, maka kita akan lihat,” paparnya.
Jika Navas meninggalkan klub, diperkirakan dewan Real Madrid ingin Andriy Lunin menjadi pendukung Thibaut Courtois musim depan, tetapi Zidane ingin putranya Luca memiliki peran itu.
“Bukannya itu tidak adil karena (Luca) adalah anak saya tetapi karena dia menghabiskan seluruh hidupnya di Real Madrid dan dia menunjukkan bahwa dia cukup baik,” tegasnya.
(zul/pojoksatu)

Pelatih Real Madrid Akui Keunggulan Valencia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane mengalami kekalahan pertama pasca kembali melatih belum lama ini.
Dikalahkan 2-1, Zidane mengakui keunggulan Valencia pada pertandingan tersebut.
Meski begitu, sang pelatih memuji para pemainnya yang dinilai sudah berusaha keras.
“Kami memulai petandingan dengan kuat dengan penguasaan yang bagus, menekan. Kami hanya perlu mendapatkan tujuan pertama itu. Saya tidak bisa menyalahkan para pemain untuk apa pun, mereka benar-benar berusaha keras. Kami bermain melawan tim papan atas dan itu adalah pertandingan yang merata. Itu adalah kekalahan dan kekalahan selalu menyakitkan,” ungkapnya dilansir Tribal Football.
“Kami berjuang untuk menciptakan peluang, melepaskan tembakan dan menghasilkan apa pun di sepertiga akhir. Kami membutuhkan sedikit lagi di dekat gawang lawan. Tim berjuang sampai akhir,” sambungnya.
Zidane pun menerima kekalahan tersebut dan langsung move on menghadapi delapan pertandingan sisa.
“Saya selalu mengatakan hasilnya adil dan saya menerimanya tetapi itu adalah pertandingan yang adil. Mereka mendapat dua gol melawan kami hampir entah dari mana. Kami harus menerima bahwa Valencia memenangkan pertandingan,” tandasnya.
(zul/pojoksatu)