pemain persib

Gagal di Piala Presiden, Ini Janji Bintang Persib

POJOKSATU.id, BANDUNG – Gagal melaju ke babak delapan besar Piala Presiden 2019, membuat pemain Persib Bandung kecewa.
Pada kompetisi tersebut, Persib yang berstatus tuan rumah hanya bisa menduduki posisi ketiga klasemen akhir Grup A.
Karena itu, bintang Persib Erwin Ramdani berharap bisa terus memberikan kontribusi untuk timnya saat musim kompetisi 2019 bergulir.
Pemain bernomor punggung 93 itu merasa sangat yakin Persib mampu tampil lebih trengginas di kompetisi nanti.
“Harus tambah motivasi tentunya. Hasil Piala Presiden kemarin bisa dijadikan pelajaran lebih baik lagi untuk kompetisi. Pokoknya harus kerja keras lagi untuk membawa prestasi,” kata Erwin.
Tidak hanya itu, Erwin juga berjanji terus meningkatkan performanya bersama Persib.
Meski sudah mampu mendonasikan tiga gol sejak bergabung dengan Persib, Erwin enggan berpuas diri.
“Tujuan utama harus membawa prestasi untuk tim. Yang penting semua untuk kemenangan Persib,” tandasnya.
(jos/jpnn/pojoksatu)

Pilih Nomor 55, Ini Alasan Srdjan Lopicic

POJOKSATU.id, BANDUNG – Bomber anyar Persib Bandung Srdjan Lopicic memilih memakai nomor punggung 55 untuk kompetisi musim baru nanti.
Lopicic pun punya alasan mengapa dirinya memilih nomor tersebut.
Dikatakan, sebenarnya ia ingin memakai nomor sepuluh di Persib.
Sayangnya, nomor tersebut sudah terlebih dahulu dipakai striker asing Persib Ezechiel N’Douassel.
“Awalnya saya memang senang dengan nomor sepuluh. Karena di sini sudah ada yang pakai nomor itu, jadi saya pilih 55,” ucap Lopicic.
Eks pemain Borneo FC ini mengaku memiliki kenangan tersendiri soal nomor 55 yang dipilihnya.
“Nomor itu artinya 5+5 sama dengan sepuluh. Saya juga pernah pakai nomor ini waktu main di Persiba,” jelasnya.
Meski gagal menggunakan nomor sepuluh, Lopicic tetap berjanji memberikan yang terbaik bagi Maung Bandung.
“Untuk saya tidak ada masalah. Yang penting kami harus kerja keras untuk bawa tim lebih bagus,” tandasnya.
(adw/jpc/pojoksatu)

Kondisi Membaik, Dado Belum Bisa Diturunkan di Piala Indonesia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kondisi Dedi Kusnandar alias Dado berangsur membaik. Bahkan, ia bisa ikut latihan perdana.
Namun begitu, Dado belum bisa diturunkan di Piala Indonesia yang akan berlangsung pada 22 Januari sampai 6 Februari 2019.
Dokter tim Persib, dr. Rafi Ghani membeberkan kondisi terkini dari Dado. Dikatakan, cedera Dado terus membaik hanya saja harus ada penguatan otot.
Meski begitu, saat latihan di lapangan nanti Dado perlu ditinjau kondisinya.
“Fraktur tulang sudah bagus tapi belum sempurna sekarang lagi penguatan otot. Untuk latihan di lapangan harus dilihat dulu nanti tim saat latihan,” ucap Rafi, dilansir bobotoh.id.
“Kalau misalkan Piala Indonesia tidak mungkin karena terlalu mamaksakan. Kalau liga kemungkinan bermain,” sambungnya.
Diketahui, gelandang Persib Bandung ini mengalami cedera patah tulang fibula saat Persib melawan PSM Makassar pada 24 Oktober 2018 lalu.
Kondisi tersebut memaksanya menepi hampir dua bulan. Fisioterapis Persib Bandung, Benidektus Adi Prianto menuturkan, selain memulihkan kondisinya, pihaknya juga berupaya mengembalikan kepercayaan diri Dado.
Tak dipungkiri, pemain yang mengalami cedera panjang bisa mengalami trauma.
(zul/pojoksatu)

Komdis PSSI Revisi Sanksi Pemainnya, Mario Gomez Cuma Bisa Geleng-Geleng Kepala

POJOKSATU.id, BANDUNG – Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez bereaksi keras soal revisi sanksi tiga pemain pilarnya, Ezechiel N’Douassel, Bojan Malisic dan Jonathan Bauman oleh pihak Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Pelatih asal Argentina itu mengaku tak habis fikir dengan kebijakan tersebut yang dianggapnya sudah keterlaluan dan gila.
Sebelumnya Komdis PSSI mengubah hukuman Bojan Malisic yang disanksi empat laga. Dari yang awalnya mulai berlaku lawan Persipura Jayapura (15/10) dimajukan menjadi pada saat Persib menghadapi Madura United (9/10).
Giliran Sanksi 3 Legiun Asing Persib Bandung Juga Kena Revisi
Komdis PSSI Revisi Sanksi Tiga Penggawa Macan Kemayoran
Perubahan hukuman juga terjadi kepada Ezechiel N’Douassel yang dihukum lima laga. Striker asal Chad itu awalnya baru akan absen saat lawan Persipura, tetapi dimajukan menjadi saat menghadapi Madura United.
“Saya tidak mengerti situasi ini karena tiga hari yang lalu mereka (Komdis PSSI) bicara dua pemain (Ezechiel dan Bojan) bisa main. Ini gila! Akan sangat sulit tim manapun di dunia jika seperti ini,” tutur Gomez seperti dikutip dari simamaung.
Oleh karena itu, Gomez pun merasa timnya sedang disudutkan, dan banyak yang tak suka dengan Persib yang saat ini berada di puncak klasemen sementara Go-Jek Liga 1 2018.
“Kami merasa sendirian, pemain bertanya ‘Mario kenapa begini, Mario kenapa begitu’ dan saya tidak bisa memberi mereka jawaban,” imbuhnya.
(jpc/qur/pojoksatu)