pemain terbaik

Tiga Kali “Pecundangi” Ronaldo, Begini Perasaan Luka Modric

POJOKSATU.id, MADRID – Musim ini menjadi musim terbaik bagi gelandang eksploratif Real Madrid, Luka Modric.
Betapa tidak, kapten Timnas Kroasia berusia 33 tahun itu telah memenangkan tiga penghargaan paling prestisius, Pemain Terbaik Piala Dunia 2018 Rusia, Pemain Terbaik UEFA dan Pemain Terbaik dunia FIFA.
Kini, sebuah media platform olahraga, Goal menambah koleksi gelarnya dengan memberikan Pemain Terbaik versi Goal 50.
Luka Modric dan Cristiano Ronaldo saat masih menjadi rekan sesama tim di Real Madrid (as.com)
Modric terpilih menjadi yang terbaik dari dua kandidat lainnya, mantan penggawa Real Madrid yang kini di Juventus, Cristiano Ronaldo dan gelandang serang Liverpool, Mohamed Salah.
Ini adalah ketiga kalinya Modric menggungguli mantan rekan setimnya itu, Ronaldo, setelah di dua penghargaan lainnya, Pemain Terbaik UEFA dan FIFA, Ronaldo juga “dipecundanginya”.
“Saya sangat bahagia bisa menerima penghargaan ini,” kata Modric kepada Goal.
Modric bahkan sukses mengakhiri duopoli Ronaldo dan Lionel Messi dalam penghargaan ini. Duo megabintang Portugal dan Argentina itu selalu merebut Goal 50 sejak Wesley Sneijder menjadi pemenang pada 2010 silam.
“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang memberikan suara untuk saya. Sebuah kehormatan bisa meraihnya dan bisa mengikuti jejak dua pemain hebat (Ronaldo dan Messi),” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Lionel Messi Segera Ikuti Jejak El Pichichi!

POJOKSATU.id, CATALUNYA – La Liga akan berencana menamai penghargaan Pemain Terbaik di pentas Liga Santander Spanyol dengan nama megabintang Barcelona, Lionel Messi.
Wacana “Trofi Lionel Messi” itu pun langsung mendapatkan respons positif dari Presiden La Liga Javier Tebas, yang menganggap sang pemain layak mendapatkan apresiasi tersebut karena sebagai pemain terbaik sepanjang masa yang ada di Liga Spanyol.
Menurut Tebas, sah-sah saja namanya diabadikan sebagai gelar pesepakbola terhebat La Liga setiap musim.  “Saya suka ide itu, kami harus mempertimbangkannya,” kata Tebas seperti dikutip daari Goal.
“Saya pikir Messi akan menjadi yang terbaik dalam sejarah sepakbola, bahkan dia sudah (jadi yang terbaik),” sebutnya.
“Beberapa orang membicarakan tentang Neymar tetapi usianya sudah 26 tahun dan seingat saya Messi mulai bermain untuk Barcelona sebagai youngster dan dia mengejutkan kita setiap tahun,” sambung Tebas.
Sejak melakoni debut dengan tim senior Barca pada 2004, Messi telah membukukan 390 gol dan kini menjadi topskor sepanjang masa kompetisi.
La Pulga juga sudah sembilan kali mengangkat trofi juara La Liga. “Dia tampak tidak memiliki batasan dan dia bermain di level maksimal,” ucapnya.
“Dia yang terbaik dan saya rasa itu ide luar biasa, menciptakan sebuah trofi untuk pemain terbaik setiap musim yang dinamai Leo Messi,” imbuhnya.
Harian olahraga Marca sebelumnya telah melabeli beragam anugerah individual La Liga menggunakan nama legenda, dari Rafael “Pichichi” Moreno untuk pencetak gol terbanyak, Telmo Zarra untuk topskor khusus pemain Spanyol, hingga Ricardo Zamora sebagai lambang supremasi kiper terbaik.
(qur/pojoksatu)

Tampil Impresif, Eden Hazard Jadi yang Terbaik di Edisi September 2018

POJOKSATU.id, LONDON – Performa mengesankan gelandang serang Chelsea, Eden Hazard sepanjang bulan lalu langsung diganjar dengan penghargaan Pemain Terbaik Liga Primer Inggris musim 2018/19 edisi September.
Pemain Timnas Belgia berusia 27 tahun yang kian gencar dihubungkan dengan Real Madrid ini telah mengemas lima gol dari empat pertandingan ketika The Blues tidak terkalahkan di Liga Primer.
Hazard bahkan menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain yang layak dianugerahi penghargaan tersebut setelah mencetak hat-trick ke gawang Cardiff City.
Di bawah besutan Maurizio Sarri, Chelsea memang menunjukkan kapasitas terbaiknya dengan mengawali musim ini dengan hasil memuaskan.
Mantan pelatih Napoli itu mampu membesut timnya dengan mengoptimalkan kualitas dan kapasitas para pemain yang sejauh ini cukup efektif ditempatkan di posisinya masing-masing.
Sementara untuk kategori pelatih at au manajer, juru racik Wolves Nuno Espirito Santo diganjar penghargaan Manajer Terbaik Liga Primer Inggris edisi September setelah timnya tidak terkalahkan sepanjang bulan lalu.
(qur/pojoksatu)

