pemain

Tiduri Istri Pengusaha, Pemain Ini Dibunuh Secara Sadis

POJOKSATU.id, SAO PAOLO – Ulah nakal Daniel Correa, seorang pemain asal Brasil berujung nasib tragis yang diterima sang pemain.
Correa tewas dibunuh secara sadis karena selingkuh dengan perempuan istri seorang pengusaha ternama setempat.
Dikutip dari Daily Mirror, suami perempuan tersebut cemburu dan marah atas aksi serong istrinya dengan pemain berusia 24 tahun itu.
Tak ayal, saat perselingkuhan tersebut terjadi, saat keduanya sedang berasyik masyuk di atas tempat tidur, korban langsung dihabisi pelaku.
Bahkan melihat kondisi jenasah korban yang ditemukan di kota Sao Jose dos Pinhais, Sabtu lalu, kondisinya mengenaskan dengan alat vital yang dikebiri dan kondisi kepalanya hampir terpenggal.
Diketahui, sebelum terbunuh, korban yang bermain untuk Sao Paulo itu diketahui berada di pesta ulang tahun ke-18 Allana Brittes di klub malam di Curitiba.
Tiga hari kemudian, Edson Brittes Junior, 39 tahun, pengusaha yang mengaku telah membunuh Correa mengatakan kepada polisi bahwa dia telah menemukan pesepakbola yang tidur dengan istrinya, Cristiana.
Bukti perselingkuhan itu dikuatkan dengan munculnya gambar yang menunjukkan Correa saat berada di tempat tidur dengan istri Edson Brittes di tempat tidur. Polisi menenggarai foto-foto itu kemungkinan besar diambil sendiri korban.
Sumber menambahkan, sebelum dieksekusi Correa mengalami pukulan di kepala, hingga pingsan dan dimasukkan ke bagasi mobil lalu diangkut ke hutan, tempat mayatnya ditemukan.
Pengacara untuk dua tersangka lainnya telah menceritakan bagaimana mereka membantu Brittes meletakkan Correa di bagasi mobil, dengan maksud menelanjanginya dan membuangnya di jalan.
Penyelidik utama dalam kasus ini, Amadeu Trevisan mengatakan, tindak keji ini sangat berlebihan dan memprihatinkan. “Tidak perlu membunuhnya dan apalagi dengan cara yang biadab dan kejam ini,” ujarnya.
Polisi menangkap Brittes, atas dugaan pembunuhan Correa. Trevisan juga menegaskan bahwa ia juga memburu hingga tiga orang lagi dan berencana untuk mempertanyakan semua orang yang berada di rumah Brittes setelah pesta.
“Kami mencari ketiga orang ini karena Brittes tidak bertindak sendiri,” ungkap Trevisan.
(jpc/qur/pojoksatu)

