Pemecatan

Fans Barcelona Berharap Julen Lopetegui Tak Dipecat

POJOKSATU.id, CATALUNYA – Pendukung setia Barcelona atau yang biasa disebut Cules ternyata ikut memantau kondisi Real Madrid yang tengah dalam situasi gawat menyusul hasil minor di pekan ke-9 lanjutan La Liga 2018/19.
Los Blancos dipermalukan Levante dengan skor tipis 1-2 dihadapan pendukung setia mereka, Madridista di Santiago Bernabeu, pekan kemarin.
Tak ayal, hasil buruk itu pun semakin memposisikan sang pelatih, Julen Lopetegui dalam situasi yang pelik bahkan terancam dipecat.
Aroma pemecatan mantan pelatih Timnas Spanyol itu sendiri telah menggema dalam beberapa pekan terakhir setelah timnya menuai kekalahan di Liga Champions dan La Liga.
Namun, klub masih tetap “memertahankannya” hingga saat ini karena mereka belum memiliki opsi ideal penggantinya meski sejumlah kandidat telah mencuat ke permukaan, salahsatunya mantan manajer Chelsea, Antonio Conte.
Namun demikian, tak semua pihak menginginkan Lopetegui dipecat. Suporter Barcelona bahkan meminta dewan klub Madrid tetap memertahankan sang pelatih.
Hal itu terlihat dari chant yang dilontarkan Cules saat menyaksikan tim kesayangannya membekuk Sevilla di Camp Nou, kemarin.
”Bertahanlah Lopetegui. Kami mencintaimu,” demikian bunyi chant dari pendukung Barca tersebut seperti dikutip dari Marca.
Namun tentunya, pernyataan mereka tentu bukan sebuah dukungan tulus melainkan upaya psywar jelang El Clasico yang akan tersaji di pekan selanjutnya.
(qur/pojoksatu)

Konsisten di Jalur Minor, AS Monaco Depak Sang Pelatih

POJOKSATU.id, MONAKO – AS Monaco memecat sang pelatih, Leonardo Jardim setelah dinilai gagal mengangkat performa timnya musim ini.
Sejauh ini, AS Monaco baru mengoleksi enam poin dari sembilan pertandingan sehingga tak cukup memuaskan dewan klub dan pihak manajemen.
Dikutip dari Goal, AS Monaco telah mengonfirmasi kabar tersebut dan membenarkan soal pemecatan sang pelatih.
Sejurus keputusan tersebut, sosok legenda hidup Arsenal, Thierry Henry langsung dihubungkan dengan AS Monaco sebagai suksesor ideal Jardim.
Jardim memimpin klub merajai Ligue 1 Prancis 2016/17 yang mematahkan dominasi Paris Saint-Germain dan berhasil melangkah ke babak empat besar Liga Champions di musim yang sama.
Namun, sejak itu kekuatan skuat muda sarat bakat timnya terus mengalami penurunan dengan Kylian Mbappe, Bernardo Silva, Thomas Lemar, Fabinho dan Benjamin Mendy yang pergi  satu per satu meninggalkan klub.
Akibatnya, performa AS Monaco pun anjlok di awal musim ini dengan mengoleksi enam poin dari sembilan pertandingan sementara, termasuk di Liga Champions mereka terkapar dihadapan Atletico Madrid dan Borussia Dortmund.
Sang pelatih, Jardim sendiri telah menyampaikan salam perpisahan sekaligus ucapan terima kasih kepada klub dan suporter AS Monaco.
“Saya berterima kasih dan merasa bangga menjadi pelatih AS Monaco lebih dari empat tahun,” sebut Jardim lewat laman resmi klub.
“Saya selalu memberikan yang terbaik dan bekerja penuh semangat. Kami berhasil menciptakan sejumlah kemenangan hebat bersama dan kenangan itu akan selalu disimpan,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Kapten Real Madrid: Ide Gila Mengganti Pelatih dalam Situasi Seperti Ini!

