pemain terbaik

Bagi Rashford, Ini Pemain Terbaik di Liga Premier

POJOKSATU.id, JAKARTA – Marcus Rashford mengungkapkan pemain terbaik di Liga Premier Inggris.
Bukan dirinya, atau rekan-rekannya di Manchester United, tapi dari tim rival. Yakni pemain Manchester City, Sergio Aguero.
Hal ini diungkapkan Rashford dalam wawancara dengan GQ. Ketika itu, ia ditanya pemain di Liga Premier yang dikaguminya.
“Saya pikir, mungkin penyerang tengah yang serba bisa adalah Sergio Aguero,” jawabnya.
“Dia bisa mencetak tiga atau empat gol. Bagi saya, itu adalah salah satu ciri penyerang tengah yang saya perlukan sepanjang hari,” sambungnya.
Diketahui, striker Manchester City Aguero telah mencetak 28 gol dalam 37 penampilan musim ini.
(zul/pojoksatu)

Musim Ini, Mohamed Salah Bermain Lebih Baik dari Messi dan Ronaldo

POJOKSATU.id, LIVERPOOL – Gelandang serang Liverpool, Mohamed Salah masih memimpin barisan top skorer Liga Primer Inggris musim ini.
Pemain Terbaik Afrika 2018 itu telah mengemas 16 gol dan unggul selisih dua gol dari striker Arsenal, Pierre Emerick-Aubameyang dan bomber Tottenham Hotspur Harry Kane yang menguntit di bawahnya .
Sempat majal di awal musim, mantan penggawa AS Roma itu kini sukses menjaga konsistensi sebagai mesin gol The Reds.
Messi-Ronaldo. Foto via twitter @9GAGFootball
Performa Salah musim ini pun menurut legenda Liverpool, Ian Rush lebih baik dibandingkan penampilan Lionel Messi di Barcelona dan Cristiano Ronaldo di Juventus.
“Mo Salah luar biasa musim lalu. Bagi saya, ia adalah pemain terbaik di dunia,” puji Rush kepada Liverpool Echo. “Dan musim ini, ia lebih baik dari Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo,”
Meski begitu, Rush ragu Salah akan mampu menyamai rekor golnya di musim debut atau musim lalu saat sukses memenangkan Golden Foot 2017/18.
“Pada awal musim ini, lebih sulit baginya. Tim-tim lain telah sedikit membungkamnya dan menempatkan dua penjaga padanya,” sebut dia.
“Tapi memainkannya di posisi penyerang tengah telah bekerja dengan sangat baik. Ia menjadi pemain yang lebih baik, lebih lengkap,” imbuhnya.
Mohamed Salah sendiri tampil impresif di musim debutnya dengan langsung menyabet gelar top skorer sekaligus meruntuhkan dominasi bomber Spurs, Harry Kane yang telah membawa pulang Sepatu Emas itu dua musim beruntun.
(qur/pojoksatu)

Cristiano Ronaldo: Saya Sudah Hampir Mencetak 700 Gol!

POJOKSATU.id, DUBAI – Cristiano Ronaldo menunjukkan suka citanya usai didapuk sebagai Pemain Terbaik 2018 versi Globe Soccer Awards.
Ronaldo sukses menyisihkan dua pesaing terdekatnya, dua striker asal Prancis, Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann.
“Tahun ini telah dimulai dengan sangat baik dengan penghargaan yang fantastis ini, dan dengan gol indah ini saya,” kata Ronaldo usai menerima penghargaan seperti dikutip Pojoksatu.id dari Sportkeeda.
Gagal di Balon d’Or, Ronaldo Pemain Terbaik 2018 versi Globe Soccer Awards
Cristiano Ronaldo meraih penghargaan Pemain Terbaik Globe Soccer Award yang kelima kalinya. (net)
Namun, Ronaldo mengaku ‘tidak enak’ atas penghargaan Gol Terbaik itu karena ia sarangkan ke gawang tim yang kini dibelanya, Juventus.
“Sayangnya, mencetak gol melawan tim saya saat ini, jadi saya tidak sepenuhnya bahagia (tersenyum),” ucapnya.
Sementara terkait penghargaan Pemain Terbaik yang baru saja diterimanya, Ronaldo menyampaikan banyak terima kasih kepada voters.
“Saya telah mencetak hampir 700 gol dalam karir saya dan ini lebih indah dari yang saya kira sebelumnya,” katanya.
“Saya akan terus mencetak dan mencetak gol lagi,” tekad pemain yang sudah berusia 33 tahun ini.
Penghargaan yang diterima Ronaldo ini tentu menjadi pelipur lara setelah ia harus kehilangan tiga penghargaan individual paling prestisius di tahun 2018.
Ronaldo harus rela melepas gelar Pemain Terbaik Eropa, Pemain Terbaik FIFA dan Ballon d’Or 2018 yang sukses disabet mantan rekan setimnya di Santiago Bernabeu, Luka Modric.
Modric sendiri dinilai layak atas penghargaan-penghargaan tersebut setelah juga turut mempersembahkan trofi Liga Champions untuk Madrid dan membawa timnas Kroasia jadi runner-up Piala Dunia 2018.
Sebelumnya, Modric juga telah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik di ajang Piala Dunia yang digelar di Rusia itu.
(qur/pojoksatu)

