pelatih psms

Sah Jadi Pelatih Baru PSMS, Jafri Sastra : Mungkin Lucky-nya di Saya

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Wajah sumringah terlihat jelas dari Jafri Sastra begitu tiba di Sekretariat PSMS Medan, Stadion Kebun Bunga, Minggu (8/9/2019) sore.
Jafri mengenakan baju kemeja biru tampak akrab menyapa semua orang di Mes PSMS. Dia juga langsung memimpin latihan perdana bersama Legimin Raharjo dkk di Stadion Kebun Bunga dengan jersey hijau yang pas di tubuhnya.
Berada di Medan bukan hal yang baru baginya. Meski dalam karir kepelatihannya ini yang pertama, namun pria kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat ini memiliki keluarga angkat di Medan. “Alhamdulillah bisa sampai Medan. Bagi saya Medan sudah tidak asing lagi, saya punya saudara di sini di Jalan Medan Area Selatan. Saya punya orang tua angkat di sini, orang Belanda,” jelasnya.
Menangani PSMS di sisa tujuh pertandingan, Jafri mengapungkan optimisme tinggi. “Kita harus optimis, tidak boleh pesismis. Walaupun kita sudah melalui pertandingan hasilnya bagus tapi belum positif saja. Bagaimana tujuh pertandingan kita lebih positif lagi,” ujarnya.
“Saya datang ke sini, In sya Allah melakukan hal-al yang meningkatkan motivasi dan bisa melakukan hal positif dan bisa memenangkan pertandingan. Dengan posisi yang sekarang (PSMS peringkat 7 dengan 24 poin) kita harus fokus dan bekerja keras, agar lebih siap menghadapi sisa pertandingan ini,” urainya.
Selama ini, Jafri mengatakan pelatih lama, Abdul Rahman Gurning sudah melakukan yang terbaik. “Tapi namanya sepak bola ada lucky atau keberuntungan, kadang-kadang saya sebagai pengganti melakukan apa yang sudah dibuat Guring. Makanya pemain pelatih, manajamen, suporter, harus tetap optimis, karena optmis bagian dari doa,” bebernya.
Meski figur baru di PSMS, Jafri mengatakan mengenal beberapa pemain saat ini, seperti Syaiful Ramadhan, Elina Soka. “Ada beberapa yang pernah bekerja dengan saya, Elina Soka, Syaiful Ramadhan juga saya kenal baik. Mudah-mudahan dengan sudah saling mengenali, menunjukkan hal positif,” ungkapnya.
Baru melatih tim Liga 1 di PSIS Semarang, Jafri mengaku tak masalah harus turun ke Liga 2. Malah dia berharap bisa mengulangi catatan apik saat membawa PSIS ke Liga 1. “Enggak ada masalah. Tetap saja ini sudah diatur sama Allah. Ini suatu hal positif, tantangan tersendiri. Kalau enggak salah, tahun lalu saya melakukan hal yang serupa ketika saya dipecat Persis Solo, waktu Persis Solo peringkat dua, PSIS Semarang peringkat dua paling bawah. Dengan dengan sisa 14 pertandingan orang berpikir se Indonesia PSIS kena degradasi. Tapi Allah memberikan yang terbaik. Yang penting bagaimana kita memberikan doa, jangan memberikan cacimaki. Karena yang diterima Allah itu doa bukan hujatan,” bebernya.
“Saya tidak merasa mempertaruhkan reputasu saya di sini. Tidak ada yang hebat, ketika kita bisa bekerja maksimal, kita sudah melakukan hal-hal positif untuk sepak bola,” lanjutnya.
Bagi pelatih 54 tahun ini, PSMS adalah tim besar hingga membuatnya mau menerima tantangan ke Medan. “Menarik ya, ini tim legenda, tim besar pada jamannya tahun 80-an, siapa yang enggak kenal. Tapi saya tahu di sini banyak pelatih bagus, mungkin lucknya aja yang belum, mungkin lucky-nya di saya,” tegasnya.
Diberitakan sebelum, selain Jafri Sastra, PSMS punya pelatih fisik baru yaitu Budi Kurnia, dan pelatih kiper baru, Muhammad Sahbani.
(nin/pojoksumut)

Breaking News! Jafri Sastra Pelatih Baru PSMS, Siang Ini Diperkenalkan ke Publik Medan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Teka teki siapa pelatih baru PSMS Medan menggantikan Abdul Rahman Gurning akhirnya terpecahkan.
Dia adalah Jafri Sastra, pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat, 23 Mei 1965, yang sebelumnya melatih PSIS Semarang.
Nama Jafri Sastra sejatinya sudah tersiar sejak kemarin siang, namun manajemen masih belum bisa memastikan karena ada satu nama lainnya yang juga dilobi yaitu Angel Alfredo Vera, eks pelatih Bhayangkara FC.
Kepastian Jafri Sastra melatih PSMS ditandai dengan berubahnya akun resmi Instagramnya @jafrisastra65_official, sekira 30 menit lalu. Dia mengunggah satu foto layar hijau. Tanpa caption apapun.
Alhasil, sinyal ini langsung ditangkap oleh fans. Beberapa sudah mengucapkan selamat termasuk pemain PSMS.
Bahkan kiper PSMS, Choirun Nasirin langsung memberikan emoticon tanda cinta berwarna hijau di kolom komentar.
“Welcome coach,” komen fans PSMS @farhatputra.

Sementara itu, narasumber terpercaya Pojoksumut.com membenarkan Jafri Sastra sudah resmi melatih PSMS. “Iya beliau jadinya, tadi malam prosesnya selesai. Siang ini, sekitar pukul 13.00 atau 14.00 akan dihadirkan dalam temu pers dengan media,” ujarnya, narasumber tersebut, Minggu (8/9/2019).
Sebelumnya, Sekretaris Umum (Sekum) PSMS, Julius Raja, manajemen bergerak cepat mengambil pelatih baru demi perubahan dalam tim, karena Gurning mundur.
“Iya dua nama itu, saat kita nego. Kalau selesai malam ini, besok (Minggu), kami rencananya akan sekalian gelar konferensi pers mundurnya Gurning dan pelatih baru PSMS,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (7/9/2019) sore.
King-sapaan Julius Raja, mengatakan opsi PSMS mengambil pelatih baru dan tak menaikkan sang asisten pelatih, Edy Syahputra, dengan pertimbangan matang. “Biar ada perubahan di tim, kalau naikkan asisten pelatih enggak ada perubahan, ini demi untuk lolos keempat besar,” ungkapnya.
King menyebutkan pilihan ke pelatih luar Sumut, lantaran opsi yang ada saat ini belum memihak PSMS. “Opsi utama kami Suharto AD tapi kan dia melatih tim PON Sumut, Suimin ada tapi lama sudah tidak melatih. Jadi Jafri Sastra dan Alfredo yang kami dilobi,” jelasnya. (nin/pojoksumut)