penggeledahan kantor pssi

Satgas Antimafia Bola Juga Sita Dokumen Transaksi Keuangan PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola menyelesaikan giat penggeledahan di dua kantor PSSI, tadi malam WIB.
Dari hasil penggeledahan yang berlangsung selama 17 jam itu, petugas menyita sejumlah barang sebagai alat bukti kasus match-fixing.
Sedikitnya ada 224 barang yang disita dari dua lokasi kantor PSSI, yakni di kawasan Kemang dan FX Sudirman, Jakarta Selatan.
Kantor PSSI Digeledah, Begini Reaksi Komite Ad Hoc Integritas PSSI
Ini Dia Barang-Barang yang Disita Satgas Antimafia Bola dari Kantor PSSI
Barang-barang sitaan itu terdiri atas dokumen fisik, digital, termasuk unit CPU komputer dan barang lainnya.
Selain itu, petugas juga berhasil menyita dokumen-dokumen terkait transaksi keuangan.
Humas Satgas Antimafia Bola, Kombes Sahar Diantono mengemukakan, seluruh barang yang telah disita itu telah dikelompokkan berdasarkan materinya.
“Satgas sudah mengelompokan dokumen ada 153 kelompok dokumen di antaranya terkait dengan seluruh dokumen Liga 3 Liga 2 dan Liga 1,” sebutnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Selain dokumen-dokumen itu, pihaknya juga mengamankan dokumen-dokumen terkait organisasi dan dokumen tentang wasit.
“Termasuk daftar wasit dan legalitas wasit (juga turut disita),” ucapnya.
“Nanti kami cek lagi mana yang terkait penyidikan akan kami dalami, akan ada pengembangan lanjut dari dokumen ini,” tandasnya.
(qur/pojoksatu)

Kantor PSSI Digeledah, Begini Reaksi Komite Ad Hoc Integritas PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Komite Ad Hoc Integritas PSSI menghormati proses hukum yang tengah dilakukan Satgas Antimafia Bola termasuk melakukan penggeledahan dua kantor PSSI.
Ketua Komite Ad Hoc Integritas PSSI Ahmad Riyadh menegaskan PSSI menghormati proses hukum terhadap penyelidikan maupun penyidikan kasus skandal pengaturan skor atau match-fixing.
”Kami menghormati proses hukum , termasuk penggeledahan di Kantor PSSI asalkan sesuai dengan prosedur,” sebut Ahmad seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman JPNN.
Ini Dia Barang-Barang yang Disita Satgas Antimafia Bola dari Kantor PSSI
“Penggeledahan bagian dari proses hukum dan dilindungi oleh Undang-Undang ,” sebut dia.
Namun, tegaskan Ahmad, dengan adanya penggeledahan tersebut bukan serta merta PSSI bersalah atas kasus praktik mafia bola yang tengah dalam penanganan satgas bentukan Mabes Polri it.
“Tapi saya tegaskan, PSSI belum tentu bersalah hanya karena kantor digeledah, karena match fixing lebih kepada personal atau individu, bukan institusi,” tandasnya.
Pihaknya pun meminta kepada Tim Satgas Antimafia Sepakbola memaparkan kepada publik hasil temuan mereka setelah menggeledah kantor PSSI.
“Selain itu mereka harus memberikan edukasi kalau penggeladahan ini bagian dari proses hukum, termasuk penyidikan, penyelidikan dan penggeledahan. Satgas harus mengungkap temuan-temuan di Kantor PSSI secara transparan,” tandasnya.
Sebelumnya, Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono menegaskan, penggeledahan dilakukan dalam rangka mencari dokumen tentang sepakbola nasional. Selain itu, mereka ingin mengetahui anggaran PSSI tahun 2017 dan 2018.
Dari penggeledahan yang dilakukan secara maraton selama 17 jam itu, satgas berhasil mengamankan atau menyita 224 barang dari dua lokasi kantor.
Barang-barang sitaan itu terdiri atas dokumen fisik, digital, termasuk unit CPU komputer dan barang lainnya.
(qur/pojoksatu)

Ini Dia Barang-Barang yang Disita Satgas Antimafia Bola dari Kantor PSSI

POJOKSATU.id, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola melakukan penggeledahan selama 17 jam di kantor PSSI yang terletak di dua tempat, yakni di FX Sudirman dan Kemang, Jakarta, Rabu (30/1/2019) malam WIB.
Dari penggeledahan maraton tersebut satgas berhasil mengamankan sejumlah barang yang akan dijadikan alat bukti kasus pengaturan skor atau match-fixing.
Di total ada 71 barang yang disita satgas dari markas federasi yang berlokasi di FX Sudirman tersebut, yang terdiri atas dokumen fisik, digital, termasuk CPU komputer dan barang lainnya.

Sedangkan dari kantor lama yang berada di Kemang, sebanyak 153 dokumen tertulis telah diamankan sebelumnya.
Kasubdit Keamanan Negara (Kamneg) AKBP Dedy Murti yang memimpin jalannya penggeledahan itu menuturkan, barang-barang yang disita bervariatif.
“Selain dokumen tertulis, bukti transfer, catatan keuangan ada juga kontrak. Ini berdasarkan laporan nomor 6990 tertanggal 29 Desember 2018,” tuturnya seperti dikutip Pojoksatu.id dari laman Jawapos.
Hingga subuh tadi, sejumlah petugas satgas terlihat masih mengeluarkan sejumlah barang sitaan mulai dari dua box besar, satu box kecil dan dua unit CPU.
“Barang bukti tersebut harus kami analisa dan perdalam. Kami juga akam bekerja sama dengan PSSI juga,” sebutnya.
Dedi menyebutkan, secara keseluruhan pihaknya telah menyita 224 barang dalam giat penggeledahan tersebut. “Nanti akan ada pengembangan lagi,” tandasnya.
Penggeledahan itu sendiri terkait dengan penanganan kasus skandal pengaturan skor yang dilaporkan eks manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi.
Terkait kasus praktik mafia bola tersebut, belasan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan beberapa dantaranya berasal dari PSSI.
(qur/pojoksatu)