Pendidikan

Menristekdikti Tantang Kampus Gelar Kuliah Online

POJOKSULSEL.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menantang sejumlah perguruan tinggi di daerah untuk menggelar kuliah online. Daerah yang dimaksud adalah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung.
Nasir mengatakan, tujuan dari perkuliahan onlie atau terbuka adalah untuk memastikan mahasiswa dari kota dan kabupaten terjauh dari ibu kota provinsi, dapat menuntut pendidikan tinggi.
Dia mencontohkan, mayoritas pemuda di Kota Pagaralam yang berjarak 294 kilometer dari Kota Palembang harus bisa berkuliah.
Menurutnya, Indonesia saat ini memiliki Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi sebesar 34,58 persen. Namun, belum memberikan kesempatan yang adil bagi pemuda yang hidup di kota atau kabupaten yang jauh dari perguruan tinggi, sehingga Program Studi Jarak Jauh (PJJ) perlu dikembangkan.
“Di sana pasti lebih susah untuk kuliah. Bagaimana mereka bisa kuliah, padahal mereka sudah kerja atau putus kuliah. Ini adalah pasar kita, kita bisa bidik. Tidak usah mereka datang ke Palembang. Cukup dia pakai pendidikan jarak jauh,” ujar Nasir melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (20/3/2019).
Dia berharap perguruan tinggi dapat mengembangkan perkuliahan online secara bertahap sebelum sepenuhnya membuka PJJ dengan izin Kemenristekdikti.
“Kalau mungkin tidak bisa 100 persen online. Mungkin bisa 50 persen online, 50 persen face to face, atau yang kita sebut blended learning. Nanti kalau blended learning sudah cukup, bagaimana ini meningkat (semua) online,” tutur dia.
Nasir menyatakan perjuangan pemerintah untuk memperkuliahkan para pemuda masih jauh dari harapan, di mana masih baru 34,58 persen pemuda berkuliah. Walaupun demikian, jumlah itu meningkat dari 29,42 persen pemuda berkuliah pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Masa empat tahun ini Indonesia telah mencapai 34,58 persen. Mudah-mudahan AKP Indonesia bisa mencapai di angka 36 persen, walaupun target nasional di angka 34 kita sudah melebihi,” pungkasnya.
(jpc/pojoksulsel)