PSSI Ingatkan Klub Tak Persulit Pemain ke Timnas

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI telah memanggil 23 pemain ke dalam Timnas Indonesia untuk berlaga di ajang Piala AFF 2018.
Melihat materi pemain yang ada, skuat Garuda diisi perpaduan pemain muda dan senior. Kebanyakan dari mereka adalah alumni Asian Games 2018.
Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono pun meminta semua klub yang pemainnya mendapat ‘tugas negara’ untuk memberikan dukungan penuh.
Jokdri pun meminta seluruh pemain yang dipanggil datang sesuai jadwal, dan pihaknya tak ingin berkompromi atas upaya klub yang meminta dispensasi soal jadwal pemanggilan sebagaimana yang diutarakan pihak Sriwijaya FC.
Dikutip dari Goal, Sriwijaya FC meminta kepada PSSI agar Alberto Goncalves dan Zulfiandi diizinkan gabung telat. Kedua pemain tersebut masih dibutuhkan Laskar Wong Kito untuk melawan Persela Lamongan, Jumat (2/11).
“Kami sadari, tapi ini bukan tiba-tiba. Oleh karena itu, PSSI tidak mau kompromi. Ini jadi kebijakan dan Timnas harus prioritas,” tegas Jokdri seperti dikutip dari Goal.
“Pemanggilan pemain betul-betul kepentingan PSSI, merah-putih dan ini komitmen bukan tiba-tiba pula. Kami yakin klub, pemain punya komitmen sama, untuk pencapaian terbaik di Piala AFF,” ujarnya.
Karena itu, sebut dia, klub harus mengerti dengan keputusan PSSI. Timnas Indonesia bertanding di Piala AFF untuk membawa nama negara.
“Pemanggilan pemain untuk timnas, kewajiban sesuai keinginan pelatih. Oleh karenanya, kami pahami bahwa setiap klub punya keinginan sama, tanding dengan skuat terbaik dengan tujuan masing-masing, seperti menjadi yang terbaik, menghindari degradasi,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Dituding Penuh Drama, Asisten Pelatih Qatar: Pemain Kami Cedera dan Kelelahan!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tim pelatih Qatar U-19 membantah keras tudingan kudu Timnas U-19 Indonesia yang menuding para pemainnya bermain drama di lapangan untuk mengulur-ulur waktu.
Ditegaskan asisten pelatih, Lino Godinho, soal tudingan beberapa pemain melakukan gimmick dengan berpura-pura cedera adalah tidak benar.
Ditegaskan Lino, beberapa pemainnya memang mengalami cedera setelah dilanggar pemain lawan di pertandingan babak penyisihan Grup A Piala Asia U19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Minggu (21/10/2018) malam WIB itu.
Indra Sjafri Sebut Permainan Qatar Penuh Drama
Lewati Garis Lapangan, Pelatih Qatar Diganjar Kartu Merah
Selain itu, sebut dia, beberapa pemainnya mengalami kelelahan, sehingga apa yang ditudingkan tim Indonesia keliru dan apa yang terjadi di lapangan tersebut bukan merupakan sebuah strategi.
“Itu bukan strategi kami. Cuaca di sini kurang bersahabat, sehingga menyulitkan kami,” tutur Lino.
Kendati begitu, Lino mengakui kalau pemainnya bermain minor setelah leading 6-1. Akibatnya, tim lawan mampu mengejar ketertinggalan dengan mencetak empat gol beruntun.
“Setelah unggul 6-1, pemain bermain lebih bertahan dan itu strategi dari kami mempertahankan keunggulan,” ujarnya menandaskan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Para Pemain Real Madrid Paling Loyalis di Eropa

POJOKSATU.id, MADRID – Real Madrid boleh saja tengah kehilangan sosok megabintang Cristiano Ronaldo yang musim ini memutuskan hengkang ke Juventus.
Selain itu, Los Blancos juga telah kehilangan sosok pelatih yang telah mengantarkan Madrid meraih banyak trofi tahun lalu, yakni Zinedine Zidane.
Namun demikian, secara loyalitas pemain, Real Madrid ternyata tercatat sebagai klub paling stabil di kawasan Eropa.
Menurut sebuah penelitian International Soccer Observatory, Madrid berada di urutan teratas klub Eropa dengan rata-rata pemainnya telah mengabdi selama 5,84 tahun.
Dalam sepuluh tahun terakhir, Real berhasil mempertahankan banyak pemain inti dan tidak terlalu mengubah skuatnya musim per musim.
Sergio Ramos, Marcelo dan Karim Benzema menjadi pemain paling lama di Madrid. Ramos sejak 2005, Marcelo dari 2007 dan Benzema 2009.
Setelah Real Madrid, seteru abadi mereka di LaLiga, Barcelona juga tercatat sebagai klub dengan tingkat kesetiaan pemainnya yang tinggi, yakni dengan rata-rata 5,26 tahun.
Berikut daftar klub di Eropa dengan tingkat loyalitas tinggi pemainnya:

(jpnn/qur/pojoksatu)

Satu per Satu Pemain Manchester United Mulai Tak Suka Jose Mourinho!

