penembakan di belanda

Jumlah Korban Penembakan di Belanda Bertambah, Ini Pengumuman Resmi Walikota Utrecht

POJOKSATU.id, UTRECHT – Jumlah korban meninggal akibat aksi penembakan di sebuah trem di Utrecht, Belanda, Senin (18/3/2019) pag waktu setempat dipastikan bertambah. Dalam pengumuman resmi yang disampaikan Walikota Utrecht, Jan van Zanen, tiga orang meninggal dan sembilan lainnya luka-luka akibat insiden itu.
Dikutip Pojoksatu.id dari NLtimes, Jan van Zanen menyebutkan jumlah korban dari aksi penembakan yang diduga didalangi teroris itu. Tiga orang tewas, 9 lukaluka. Setidaknya tiga korban luka dalam kondisi serius atau kritis.
BACA JUGA: Aksi Teror di Belanda, Pria Asal Turki Jadi Buron
“Pikiranku bersama kerabat para korban dan orang-orang yang menyaksikannya. Sangat mengerikan,” katanya dalam sebuah video yang diposting di Twitter.
Video itu diposting ketika polisi juga tengah memburu Gokmen Tanis, seorang pria berusia 37 tahun yang lahir di Turki, diduga terlibat aksi penembakan itu.
“Mungkin ada setidaknya satu pelaku, tetapi mungkin juga ada beberapa pelaku,” kata Van Zanen di depan kamera. “Kita tidak bisa menafikan bahwa pada kenyataannya kita berasumsi, motif teroris,” jelasnya.

Burgemeester Jan van Zanen reageert op het schietincident eerder vandaag pic.twitter.com/PzI6t2tPtX
— Gemeente Utrecht (@GemeenteUtrecht) 18 Maret 2019

Tak lama setelah pernyataan walikota diterbitkan, polisi di Utrecht mengungkapkan rincian lebih lanjut dalam penyelidikan.
BACA JUGA: Kasus Suap Romahurmuziy Bukan Cuma di Jatim, Banyak Daerah!
“Tepat sebelum insiden penembakan pada 24 Oktoberplein di Utrecht, ada pembajakan mobil di Amerikalaan (di mana) sebuah mobil Renault Clio merah dirampas. Mobil yang terlibat kemudian ditemukan di Tichelaarslaan.”
Menurut penyiar NOS, seorang wanita melaporkan mobil ke polisi setelah mesin dihidupkan selama beberapa jam. Dia mengatakan ada catatan di kendaraan itu, tetapi dia menolak untuk mengatakan apa yang tertulis di catatan itu.
Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Belanda terus mendalami insiden penembakan tragis di sebuah kereta di Kota Utrecht, Senin (18/3/2019) pagi waktu setempat. Terbaru, pria asal Turki masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buron.
Gokman Tanis (37), pria asal Turki yang diduga terlibat dalam aksi teror di Belanda, Senin (18/32019) pagi waktu setempat.
Dikutip Pojoksatu.id dari European Views, warga Turki yang diduga terlibat dalam penembakan di Belanda itu diketahui bernama Gokman Tanis. Ia kini menjadi buronan polisi Belanda.
BACA JUGA: Keponakan Prabowa Sudah 50 Kali Membobol ATM, Benarkah Uangnya Mengalir ke Gerindra?
Tersangka diyakini telah melarikan diri dari lokasi penembakan trem di Utrecht dengan mobil.
“Polisi meminta Anda untuk melihat Gökman Tanis (lahir di Turki) berusia 37 tahun yang terkait dengan insiden pagi ini di 24oktoberplein di Utrecht. Jangan mendekatinya tetapi teleponlah 0800-6070,” kata pihak kepolisian Belanda.
Memutakhirkan laporan awal, kepala badan penanggulangan teror Belanda mengatakan telah terjadi penembakan di “beberapa” lokasi di Utrecht pada hari Senin.
“Beberapa tembakan dilepaskan di trem dan beberapa orang terluka. Helikopter ada di tempat kejadian dan tidak ada penangkapan yang dilakukan,” kata juru bicara kepolisian Joost Lanshage.
BACA JUGA: Giliran Belanda Jadi Sasaran Teror, Pelaku Menembak Membabi Buta di dalam Kereta
Koordinator Anti-Terorisme Nasional, Pieter-Jaap Aalbersberg, mengatakan pihaknya telah meningkatkan tingkat siaga di wilayah Utrecht hingga maksimum lima.
“[Penembakan trem Utrech] tampaknya merupakan serangan teroris”, kata kepala badan anti-terorisme negara itu, Pieter-Jaap Aalbersberg, seperti dikutip oleh penyiar Belanda NOS.
“Pelakunya masih dalam pelarian. Motif teror tidak bisa dikesampingkan,” kata Aalbersberg dalam sebuah posting Twitter, mendesak warga setempat untuk mengikuti instruksi polisi setempat.
Media lokal memberitakan jika pengamanan diperketat di sejumlah titik rawan. Seperti di sekitar gedung-gedung pemerintah, sekolah, fasilitas Universitas Utrecht, dan masjid – termasuk dalam kaitannya dengan serangan teroris baru-baru ini terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyampaikan duka mendalam atas penembakan di Utrecht tersebut. Ia mengakui kemungkinan penembakan tersebut adalah serangn teroris.
(fat/pojoksatu)

