Pembunuhan

Beredar Pesan WhatsApp Terakhir Daniel Correa sebelum Tewas Dibantai

POJOKSATU.id, SAO PAOLO – Polisi terus melakukan penyelidikan atas kasus pembunuhan sadis pemain Sao Paolo, Daniel Correa.
Pemain berusia 24 tahun itu tewas secara mengenaskan dengan kondisi alat kelamin dikebiri dan leher nyaris putus.
Belakang terungkap, pelaku adalah Adison Brittes Junior, seorang pengusaha setempat berusia 39 tahun yang marah atas ulah korban berselingkuh dengan istrinya bernama Cristina.

Dikutip dari Diario AS, dari potongan perbincangan Whatsapp dengan temannya, korban dipastikan berselingkuh dengan istri pelaku.
“Aku akan melahap ibu dari gadis yang berulang tahun,” tulis Correa. “dan ayah (Allana) ada di sini,”
Teman korban uga sempat mengingatkan korban untuk tidak berbuat hal-hal yang bisa mengancam jiwanya (berselingkuh).
“Apakah dia tidur?” tulis temannya itu membalas pesan korban. “Pria itu akan datang dan memukulmu,”
Daniel Correa Correa tewas dibunuh secara sadis karena selingkuh dengan perempuan istri seorang pengusaha ternama setempat.
Dikutip dari Daily Mirror, suami perempuan tersebut cemburu dan marah atas aksi serong istrinya dengan pemain berusia 24 tahun itu.
Tak ayal, saat perselingkuhan tersebut terjadi, saat keduanya sedang berasyik masyuk di atas tempat tidur, korban langsung dihabisi pelaku.
Bahkan melihat kondisi jenasah korban yang ditemukan di kota Sao Jose dos Pinhais, Sabtu lalu, kondisinya mengenaskan dengan alat vital yang dikebiri dan kondisi kepalanya hampir terpenggal.
Diketahui, sebelum terbunuh, korban yang bermain untuk Sao Paulo itu diketahui berada di pesta ulang tahun ke-18 Allana Brittes di klub malam di Curitiba.
Tiga hari kemudian, Edson Brittes Junior, 39 tahun, pengusaha yang mengaku telah membunuh Correa mengatakan kepada polisi bahwa dia telah menemukan pesepakbola yang tidur dengan istrinya, Cristiana.
Bukti perselingkuhan itu dikuatkan dengan munculnya gambar yang menunjukkan Correa saat berada di tempat tidur dengan istri Edson Brittes di tempat tidur. Polisi menenggarai foto-foto itu kemungkinan besar diambil sendiri korban.
Sumber menambahkan, sebelum dieksekusi Correa mengalami pukulan di kepala, hingga pingsan dan dimasukkan ke bagasi mobil lalu diangkut ke hutan, tempat mayatnya ditemukan.
(qur/pojoksatu)

Tiduri Istri Pengusaha, Pemain Ini Dibunuh Secara Sadis

POJOKSATU.id, SAO PAOLO – Ulah nakal Daniel Correa, seorang pemain asal Brasil berujung nasib tragis yang diterima sang pemain.
Correa tewas dibunuh secara sadis karena selingkuh dengan perempuan istri seorang pengusaha ternama setempat.
Dikutip dari Daily Mirror, suami perempuan tersebut cemburu dan marah atas aksi serong istrinya dengan pemain berusia 24 tahun itu.
Tak ayal, saat perselingkuhan tersebut terjadi, saat keduanya sedang berasyik masyuk di atas tempat tidur, korban langsung dihabisi pelaku.
Bahkan melihat kondisi jenasah korban yang ditemukan di kota Sao Jose dos Pinhais, Sabtu lalu, kondisinya mengenaskan dengan alat vital yang dikebiri dan kondisi kepalanya hampir terpenggal.
Diketahui, sebelum terbunuh, korban yang bermain untuk Sao Paulo itu diketahui berada di pesta ulang tahun ke-18 Allana Brittes di klub malam di Curitiba.
Tiga hari kemudian, Edson Brittes Junior, 39 tahun, pengusaha yang mengaku telah membunuh Correa mengatakan kepada polisi bahwa dia telah menemukan pesepakbola yang tidur dengan istrinya, Cristiana.
Bukti perselingkuhan itu dikuatkan dengan munculnya gambar yang menunjukkan Correa saat berada di tempat tidur dengan istri Edson Brittes di tempat tidur. Polisi menenggarai foto-foto itu kemungkinan besar diambil sendiri korban.
Sumber menambahkan, sebelum dieksekusi Correa mengalami pukulan di kepala, hingga pingsan dan dimasukkan ke bagasi mobil lalu diangkut ke hutan, tempat mayatnya ditemukan.
Pengacara untuk dua tersangka lainnya telah menceritakan bagaimana mereka membantu Brittes meletakkan Correa di bagasi mobil, dengan maksud menelanjanginya dan membuangnya di jalan.
Penyelidik utama dalam kasus ini, Amadeu Trevisan mengatakan, tindak keji ini sangat berlebihan dan memprihatinkan. “Tidak perlu membunuhnya dan apalagi dengan cara yang biadab dan kejam ini,” ujarnya.
Polisi menangkap Brittes, atas dugaan pembunuhan Correa. Trevisan juga menegaskan bahwa ia juga memburu hingga tiga orang lagi dan berencana untuk mempertanyakan semua orang yang berada di rumah Brittes setelah pesta.
“Kami mencari ketiga orang ini karena Brittes tidak bertindak sendiri,” ungkap Trevisan.
(jpc/qur/pojoksatu)