pelatih real madrid

Terbaik dalam 116 Tahun Terakhir, Real Madrid Resmi Permanenkan Solari

POJOKSATU.ID, MADRID – Real Madrid sudah memutuskan untuk mempermanenkan Santiago Solari sebagai pelatih, setidaknya sampai akhir musim ini. Solari yang semula hanya berstatus sebagai pelatih interim (sementara) kini bakal dipermanenkan.
Sesuai aturan federasi sepakbola Spanyol, RFEF, seseorang hanya bisa menjabat sebagai pelatih sementara maksimal dua minggu. Dan usai laga kontra Celta Vigo akhir pekan kemarin, Madrid sudah harus menetapkan nasib Solari.
Dikutip Pojoksatu.id dari AFP, kubu Los Blancos sudah mengirimkan kontrak Solari kepada RFEF sekaligus sebagai jawaban soal pencarian pelatih tetap Madrid selama ini.
BACA JUGA:
Dikartu Merah Saat Lawan Juventus, Higuain Absen sampai Desember
Fans Manchester City Bertindak Rasis, Reporter Berkulit Hitam Ini Meradang
Disorot karena Gaji Rp160 Miliar, Ini Jawaban Sempurna Kylian Mbappe
Usai memecat Julen Lopetegui dua pekan lalu, Madrid mengangkat Solari menjadi caretaker sementara. Ia naik jabatan dari sebelumnya menjadi pelatih tim Castilla.
Selama menjabat sebagai pelatih interim, Solari menunjukkan kinerja memuaskan. Empat laga dilalui dengan kemenangan. Yaitu melawan Melilla, Real Valladolid, Viktoria Plzen dan yang terbaru, Celta Vigo.
Petinggi Madrid pun terkesan dengan pengaruh yang diberikan Solari kepada tim selama dua pekan ia bertugas dan menawarkan kontrak hingga 2020 mendatang. Prestasi Solari memang membuatnya mencatat debut terbaik sebagai pelatih Madrid dalam 116 tahun.
Real Madrid sukses meneruskan tren kemenangannya dengan membekuk Celta Vigo 4-2 dalam lanjutan La Liga pekan ke-12.(@realmadrid/twitter)
Seperti dilansir AFP, kubu Madrid disebut sudah mengirimkan surat kontrak Solari kepada RFEF. Alhasil, pria Argentina itu pun kini resmi menjabat sebagai pelatih tetap Los Blancos.
“Semuanya sudah beres, Real Madrid telah mengirimkan kontraknya dan tak ada masalah,” ungkap seorang sumber RFEF kepada AFP.
(fat/pojoksatu)

Antonio Conte Sosok yang Pas Nan Ideal buat Real Madrid

POJOKSATU.id, MILAN – Pelan tapi pasti Real Madrid di bawah besutan sang pelatih ad interim, Fernando Solari mampu bangkit dari tren minor dengan memenangi laga demi laga.
Terbaru, Los Blancos tampil garang dengan menggilas Victoria Plzen dengan skor telak 5-0 di matchday 4 Liga Champions 2018/19 dengan skor telak 5-0 di Doosan Arena, Kamis (9/11/2018) dini hari WIB.
Karim Benzema tampil impresif dengan membuat brace di menit 20 dan menit 37. Sedangkan tiga gol Los Blancos lainnya masing-masing didonasikan Casemiro di menit 23, Gareth Bale menit 40 dan Toni Kross di interval kedua menit 67.
Meski begitu, spekulasi soal suksesor Julen Lopetegui masih menggema dan tetap bermuara pada eks manajer Chelsea, Antonio Conte.
Menanggapi rumor tersebut, mantan penggawa Inter Milan yang kini menjabat Wakil Presiden Inter Javier Zanetti menilai, Conte sangat cocok menjadi pelatih masa depan Real Madrid.
Ia bahkan mengaku tidak akan terkejut jika akhirnya Real Madrid mempekerjakan mantan allenatore Juventus itu karena kualitasnya yang mumpuni.
“Antonio Conte diincar Real? Itu karena gaya kepelatihannya,” kata Zanetti seperti dikutip dari Goal.
“Kepribadian serta pengalamannya, jadi tidak mengejutkan saya apabila Madrid akhirnya merekrut dia,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Conte Batal Latih Real Madrid, Skenario Ini yang Dijalankan Florentino Perez

POJOKSATU.ID, MADRID – Real Madrid baru saja memecat Julen Lopetegui dan menunjuk Santiago Solari sebagai pelatih sementara. Padahal sebelumnya nama Antonio Conte mencuat sebagai kandidat nakhoda baru di Santiago Bernabeu.
Namun eks pelatih Chelsea dan Juventus itu mendapat penolakan dari sejumlah pemain bintang di Real Madrid. Salah satunya sang kapten, Sergio Ramos.
Sejumlah media di spanyol menyebut alasan utama penggawa Madrid menolak Conte karena sistem kepelatihan yang dianut juru taktik asal Italia itu.
BACA JUGA:
Inilah Skuat Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018: Bhayangkara FC dan Barito Dominan, PSM Nihil
Lopetegui Resmi Dipecat, Solari Pelatih Sementara Real Madrid
Digadang-gadang Jadi Pengganti Neymar, Bintang Barcelona Ini Malah Akan Dijual Murah
Sementara itu, Calciomercato menyebut pemain Timnas Spanyol, Diego Costa dan Alvaro Morata yang pernah ditangani Conte di Chelsea membocorkan manajemen ala militer yang diterapkan Conte.
Conte diketahui mengedepankan disiplin di atas segalanya. Sikap tegas dan disipli dianggap jauh lebih penting dibanding aspek taktis.
Bukan suatu kebetulan bahwa, setelah kalah 1-5 dari Barcelona, Sergio Ramos mengungkap kalimat yang telah ditafsirkan banyak orang ditujukan kepada pelatih berikutnya.