Sungguh, Lionel Messi Pemain Terbaik dalam Sejarah Sepakbola!

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Gelandang Barcelona, Philippe Coutinho melabeli rekan setimnya, Lionel Messi sebagai pemain terbaik dalam sejarah sepak bola.
Sanjungan Coutinho diberikan setelah Messi tampil impresif di pentas Liga Champions dengan mencetak dua gol ke gawang Tottenham Hotspur untuk mempersembahkan kemenangan timnya 4-2 di Wembley, kemarin.
“Messi adalah yang terbaik di dunia, dan saya harus katakan bahwa dia adalah yang terbaik dalam sejarah,” tutur Coutinho seperti dikutip dari Goal.
“Menurut saya. Semua yang dia lakukan tidak bisa ditebak. Saya turut senang untuk dia bahwa dia mencetak dua gol di pertandingan kemarin,” sebut penggawa Timnas Brasil itu.
Pujian Coutinho tentu tak berlebihan mengingat Leo Messi mengawali musim ini dengan penampilan mengesankan.
Peraih 5 Ballon d’Or itu kini bertengger di puncak top skorer sementara Liga Champions 2018/19 dengan raihan lima gol dari dua pertandingan yang sudah dilakoninya.
Messi bahkan tampil ganas mengawali musim ini di pentas paling bergengsi di benua Eropa itu dengan mencetak hat-trick ke gawang PSV Eindhoven.
(qur/pojoksatu)

Lionel Messi Tak Jadi ‘The Best’, Alba Komentari Pedas FIFA

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Megabintang Barcelona, Lionel Messi benar-benar diabaikan di ajang penghargaan Pemain Terbaik tahun ini.
Peraih 5 Ballon d’Or itu bahkan tak masuk dalam tiga nominator Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018 yang kemudian dimenangkan gelandang Real Madrid dan kapten Timnas Kroasia, Luka Modric.
Rekan setim Messi, Jordi Alba pun mengeluarkan reaksi atas kenyataan tersebut dan menegaskan Messi adalah yang terbaik menyusul performa magisnya untuk Barcelona saat membungkam tuan rumah Tottenham Hotspur 4-2 di Wembley pada Kamis (4/10) dini hari WIB.
Dalam laga matchday 2 Liga Champions itu, Leo Messi sukses mencetak brace ke gawang Hugo Lloris dan berandil dalam kreasi dua gol lainnya yang dicetak Philippe Coutinho serta Ivan Rakitic.
Karena itu, ditegaskan Alba, Leo Messi sekali lagi telah membuktikan jika dirinya berada di tingkatan yang berbeda dari pemain-pemain lainnya dan pantas disebut yang terbaik.
Berdasarkan pandangan itu, Alba juga menegaskan gelar pemain terbaik FIFA The Best 2018 yang jatuh ke pelukan Luka Modric adalah “kebohongan”.
“Buat saya, (FIFA) The Best adalah kebohongan. Modric pemain hebat, salah satu yang terbaik di dunia. Tetapi Messi seperti berada di ‘meja’ berbeda, bermain di level berbeda,” katanya seperti dikutip dari Goal.
“Dia sekali lagi mendemonstrasikan bahwa dia adalah yang terbaik di dunia,” ujarnya.”Saat Leo berlari, kami rekan setimnya cuma harus menggemeretakkan gigi. Dia yang terbaik dan dia menjadikan kami sedikit lebih baik,” tuturnya.
Lionel Messi sendiri sejauh ini telah mengoleksi sepuluh gol plus lima assist dalam sepuluh penampilan di semua kompetisi musim ini.
(qur/pojoksatu)

Gagal Jadi “The Best”, Lionel Messi Tetap Terbaik Sepanjang Masa

POJOKSATU.id, CAMP NOU – Superstar Barcelona, Lionel Messi benar-benar tak lirik di ajang penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018.
Alih-alih membawa pulang piala prestisius tersebut, Leo Messi tak masuk dalam tiga nominator. Peraih 5 Ballon d’Or itu hanya masuk dalam 10 besar.
Namun demikian, gagal menjadi “The Best” di Eropa maupun dunia versi FIFA tahun ini tak lantas mengubah pandangan orang tentang sosok kapten timnas Argentina itu.
Gagal Jadi “The Best”, Cristiano Ronaldo Tetap Nomor Satu
Lionel Messi dan Ronaldo Memang Hebat, Namun Kali Ini Giliran Luka Modric