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Hubungan kurang baik Jose mourinho dengan pemainnya di Manchester United masih menjadi perbincangan hangat publik.
Bahkan, setelah terlibat friksi atau perselisihan dengan gelandang Paul Pogba, satu persatu pemain lainnya juga mulai tak menyukai manajer mereka.
Dikutip dari Goal, kiper Setan Merah, David De gea bahkan kini disebut mulai tak senang dengan gaya kepelatihan Mourinho.
Soal Masa Depan Jose Mourinho, Manchester United Bungkam
Manajer Manchester United, Jose Mourinho.
David de Gea dilaporkan mulai frustrasi dengan aktivitasnya di Manchester United yang dibesut Jose Mourinho di musim ini.
De Gea memasuki kampanye musim kedelapannya di Old Trafford dan tetap menjadi salah satu pilar utama, namun atmosfer negatif yang merebak mulai membuat kiper timnas Spanyol itu jengah.
The Sun bahkan melaporkan, selain De Gea, nama-nama seperti Anthony Martial dan Marcus Rashford juga masuk dalam jajaran pemain yang tak suka dengan Mourinho.
Bahkan, Alexis Sanchez yang baru bergabung musim dingin lalu juga mulai tak menyukainya karena kurang mendapatkan tempat di starting XI.
Kondisi kurang harmonis di ruang ganti MU sendiri ditenggarai sebagai penyebab buruknya performa mereka di awal musim ini.
MU kini tertahan di peringkat 10 klasemen sementara Liga Primer Inggris setelah menelan tiga kali kekalahan, dan mereka baru saja hanya mampu bermain imbang 0-0 atas Valencia di Old Trafford di babak penyisihan Liga Champions.
(qur/pojoksatu)

Giliran Sanksi 3 Legiun Asing Persib Bandung Juga Kena Revisi

POJOKSATU.id, BANDUNG – Komdis PSSI melakukan revisi terhadap sanksi ketiga pemain asing Persib Bandung, yakni Ezechiel N’Douassel, Jonathan Bauman dan Bojan Malisic.
Revisi atas sanksi tersebut terkait kapan dimulai diberlakukannya sanksi tersebut, baik untuk Ezechiel, Bauman maupun Malisic.
Bauman mendapatkan sanksi dua pertandingan yakni dimulai saat berjumpa Persipura Jayapura (15/10) dan Persebaya Surabaya (20/10). Namun, dia tetap tak boleh main saat melawan Madura United (9/10) pada pekan 24 karena akumulasi kartu kuning.
Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran
Sedangkan untuk Bojan yang terkena empat larangan bermain juga mengalami perubahan. Dari yang awalnya mulai berlaku melawan Persipura (15/10) dimajukan jadi saat Persib menghadapi Madura United (9/10).
Perubahan hukuman juga terjadi kepada Ezechiel N’Douassel yang dihukum lima laga. Striker asal Chad itu awalnya baru akan absen saat lawan Persipura, tetapi dimajukan menjadi saat menghadapi Madura United.
Perubahan keputusan atas sanksi Komdis PSSI itu tertuang dalam surat bernomor 136A/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 untuk Ezechiel, 137A/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 untuk Bauman, dan 138A/L1/SK/KD-PSSI/X/2018 untuk Bojan. Tercantum bahwa hukuman larangan bermain mengalami perubahan.
Selain revisi sanksi atas pemain Persib Bandung, Komdis PSSI juga melakukan revisi sanksi pada tiga pemain Persija Jakarta, juga sama terkait soal kapan sanksi itu mulai diberlakukan.
(jpc/qur/pojoksatu)

Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komisi Disiplin PSSI melakukan revisi atas hukuman sanksi yang dijatuhkan pada tiga pemain Persija Jakarta, yakni Ismed Sofyan, Sandi Sute dan Renan da Silva.
Revisi atas sanksi itu sendiri berkaitan dengan mulai diberlakukannya sanksi dilarang bermain kepada ketiga penggawa Macan Kemayoran itu.
Sandi Sute misalnya, dari sanksi tiga kali larangan main yang akan dimulai saat timnya menghadapi Madura United pada 14 Oktober 2018 dimajukan ke laga Persija kontra Perseru Serui pada 8 Oktober 2018.
Ismed Sofyan – Kapten Persija Jakarta (jawapos.com,)
Senada, hukuman tiga pertandingan kepada Ismed mulai berlaku dalam laga kontra Madura United, termasuk sanksi untuk Renan Silva. Hukuman dua laga bagi Renan yang awalnya dimulai saat melawan Madura United (14/10) diubah di laga Persija melawan Perseru pada 8 Oktober nanti.
Sanksi yang diberikan kepada ketiga pemain Persija itu sendiri dijatuhkan Komdis PSSI dalam pertandingan Persib kontra Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) sore WIB.
Pertandingan itu sendiri penuh dengan insiden. Selain menjatuhkan banyak sanksi untuk pemain kedua tim, seorang suporter Persija bernama Haringga Sirla (23) tewas di sekitar area stadion sebelum pertandingan setelah dikeroyok oknum Bobotoh.
Atas insiden tersebut, Persib Bandung pun mendapat sanksi berat dari Komdis PSSI, di antaranya larangan bermain di Bandung dan pulau Jawa serta tanpa penonton hingga akhir musim dan pertengahan musim depan.
(jpnn/qur/pojoksatu)