Tiga Kali “Pecundangi” Ronaldo, Begini Perasaan Luka Modric

POJOKSATU.id, MADRID – Musim ini menjadi musim terbaik bagi gelandang eksploratif Real Madrid, Luka Modric.
Betapa tidak, kapten Timnas Kroasia berusia 33 tahun itu telah memenangkan tiga penghargaan paling prestisius, Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 Rusia, Pemain Terbaik UEFA dan Pemain Terbaik dunia FIFA.
Kini, sebuah media platform olahraga, Goal menambah koleksi gelarnya dengan memberikan Pemain Terbaik versi Goal 50.
Luka Modric dan Cristiano Ronaldo saat masih menjadi rekan sesama tim di Real Madrid (as.com)
Modric terpilih menjadi yang terbaik dari dua kandidat lainnya, mantan penggawa Real Madrid yang kini di Juventus, Cristiano Ronaldo dan gelandang serang Liverpool, Mohamed Salah.
Ini adalah ketiga kalinya Modric menggungguli mantan rekan setimnya itu, Ronaldo, setelah di dua penghargaan lainnya, Pemain Terbaik UEFA dan FIFA, Ronaldo juga “dipecundanginya”.
“Saya sangat bahagia bisa menerima penghargaan ini,” kata Modric kepada Goal.
Modric bahkan sukses mengakhiri duopoli Ronaldo dan Lionel Messi dalam penghargaan ini. Duo megabintang Portugal dan Argentina itu selalu merebut Goal 50 sejak Wesley Sneijder menjadi pemenang pada 2010 silam.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan suara untuk saya. Sebuah kehormatan bisa meraihnya dan bisa mengikuti jejak dua pemain hebat (Ronaldo dan Messi),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Lionel Messi Segera Ikuti Jejak El Pichichi!

POJOKSATU.id, CATALUNYA – La Liga akan berencana menamai penghargaan Pemain Terbaik di pentas Liga Santander Spanyol dengan nama megabintang Barcelona, Lionel Messi.
Wacana “Trofi Lionel Messi” itu pun langsung mendapatkan respons positif dari Presiden La Liga Javier Tebas, yang menganggap sang pemain layak mendapatkan apresiasi tersebut karena sebagai pemain terbaik sepanjang masa yang ada di Liga Spanyol.
Menurut Tebas, sah-sah saja namanya diabadikan sebagai gelar pesepakbola terhebat La Liga setiap musim.  “Saya suka ide itu, kami harus mempertimbangkannya,” kata Tebas seperti dikutip daari Goal.
“Saya pikir Messi akan menjadi yang terbaik dalam sejarah sepakbola, bahkan dia sudah (jadi yang terbaik),” sebutnya.
“Beberapa orang membicarakan tentang Neymar tetapi usianya sudah 26 tahun dan seingat saya Messi mulai bermain untuk Barcelona sebagai youngster dan dia mengejutkan kita setiap tahun,” sambung Tebas.
Sejak melakoni debut dengan tim senior Barca pada 2004, Messi telah membukukan 390 gol dan kini menjadi topskor sepanjang masa kompetisi.
La Pulga juga sudah sembilan kali mengangkat trofi juara La Liga. “Dia tampak tidak memiliki batasan dan dia bermain di level maksimal,” ucapnya.
“Dia yang terbaik dan saya rasa itu ide luar biasa, menciptakan sebuah trofi untuk pemain terbaik setiap musim yang dinamai Leo Messi,” imbuhnya.
Harian olahraga Marca sebelumnya telah melabeli beragam anugerah individual La Liga menggunakan nama legenda, dari Rafael “Pichichi” Moreno untuk pencetak gol terbanyak, Telmo Zarra untuk topskor khusus pemain Spanyol, hingga Ricardo Zamora sebagai lambang supremasi kiper terbaik.
(qur/pojoksatu)