POJOKSATU.id, MADRID – Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui tengah dirumorkan menghadapi ancaman pemecatan menyusul performa tak mengesankan timnya sejauh ini.
Los Blancos tengah menghadapi situasi paceklik gol dalam empat laga terkini. Mereka juga menelan kekalahan dalam tiga pertandingan dari periode itu, termasuk kekalahan 1-0 dari Deportivo Alaves akhir pekan lalu.
Namun begitu, kapten Real Madrid, Sergio Ramos langsung pasang badan atas kritik yang memberondong pelatihnya itu.
Antonio Conte Digadang-gadang jadi Suksesor Ideal Lopetegui
Nasib Julen Lopetegui akan Ditentukan di Camp Nou!
Sergio Ramos – Real Madrid (footballparadise.com)
Ramos mendukung sepenuhkan kiprah Lopetegui meski timnya diakui sedang dalam kondisi kurang mengesankan, nihil kemenangan di empat pertandingan terakhir, bahkan mengalami periode majal terparah dalam tiga dekade.
“Ada orang lain yang membuat keputusan-keputusan itu, ini bukan bagian dari peran pemain,” kata Ramos seperti dikutip dari Goal.
“Untuk sebuah skuat, tidak pernah bagus mengganti pelatih. Ini tidak ada di tangan kami. Ini bakal jadi keputusan gila, tim ini sedang berjuang untuk posisi atas. Kami harus tetap membumi, lebih tenang dan berusaha membalikkan keadaan,”paparnya.
Ramos menegaskan, tim sedang berupaya mengembalikan performanya, dan mengganti pelatih di tengah situasi seperti ini bukan sebuah langkah yang tepat.
“Setiap orang akan memiliki opini mereka sendiri. Ada waktu ketika perubahan lebih baik, dan yang lain tidak, Anda tidak pernah tahu. Terlalu dini bicara mengenai pergantian pelatih. Ini bukan urusan pemain, orang lain harus mengambil keputusan itu,” ungkapnya.
(qur/pojoksatu)

Nasib Julen Lopetegui Akan Ditentukan di Camp Nou!

POJOKSATU.id, MADRID – Pelatih Real Madrid, Julen Lopetegui tengah berada dalam situasi pelik menyusul performa kurang mengesankan timnya sejauh ini.
Mantan pelatih Timnas Spanyol itu pun kini menghadapi ancaman tuntutan jika tidak mampu mengembalikan Los Blancos ke jalur kemenangan.
Bahkan, laga El Clasico di Camp Nou ditenggarai akan menjadi momen penentuan dirinya apakah akan terus membesut Madrid hingga akhir musim atau sampai di sini.
Dikutip dari Goal, Real Madrid memberi waktu Julen Lopetegui hingga akhir Oktober untuk mengembalikan nasib klub.
Lopetegui masih akan jadi juru racik Gareth Bale dan kawan-kawan dalam laga kontra Levante dan laga Liga Champions lawan Viktoria Plzen. Baru kemudian, ia akan melakoni El Clasico di Camp Nou.
Real Madrid memang tengah menghadapi situasi paceklik gol dalam empat laga terkini. Mereka juga menelan kekalahan dalam tiga pertandingan dari periode itu, termasuk kekalahan 1-0 dari Deportival Alaves akhir pekan lalu.
Namun, dewan klub tak ingin terburu-buru mengambil keputusan dan masih memberikan kesempatan pada Lopetegui untuk memperlihatkan ‘sihirnya’ setidaknya hingga El Clasico.
(qur/pojaksatu)