Ditanya Soal Antonio Conte, Begini Respon Sergio Ramos

POJOKSATU.id, MADRID – Sosok Antonio Conte sedang hangat jadi perbincangan publik Santiago Bernabeu menyusul performa buruk Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui.
Eks manajer Chelsea itu kini digadang-gadang sebagai suksesor ideal Lopetegui yang terancam didepak sebagai imbas kekalahan telak timnya atas Barcelona dengan skor memalukan 1-5.
Kapten Real Madrid, Sergio Ramos yang paling gencar ditanya media soal spekulasi ini terkesan menutup diri. Ramos seakan tak ingin tergesa-gesa menanggapi spekulasi pemecatan Lopetegui.
Duh, Akun Resmi Barcelona Tertawakan Real Madrid!
Kalahkan Real Madrid Tak Sekedar Tiga Poin, tapi …
Julen Lopetegui, Pelatih Terburuk dalam 50 tahun Terakhir!

“Saya selalu mengatakan hal yang sama, ini bukan keputusan di tangan kami, kami harus mati dengan manajer yang ada di tempat, keputusan ini datang dari atas, kita akan melihat apa yang terjadi di beberapa jam ke depan,” tutur Ramos seperti dikutip dari Diario AS.
Secara pribadi, Ramos mengaku punya hubungan dan komunikasi yang baik selama ini dengan sang pelatih yang hadir menggantikan Zinedine Zidane yang memutuskan mundur.
“Saya selalu memiliki hubungan yang baik dengan semua pelatih dan dalam apa yang telah saya katakan kepadanya, saya berkata kepadanya sendirian. Hari ini tidak ada waktu untuk berbicara,” katanya.
Ditanya soal sosok Conte, Ramos pun ogah bicara blak-blakan. “Setiap orang dapat mengatakan apa yang mereka inginkan dan itu terhormat,” kilahnya.
“Rasa hormat dimenangkan, tidak dipaksakan. Tidak satu nama atau lainnya. Kami telah memenangkan segalanya dengan pelatih yang Anda kenal, dan pada akhirnya, manajemen ruang ganti lebih penting daripada pengetahuan teknis seorang manajer,” paparnya.
Menyoal kekalahan telak timnya atas Barcelona, Ramos tidak menampik jika itu adalah momen yang sangat buruk musim ini.
“Ini situasi yang sangat buruk untuk ruang ganti, itu adalah permainan kunci untuk mengambil langkah penting. Namun, kami menghukum diri sendiri dengan hasil,” tandasnya.
“Selamat kepada Barca. Mereka membuat kami menderita, tetapi kami bersatu, kami akan keluar dari momen sulit ini bersama-sama dan membalik halaman,” pungkasnya.
(qur/pojoksatu)

Julen Lopetegui, Pelatih Terburuk dalam 50 Tahun Terakhir!

POJOKSATU.id, MADRID – Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui tengah menghadapi situasi pelik usai timnya dipermalukan Barcelona.
Los Blancos menelan kekalahan telak 1-5 atas seteru abadi mereka, Blaugrana di Camp Nou dalam laga bertajuk El Clasico pertama La Liga Spanyol musim ini.
Eks pelatih Timnas Spanyol itu pun terancam terdepak karena gagal mengembalikan timnya ke jalur kemenangan.
Duh, Akun Resmi Barcelona Tertawakan Real Madrid!
Kalahkan Real Madrid Tak Sekedar Tiga Poin, tapi …
Bahkan, dikutip dari Diario AS¸ MisterChip mengklaim jika Lopetegui sebagai pelatih dengan catatan terburuk dalam lima dekade terakhir.
Dengan empat kemenangan, dua bermain imbang dan empat kali menelan kekalahan dalam 10 laga pembuka musim ini, Lopetegui berada di samping Quirante, Encinas, Keeping dan Hertzka sebagai pelatih terburuk.
Kelima pelatih dalam seluruh sejarah Real Madrid itu telah kehilangan enam dari 14 pertandingan liga pertama mereka.
Terakhir adalah Luis Molowny, yang melatih tim pada 1974 dan menyelesaikan 14 pertandingan dengan catatan tujuh kemenangan dan tujuh kekalahan.
Kekalahan Clásico hari Minggu melawan Barcelona adalah kali keempat dalam karir manajerial Lopetegui dari 211 pertandingan resmi saat timnya telah kebobolan lima gol.
Kekalahan terbesar Lopetegui adalah selama waktunya di Porto, ketika ia kalah 6-1 melawan Bayern Munich di Jerman.
(qur/pojoksatu)