Tampil Impresif, Eden Hazard Jadi yang Terbaik di Edisi September 2018

POJOKSATU.id, LONDON – Performa mengesankan gelandang serang Chelsea, Eden Hazard sepanjang bulan lalu langsung diganjar dengan penghargaan Pemain Terbaik Liga Primer Inggris musim 2018/19 edisi September.
Pemain Timnas Belgia berusia 27 tahun yang kian gencar dihubungkan dengan Real Madrid ini telah mengemas lima gol dari empat pertandingan ketika The Blues tidak terkalahkan di Liga Primer.
Hazard bahkan menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain yang layak dianugerahi penghargaan tersebut setelah mencetak hat-trick ke gawang Cardiff City.
Di bawah besutan Maurizio Sarri, Chelsea memang menunjukkan kapasitas terbaiknya dengan mengawali musim ini dengan hasil memuaskan.
Mantan pelatih Napoli itu mampu membesut timnya dengan mengoptimalkan kualitas dan kapasitas para pemain yang sejauh ini cukup efektif ditempatkan di posisinya masing-masing.
Sementara untuk kategori pelatih at au manajer, juru racik Wolves Nuno Espirito Santo diganjar penghargaan Manajer Terbaik Liga Primer Inggris edisi September setelah timnya tidak terkalahkan sepanjang bulan lalu.
(qur/pojoksatu)

Sungguh, Lionel Messi Pemain Terbaik dalam Sejarah Sepakbola!

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Gelandang Barcelona, Philippe Coutinho melabeli rekan setimnya, Lionel Messi sebagai pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.
Sanjungan Coutinho diberikan setelah Messi tampil impresif di pentas Liga Champions dengan mencetak dua gol ke gawang Tottenham Hotspur untuk mempersembahkan kemenangan timnya 4-2 di Wembley, kemarin.
“Messi adalah yang terbaik di dunia, dan saya harus katakan bahwa dia adalah yang terbaik dalam sejarah,” tutur Coutinho seperti dikutip dari Goal.
“Menurut saya. Semua yang dia lakukan tidak bisa ditebak. Saya turut senang untuk dia bahwa dia mencetak dua gol di pertandingan kemarin,” sebut penggawa Timnas Brasil itu.
Pujian Coutinho tentu tak berlebihan mengingat Leo Messi mengawali musim ini dengan penampilan mengesankan.
Peraih 5 Ballon d’Or itu kini bertengger di puncak top skorer sementara Liga Champions 2018/19 dengan raihan lima gol dari dua pertandingan yang sudah dilakoninya.
Messi bahkan tampil ganas mengawali musim ini di pentas paling bergengsi di benua Eropa itu dengan mencetak hat-trick ke gawang PSV Eindhoven.
(qur/pojoksatu)

Lionel Messi Tak Jadi ‘The Best’, Alba Komentari Pedas FIFA

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Megabintang Barcelona, Lionel Messi benar-benar diabaikan di ajang penghargaan Pemain Terbaik tahun ini.
Peraih 5 Ballon d’Or itu bahkan tak masuk dalam tiga nominator Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018 yang kemudian dimenangkan gelandang Real Madrid dan kapten Timnas Kroasia, Luka Modric.
Rekan setim Messi, Jordi Alba pun mengeluarkan reaksi atas kenyataan tersebut dan menegaskan Messi adalah yang terbaik menyusul performa magisnya untuk Barcelona saat membungkam tuan rumah Tottenham Hotspur 4-2 di Wembley pada Kamis (4/10) dini hari WIB.
Dalam laga matchday 2 Liga Champions itu, Leo Messi sukses mencetak brace ke gawang Hugo Lloris dan berandil dalam kreasi dua gol lainnya yang dicetak Philippe Coutinho serta Ivan Rakitic.
Karena itu, ditegaskan Alba, Leo Messi sekali lagi telah membuktikan jika dirinya berada di tingkatan yang berbeda dari pemain-pemain lainnya dan pantas disebut yang terbaik.
Berdasarkan pandangan itu, Alba juga menegaskan gelar pemain terbaik FIFA The Best 2018 yang jatuh ke pelukan Luka Modric adalah “kebohongan”.
“Buat saya, (FIFA) The Best adalah kebohongan. Modric pemain hebat, salah satu yang terbaik di dunia. Tetapi Messi seperti berada di ‘meja’ berbeda, bermain di level berbeda,” katanya seperti dikutip dari Goal.
“Dia sekali lagi mendemonstrasikan bahwa dia adalah yang terbaik di dunia,” ujarnya.”Saat Leo berlari, kami rekan setimnya cuma harus menggemeretakkan gigi. Dia yang terbaik dan dia menjadikan kami sedikit lebih baik,” tuturnya.
Lionel Messi sendiri sejauh ini telah mengoleksi sepuluh gol plus lima assist dalam sepuluh penampilan di semua kompetisi musim ini.
(qur/pojoksatu)

