pengaturan skor

Ditanya Soal Materi Pemeriksaan, Reaksi Jokdri Seperti Ini

POJOKSATU.id, JAKARTA – Plt Ketum PSSI, Joko Driyono merampungkan pemeriksaan penyidik Satgas Antimafia Bola di Polda Metro Jaya dini hari tadi.
Jokdri diperiksa sebagai tersangka kasus pengrusakan barang bukti temuan satgas terkait dokumen-dokumen pengaturan skor.
Jokdri sendiri menjalani pemeriksaan maraton selama 14 jam, dari Rabu (6/3/2019) sekira pukul 10.00 WIB hingga Kamis (7/3/2019) dini hari WIB.
Usai diperiksa, Jokdri yang dihadang wartawan ogah membeberkan materi pemeriksaan. Ia enggan menjelaskan secara detail terkait proses hukum yang sedang dijalaninya itu.
“Pertama alhamdulillah saya telah menyelesaikan pemeriksaan. Tentu saya bersedia untuk memberikan keterangan jika dari penyidik memerlukan dan memanggil saya setiap saat,” katanya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Terkait langkah hukum selanjutnya dan apakah ada pemanggilan selanjutnya, Jokdri enggan menanggapi.
Hanya saja, pria yang akrab disapa Jokdri itu mengaku sudah menyelesaikan semua pemeriksaan dari tim penyidik. Dirinya pun mengaku selalu siap jika kembali harus diperiksa setiap saat.
“Jadi pemeriksaan pada hari ini telah saya tunaikan. Saya kira itu saja ya, terimakasih. Cukup ya,” ucapnya.
Jokdri terancam dijerat dengan pasal berlapis. Dia disangkakan melanggar Pasal 363 yang terkait pencurian dan pemberatan serta Pasal 232 tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan.
Selanjutnya, Pasal 233 tentang perusakan barang bukti dan Pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 dan Pasal 233.
Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang garis polisi.
(qur/pojoksatu)

Ini Kata Joko Driyono Usai Diperiksa 20 Jam

POJOKSATU.id, JAKARTA – Hampir 20 jam penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola menggarap tersangka Plt Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono.
Jokdri diperiksa sejak Senin (18/2) sekitar pukul 10.00 WIB hingga Selasa (19/2) sekitar pukul 06.53 WIB.
Dalam pemeriksaan, Jokdri mengaku diperlakukan secara profesional.
“Alhamdulillah, Satgas, penyidik bekerja sangat profesional,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/2/2019).
Jokdri tak merinci pertanyaan apa saja yang dilayangkan penyidik anti mafia bola itu.
“Saya mengucapkan terimakasih atas pelayanan, interaksi dan proses penyidikan yang berlangsung pada hari kemarin, malam hari hingga hari ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Jokdri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti terkait pengaturan skor sepak bola.
Penetapan itu tak lama setelah Satgas Antimafia Bola melakukan penggeledahan kediaman Joko Driyono dan juga kantornya.
Joko Driyono terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line.
(fir/pojoksatu)

Eks Ketum PSSI: Praktik Pengaturan Skor Sudah Ada Sejak Zaman Dulu!

POJOKSATU.id, JAKARTA – Mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti buka suara mengomentari kasus match-fixing atau pengaturan skor yang tengah jadi sorotan publik tanah air.
La Nyalla menegaskan, praktik-praktik di pentas sepak bola tanah air semacam itu bukan hal baru bahkan telah terjadi sejak zaman dahulu.
“Saya tidak mau ikut dampur. Saya sudah bicara. Saya tidak mau manasi situasi,” kata La Nyalla saat dihubungi JawaPos.
Satgas Antimafia Bola Mabes Polri Siap Berangus Match-Fixing
Satgas Antimafia Bola Tak Hanya Berantas Match-Fixing, tapi …
Laporkan jika Temukan Match-Fixing, Satgas Antimafia Bola akan Melindungi
“Yang jelas dari dahulu dahulu kala sudah ada itu (kasus pengaturan skor). Sekarang sudah bagus polisi sudah turun. Bagus itu,” ujarnya.
La Nyalla pun berharap keterlibatan Polri melalui Satgas Antimafia Bola bisa mengberantas kasus tersebut dari ranah sepak bola tanah air.
Namun ia menegaskan enggan melibatkan diri lebih jauh sebab ia mengaku tak lagi tertarik dengan dunia sepak bola. Kini dirinya tengah fokus menyelami panggung politik.
“Saya tidak mau kembali ke sana (sepak bola). Saya sudah lama meninggalkan itu,” tandasnya.
(jpc/qur/pojoksatu)