5 Pesepakbola Tercepat di Liga-Liga Besar Eropa

POJOKSATU.id, TURIN – Bermain di level kompetisi seperti di liga-liga besar Eropa tentu membutuhkan skill dan talenta di atas rata-rata.
Betapa tidak, seorang pemain yang berkiprah di kompetisi elite dunia itu harus berjibaku dengan para pemain lainnya yang memiliki kemampuan luar biasa bahkan sebagian besar berlabel ‘bintang 5’.
Selain kemampuan dan teknik mengolah si kulit bundar yang harus dikuasai dengan baik, stamina dan kecepatan juga menjadi aspek penting agar bisa tetap bertahan di pusaran kompetisi elite dunia tersebut.
Kecepatan bahkan menjadi aspek yang tak kalah pentingnya bagi pesepakbola saat bermain di lapangan untuk mengatasi skill-skill pemain lawan.
Cristiano Ronaldo adalah salahsatu pemain yang punya kecepatan di atas rata-rata. Di usianya yang terbilang tak muda lagi bagi seorang pesepakbola profesional di Eropa, penggawa Juventus ini masih mampu menunjukkan kecepatan larinya saat menggiring bola.
Selain Ronaldo, sosok seperti Gareth Bale, Antonio Valencia, Aaron Lennon, dan Pierre-Emerick Aubameyang juga diklaim punya kecepatan di atas rata-rata.
Dikutip dari Sportkeeda, berikut lima pemain yang berkiprah di lima liga besar Eropa yang punya kecepatan di atas 33 kilometer per jam, di antaranya:
5. Cristiano Ronaldo
Ronaldo tak hanya punya skill mengolah bola dan menjebol gawang lawan, namun kapten timnas Portugal itu juga kecepatan lari yang luar biasa.
Mantan megabintang Real Madrid itu punya kecepatan sprint 33,60 kilometer per jam. Itu adalah hal yang fantastis mengingat usainya yang kini tak lagi muda, yakni 33 tahun.
Hijrah ke Juventus pada musim panas tahun ini, peraih 5 Ballon d’Or itu diklaim menjadi pemain tercepat di Serie A Italia musim ini.
4. Aaron Lennon
Burnley berinvestasi musim ini dengan memboyong pemain berusia 31 tahun dari Tottenham Hotspur yang musim lalu dipinjamkan ke Everton ini.
Burnley mengaku tertarik dengan sang pemain karena reputasinya sebagai salah satu pemain sayap paling konsisten di Liga Premier Inggris selama dekade terakhir.
Lennon punya kecepatan sprint yang luar biasa, yakni 33,80 kilometer per jam. Tak ayal, Lennon pun kini menjadi andalan Burnley di barisan tengah dan lini depan.