Aksi Teror di Belanda, Pria Asal Turki Jadi Buron

POJOKSATU.id, UTRECHT – Kepolisian Belanda terus mendalami insiden penembakan tragis di sebuah kereta di Kota Utrecht, Senin (18/3/2019) pagi waktu setempat. Terbaru, pria asal Turki masuk daftar pencarian orang (DPO) alias buron.
Dikutip Pojoksatu.id dari European Views, warga Turki yang diduga terlibat dalam penembakan di Belanda itu diketahui bernama Gokman Tanis. Ia kini menjadi buronan polisi Belanda.
BACA JUGA: Kasus Suap Romahurmuziy Bukan Cuma di Jatim, Banyak Daerah!
Tersangka diyakini telah melarikan diri dari lokasi penembakan trem di Utrecht dengan mobil.
“Polisi meminta Anda untuk melihat Gökman Tanis (lahir di Turki) berusia 37 tahun yang terkait dengan insiden pagi ini di 24oktoberplein di Utrecht. Jangan mendekatinya tetapi teleponlah 0800-6070,” kata pihak kepolisian Belanda.
Polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi penembakan di Utrecht, Belanda.
Memutakhirkan laporan awal, kepala badan penanggulangan teror Belanda mengatakan telah terjadi penembakan di “beberapa” lokasi di Utrecht pada hari Senin.
“Beberapa tembakan dilepaskan di trem dan beberapa orang terluka. Helikopter ada di tempat kejadian dan tidak ada penangkapan yang dilakukan,” kata juru bicara kepolisian Joost Lanshage.
BACA JUGA: Giliran Belanda Jadi Sasaran Teror, Pelaku Menembak Membabi Buta di dalam Kereta
Koordinator Anti-Terorisme Nasional, Pieter-Jaap Aalbersberg, mengatakan pihaknya telah meningkatkan tingkat siaga di wilayah Utrecht hingga maksimum lima.
“[Penembakan trem Utrech] tampaknya merupakan serangan teroris”, kata kepala badan anti-terorisme negara itu, Pieter-Jaap Aalbersberg, seperti dikutip oleh penyiar Belanda NOS.
“Pelakunya masih dalam pelarian. Motif teror tidak bisa dikesampingkan,” kata Aalbersberg dalam sebuah posting Twitter, mendesak warga setempat untuk mengikuti instruksi polisi setempat.
Media lokal memberitakan jika pengamanan diperketat di sejumlah titik rawan. Seperti di sekitar gedung-gedung pemerintah, sekolah, fasilitas Universitas Utrecht, dan masjid – termasuk dalam kaitannya dengan serangan teroris baru-baru ini terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyampaikan duka mendalam atas penembakan di Utrecht tersebut. Ia mengakui kemungkinan penembakan tersebut adalah serangn teroris.
(fat/pojoksatu)