“Bagi kami Leo Mesi akan selalu jadi pemain terbaik di dunia sepanjang masa,” kata Eto’o seperti dikutip dari fourfourtwo.
“Manusia harus memilih dan mereka memilih tiga pemain, yang juga sudah melakukan hal baik tahun ini,” sebut dia.
Bahkan di mata legenda Barcelona, Samuel Eto’o, Lionel Messi tetap yang terbaik sepanjang masa meski gagal di dua penghargaan indivual tersebut.
“Namun bagi orang seperti saya dan banyak lainnya, penghargaan itu tak mengubah fakta bahwa Leo adalah pemain terbaik di dunia sepanjang masa,” ujar Eto’o.
Pendapat Eto’o yang pernah berduet dengan Messi di Barca sejak 2004 hingga 2009 itu pun diamini Direktur Operasi Barcelona, Javier Bordas yang menilai penghargaan yang digelar FIFA itu tidak kredibel.
Ditegaskan Bordas, penghargaan tersebut harus dimenangkan oleh Lionel Messi, pemain terbaik di dunia. “Absennya Messi mendiskreditkan penghargaan itu. Semua orang tahu dia adalah yang terbaik di dunia dalam semua aspek,” tandasnya.
“Jika anda menempatkan Messi di posisi Modric maka dia akan tampil lebih baik, dia adalah pengumpan yang lebih baik, finisher yang lebih baik, dia sudah jadi yang terbaik selama bertahun-tahun,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Gagal Jadi “The Best”, Cristiano Ronaldo Tetap Nomor Satu

POJOKSATU.id, LISBON – Luka Modric sukses menyabet penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018 menyisihkan Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah.
Ronaldo yang tahun lalu menjadi pemenang ajang ini gagal mempertahankan piala setelah gagal membawa Timnas Portugal melaju lebih jauh di Piala Dunia 2018 Rusia.
Meski begitu, di mata pelatih Timnas Portugal, Fernando Santos, Ronaldo tetaplah menjadi pemain terbaik nomor satu meski tahun ini tak mendapatkan piala “The Best”.

“Jika Anda bertanya apakah Modric adalah pemain hebat, saya jawab ya. Namun, jika Anda bertanya kepada saya siapa pemain terbaik dan siapa pemain itu saat ini, saya tak ragu menunjuk Cristiano Ronaldo,” tutur Santos seperti dikutip dari Goal.
Terlepas dari kiprah Ronaldo yang gagal membawa Selecao das Quinas berprestasi di Rusia, namun menurutnya, peraih 5 Ballon d’Or itu tetaplah yang terbaik saat ini.
“Ia mencetak 50 gol yang valid musim lalu, dua tahun lalu, dan tiga tahun lalu. Tampaknya tiba-tiba berhenti menjadi ‘itu’,” ucapnya.
Dikesempatan itu, Santos juga tak setuju penghargaan Puskas jatuh ke tangan Mohamed Salah lewat golnya ke gawang Everton.
Pasalnya, Ronaldo yang masuk dalam nominasi Puskas Award tersebut juga punya gol spektakuler lewat gol saltonya ke gawang Juventus di Liga Champions musim lalu.
“Ketika pemain terbaik di dunia tidak memenangkan hadiah, ada sesuatu yang sangat aneh,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Siapapun Peraih Gelar Pemain Terbaik, Lionel Messi Tetap yang Terbaik!