Gagal Jadi “The Best”, Lionel Messi Tetap Terbaik Sepanjang Masa

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Superstar Barcelona, Lionel Messi benar-benar tak lirik di ajang penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018.
Alih-alih membawa pulang piala prestisius tersebut, Leo Messi tak masuk dalam tiga nominator. Peraih 5 Ballon d’Or itu hanya masuk dalam 10 besar.
Namun demikian, gagal menjadi “The Best” di Eropa maupun dunia versi FIFA tahun ini tak lantas mengubah pandangan orang tentang sosok kapten timnas Argentina itu.
Gagal Jadi “The Best”, Cristiano Ronaldo Tetap Nomor Satu
Lionel Messi dan Ronaldo Memang Hebat, Namun Kali Ini Giliran Luka Modric

“Bagi kami Leo Mesi akan selalu jadi pemain terbaik di dunia sepanjang masa,” kata Eto’o seperti dikutip dari fourfourtwo.
“Manusia harus memilih dan mereka memilih tiga pemain, yang juga sudah melakukan hal baik tahun ini,” sebut dia.
Bahkan di mata legenda Barcelona, Samuel Eto’o, Lionel Messi tetap yang terbaik sepanjang masa meski gagal di dua penghargaan indivual tersebut.
“Namun bagi orang seperti saya dan banyak lainnya, penghargaan itu tak mengubah fakta bahwa Leo adalah pemain terbaik di dunia sepanjang masa,” ujar Eto’o.
Pendapat Eto’o yang pernah berduet dengan Messi di Barca sejak 2004 hingga 2009 itu pun diamini Direktur Operasi Barcelona, Javier Bordas yang menilai penghargaan yang digelar FIFA itu tidak kredibel.
Ditegaskan Bordas, penghargaan tersebut harus dimenangkan oleh Lionel Messi, pemain terbaik di dunia. “Absennya Messi mendiskreditkan penghargaan itu. Semua orang tahu dia adalah yang terbaik di dunia dalam semua aspek,” tandasnya.
“Jika anda menempatkan Messi di posisi Modric maka dia akan tampil lebih baik, dia adalah pengumpan yang lebih baik, finisher yang lebih baik, dia sudah jadi yang terbaik selama bertahun-tahun,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Gagal Jadi “The Best”, Cristiano Ronaldo Tetap Nomor Satu

POJOKSATU.id, LISBON – Luka Modric sukses menyabet penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018 menyisihkan Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah.
Ronaldo yang tahun lalu menjadi pemenang ajang ini gagal mempertahankan piala setelah gagal membawa Timnas Portugal melaju lebih jauh di Piala Dunia 2018 Rusia.
Meski begitu, di mata pelatih Timnas Portugal, Fernando Santos, Ronaldo tetaplah menjadi pemain terbaik nomor satu meski tahun ini tak mendapatkan piala “The Best”.

“Jika Anda bertanya apakah Modric adalah pemain hebat, saya jawab ya. Namun, jika Anda bertanya kepada saya siapa pemain terbaik dan siapa pemain itu saat ini, saya tak ragu menunjuk Cristiano Ronaldo,” tutur Santos seperti dikutip dari Goal.
Terlepas dari kiprah Ronaldo yang gagal membawa Selecao das Quinas berprestasi di Rusia, namun menurutnya, peraih 5 Ballon d’Or itu tetaplah yang terbaik saat ini.
“Ia mencetak 50 gol yang valid musim lalu, dua tahun lalu, dan tiga tahun lalu. Tampaknya tiba-tiba berhenti menjadi ‘itu’,” ucapnya.
Dikesempatan itu, Santos juga tak setuju penghargaan Puskas jatuh ke tangan Mohamed Salah lewat golnya ke gawang Everton.
Pasalnya, Ronaldo yang masuk dalam nominasi Puskas Award tersebut juga punya gol spektakuler lewat gol saltonya ke gawang Juventus di Liga Champions musim lalu.
“Ketika pemain terbaik di dunia tidak memenangkan hadiah, ada sesuatu yang sangat aneh,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)