Usut Kasus Pengaturan Skor, Inilah Orang Pertama yang Dipanggil Bareskrim Polri

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Polri menunjukkan keseriusannya dalam mengusut mafia pengaturan skor alias match fixing di Indonesia. Rencananya, Jumat (21/12/2018) besok mulai memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan.
Dan orang pertama yang akan dipangil Bareskrim Polri adalah Januar Herwanto. Manajer Madura FC itu adalah salah satu sosok yang berani berteriak soal pengaturan skor.
BACA JUGA: Pelaku Match Fixing, Siap-siap Berhadapan Langsung dengan Kapolri
Januar pun menyambut positif pemanggilannya ke Bareskrim. Ia senang Polri mulai aktif memberantas mafia sepak bola.
Kasus pengaturan skor belakangan kembali hangat diperbincangkan. Bahkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian berjanji akan turun tangan mengatasi kasus yang menyeruak itu.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Bahkan, dia sudah membentuk tim khusus menangani kasus pengaturan skor. Januar menjadi sosok yang pertama dipanggil untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
“Besok saya akan diambil keterangan. Cuma saya tak tahu soal apa. Mungkin soal kemarin (pengaturan skor), cuma saya belum tahu,” ungkap Januar dikutip Pojoksatu.id dari JawaPos.com.
BACA JUGA: Di Tangan Solskjaer, Gelandang yang ‘Diparkir’ Mourinho Ini Bisa Moncer Lagi
Surat pemanggilan disebutnya datang dari Kesekjenan PSSI. Kemudian staf PSSI menghubunginya bahwa ada surat dari Bareskrim Polri.
“Ini kan era baru PSSI untuk berbenah. Masuknya Polri ke ranah pengaturan skor jadi angin segar buat sepak bola kita. Mereka tak bisa berlindung di balik nonteknis lagi sekarang,” tandas Januar.
(jpc/fat/pojoksatu)

Soal Pengaturan Skor, PSSI Dukung Pelaku Dipidanakan

POJOKSATU.id, JAKARTA – PSSI siap bersama-sama dengan Kemenpora mempidanakan pelaku pengaturan skor yang kasusnya tengah mencuat beberapa hari terakhir ini.
Ditegaskan, Sekjen PSSI, Ratu Tisha, pihaknya sangat menyambut gembira dengan rencana Kemenpora yang akan membawa isu pengaturan skor ke ranah hukum.
“Justru itu yang kami tunggu, jadi mari kita berjuang bersama-sama, karena PSSI tidak bisa sendiri,” tutur Ratu Tisha dalam diskusi bersama wartawan di Kemang, Jakarta, kemarin.
Sekjen PSSI – Ratu Tisha (Indra Eka/jawapos)
PSSI pun bahkan siap mengawal kasus tersebut sampai tuntas. Ditegaskan Tisha, PSSI saat ini memang akan sangat aktif dalam mengungkap mafia sepak bola.
Namun, diakui dia, dukungan semua pihak sangat diperlukan untuk memberantas kasus dugaan match-fixing atau pengaturan skor ini.
“PSSI sudah proaktif semuanya, ada beberapa kali pemanggilan terhadap pihak terkait,” imbuhnya.
Sebelumnya, melalui Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, Kemenpora mengancam akan mempidanakan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengaturan skor. Gatot juga menegaskan sudah mengantongi bukti terkait dugaan kasus tersebut.
(jpc/qur/pojoksatu)