Penganiayaan

Menyesal, Saddil Ramdani Meminta Maaf!

POJOKSATU.id, LAMONGAN – Saddil Ramdani dipastikan gagal memperkuat Timnas Indonesia setelah tersandung masalah hukum imbas dugaan penganiayaan terhadap kekasihnya.
Penggawa Timnas U-19 Indonesia di Piala Asia U-19 2018 itu bahkan telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka oleh pihak kepolisian setempat.
Padahal, Saddil adalah satu dari 23 pemain yang telah dipanggil Merah-Putih jelang persiapan ajang Piala AFF 2018.
‘Jatahnya’ pun kini diisi Andik Vermansah yang sebelumnya nama mantan penggawa Persebaya Surabaya itu tak terpanggil.
Saddil pun, seperti dituturkan pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti telah melayangkan permohonan maaf kepada seluruh penggawa timnas atau rekan-rekannya.
“Bersyukur masalah Saddil sudah selesai dan kami berharap ini jadi pembelajaran bagi Saddil. Dia minta maaf kepada saya, federasi dan rekan-rekannya di timnas,” tutur Bima Sakti seperti dikutip dari Bolalob.
Sang pemain, sebut Bima bertekad untuk kembali menata hidupnya dan kariernya di lapangan. “Saddil berjanji bangkit di kemudian hari dan tak mengulangi kejadian kemarin,” ucapnya.
Gelandang muda Persela Lamongan itu harus berurusan dengan hukum karena diduga melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya.
Meski awalnya kasus kekerasan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, namun pihak keluarga korban ternyata meneruskannya ke jalur hukum.
Namun belakangan, pihak keluarga korban yang awalnya ingin menempuh jalur hukum atas kasus tersebut mencabutnya dan bersedia kembali menempuh jalur kekeluargaan.
(qur/pojoksatu)

Alasan Polisi Lanjutkan Kasus Saddil Ramdani

POJOKSATU.id, LAMONGAN – Penggawa Timnas U-19 Indonesia, Saddil Ramdani harus berurusan dengan hukum atas kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan pacarnya, Sekar (19), gadis asal Kecamatan Sumobito, Kecamatan Jombang.
Bahkan seperti dikemukakan Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Norman Wahyu Hidayat, status Saddil atas kasusnya itu sudah dinaikkan menjadi tersangka dan telah dilakukan penahanan.
“Saddil ditahan,” kata Norman seraya menyebutkan kasus tersebut sempat menemui titik damai namun dari pihak pelapor minta diteruskan.
“Memang benar, yang kemarin keluarga korban sudah bersedia damai. Namun, sekarang minta dilanjutkan,” katanya.
Norman menjelaskan, setelah damai dan Sekar pergi dari mapolres, sekitar pukul 21.00 (1/1), pihak keluarganya datang. Permintaannya, berkas aduan dilanjutkan sesuai hukum yang berlaku.
‘’Jadi tersangka tidak mau menikahi korban, sehingga berkas dilanjutkan. Untuk unsur pidananya sudah jelas, akan tetapi masih dilakukan gelar perkara terlebih dahulu,” terang dia.
Saddil Ramdani sendiri siap menghadapi proses hukum yang berlaku. Dia mengaku tidak ada masalah sama sekali.
“Mungkin kemarin saya kurang fokus, jadinya spontan melakukan pemukulan kepada korban,” katanya.
Menurut dia, pemukulan tersebut bisa jadi akibat dirinya kecapekan, sehingga mudah sekali tersulut amarah.
Terkait luka pipi kanan Sekar hingga berdarah, Saddil menyebut karena terkena cakaran saat berkelahi. Cakaran itu hanya sekali, tidak berulang kali.
“Saya sendiri sudah beretika meminta maaf dan bertemu keluarga korban, namun tidak mau,” imbuhnya.
(jpnn/qur/pojoksatu)