22 Pemain Timnas Indonesia Siap Tampil di Piala AFF 2018

POJOKSATU.id, JAKARTA – Timnas Indonesia telah memanggil sebanyak 22 pemain untuk laga ujicoba jelang Piala AFF 2018 pada November mendatang.
Di laga ujicoba tersebut, skuat besutan Luis Milla itu akan melakoni pertandingan kontra Myanmar pada 10 Oktober 2018 dilanjutkan dengan Hongkong pada 16 Oktober 2018.
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengemukakan, laga ujicoba kontra Myanmar dan Hongkong menjadi pertandingan ujicoba terakhir timnas sebelum berlaga di ajang Piala AFF 2018 pada November mendatang.
Terkait lokasi pertandingan, sebut Tisha pihaknya akan segera menentukannya segea. “Untuk venue kedua pertandingan itu dalam waktu dekat kami akan memastikannya,” ucapnya.
Sementara dari 22 pemain yang dipanggil didominasi wajah lama seperti sang kiper, Andritany Andriansyah dan Stefano Lilipaly.
Selain itu, nama-nama seperti Hansamu Yama, Febri Haryadi, Evan Dimas dan Irfan Jaya masih tetap dipercaya untuk menjadi bagian dari penggawa Garuda.
Namun begitu, muncul wajah baru dalam skuat Merah-Putih kali ini, yakni pemain naturalisasi yang kini bermain di Sriwijaya FC, Esteban Vizcarra.
Dengan demikian, Piala AFF 2018 akan menjadi debut perdana pemain asal Argentina yang telah berganti kewarganegaraan menjadi WNI itu.
Asisten pelatih, Bima Sakti mengungkapkan, dari semua pemain yang telah dipanggil tetap didominasi oleh pemain senior.
“Namun kami tetap ada beberapa pemain usia 23 tahun yang bermain di Asian Games lalu,” ungkapnya.
Berikut daftar 22 pemain Timnas Indonesia yang dipersiapkan untuk Piala AFF 2018:
Kiper:

Andritany Ardhyasa (Persija Jakarta)
Muhammad Ridho (Borneo FC)

Bek:

Fachruddin Aryanto (Madura United)
Hansamu Yama (Barito Putera)
Abdul Rahman (PSM Makassar)
Ricky Fajrin (Bali United)
I Putu Gede (Bhayangkara FC)
Alfin Tuasalamony (Arema FC)
Rezaldi Hehanussa (Persija Jakarta)
Alfath Fathier (Madura United)

Gelandang:

Evan Dimas (Selangor FA)
Zulfiandi (Sriwijaya FC)
Dedi Kusnandar (Persib Bandung)
Rizki Pora (Barito Putera)
Bayu Pradana (Mitra Kukar)
Septian David (Mitra Kukar)
Irfan Jaya (Persebaya Surabaya)
Febri Haryadi (Persib Bandung)
Stefano Lilipaly (Bali United)
Esteban Vizcarra (Sriwijaya FC)

Striker:

Alberto Goncalves (Sriwijaya FC)
Dedik Setiawan (Arema FC)

(jpnn/qur/pojoksatu)

Jelang Laga Klasik, Mario Gomez Ungkap Kondisi Pemainnya

POJOKSATUi.d, BANDUNG – Persib Bandung bersiap menjamu seteru abadi mereka, Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9/2018) pukul 15.30 WIB.
Laga sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia itu diprediksi akan berlangsung sengit dan berjalan dalam tensi yang sangat tinggi.
Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez menggaransi jelang pertandingan tersebut para pemainnya sedang dalam kondisi prima alias on fire.
Jumpa Persija Lagi, Kim: Tak Ada Dendam, Cukup 3 Poin!
Selain itu, mentalitas penggawa Maung Bandung juga sedang bagus menyusul hasil impresif di dua laga terakhir setelah menang atas Arema FC dan Borneo FC.
Dua kemenangan tersebut, ungkap Gomez sangat penting sebagai modal berharga Supardi Nasir Bajang dan kawan-kawan menatap laga sarat gengsi tersebut.
“Tidak ada masalah, tidak ada yang cedera ataupun kelelahan fisik. Kami juga berlatih sangat baik tadi pagi,” kata pelatih asal Argentina itu seperti dikutip dari laman resmi klub.
Gomez pun bertekad untuk meneruskan tren kemenangan demi menjaga posisi pemuncak klasemen saat ini.
“Karena yang penting adalah kemenangan untuk Bobotoh. Kemenangan lawan Persija akan terasa spesial untuk kami dan Bobotoh,” sebut dia.
Selain itu, sebut Gomez, bisa memenangkan laga atas Persija menjadi bekal penting menatap laga selanjutnya saat timnya dijamu  Madura United 29 September mendatang.
“Lawan Madura sangat penting untuk menentukan posisi kami. Saya rasa jika Jakarta (Persija) kami kalahkan, itu akan sangat membantu untuk menjaga motivasi di pertandingan selanjutnya,” ujar mantan pelatih Johor Da’rul Takzim itu.
(qur/pojoksatu)