Terancam Dipecat, Pelatih Real Madrid Ini Bereaksi Santai

POJOKSATU.id, MADRID – Real Madrid tengah mengalami momen tak impresif di awal musim ini. Bahkan mereka gagal mencetak gol di beberapa pertandingan beruntun sejak tiga dekade silam.
Kondisi majal yang dialami Real Madrid saat ini adalah yang terburuk dalam tiga dekade terakhir setelah mereka kembali gagal mengoyak jala Deportivo Alaves dalam laga terakhir mereka.
Real Madrid sebenarnya mampu memulai musim dengan cukup baik, mendulang tiga kemenangan dalam tiga laga LaLiga pertama musim ini dan berhasil mengemas sepuluh gol.
Performa Paling Majal Real Madrid dalam Tiga Dekade Terakhir
Namun, kepergian Cristiano Ronaldo musim ini dirasa memberikan dampak besar, kendati mereka punya sosok Gareth Bale, Isco dan Karim Benzema.
Ketiga trisula Los Blancos itu sempat moncer di awal musim, namun meredup dalam beberapa pertandingan terakhir termasuk di pentas Liga Champions.
Kondisi itu pun mulai mencuatkan Julen Lopetegui yang mulai diragukan kapasitasnya sebagai pelatih klub selevel Los Merengues.
Namun, Lopetegui mengaku tidak khawatir dengan posisinya di Real Madrid. Bagaimana pun situasinya, Lopetegui tetap percaya diri dia akan dipertahankan klub.
“Seorang pelatih tidak memikirkan hal-hal seperti itu (pemecatan),” ungkap Lopetegui seperti dikutip dari Goal. Kita tahu, kami dalam periode tidak baik dan seburuk-buruknya, kami tertinggal tiga poin dari posisi puncak,”
“Tentu, ketenangan dalam berpikir bisa menghasilkan sebuah gol. Masuk akal, kami kecewa. Kami bertekad menang. Saya pikir, kami memulai laga dengan baik, sebagaimana yang kami inginkan. Namun, faktanya kami gagal mencetak gol, itu menghukum kami,” paparnya.
Lopetegui pun bertekad untuk cepat memulihkan timnya dan meminta para pemain untuk tetap positif menatap laga berikutnya.
“Kami harus berusaha memulihkan diri, kami mengalami banyak ketidakberuntungan. Hari ini, dua pemain kami mengalami cedera. Kami tahu, kami tidak dalam momen yang bagus, namun kami berada di bulan Oktober dan kami ingin sesegera mungkin kembali meraih kemenangan,” tekadnya.
“Seorang pelatih selalu mengharapkan yang terbaik dari timnya dan para pemainnya. Namun saya tak ragu bahwa mereka telah memberikan yang terbaik. Saya menilai, mereka bermain dengan sikap yang sangat bagus,” ujarnya menandaskan.
(qur/pojoksatu)

Alasan Ryan Giggs Minta MU Jangan Pecat Mourinho

POJOKSATU.id, MANCHESTER – Legenda Manchester United, Ryan Giggs memperingatkan mantan klubnya untuk tetap memertahankan Jose Mourinho kendati Setan Merah kini sedang dalam performa kurang apik.
Giggs menilai, jika MU memecat Mourinho maka dapat menemukan diri mereka dalam posisi yang sama dalam 12 bulan ke depan atau beresiko memasuki lingkaran ketidakstabilan yang kronis.
“Mereka sedang mengalami masa sulit tetapi berubah sekarang dan mereka akan berada di posisi yang sama dalam setahun atau lebih,” kata pelatih Timnas Wales itu seperti dikutip dari Diario AS.

“Saya percaya dia harus mempertahankan pekerjaannya dan saya pikir masalah akhir-akhir ini adalah perencanaan ke depan,” sebutnya.
Jose Mourinho memang sedang dalam sorotan tajam menyusul hasil kurang mengesankan timnya sejauh ini.
Menelan tiga kekalahan mengawali Liga Primer Inggris musim ini, MU juga baru saja bermain imbang di Liga Champions di Old Trafford.
Namun, Giggs optimistis kondisi ini akan segera berlalu. “Jadi, hanya mengambil stok, mereka akan melalui waktu yang sulit, tetapi pendirianku belum berubah,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)