POJOKSATU.id, BARCELONA – Untuk kedua kalinya dalam dua penghargaan individual tahun ini megabintang Barcelona, Lionel Messi tak lagi berpartisifasi.
Leo Messi bahkan tak masuk dalam tiga nominator peraih Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018 yang berhasil dibawa pulang gelandang Real Madrid, Luka Modric.
Modric sendiri sukses menyandingkan penghargaan tersebut dengan gelar Pemain Terbaik Eropa 2018 sekaligus menyinggirkan Cristiano Ronaldo dan Mohamed Salah untuk kedua kalinya.
Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde.
Namun demikian, terlepas dari penghargaan “The Best” tersebut, pelatih Barcelona, Ernesto Valverde menyebut Lionel Messi tetap yang terbaik saat ini.
“Saya tidak berpikir untuk membandingkan pemain, tetapi bagi kami, Messi adalah yang terbaik. Saya tidak memiliki hal lain untuk dikatakan, (selain) Modric adalah pemain hebat yang telah memiliki tahun yang hebat,” tutur Valverde seperti dikutip dari Diario AS.
Menyoal ketidakhadiran Leo Messi di malam penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018 itu, Valverde tak menganggapnya sebagai sesuai yang harus diperdebatkan.
“Bertahun-tahun lalu tidak ada banyak penghargaan ini, jadi tidak ada banyak liputan pers. Sekarang ada banyak dari mereka, setiap gala adalah penghormatan untuk sesuatu atau seseorang,” katanya.
“Mereka membawa bintang dari segala penjuru dunia dan mereka harus menjualnya. Ini ditutupi oleh lebih banyak pers, jadi itu menjadi lebih kontroversial. Ini menjual, dengan cara tertentu. Saya menaruhnya sampai ke itu. Ini mungkin berlebihan, tapi ini adalah apa Ini adalah olahraga, tapi lebih dan lebih lagi menjadi bisnis pertunjukan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Luka Modric Jadi Pemain Terbaik tapi Lionel Messi Tetap yang Terhebat

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Gelandang Real Madrid dan kapten Timnas Kroasia, Luka Modric didapuk sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA 2018.
Modric untuk kedua kalinya sukses menyisihkan dua pesaingnya, megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo dan gelandang serang Liverpool, Mohamed Salah.
Namun, di mata legenda dan mantan kapten Barcelona, Carlos Puyol, Lionel Messi tetap yang terbaik meski sang bintang tak mendapatkan penghargaan tersebut tahun ini.
Carlos Puyol – Legenda Barcelona (hindustantimes.com)
Penghargaan yang diterima Modric, dikatakan Puyol tak mengubah pandangannya mengenai sosok pemain terbaik yang masih layak disematkan pada Leo Messi.
“Aneh melihat Leo (Messi) tidak masuk dalam nominasi. Saya tidak ragu bahwa dia yang terbaik di dunia,” kata Puyol seperti dikutip dari Goal.
Menurutnya, La Pulga punya talenta yang luar biasa dan telah mengumpulkan banyak penghargaan untuk klubnya maupun untuk dirinya.
“Selamat untuk Modric, Leo tidak bisa selalu menang. Jika tidak, kami sebaiknya membuat penghargaan khusus untuknya,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)

Eden Hazard Layak Disejajarkan dengan Ronaldo dan Lionel Messi, Klaim Sang Legenda

POJOKSATU.id, LONDON – Chelsea sukses melaju ke babak berikutnya di Carabao Cup 2018 usai membungkam Liverpool dengan skor ketat 2-1 di Anfield, Kamis (27/9/2018) dini hari WIB.
Eden Hazard tampil menjadi pahlawan kemenangan The Blues setelah mencetak gol penentu di menit 85. Gol pemain Timnas Belgia di Piala Dunia 2018 Rusia itu pun terbilang berkelas setelah sang pemain melakukan solo run terlebih dahulu sebelum mengoyak jala The Reds.
Legenda Chelsea, John Terry pun tak sungkan melayangkan pujian pada Hazard. Ia bahkan menyebut sang pemain sudah layak disejajarkan dengan Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo.
Cetak Gol Berkelas, Eden Hazard Cuma Bilang Begini

Selain soal penampilan, Terry menilai Hazard sudah layak disebut sebagai salahsatu pemain terbaik dunia karena sudah membuktikan kapasitasnya di Lia Primer Inggris setelah mempersembahkan dua trofi Liga Primer Inggris.
“Beberapa orang baru-baru ini muncul dan mengatakan ia adalah pemain yang belum mencapai potensi terbaiknya,” sebut Terry seperti dikutip dari Diario AS.
“Tetapi percayalah bahwa ia benar-benar pemain hebat dan ia ada di sana dengan Messi dan Ronaldo, tanpa keraguan sama sekali,” ungkapnya.
Apalagi, sebut Terry, Hazard terus memperlihatkan kematangannya sebagai pemain pilar Chelsea. “Saya melihatnya hari demi hari selama lima lima tahun terakhir dan ia pemain top, dan ia hanya akan menjadi lebih baik juga,” tandasnya.
Senada, sang manajer, Maurizio Sarri juga melayangkan pujian serupa buat pemainnya itu. Dikatakan Sarri, Hazard pantas disejajarkan sebagai pemain top dunia.
“Saya pikir Hazard adalah salah satu pemain terbaik di Eropa tetapi sekarang saya berubah pikiran. Mungkin ia yang terbaik dan ia bisa meningkatkan kemampuannya lebih banyak lagi,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)