Pemilu 2019

Besok Nyoblos, Ini Harapan Evan Dimas

POJOKSATU.id, JAKARTA – Evan Dimas Darmono mengungkapkan harapannya untuk Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu, 17 April 2019.
Penggawa Timnas Indonesia ini ingin hasil Pemilu memberi dampak positif ke Indonesia.
Evan Dimas mengaku sudah memiliki pilihan pada Pemilu tahun ini. Akan tetapi, ia menolak untuk mengungkapkannya ke publik.
“Itu rahasia,” katanya seraya tertawa. “Yang jelas pilihan itu sudah ada,” tambahnya.
Lebih lanjut, Evan Dimas berharap Pemilu tahun ini berlangsung lancar dan aman. Sehingga hasilnya pun positif.
“Harapan saya sebenarnya sederhana. Indonesia semakin makmur,” sebut penggawa Barito Putera itu.
Selain itu, sebagai atlet yang bergelut di dunia sepak bola, dirinya berharap pemimpin terpilih semakin peduli terhadap dunia olahraga.
“Infrastruktur olahraga semakin baik, prestasi atlet semakin gemilang, tak lupa apresiasi terhadap atlet,” harapnya.
Mantan pemain Selangor FA ini juga berharap semua pihak menghormati hasil Pemilu tahun ini. “Siapa pun yang terpilih, baik itu presiden maupun anggota legislatif, ya harus didukung. Sebab itu pilihan rakyat,” tandasnya.
Ikuti hitung cepat Pilpres 2019 di PojokSatu.id: Klik di sini!
(jpc/pojoksatu)

Kongres Luar Biasa PSSI Sebaiknya Digelar sebelum Pilpres 2019

POJOKSATU.id, JAKARTA – Setelah sempat berpolemik  Komite Eksekutif PSSI akhirnya sepakat untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Opsi ini akan ditempuh menyusul penetapan tersangka terhadap plt Ketum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri oleh Satgas Antimafia Bola Mabes Polri.
Anggota Komite Eksekutif PSSI Very Mulyadi mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah Komite Eksekutif PSSI menggelar rapat di Jakarta, Selasa (19/2/2019).
Namun sebelumnya, pihaknya akan meminta arahan kepada FIFA sebelum menyusul detail agenda pemilihan calon ketua umum baru tersebut.
“Setelah ditetapkan waktunya, PSSI memberitahukan ke anggota empat minggu sebelum KLB. Kira-kira tiga bulan lagi baru KLB,” kata Very seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Rencana itu pun mendapat repon positif dari Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono.
Dikatakannya, PSSI memiliki local wisdom (kearifan lokal) tersendiri yang merupakan bagian dari force majeure (kondisi darurat).
Kondisi darurat dimaksud, sebut dia, adalah situasi menjelang Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 yang akan digelar pada 17 April mendatang.
“Memang PSSI tak punya pilihan lain kecuali menggelar KLB,” kata Suhendra.
Ditegaskannya, jika KLB semakin cepat digelar, situasi akan kian baik sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019.
Oleh karena itu, dikatakan dia, PSSI tidak harus mengacu kepada mekanisme Statuta FIFA. “Organisasi apa pun di muka bumi ini pasti menghormati pemilihan presiden di suatu negara. Karena itu, KLB harus digelar sesegera mungkin agar tidak ada jeda kepengurusan di PSSI,” tuturnya.
Terkait rencana ini, pihaknya meminta PSSI segera membentuk perangkat Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP), termasuk menetapkan tanggal KLB pemilihan kepengurusan baru, termasuk menjaring nama-nama calon ketua umum.
“Kami juga terus berkoordinasi dengan Satgas Antimafia Bola sesuai tupoksinya agar suksesi di PSSI dan proses hukum berjalan paralel,” imbuhnya.
(qur/pojoksatu)